APKDock Logo
Sampul Novel Mystical Item User

Mystical Item User

8.6 / 10.0
Main, pemuda lemah yang rentan terhadap sinar matahari, harus kembali ke desanya demi memusnahkan mustika ular hijau yang mengancam. Misi berat ini membawanya ke dalam pertempuran sengit melawan para pengguna piranti mistik. Di sepanjang jalan, ia terjebak dalam konflik hebat dengan manusia serta makhluk gaib. Main pun harus berjuang keras mengumpulkan informasi penting demi mendeteksi letak mustika tersebut dan menyelesaikan tugasnya.

Mystical Item User Bab 1

Awan putih menghiasi langit. Menutupi cahaya sang mentari. Jalan aspal hitam menjadi teguh karenanya. Tiupan angin menambah kesejukan. Melintas sebuah bus dari luar kota. Berhenti ketika mencapai sebuah pasar. Para pemumpang mulai turun. isi di dalam bus berkurang drastis. Main, seorang pemuda yang turun dari bus tersebut. Sebuah tas dia gendong di bahunya dan yang satunya dijinjing di tangan kanannya. Terik mentari telah tak terhalang awan lagi, Terpaksa pinggir bangunan dia pilih. Kulit sawo matang yang dia miliki tak bisa menahan panasnya cahaya matahari. Topi putih yang dia gunakan tak mampu menutupi hawa panas.

Setengah jam sudah Main menelusuri jalanan. Kini terpaksa dia harus menyeberangi sebuah sungai. Jembatan penghubung yang ada di sana tak mampu lagi menahan beban yang dia tanggung. Perkebunan nan lebat telah dia lewati. Disebuah rumah terpampang jelas di depannya. Seorang duduk di luar menjadi target untuk Main.

"Bu, aku mau tanya. Rumah Della dimana?" tanya Main.

"Maaf, kamu siapa?" tanya perempuan itu.

"Namaku Salamain. Aku saudara jauhnya Della," jawab Main.

"Silahkan kamu jalan kira-kira 200 meter lagi. Ketika ada rumah depan ornamen batu granit di depannya rumah Della putrinya Sembada berada di depannya," kata sang ibu.

"Terimakash, Bu."

"Sama-sama."

Main meneruskan kembali perjalanannya. 200 meter kurang sedikit telah dia lalui. Rumah hijau megah dia sambangi. Tapi Main malah berbelok ke rumah yang ada di depannya. Rumah nan sederhana dia ketuk pintunya. "Tok tok tok," bunyi daun pintu yang diketuk Main.

Berkali-kali Main mengetuk pintu tersebut. Tak berselang lama keluar seorang perempuan dari dalam. Kaos hitam tanpa lengan dia pakai. Rambut sebahu tanpa hiasan terurai begitu saja. "Mas, Anda mencari siapa?" tanyanya.

"Della Safitri, sudah lama kita tak bertemu. Ini aku, Salamain Rael," sapa Main.

"Oh Mas Main, silahkan masuk," ajak Della.

Rumah yang sederhana dimasuki Main. Sebuah kursi yang ada di ruang tamu tempatnya duduk. Minuman dingin yang disajikan Della menjadi pelepas dahaganya.

"Della, desa ini berubah total sejak aku terakhir ke sini. Sekitar lima belas tahun yang lalu," kata Main.

"Ini semua berkat bantuan dari Pak Badrun. Sejak sepuluh tahun yang lalu Pak Badrun membangun total desa ini. Tapi Mas ke sini ada perlu apa?" tanya Della.

"Aku ada sebuah misi yaitu mencari dan menghancurkan mustika ular hijau. Menurut petunjuk yang ada mustika berada di dekat desa ini," jawab Main.

"Mas, mengapa mustika itu harus dihancurkan? Dan dimana tepat keberadaannya?"

"Mustika itu memiliki kesaktian mampu membuat orang menjadi kaya. Kenapa harus dimusnahkan sebab jika mustika tersebut terisi darah yang cukup maka bisa berubah menjadi ular yang sangat berbahaya. Jika ular tersebut memangsa banyak orang bisa saja satu desa ini habis dimangsanya. Karena itu aku harus menghancurkannya."

"Mas punya alat untuk melacaknya?"

"Ada tapi tingkat ketelitiannya paling kecil radius 2 km. Untuk itulah aku akan menginap di sini, maksudku di bekas rumah ayahku."

"Mas beristirahat saja dahulu di sini. Nanti sore kita akan ke sana."

"Tapi ibumu dimana? Ayahmu juga tak ada."

"Orang tuaku mengantarkan masku untuk melamar calon istrinya. Jadi aku sendiri yang ada di rumah."

Dua jam sudah waktu berlalu. Rasa capek setelah sekian lama berjalan terbayar sudah. Kini Main dan Della menyambangi sebuah rumah. Rumput ilalang tumbuh mengelilingi rumah tersebut. Tembok dari bambu telah tak kuat lagi menahan angin. Para serangga membantu pelapukan kayu tersebut. Beberapa tiang penyangga telaah rapuh dimakan rayap. Tak puas sampai di depan saja, Main mulai membuka pintu rumahnya sendiri. Sayamh, pintu malah terjatuh ke lantai.

"Mas yakin mau tidur di sini?" tanya Della.

"Tentu, ini rumahku sendiri. Jadi akan aku tempati bagaimana pun keadaannya," kata Main.

"Tapi tak ada kamar mandi di sini," kata Della.

"Aku tahu."

Tiada kesanggupan Della untuk menahan Main. Pulang ke rumah menjadi pilihannya. Tapi beberapa dengan Main. Rumah yang penuh dengan sarang laba-laba itu dia tinggali. Sebuah kotak yang tertanam di dalam tanah dia ambil. Sepasang pisau belati tersimpan di sana. Meski telan puluhan tahun tak digunakan tapi pisau tersebut tak berkarat. Main membersihkannya dan bersiap untuk mencoba. Sebuah lemparan dia lakukan. Rumput yang dilewatinya sedikit terpotong. Dengan berkonsentrasi yang sungguh-sungguh pisau yang terlempar kini kembali ke tangan Main. Rasa penasaran main masih tinggi. Dengan konsentrasi yang penuh pisau tersebut bisa bercahaya. Kini pisau telah tertambah panjang dengan adanya cahaya. Sekali lagi pisau dilemparkan. Rumput yang terkena cahaya pisau terpotong dengan rapi. Berkali-kali main melemparnya hingga hati terasa puas. Ditaruhlah pisau di luar rumah hingga dia tak tahu keberadaan pisau tersebut. Dengan berkonsentrasi pisau kini secara tiba-tiba berada di tangan Main. "Wow, keren. Sekarang aku bisa menguasainya," katanya sendiri.

Dari balik dinding sejuta lubang terlihat sekilas ada yang aneh. Main melemparkan pisaunya ke arah sana. Tapi laju pisau terhenti dan kembali ke tangan Main. Berdiri dan melihat dengan mata kepala menjadi pilihan terbaik daripada harus menghancurkan dinding rumahnya. Ketika itulah muncul sesosok ular hijau. Rasa takut akan racun pada ular sempat menghinggapi hati Main. Perasaannya sirna setelah si ular memangsa hewan kecil di sekitarnya.

Tinggal di rumah reot menjadi momok menakutkan bagi Main. Segala barang bawaannya kembali dia ambil. Rumah Della menjadi tujuannya kembali. Sekali lagi pintu rumah Della dia ketuk, "Tok tok tok."

Sekarang yang membuka pintu sesosok laki-laki, umurnya sudah paruh baya. Baju bagus nan rapi dia kenakan. "Mas siapa?" tanyanya.

"Paman, aku Main," jawab Main.

"Wah, ternyata kau sudah besar. Sudah bekerja atau belum?" tanya sang paman, Sambodo.

"Aku belum bekerja. Aku masih menjalankan sebuah misi," jawab Main.

"Ceritanya nanti saja. Ayo masuk dulu."

Kembali lagi Main masuk ke dalam rumah Della. Kali ini lengkap sudah keluarga Della. Berbagai sajian ada di dalamnya.

"Main, bagaimana keadaan kedua orang tuamu?" tanya Sarinah, istri Sambodo.

"Ibu dan ayahku sudah berpindah dimensi. Kini aku sendirian di dunia ini," kata Main agak sedih.

"Main, kamu jangan begitu. Anggap saja kami ini orang tuamu sendiri. Sekarang sudah bekerja atau belum," kata Sarinah.

