APKDock Logo
Sampul Novel Istri Dekilku Anak Sultan

Istri Dekilku Anak Sultan

9.0 / 10.0
Penyesalan mendalam menghampiri Alif setelah menceraikan Shinta, perempuan yang dahulu ia anggap tidak menarik. Ia terkejut saat mengetahui mantan istrinya tersebut adalah pewaris tunggal konglomerat sekaligus pemilik baru perusahaan tempatnya bekerja. Di tengah konflik perebutan kekuasaan yang membahayakan nyawanya, Shinta harus berjuang mempertahankan diri dari musuh-musuhnya. Beruntung, ada Raka yang selalu siap melindungi Shinta, menumbuhkan harapan akan hadirnya cinta sejati di antara mereka.

Istri Dekilku Anak Sultan Bab 1

. Dikira Pembantu

"Kak, masuknya lewat pintu belakang aja!" ujar Imah setengah berbisik.

Tiba-tiba saja Imah adik iparku yang masih remaja itu menghadangku untuk masuk ke dalam rumah. Aku yang baru saja pulang dari pasar tercengang melihat di dalam rumah banyak tamu. Tiga mobil mewah terparkir di pinggir jalan tepat di depan rumah ibu mertua. Tidak biasanya ibu kedatangan tamu dengan mobil-mobil bagus seperti itu. Pasti tamu-tamu itu bukanlah orang sembarangan. Siapa gerangan para tamu itu? Kenapa Imah melarangku masuk melewati pintu depan?

Sejak kami menikah, Mas Alif mengajakku tinggal di rumah ibunya. Karena dia sendiri belum sanggup untuk membeli rumah. Jadi aku harus tau diri selama tinggal di sini. Karena masih menumpang pada mertua, aku tak boleh berpangku tangan. Apapun pekerjaan yang ada di rumah ini, aku kerjakan.

Aku terpaksa menuruti ucapan Imah untuk masuk lewat pintu belakang. Dua kantong belanja yang cukup berat aku letakkan di atas meja dapur yang terbuat dari kayu. Memang dua hari sekali Ibu menyuruhku ke pasar untuk berbelanja keperluan dapur .

Peluh mengalir di wajahku, karena kelelahan berjalan kaki pergi dan pulang dari pasar yang cukup jauh. Baru saja ingin menjatuhkan tubuhku di sebuah kursi kayu , tiba-tiba saja Ibu mertua berteriak dari ruang tengah.

"Shinta ..., Kamu lama banget, sih. Buruan bikin minum yang banyak!' perintah Ibu mertua yang sedang asik dengan gawainya di depan televisi.

"Memang tamunya belum dibuatkan minum?" tanyaku heran seraya menghampiri ke ruang tengah.

Kenapa harus menungguku pulang? Bukankah di rumah ada Imah dan Kak May? Namun pertanyaan itu hanya bisa aku ungkapkan dalam hati.

"Ya belumlah. Itukan tamu suami kamu. Mereka itu teman-teman Alif waktu SMA dulu. Masak aku yang bikinin. Males deh," sahut Kak May-kakak iparku yang sampai saat ini belum menikah, seraya berlalu masuk ke kamarnya.

Astaga! Apa salahnya jika dia membantu membuatkan minum? Bukankah Mas Alif juga adik kandungnya?

Tanpa menunggu lama, aku segera kembali ke dapur dan membuat beberapa gelas teh manis hangat dan dua toples cemilan. Setelah selesai, dengan hati-hati aku membawanya ke ruang tamu. Mungkin saja Mas Alif ingin memperkenalkan aku dengan tamu-tamunya, yang katanya adalah teman-temannya semasa sekolah dulu.

Mereka sedang tertawa terbahak-bahak ketika aku masuk ke ruang tamu yang sudah ramai. Ruang tamu ibu memang luas dengan sebuah meja panjang di tengahnya. Teman Mas Alif yang terdiri dari laki-laki dan perempuan itu tampak asik berbincang tentang masa-masa SMA mereka dulu. Tawa dan canda riuh terdengar di setiap sudut ruangan ini.

Perlahan aku meletakkan satu persatu gelas di atas meja. Mereka seperti tidak menghiraukanku. Mas Alif juga tidak menyapaku. Apalagi memperkenalkanku. Suamiku itu tetap asik bersenda gurau dengan teman-teman wanitanya, seakan aku tidak ada di dekatnya.

Kenapa Mas Alif tak mempedulikan kehadiranku? Apa Mas Alif malu memperkenalkan aku pada teman-temannya. Seketika aku tersadar. Aku memang tidak cantik seperti mereka. Ya, Mas Alif pasti malu punya istri dengan penampilan lusuh sepertiku.

"Mbak, ada air es nggak?" sontak aku terkejut, seorang wanita cantik dengan rambut panjang bergelombang bertanya sedikit ketus padaku.

"A-ada. Sebentar saya ambilkan," sahutku.

"Buruan ! Haus nih!" lanjut wanita itu dengan nada sedikit membentak. Alis matanya naik dengan tatapan tajam ke arahku.

Astaghfirullahaladzim ... !

Aku melirik pada Mas Alif. Ia memberi kode dengan dagunya agar aku segera melakukan perintah perempuan itu.

Kenapa Mas Alif diam saja? Apa mereka pikir aku ini pembantu disini? Apa karena pakaianku seperti ini mereka pikir aku ....

Segera aku melangkah ke dalam mengambil dua gelas kosong dan dua botol air es dari lemari pendingin, lalu kembali membawanya ke meja tamu.

"Lama banget sih. Ambil air esnya di Bogor, ya?" ketus wanita tadi disertai tawa beberapa teman-temannya. Mereka memandangku dengan tatapan meremehkan.

Aku kembali melirik pada Mas Alif. Dia tetap tidak mempedulikanku. Malah asik berbincang akrab dengan para wanita-wanita ini.

Air mataku membendung di pelupuk mata. Teganya Mas Alif bersikap seperti ini padaku.

"Makanya Lif, nikah aja sama si Mela. Kalian dari dulu kan cocok."

"Cieee, cinta lama belum kelar nih ceritanya."

"Pepet terus Lif, jangan kasih kendor."

Riuh tawa memenuhi ruangan. Wanita yang aku duga bernama Mela itu tampak salah tingkah dan malu-malu. Wajah cantiknya merah merona. Tampak olehku dia mencuri-curi pandang pada Mas Alif, suamiku.

Mas Alif pun nampak senyum-senyum. Terlihat rasa bangga dari wajahnya. Tanpa menghiraukan perasaanku, dia juga curi-curi pandang dengan si Mela itu.

Sekuat tenaga aku menahan agar air mata ini tak tumpah. Sesak di dada ini semakin terasa dihimpit batu besar. Hingga rasanya sangat sulit untuk bernapas.

Ya Tuhan. Kenapa Mas Alif enggan memperkenalkan aku pada teman-temannya? Apa karena penampilanku? Aku memandang daster panjang lusuh yang kupakai sejak subuh. Daster bekas pemberian ibu mertua, serta hijab instan berukuran sedada yang warnanya sudah memudar. Hatiku mencelos melihat penampilanku sendiri. Pantas saja Mas Alif enggan memperkenalkan aku sebagai istrinya. Sedangkan penampilan teman-temannya saat ini jauh lebih cantik dan menarik.

Bagaimana aku bisa tampil rapi? Sejak subuh Aku melakukan semua pekerjaan rumah ini tanpa henti. Sedangkan kakak dan adik Mas Alif tidak ada yang peduli. Hampir setiap hari seperti ini. Mereka mengandalkan semua pekerjaan rumah daku

Air mataku mulai mengembun. Tubuhku mulai bergetar menahan tangis. Hati ini perih seakan teriris benda tajam. Tega sekali kamu, Mas.

Sepertinya aku harus segera kembali ke dalam sebelum ibu mertua berteriak menyuruhku masak.

Aku yang sejak tadi bersimpuh di depan meja, perlahan mencoba untuk berdiri. Kakiku terasa lemas. Aku mencoba berpegangan pada meja.

Prang ...!!

Aku tersentak mendengar suara sesuatu yang pecah didekat kakiku.

"Dasar pembantu nggak becus! Lihat bajuku jadi basah begini!" pekik wanita di depanku. Wajahnya merah padam dengan mata melotot menatapku.

Ya Tuhan, aku tak sengaja menyenggol sebuah gelas dan membasahi baju wanita bernama Mela itu.

Hatiku makin terluka ketika dengan cekatan Mas Alif meraih tissue dan berusaha mengeringkan pakaian wanita itu.

Aku tak tahan lagi. Berusaha kembali untuk berdiri dan kemudian berlari menuju ke dalam.

"Aaaww!" Tak sengaja aku menabrak seseorang dengan tubuh yang jauh lebih besar dariku.

"Maira?" Sontak aku terlonjak ketika seseorang memanggilku dengan nama 'Maira'. Nama yang tak asing di telingaku.

Astaga! siapa laki-laki ini? Kenapa ia tahu nama kecilku?

Lanjut Membaca

Daftar Isi Istri Dekilku Anak Sultan

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Iblis Itu Suamiku
9.3
Demi membalas dendam kepada mereka yang telah menghancurkan hidupku, aku bersekutu dengan sosok kegelapan. Ia adalah pria fana yang terikat perjanjian pernikahan bayangan bersamaku. Di luar dugaan, pesonanya justru membuatku jatuh cinta. Hubungan ini adalah dosa yang menyiksa fisikku, tetapi aku memilih bertahan demi dirinya. Ia bagai kutub utara di hatiku. Hingga kematian menjemput, ia tetap menjadi suami tercinta yang akan mendekap jiwaku dalam pelukan abadi yang gelap.
Sampul Novel Istri Yang Kesepian
8.5
Pernikahan yang seharusnya penuh kehangatan justru berubah menjadi penuh tanda tanya dalam novel modern Istri Yang Kesepian. Sang suami menyimpan sebuah rahasia gelap yang tak sanggup ia ungkapkan. Alih-alih menyelesaikan masalah rumah tangga mereka sendiri, ia justru mengambil keputusan tak biasa dengan meminta bantuan dari pria lain untuk mendampingi istrinya. Kisah romantis berbalut misteri ini akan membawa pembaca menelusuri intrik, dusta, dan pencarian kebenaran di balik keputusan mengejutkan sang suami.
Sampul Novel Kekayaanku, Keluarga Benalunya
9.0
Sebagai dokter bedah saraf kaya, aku membiayai suami kaptenku dan keluarganya yang parasit, bahkan melunasi utang 75 miliar mereka. Namun saat liburan mewah ke Monako, suamiku malah memberikan kursi jet pribadiku pada mantan kekasihnya, Dahlia, dan membuangku ke penerbangan berbahaya. Setelah menyaksikan pengkhianatan mereka di ranjangku sendiri di tengah persekongkolan jahat itu, kini saatnya aku membalas dendam dan menghancurkan segalanya.
Sampul Novel Mengirim Tunangku ke Neraka
8.0
Kegagalan Cathy Begum tampil di kapal pesiar memicu kemarahan bos mafia, Nate Adams, yang mengancam akan merusak tangannya. Tunanganku, Chris Dobson, awalnya bersikap dingin sebelum akhirnya membiusku. Begitu tersadar, aku sudah terikat di kamar Nate demi menyelamatkan karier Cathy. Chris bahkan memohon agar aku menyerahkan diri pada Nate semalam saja sebagai pengganti. Meski dia berjanji akan menjemputku kembali, aku sangat ragu Nate akan meredakan dendamnya begitu saja.
Sampul Novel My Little Promise
9.6
Alika selalu terlihat ceria, menyembunyikan luka batin akibat kekerasan fisik dan verbal dari ayahnya. Ketangguhan mentalnya diuji di tengah trauma yang mendalam. Beruntung, sosok pelindung hadir menjadi perisai di hidupnya yang kejam. Namun, sebuah tragedi tak terduga datang menghampiri. Peristiwa memilukan tersebut seketika mengubah takdir hidup Alika selamanya, sekaligus menguji batas akhir kekuatan yang selama ini ia pertahankan.
Sampul Novel PlayGirl Kelas Teri
8.2
Suci Nabila, seorang siswi SMP, gemar mempermainkan hati para lelaki. Bersama sahabatnya, Regina, mereka memanfaatkan kecantikan untuk menjerat pria demi keuntungan pribadi. Walau suka menggoda, keduanya memegang prinsip kuat untuk menolak segala bentuk sentuhan fisik. Bagi mereka, kaum adam hanyalah mainan yang mudah dikendalikan. Namun, akankah mereka sanggup selamanya lolos dari jeratan karma yang mengintai akibat perbuatan tersebut?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan