APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suamiku, Nerakaku!

Suamiku, Nerakaku!

Tujuh tahun pengabdian cinta kepada Kennedy hancur seketika saat penculikan mengerikan terjadi. Alih-alih menyelamatkan istrinya, Kennedy justru menolak membayar uang tebusan karena terhasut oleh sekretarisnya yang menganggap ini cara terbaik untuk mendisiplinkannya. Setelah melewati siksaan yang bagaikan neraka, sang istri akhirnya tersadar dan memilih melepaskan hubungan ini. Namun, saat dia memutuskan untuk pergi selamanya, Kennedy justru bersujud sambil menangis demi mendapatkan pengampunan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Selesai makan, aku dipanggil ke ruang kerja Ayah Kennedy.

Paman yang biasanya bersikap tegas, justru bertanya dengan sabar dan ramah, "Lovia, kamu menyukai Kennedy sejak kecil, 'kan? Sekarang kamu masih suka nggak?"

Aku buru-buru menggeleng, bahkan gelenganku sangat kuat. Kepalaku sampai terasa sakit.

Aku menyukai Kennedy selama 7 tahun, merendahkan diri selama 7 tahun, menderita selama 7 tahun. Meskipun begitu, aku malah tidak pernah memetik pelajaran apa pun. Makanya, aku mendapatkan balasan seperti siksaan di neraka.

Itu sebabnya, aku tidak berani menyukai Kennedy lagi.

Setelah mendengarnya, Paman merenung sejenak. Dia berkata dengan kecewa, "Ya sudah, kamu nggak bisa menjadi menantu Keluarga Prakoso, tapi kamu tetap putri kami. Kamu sangat baik dan cantik, Kennedy yang nggak beruntung karena nggak mendapatkanmu."

Paman mengeluarkan kartu bank dari lacinya. "Ini peninggalan orang tuamu. Di dalamnya ada 8 miliar. Mereka menyuruhku menyimpannya dan memberikannya kepadamu sebagai mahar."

Delapan miliar? Nominal ini sama seperti jumlah uang tebusan.

Ketika diculik, aku sempat marah kepada orang tuaku. Kenapa mereka tidak membawaku bersama mereka dan membuatku menderita seperti ini?

Namun, ternyata mereka meninggalkan jaminan hidup untukku. Mereka sangat mencintaiku.

Aku menggigit ibu jariku, berusaha agar tidak menangis. "Terima kasih, Paman."

Setelah keluar dari ruang kerja, waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. Aku pergi ke kamarku. Di tengah jalan, aku malah bertemu Kennedy.

Kennedy tahu aku hendak ke kamarku. Dia berucap dengan lembut, tidak seperti biasanya, "Malam ini Sarah tidur di kamarmu. Kamu bisa tidur di kamar tamu di samping kamarku."

Ternyata demi Sarah. Aku mengangguk, lalu berjalan ke arah yang berlawanan. Saat aku baru pindah, Kennedy sangat membenciku sehingga pindah ke kamar yang paling jauh dariku. Satu di ujung timur, satu di ujung barat.

Namun, kamarku di desain oleh desainer profesional. Tentu saja, kamar tamu itu sama sekali tidak bisa dibandingkan. Namun, semua itu milik Keluarga Prakoso. Aku hanya bisa menurut.

Sebelum aku berjalan lebih jauh, Kennedy tiba-tiba memanggilku, "Lovia, kenapa kamu jadi pendiam sekarang?"

Aku menoleh dan melihat ekspresinya yang mencemooh, tetapi juga terlihat khawatir.

"Aku ... maaf ...." Setelah ragu-ragu, aku hanya bisa meminta maaf. Aku tidak tahu harus mengatakan apa kepada Kennedy.

"Ini sudah ketiga kalinya kamu minta maaf padaku hari ini. Kamu aneh sekali." Kennedy mendekat, lalu hendak menyentuh dahiku.

Aku langsung melompat mundur seperti tersengat listrik. Saat aku memegang pagar koridor, kakiku pun lemas hingga hampir tidak bisa berdiri.

Saat melihatku yang seperti orang gila ini, ekspresi Kennedy mulai tidak sabar. Aku menahan suaraku yang bergetar saat berkata, "Aku ... aku akan pindah besok. Aku sudah bilang sama Paman."

Aku mengira Kennedy akan merasa lega mendengarnya dan melepaskanku, tetapi dia malah marah.

"Pindah? Kenapa? Aku cuma suruh Sarah nginap di kamarmu 1 malam. Dia tamu. Masa kamu nggak bisa ngalah sedikit?"

Aku buru-buru menggeleng. "Bukan begitu."

Kennedy mendekat dengan wajah suram. Dia meraih pergelangan tanganku, lalu menarikku ke kamar yang terletak di ujung timur. "Ikut aku, ada yang ingin kubicarakan."

Ketakutan menyelimuti hatiku. Aku mengeluarkan kartu yang diberikan Paman tadi, lalu berucap, "Maaf, aku punya uang. Jangan pukul."

Kennedy menoleh dengan kaget. Sementara itu, aku sudah terduduk lemas di lantai dengan tangan yang masih digenggam oleh Kennedy. "Lovia, kamu bicara apa?"

Saat ini, bibirku sangat merah karena kugigit. Saat melihat wajah Kennedy yang semakin dekat, aku teringat pada hinaan para penculik itu. "Kamu cuma anjing Keluarga Prakoso. Kamu nggak berhak mengganggu majikanmu."

"Kak Kennedy, maksudku Pak Kennedy, aku nggak akan mengganggumu lagi. Aku nggak akan berani lagi."

Kennedy akhirnya menyadari bahwa kondisi mentalku agak terganggu. Sikapnya menjadi lebih lembut. Dia merangkul pinggangku dan menggendongku dari lantai.

Karena kehilangan keseimbangan, aku secara refleks memeluk leher Kennedy. Ekspresinya yang serius pun menjadi melunak. "Lovia, aku bukan mau menyuruhmu berhenti menggangguku. Tapi ...."

Sebelum menyelesaikan ucapannya, pintu kamar di koridor tiba-tiba terbuka. Sarah menjulurkan kepalanya dari dalam, lalu menutup mulutnya dengan kaget. "Pak, Nona."

Kennedy tampak kesal. "Aku sudah memberimu izin nginap di kamar ini. Ada masalah apa lagi?"

Sarah menyahut dengan agak sedih, "Ada rapat daring dari cabang perusahaan di luar negeri. Kamu harus menghadiri rapat ini."

Kennedy melirikku yang berada di pelukannya. Pada akhirnya, dia terpaksa menurunkanku. Tubuhku kaku, aku tidak bisa mengatakan apa-apa.

"Kamu tunggu aku di kamarku." Usai melontarkan itu, Kennedy masuk ke kamar Sarah. Pintu pun ditutup.

Cahaya terang menghilang di koridor. Aku seketika merasa sangat lega. Bajuku sampai basah karena keringat.

Kennedy tidak akan kembali lagi. Aku tahu seperti apa metode yang digunakan Sarah. Ini sudah terjadi berkali-kali. Di hari ulang tahunku, di upacara kelulusanku, Kennedy selalu dipanggil pergi oleh Sarah. Mungkin Kennedy memang ingin pergi atau tidak ingin kembali lagi.

Aku harus segera pergi dari sini. Aku akan ke tempat yang sangat jauh dari Kennedy. Jika terus berhubungan dengannya, aku takut mentalku akan hancur sampai menjadi gila.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B34933" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B34933
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Forbidden of Love
9.4
Rumah tangga Aulia Sarah dengan suaminya yang tangguh semula berjalan harmonis. Namun, kehadiran tetangga baru membangkitkan hasrat terpendam dalam dirinya. Walau sudah dikaruniai tiga anak, gairah Lia kian membara sejak bertemu Manoj dan Scott. Scott yang terpikat sejak pandangan pertama bahkan rela menghindar dari keluarganya demi Lia. Terjebak dalam perselingkuhan dan gairah yang meluap, Lia kini dihadapkan pada dilema antara menjaga kesetiaan atau menyerah pada obsesi terlarang.
Sampul Novel Hati Alpha yang Terlambat
7.9
Demi Timothy Oliver, Vanessa Price rela mendonorkan sumsum tulangnya. Namun, pengorbanan itu justru dibalas dengan kekejaman Timothy yang ingin membalas dendam demi ibu tirinya, Bryanna. Selama empat tahun Vanessa hidup dalam siksaan, hingga ia dinyatakan tewas di reruntuhan tambang. Penyesalan Timothy baru datang saat menemukan jasad Vanessa bersama bukti kehamilan. Kini, Vanessa bangkit kembali untuk menuntut balas atas kehancuran hidup dan kariernya.
Sampul Novel Menikah dengannya
8.8
Setiap jam lima pagi, Hasna sudah terjaga untuk beribadah dan membantu sang ibu di dapur. Meski kerap menghadapi penolakan kerja hingga belum juga mendapat pekerjaan baru, ia tetap tegar. Namun, ketenangan setelah sarapan mendadak sirna saat ayah dan ibunya mengajak berbicara serius. Hasna pun sangat terkejut ketika orang tuanya menyatakan rencana untuk menjodohkannya dengan seorang pria pilihan mereka.
Sampul Novel Nafkah Istri Pertama
9.6
Demi mendapatkan keturunan, seorang istri rela mengizinkan suaminya menikah lagi. Sayangnya, niat tulus demi kebahagiaan keluarga ini justru menjadi awal dari penderitaan panjang. Kehadiran istri kedua ternyata membawa kehancuran bagi kedamaian rumah tangga mereka. Kini, ia harus tegar menghadapi kenyataan pahit akibat keputusan yang awalnya dianggap sebagai solusi terbaik untuk masa depan pernikahan mereka.
Sampul Novel Tentang Kita.
8.1
Keharmonisan rumah tangga Adrian Admajaya hancur akibat ketiadaan buah hati dan hadirnya orang ketiga. Meski sangat mencintai pasangannya, Adrian terjebak dilema besar saat terpaksa memulai hubungan baru demi tanggung jawab tak terduga. Kini, ia harus berjuang membagi hati antara Naura Lideoni dan Asti Wulandari. Sanggupkah Adrian bertahan di tengah berbagai asumsi yang menguji komitmen pernikahan mereka?
Sampul Novel THE SECRET BEHIND DEATH
8.3
Albian yang dulunya dikenal sebagai mahasiswa berprestasi, ramah, dan sopan, kini mengalami perubahan drastis dalam hidupnya. Setelah terbangun dari koma akibat sebuah insiden misterius, ia dianggap aneh oleh lingkungan sekitar. Perubahan ini membuatnya terasing dan didera kesepian mendalam. Bahkan, orang-orang terdekat serta sosok yang ia cintai memilih pergi menjauh. Kini, ia harus berjuang menghadapi kenyataan pahit tersebut sendirian.