"Aku masih menjalankan semua misi. Kebetulan misinya ada di sekitar desa ini. Misiku untuk menghancurkan mustika ular hijau. Alat pelacaknya kurang canggih. Jadi aku harus bisa menemukannya dalam radius dua kilometer," kata Main.

"Saudaraku, rumahmu sudah tak layak huni. Bagaimana kalau kau tinggal di sini terlebih. Hitung-hitung menghemat pengeluaran," kata kakaknya Della, Raka Saputra.

"Tapi bagaimana dengan calon istrimu?" tanya Main.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Mystical Item User

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dia Mengambil Rumah, Mobil, Dan Hatiku
8.4
Saat cinta lama Kevin kembali, ia memilih menceraikan Flora. Bukannya menangis, Flora justru menuntut vila, mobil mewah, serta setengah dari total harta mereka. Kevin terkejut dan baru menyadari bahwa sang istri adalah sosok genius yang selama ini mengatur kesuksesan finansialnya. Sadar telah kehilangan pilar penting dalam hidup dan bisnisnya, kini Kevin harus berjuang keras demi mendapatkan kembali hati Flora yang telah ia lepaskan.
Sampul Novel Dilema Hati
8.3
Kehidupan mandiri Leonard Mahendra yang berusia 38 tahun berubah drastis sejak kedatangan Evelyn. Putri sahabatnya itu menumpang hidup karena sang ayah berdinas di luar negeri. Kepribadian Evelyn yang periang memberi warna baru pada hari-hari Leonard. Lambat laun, kepedulian Leonard berkembang menjadi cinta terlarang. Evelyn pun bimbang karena memendam rasa pada teman ayahnya. Hubungan rahasia ini terancam hancur saat ayah Evelyn pulang dan mengetahui segalanya.
Sampul Novel Istri Yang Berjuang Sendiri
9.1
Pernikahanku terasa hampa karena suami mengabaikan nafkah dan sibuk dengan temannya. Derita kian berat saat dia memaksaku berutang ke bank demi membelikannya mobil baru. Sialnya, pengorbanan besar ini justru dibalas dengan pengkhianatan menyakitkan ketika aku memergokinya bermain api dengan wanita lain. Kini, aku berada di titik bimbang, meragukan kelanjutan rumah tangga kami yang telah hancur berantakan.
Sampul Novel Pengantin Yang Terjebak Dalam Dendam
9.4
Sephia terjebak dalam pernikahan paksa dengan Elandro Varela, seorang pewaris tak berbelas kasih. Hubungan ini bermula saat Sephia harus mengurus ibu Elandro setelah kecelakaan tragis. Alih-alih membina rumah tangga, Elandro memakai ikatan tersebut untuk melampiaskan dendamnya. Bagi Sephia, pernikahan ini adalah hukuman dan penjara emas penuh kebencian. Di tengah perang dingin yang menyiksa, sanggupkah Sephia bertahan, atau justru hancur oleh amarah Elandro?
Sampul Novel Skandal Sang Influencer
8.1
Sepupuku adalah influencer kecantikan yang terobsesi dengan konten transformasi riasan. Karena aku menolak menjadi modelnya, ia nekat mendandani jenazah nenek kami saat pemakaman demi popularitas siaran langsung. Tindakanku yang menghentikan aksi tersebut memicu kemarahannya. Menjelang hari pernikahanku, ia tiba-tiba datang membawa kosmetik asing misterius dan menawarkan jasa rias pengantin. Aku pun menyetujuinya, karena sejak awal aku telah mengetahui niat buruk di balik topeng ramahnya.
Sampul Novel Terjebak Gairah Cinta Abang Tiri
9.1
Setelah ibunya menikah lagi, Winona harus tinggal satu atap dengan Arthur, kakak tirinya yang terkenal nakal dan dingin. Arthur menolak pernikahan ayahnya, menganggap Winona dan Rosalie hanya mengejar harta. Namun, sebuah kecelakaan mengubah segalanya. Saat Winona merawatnya, pesona adik tiri kecilnya mulai menggoyahkan hati Arthur. Sang Casanova berjuang menahan hasratnya terhadap gadis berusia 15 tahun itu. Akankah Winona menyerah pada pesona kakak tirinya, atau bisakah ia melawan api yang perlahan membakarnya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan