APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suamiku Ternyata Adalah Bosku

Suamiku Ternyata Adalah Bosku

Demi sang kakek, Sabrina nekat menikahi pria asing lewat kontrak. Setahun hidup terpisah, sang suami tiba-tiba meminta cerai via pesan singkat. Sabrina setuju lalu bekerja sebagai staf humas di Grup Seja di bawah pimpinan CEO bernama Mario. Siapa sangka, Mario adalah suami misteriusnya yang dikenal setia. Saat Sabrina berusaha bersikap profesional, Mario justru mendekatinya dan menolak bercerai. Rahasia identitas ini pun memicu dilema besar di antara mereka.
Bab
Bagikan

Bab 2

Sabrina dan Legina naik lift ke lantai paling atas.

Dalam perjalanan, Legina begitu bersemangat. Dia terus memberi tahu Sabrina tentang perusahaan. "Seluruh lantai paling atas adalah kantor CEO. Sebagian besar karyawan tidak diperbolehkan memasukinya. Hanya mereka yang melapor langsung padanya atau memiliki sesuatu yang sangat penting yang bisa pergi ke sana."

Sabrina mendengarkan dalam diam.

Dia ingin mengetahui semua yang dia bisa tentang bos barunya, jadi dia menghargai ceramah yang panjang lebar ini.

Legina tiba-tiba berhenti. Kemudian, dia menoleh ke arah Sabrina dan bertanya dengan santai, "Kudengar kamu sebelumnya bekerja di salah satu cabang Grup Seja di luar negeri. Kenapa kamu tiba-tiba dipindahkan ke kantor utama? Apakah kamu mengenal Pak Mario sebelumnya?"

Rasa penasaran terpancar di mata Legina. Jelas sekali dia ingin mengetahui ini demi gosip.

Tidak pernah dalam sejarah Grup Seja ada orang yang dipekerjakan atau dipindahkan tanpa menjalani wawancara apa pun. Faktanya, proses menjadi karyawan di sini jauh lebih panjang dibandingkan kebanyakan perusahaan di luar sana.

Sabrina memecahkan rekor itu.

Ada spekulasi di kalangan karyawan lain bahwa Sabrina bukanlah orang biasa. Alhasil, Legina ingin tahu alasan dari CEO sendiri yang memindahkan Sabrina ke sini.

Bukan berita baru bahwa sebagian besar dari mereka yang mencoba mendapatkan pekerjaan ini gagal setelah menyerahkan resume mereka. Ini karena Mario memiliki persyaratan yang ketat.

Pada saat ini, pertanyaan Legina yang sedikit melanggar privasi membuat Sabrina mengerutkan kening. Dia tidak menyukai siapa pun yang mencoba mencampuri urusan orang lain.

Dia melirik kartu karyawan miliki Legina dan berkata dengan dingin, "Terakhir aku periksa, staf humas seharusnya memiliki EQ yang tinggi. Mereka biasanya memfokuskan diri pada pekerjaan mereka saat di kantor."

Kata-katanya menunjukkan bahwa Legina tidak profesional dan sudah melampaui batas.

Segera setelah Sabrina selesai berbicara, lift berhenti di lantai paling atas.

Sabrina berjalan keluar tanpa melihat orang yang menemaninya ke sini.

Wajah Legina menjadi suram setelah mendengar tegurannya.

Sambil menggertakkan gigi, dia menatap punggung Sabrina saat wanita itu berjalan keluar dari lift.

Karyawan baru ini, dia pikir dia siapa? Beraninya dia berbicara dengan nada seperti itu saat berbicara dengannya?

Keduanya menunggu di luar kantor CEO.

Legina melihat jam tangannya dan pergi ke sudut untuk menelepon. Ketika dia kembali, dia memberi tahu Sabrina, "Pak Mario masih dalam perjalanan. Kita perlu menunggu sedikit lebih lama lagi."

Sabrina mengangguk mengerti.

Selama beberapa detik keduanya diam. Tiba-tiba Legina menyela dengan nada santai, "Mau tahu kenapa Pak Mario terlambat?"

Masih marah pada Sabrina karena menegurnya tadi, Legina ingin memperjelas hierarki di antara mereka. Dia berniat membuat Sabrina sadar diri akan posisinya.

Sabrina tidak peduli dengan apa yang dilakukan bosnya di luar kantor. Alhasil, dia hanya diam.

Menolak untuk menerima isyarat dari Sabrina, Legina berkata dengan suara kesal, "Soalnya, istrinya baru saja kembali hari ini. Dia mengesampingkan semua pekerjaannya hari ini supaya dia bisa pergi menjemputnya di bandara. Dia sungguh suami yang perhatian!"

Dengan mata melamun, Legina menyilangkan tangan di depan dada dan menambahkan dengan penyesalan dan kekaguman, "Sayang sekali dia menikah begitu cepat. Istrinya salah satu wanita yang beruntung di dunia ini. Aku penasaran seperti apa orangnya."

Kata-kata ini tiba-tiba mengingatkan Sabrina akan apa yang terjadi padanya hari ini.

Tampaknya di luar sana beberapa wanita beruntung mempunyai suami yang baik. Bosnya, Mario, tampak lebih baik daripada Marko.

Setelah dia menunggu di bandara selama hampir satu jam, Marko mengiriminya pesan singkat yang mengatakan bahwa dia tidak bisa datang karena dia sibuk.

Benar-benar alasan yang konyol! Apa mungkin dia lebih sibuk daripada CEO Grup Seja?

Tiba-tiba, lift berdenting.

Legina merapikan pakaiannya dengan cepat dan menyisir rambutnya dengan jari. Setelah tersenyum, dia menarik Sabrina.

Pintu lift perlahan terbuka.

Seorang pria yang mengenakan setelan mahal berjalan ke arah mereka dengan satu tangan di sakunya.

Kakinya yang jenjang membuatnya mengambil langkah besar. Bahunya lebar, tetapi pinggangnya sedikit ramping. Garis wajahnya seperti model berotot di majalah mode.

Sabrina memperkirakan tingginya lebih dari 180 senti.

Aura berkelas yang dia pancarkan sangat kuat. Sabrina tidak bisa mengalihkan pandangan darinya.

"Pak Mario."

Suara Legina datang menyela pengamatan Sabrina.

Dengan sedikit membungkuk, Sabrina memperkenalkan dirinya. "Halo, Pak Mario. Perkenalkan saya staf humas yang dipindahkan dari perusahaan cabang luar negeri. Nama saya Sabrina Andarias."

Mendengar nama itu, Mario mengangkat alisnya karena terkejut.

Dia pernah mendengar nama itu sebelumnya. Namun, dia tidak tahu di mana dia mendengarnya dulu.

Alisnya berkerut bingung. Detik berikutnya, Marko menunjuk ke sebuah pintu. "Mari kita bicara di kantorku."

Setelah mengucapkan itu, dia masuk ke kantor.

Tanpa ragu-ragu, Sabrina mengikutinya ke dalam.

——

Duduk di mejanya, Mario memindai file di tangannya.

Dia secara khusus memilih Sabrina untuk menjadi staf humas pribadinya karena tahun lalu, dia telah mencapai prestasi luar biasa di perusahaan cabang Grup Seja. Riwayat pekerjaannya menunjukkan bahwa dia membantu perusahaan keluar dari beberapa situasi yang dapat merusak reputasi mereka.

Yang jauh lebih penting lagi ....

Mario membuka halaman terakhir resumenya dan menyipitkan matanya.

"Kamu bisa mendesain?"

Suaranya yang berat memecah kesunyian di kantor itu.

Ini hal yang menurut Sabrina paling tidak akan dia tanyakan padanya. Setelah menghilangkan keterkejutannya, dia mengangguk. "Sedikit."

Mario mengangkat matanya, menatap wajah tenang wanita itu, dan terus bertanya, "Kamu adalah staf humas. Apa hubungan desain dengan pekerjaanmu? Kenapa kamu merasa perlu memasukkan draf desain ke dalam resume milikmu?"

Sabrina sudah menyiapkan jawaban untuk pertanyaan ini.

Dia duduk tegak dan menjawab dengan percaya diri, "Grup Seja sedang mencoba mengambil alih industri pakaian. Sebagai staf humas, pekerjaan saya mencakup memasarkan reputasi merek ke masyarakat. Karena itulah, saya membuat beberapa draf desain yang dapat dimanfaatkan dengan baik oleh perusahaan."

Mario mengangguk sambil berpikir.

Dia menutup file itu dan melemparkannya di sudut mejanya. Setelah itu, dia menoleh ke arah Legina dan memerintahkan, "Bantu dia beradaptasi dengan perusahaan. Kemudian, berikan tugas padanya."

Legina terkejut.

Apakah hanya itu yang ingin dikatakan Mario?

Meskipun Legina sama sekali tidak senang, dia menjawab dengan sopan, "Baik, Pak Mario."

Sabrina menghela napas lega saat dia keluar dari kantor.

Dia mengendurkan genggaman tangannya yang terkepal, dan telapak tangannya sudah berkeringat.

Memikirkan wajah CEO yang dingin dan tegas, Sabrina kembali gugup. Dia mendapat firasat bahwa bekerja menjadi bawahan orang itu akan lebih sulit daripada yang dia perkirakan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dalam Pelukan Sang Miliarder
9.7
Demi menyelamatkan panti jompo tempat tinggalnya dari rencana penggusuran, Raissa nekat menemui Arkhan Alvaro, seorang miliarder dingin dan kejam. Namun, Arkhan justru mengajukan syarat tak terduga: panti tersebut akan aman jika Raissa bersedia menjadi miliknya sepenuhnya. Kini, Raissa terjebak dalam dilema besar antara kehormatan diri dan pengorbanan. Hubungan yang diawali dengan paksaan ini pun mulai memicu badai emosi yang mendalam di antara keduanya.
Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra hancur saat kesuciannya dirampas di depan kekasihnya akibat rencana jahat kakek pria itu. Bukannya melindungi, sang kekasih justru mencampakkannya dan menikahi wanita lain. Di tengah keputusasaan, Lula ditemukan oleh orang tua kandungnya yang merupakan konglomerat kuat. Bersama keluarga aslinya, ia menyusun rencana pembalasan dendam untuk menghancurkan mantan kekasih dan keluarganya. Namun, akankah kehancuran mereka membawa kedamaian yang ia cari?
Sampul Novel Hello Love Sign
8.7
Kebencian mendalam Sheina pada keluarga Levanchois tak menghalanginya bertahan demi sebuah misi rahasia di kantornya yang toksik. Namun, tepat saat ia berniat mundur dan menuntut balas, takdir mempertemukannya dengan Samuel Clark Levanchois. Pria terkuat di dinasti tersebut justru menyodorkan kontrak bisnis menggiurkan untuk melepaskan Sheina dari atasannya. Kini, terjebak dalam pusaran dominasi, sanggupkah ia menghindari jerat asmara dari pria yang paling ia benci?
Sampul Novel Kau Rebut Ayahku, Aku Rebut Suamimu
9.5
Hidup Arlena hancur setelah seorang wanita merebut ayahnya, memicu duka mendalam yang merenggut nyawa ibunya. Didorong amarah, ia merancang aksi balas dendam yang tak biasa. Kesempatan emas muncul saat Arlena tahu bahwa perusak keluarganya adalah istri dari Rafael Vallenzo, bosnya yang berkuasa. Arlena bertekad memikat Rafael demi menuntut keadilan, tetapi rencana nekat ini justru menjerat perasaannya sendiri dalam risiko yang berbahaya.
Sampul Novel Maduku Putri Konglomerat
9.4
Demi keluar dari jerat kemiskinan, Hilman memilih mengkhianati janji sucinya. Ia diam-diam menikahi putri dari keluarga kaya raya demi meraih takhta materi dan kemewahan. Keputusan egois ini seketika menghancurkan hati sang istri pertama, meninggalkan luka batin yang teramat dalam akibat pengkhianatan pria yang sangat ia sayangi. Kini, ia harus berjuang menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya lebih memilih harta dibanding kesetiaan cinta mereka.
Sampul Novel Menikah Dengan CEO Posesif
8.9
Mimpi indah Sheila bersanding dengan Bryan hancur lebur. Kini, ia terpaksa menikahi Bara Alexander Rodriguez, pria berkuasa yang menjadikannya sebagai jaminan atas utang sang mantan kekasih. Sheila pun terjebak dalam kehidupan pernikahan yang rumit, menghadapi obsesi Bara yang sangat posesif dan mengklaim dirinya sepenuhnya. Di tengah badai kebencian dan kekecewaan, mampukah Sheila bertahan, atau justru menemukan kebahagiaan tak terduga?