APKDock Logo
Sampul Novel Suamiku, Nerakaku!

Suamiku, Nerakaku!

8.8 / 10.0
Tujuh tahun pengabdian cinta kepada Kennedy hancur seketika saat penculikan mengerikan terjadi. Alih-alih menyelamatkan istrinya, Kennedy justru menolak membayar uang tebusan karena terhasut oleh sekretarisnya yang menganggap ini cara terbaik untuk mendisiplinkannya. Setelah melewati siksaan yang bagaikan neraka, sang istri akhirnya tersadar dan memilih melepaskan hubungan ini. Namun, saat dia memutuskan untuk pergi selamanya, Kennedy justru bersujud sambil menangis demi mendapatkan pengampunan.

Suamiku, Nerakaku! Bab 1

Aku mencintai Kennedy selama tujuh tahun. Saat aku diculik, dia malah tidak membayar uang tebusan hanya karena sekretaris wanitanya mengatakan ini adalah kesempatan untuk membuatku patuh.

Aku mengalami siksaan seperti neraka dan akhirnya belajar untuk melepaskan Kennedy. Namun, pria itu malah menangis dan memohon untuk diberi kesempatan sekali lagi.

Hari saat aku berjalan telanjang kaki memasuki pusat kota, aku masuk berita.

Putri angkat Keluarga Prakoso yang diculik selama beberapa bulan, muncul kembali dengan mengenakan pakaian compang-camping, tampak kotor dan bau, bahkan sekujur tubuhnya dipenuhi luka.

Aku melihat kilatan lampu dari para media yang mengarah padaku. Mereka berebutan mengambil fotoku. Hatiku yang sudah lama mati pun tidak merasa goyah sedikit pun.

Lovia yang dulu sudah mati. Gadis yang bersinar, polos, ceria, dan aktif itu sudah tiada. Yang menghancurkannya adalah para penculik, yang juga adalah Kennedy.

Tidak berselang lama, sekelompok pengawal bersetelan hitam membuka jalan di tengah kerumunan. Yang memimpin mereka bernama Eason. Aku mengenalnya.

Selama tujuh tahun aku mendekati Kennedy, Eason ini yang selalu menarikku secara paksa untuk keluar dari ruang kantor dan apartemen Kennedy. Bahkan, bisa dibilang aku diseret karena sangat keras kepala dan Kennedy sudah jenuh.

"Nona Lovia, Tuan menunggumu di mobil. Silakan ikut aku." Saat melihatku, mata Eason tampak terkejut untuk sesaat. Jelas, dia tidak menyangka aku akan terlihat seperti ini.

Aku mengangguk, lalu melangkah mengikutinya, meninggalkan noda darah di jalan. Sekujur tubuhku sudah mati rasa. Perjalanan kecil seperti ini tidak bisa dibandingkan dengan pelarianku yang sebelumnya.

Eason berdiri di belakangku, lalu tiba-tiba memanggil. "Nona ...."

Aku tidak merespons. Apa dia merasa kasihan padaku? Seharusnya dia merasa senang karena aku tidak akan mengganggu Kennedy lagi setelah ini. Dia pun tidak akan repot-repot mengusirku lagi.

Setelah naik ke mobil, aku melihat Kennedy yang duduk sambil memejamkan mata. Rambut hitamnya sangat rapi, fitur wajahnya tegas. Dia sempurna tanpa cacat sedikit pun.

Benar juga, selama aku hilang, dia pasti merasa sangat tenang. Makanya, dia terlihat jauh lebih baik daripada sebelumnya.

Ketika mendengar suara, Kennedy perlahan-lahan membuka matanya. Begitu melihatku, dia hampir tidak mengenaliku. "Lovia?"

Aku mengangguk dengan patuh. Benar, aku sudah belajar untuk bersikap patuh. Dulu aku tidak peduli dengan statusku sebagai putri angkat Keluarga Prakoso, menganggap diri sendiri sebagai putri kandung Keluarga Prakoso. Sikapku pun sombong dan angkuh.

Namun, setelah diculik, aku baru tahu nyawaku ada di tangan Keluarga Prakoso. Jika Kennedy menolak untuk membayar uang tebusan, nyawaku tidak ada artinya.

Kennedy mengernyit dengan kesal. "Kenapa kamu jadi seperti ini?"

Seperti ini? Seperti apa? Gila? Pengemis? Aku melarikan diri hingga puluhan kilometer. Aku tidak tidur beberapa malam. Selain para penculik, aku juga harus waspada terhadap binatang buas yang memangsa di pinggiran hutan.

Jika haus, aku hanya bisa minum air hujan. Jika lapar, aku hanya bisa mencari sampah di pinggiran jalan tol. Dalam situasi seperti ini, siapa pun pasti akan menjadi gila, 'kan?

Aku tahu dia marah karena aku muncul di depan media seperti ini. Kemunculanku ini akan membawa masalah bagi perusahaan, lebih tepatnya perusahaan Keluarga Prakoso.

"Maaf." Maaf telah mengotori mata Kennedy.

Begitu mendengarnya, Kennedy termangu sejenak sebelum tersenyum. "Yang dia bilang benar, kamu jadi patuh."

Aku tidak memahami apa yang dikatakan Kennedy. Setelah pintu mobil ditutup, mobil pun melaju.

Kennedy tiba-tiba menjulurkan tangan panjangnya dan mendekatiku. Aku secara naluriah mundur dan meringkuk di pojok. Tiba-tiba, Kennedy berhenti dan berujar dengan gusar, "Lovia, kamu bau."

Mungkin karena ruang di dalam mobil sempit, Kennedy akhirnya mencium bau tak sedap dari tubuhku. Itu adalah bau darah bercampur keringat. Setelah aku berguling di tanah dan bergesekan dengan tumpukan sampah, baunya pun semakin menyengat.

Saat mendengar ucapan Kennedy, aku tanpa sadar menjauh. Namun, mobil tiba-tiba berguncang, membuatku terjatuh dan berlutut.

"Maaf, maaf. Aku nggak akan mengotori kursimu. Aku akan ...." Aku akan berlutut di sini saja.

Rasanya sakit sekali. Lututku terluka karena ditusuk dengan jarum oleh para penculik itu. Mereka menyalahkanku karena tidak penting bagi Kennedy. Jika mereka tidak mendapat uang tebusan, tindakan mereka ini sama saja dengan membuang-buang waktu. Makanya, mereka melampiaskan amarah kepadaku.

Karena tidak bisa berdiri, aku memilih untuk tetap berlutut. Kennedy sontak marah. "Apa yang kamu lakukan? Kembali ke kursi!"

Dia memberi perintah, tetapi tidak membantu karena aku bau. Aku hanya bisa menurut. Dengan susah payah, aku menopang tubuhku untuk bangkit dan duduk kembali.

Rasa sakit ditambah gula darah rendah karena tidak makan berhari-hari, membuat air mataku tak kuasa menetes.

Kennedy yang biasanya mengabaikan air mataku karena merasa sangat menjengkelkan, tiba-tiba melemparkan sapu tangannya kepadaku. Aku mencengkeram sapu tangan bersih itu. Dulu aku pasti merasa senang, tetapi sekarang satu tangan itu hanya menunjukkan betapa kotor dan hancurnya diriku.

Eason melirikku dari kaca spion tengah. Aku menunduk. Mungkin, dia belum pernah melihatku yang semenyedihkan ini.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Suamiku, Nerakaku!

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cemburu yang Tak Pernah Reda
9.7
Demi keluarga, Alisha Mariska yang berusia 31 tahun menerima perjodohan, namun ia malah terjebak skandal karena suaminya ternyata sudah beristri. Alisha pun melarikan diri dan bekerja menjadi pengasuh anak di kediaman seorang duda dingin yang masih meratapi kepergian mendiang istrinya. Sembari menghadapi misteri masa lalu pria itu, Alisha berjuang memulihkan luka batinnya sendiri dan memahami arti pengorbanan serta keberanian untuk kembali mencintai.
Sampul Novel En-PD161
9.1
Dua tahun membina rumah tangga, seorang pria harus menghadapi kenyataan pahit saat suaminya berubah menjadi gemar bermain wanita. Segala upaya mempertahankan pernikahan, bahkan hingga melibatkan polisi, hanya dibalas dengan sikap dingin. Kebenaran menyakitkan pun terungkap bahwa pernikahan mereka cuma kedok balas dendam atas kematian cinta pertama sang suami. Lelah dikhianati, pria tersebut akhirnya memutuskan bangkit dan menyetujui perceraian.
Sampul Novel Fulfi
8.6
Fulfi, model pintar berumur 20 tahun yang yatim piatu, mendirikan yayasan wanita untuk membantu sesama. Namun, nasib buruk menimpanya saat ia diperkosa hingga hamil. Ketika berupaya bangkit dan membangun kembali kariernya di tengah berbagai sabotase dari musuh-musuhnya, Fulfi justru dihadapkan pada bahaya besar yang membawanya bertemu dengan otak di balik tragedi masa lalunya itu. Sanggupkah ia bertahan hidup dan kembali bersinar di panggung modeling?
Sampul Novel Less Than Evil
9.6
Di dunia yang kejam ini, seni menjilat dan kepalsuan menjadi senjata utama demi meraih kekuasaan. Hubungan antarmanusia tak lebih dari alat untuk saling memanfaatkan demi ambisi pribadi, tanpa menyisakan ketulusan sedikit pun. Kehidupan bertransformasi menjadi arena pertempuran bagi mereka yang pandai bersandiwara dan berganti topeng. Pada akhirnya, hanya sosok paling licik yang mampu bertahan di tengah persaingan hidup yang penuh tipu daya ini.
Sampul Novel PASSIONATE CEO WITH TROUBLEMAKER SECRETARY
8.4
Briyan, miliarder berusia 35 tahun, diam-diam memendam hasrat dan perasaan mendalam kepada sekretarisnya, Sessyl. Kendati demikian, asmara sang CEO terhalang rintangan besar karena Sessyl ternyata sudah mempunyai kekasih. Di sela-sela kesibukan pekerjaan yang padat, Briyan terus berupaya keras memikat sang sekretaris. Mampukah sang atasan merebut hati Sessyl dari pacarnya dan memenangkan cintanya dalam jalinan romansa kantor yang rumit ini?
Sampul Novel PESONA RAMAH YANG MENGINSPIRASI
9.5
Safira adalah gadis 25 tahun asal kota kecil Springville yang memikat lewat mata cokelat indah dan senyum hangatnya. Di lingkungan sekitar, ia begitu dihormati karena kebaikan hatinya yang luar biasa. Tanpa pernah mengharapkan pamrih, Safira selalu siap menolong siapa saja yang sedang kesulitan. Ketulusan sikapnya dalam membantu sesama tidak hanya membuatnya dicintai, tetapi juga menjadi sosok yang sangat menginspirasi banyak orang di sekitarnya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan