APKDock Logo
Sampul Novel Less Than Evil

Less Than Evil

9.6 / 10.0
Di dunia yang kejam ini, seni menjilat dan kepalsuan menjadi senjata utama demi meraih kekuasaan. Hubungan antarmanusia tak lebih dari alat untuk saling memanfaatkan demi ambisi pribadi, tanpa menyisakan ketulusan sedikit pun. Kehidupan bertransformasi menjadi arena pertempuran bagi mereka yang pandai bersandiwara dan berganti topeng. Pada akhirnya, hanya sosok paling licik yang mampu bertahan di tengah persaingan hidup yang penuh tipu daya ini.

Less Than Evil Bab 1

Terik matahari serta hembusan anginya terasa begitu panas, Erwin seorang perwira polisi sedang berada di atas sebuah tebing yang cukup curam. Semilir angin membuat rambut pendeknya bergoyang-goyang, matanya melirik ke arah bawah. Ombak pantai terlihat seperti sedang marah, dia hanya menghembuskan napasnya dengan panjang, lalu dia memutar tubuhnya. Kedua tangannya dia rentangkan ke arah samping, sambil memejamkan kedua matanya. Tidak lama dia pun mulai menjatuhkan tubuhnya ke air, di dalam air dia menahan napasnya. Saat ini dia tidak mempunyai niat untuk berenang ke atas permukaan, tidak lama dia mendengar suara ikan paus yang sedang bernyanyi ini membuat matanya terbuka. Dia melihat ada tiga ikan paus yang besar menghampiri dirinya, tubuhnya saat ini terasah begitu sakit. Dia seolah sedang berada di arena tinju baradu kekuatan, tapi sayangnya ada beberapa orang yang sengaja memegangi tangannya. Sehingga membuat dia tidak bisa bergerak, dia memberontak tapi tidak ada yang menolongnya. Hidungnya sudah mengeluarkan darah, pandangannya sudah terlihat samar. Namun dia masih terus berusaha mengalahkan laki-laki yang sedang beradu tinju dengannya, tangan dan kakinya saat ini mulai memberontak. Suara ikan paus terdengar semakin merdu, saat ini Erwin mengeleng-gelengkan kepalanya. Dia berusaha melihat laki-laki yang sedang beradu tinju dengannya, tapi tidak lama dia melihat ada sebuah cahaya dari arah permukaan yang semakin mendekatinya. Sekarang dia sudah berubah pikiran, dia tidak ingin mati dan akan berenang ke arah permukaan.

“Ahh,” teriak Erwin dengan terkejut.

Ternyata saat ini dia sedang bermimpi, kepalanya masih terasa sangat sakit akibat pengaruh obat yang dia komsumsi semalam. Dering ponselnya terdengar sangat menganggu, membuat dirinya menjadi sangat kesal. Dia berusaha beranjak dari tempat tidurnya, bersiap untuk pergi bekerja.

“Ahh, ini sangat menyebalkan. Aku sangat tidak menyukainya,” umpatnya yang terlihat marah tanpa sebab yang pasti.

Saat ini Erwin baru saja selesai mandi, rambut basahnya masih dia keringkan mengunakan sebuah handuk. Dia membuka pintu kulkas di rumahnya, meraih satu botol air mineral lalu menenguk semuanya dalam satu kali tegukkan. Dia juga melihat ke arah lainnya, mencari apakah ada sesuatu yang mungkin bisa di makan. Namun sayangnya kulkas yang dia punya hanya berisi minuman saja, ini membuat dirinya semakin kesal.

“Ah, jika seperti ini terus aku bisa mati mudah. Sangat tidak menguntungkan, aku menampungnya di rumahku dan inilah yang aku dapatkan. Sangat menyebalkan, sepertinya aku harus mendengarkan kata-kata orang kuno. Terkadang aku juga harus menjadi seorang monster agar bisa hidup dengan tenang,” umpat Erwin masih dengan raut wajah emosi.

Saat ini Ewin kembali berjalan memasuki kamarnya, dia mencari pakaian untuk dia pakai. Tapi lagi-lagi dia terlihat sangat kesal, jas hitam kesayangannya entah bagaimana tiba-tiba saja sudah hilang dari lemarinya. Saat ini dia tahu, hanya ada satu orang yang dapat dia jadikan tersangka. Dengan emosi dia langsung meraih ponselnya, lalu menghubungi seseorang.

‘Hei apakah kamu tidak tahu malu, kamu menumpang di rumahku dan kamu bersikap seenaknya saja. Kamu menghabiskan makananku dan sekarang jas kesayanganku juga menghilang, katakan di mana kamu menaruhnya. Jangan bilang saat ini jas itu berada bersama dengan kamu?” bentak Erwin kepada pria yang dia hubungi saat ini.

Tidak lama terdengar suara balasan seorang pria dari dalam telepon, terdengar pria itu hanya bisa menerima bentakan dari Erwin.

‘Maafkan aku, saat ini aku sedang berada di rumah teman wanitaku. Aku pinjam dulu jas kamu, tidak mungkin aku berpakaian jelek di hadapan teman wanitaku. Saat ini aku dan dia baru tahap perkenalan saja, kita ini sahabat jangan bersikap pelit seperti ini. Aku pinjam dulu jasmu ini,’ ucap pria ini yang semakin memancing emosi Erwin.

‘Apa urusannya denganku, kamu sedang berkencan dengan wanita lain. Lalu apa hubungannya denganku, jika kamu tidak mempunyai pakaian yang bagus tidak usah berkencan. Jangan ganggu jas kesayanganku,’ bentak Erwin yang semakin marah.

‘Hey bung, ayolah kita ini sahabat. Tolong bantulah temanmu ini, nanti malam aku akan mentaktir kamu untuk minum. Aku tutup dulu ya, wanitaku datang.’ Ucap pria itu lalu mematikan teleponnya.

‘Hey aku belum selesai,’ ucap Erwin lalu terdengar suara tut.. tut.. tut.. yang mengartikan jika telepon sudah diakhiri.

Saat ini Erwin menjadi semakin kesal, dia semakin terbawah oleh emosi tingginya. Sebenarnya Erwin adalah jenis orang yang mudah marah, tapi kemarahannya tidak bertahan lama. Dia hanya marah sebentar, setelah itu dia akan kembali menjadi pria baik lagi. Saat ini Erwin terpaksa memakai jas lain, dia terlihat sedang memandangi pakaiannya hari ini dari sebuah cermin. Terlihat tidak terlalu buruk, tapi tidak sesuai dengan selera pakaiannya. Erwin saat ini masih saja terus mengomel sendiri, dia melampiaskan amarahnya pada sebuah meja yang tidak bersalah.

“Ini terjadi karena aku terlalu baik dengan manusia, harusnya aku tidak menerimanya menginap di rumahku. Saat ini rumahku terlihat sangat berantakan dan hampir mipir seperti kapal pecah, ini benar-benar membuat aku menjadi sesak napas. Kenapa aku bisa berteman dengan orang yang tidak berguna seperti dia, harusnya aku tidak pernah berbuat baik kepadanya. Dengan begitu dia juga tidak akan menjadi besar kepala,” umpat Erwin masih dengan hatinya yang sangat kesal.

Saat ini Erwin mulai keluar dari apartemennya, dia mulai berjalan ke tempat parkir. Saat ini dia mulai membuka pintu mobilnya, namun dari arah lain dia merasa seperti ada seseorang yang sedang memperhatikan dirinya. Seketika dia tidak jadi untuk masuk ke dalam mobilnya, dia menutup kembali pintu mobilnya lalu berjalan ke arah sebuah cctv. Dia melihat ke arah sekitar tidak ada yang mencurigakan, namun dia masih merasa jika saat ini dia tidak sendirian. Tapi karena melihat jam tangan yang menunjukan jika dirinya sudah hampir terlambat, membuat dirinya harus segara pergi menujuh ke tempat kerjanya. Di perjalan terlihat sedikit lebih macet dari pada kemarin, sudah hampir satu jam mobilnya berhenti dan tidak berjalan. Dia tidak bisa ke mana-mana lagi, di depan sedang ada perbaikan jalan sehingga mau tidak mau dia harus menunggu untuk bergantian lewat. Setelah sampai di kantor polisi tempat dia bekerja, dia langsung dengan segara memarkirkan mobilnya. untunglah masih ada waktu dia masih belum terlambat, berangkat dari rumah dua jam sebelum masuk kantor bukanlah pilihan yang salah. Dia sering melakukan itu karena sering terjebak macet, tidak hanya itu jarak antara rumahnya dengan kantor polisi tempat dia bekerja juga cukup jauh. Saat ini Erwin mulai mengunci pintu mobilnya lalu berjalan memasuki kantor polisi, saat dia sudah berada di depan pintu kantor polisi tempat dirinya bekerja. Ada seorang wanita cantik yang datang menghampiri dirinya, wanita itu terlihat sangat marah kepadanya. Wanita ini ternyata adalah mantan kekasih Erwin, wanita ini tidak terima jika kekasihnya ditetapkan sebagai tersangka dari kasus pembunuhan yang kerap terjadi. Wanita ini mengeluarkan kata-kata kasar kepada Erwin, sebenarnya wanita ini sangat mahir dalam bela diri.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Less Than Evil

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Air Force Skadron7
7.9
Yudi Juliansyah, pemuda Bandung berdarah Prancis, memilih mengejar cita-citanya menjadi tentara meski didepak dari rumah oleh orang tuanya yang menentang keras. Demi bertahan hidup dan membiayai studinya di AAU Yogyakarta, ia rela bertahan dengan berjualan gorengan. Perjuangan itu membawanya meraih predikat lulusan terbaik peraih Adi Makayasa. Kini Yudi kembali pulang demi membuktikan baktinya. Akankah restu dan pengakuan orang tua akhirnya ia dapatkan?
Sampul Novel Belenggu Cinta Sang Billionaire
7.9
Krystal dihadapkan pada pilihan sulit demi menyelamatkan adiknya yang sedang sakit. Ia terpaksa berutang budi pada miliarder bernama Kaivan Bastian Mahendra demi biaya pengobatan. Namun, bantuan finansial itu menuntut imbalan yang sangat berat. Krystal harus rela dinikahi sebagai istri kedua Kaivan. Kini, ia terperangkap dalam mahligai pernikahan rumit yang penuh tekanan. Sanggupkah Krystal bertahan di tengah belenggu takdir dan cinta yang sarat pengorbanan ini?
Sampul Novel Cinta wanita kutubuku
8.6
Elia menjalani keseharian sebagai pekerja biasa yang tak mencolok di sebuah kantor megah. Takdir mengubah hidupnya saat ia dipasangkan dengan Edward, putra mahkota pemilik perusahaan, untuk menangani sebuah proyek raksasa bersama. Kolaborasi intensif ini perlahan mengikis jarak di antara mereka. Di tengah tuntutan kerja, Elia mulai jatuh hati pada sang pewaris takhta bisnis tersebut, yang ternyata diam-diam juga menyimpan perasaan serupa terhadap dirinya.
Sampul Novel Dia Tidak Tahu Identitas Istrinya Sampai Mereka Bercerai
8.5
Demi menyelamatkan Asher Lambert lima tahun lalu, Bettina Rowe harus kehilangan kemampuan memiliki anak. Asher awalnya mengaku tidak ingin punya keturunan. Namun, Bettina sangat terkejut saat sang suami tiba-tiba berniat memakai jasa ibu pengganti demi mendapatkan ahli waris. Asher bahkan memilih Betsy Sugden, mahasiswi yang mirip dengan Bettina. Di tengah rencana tersebut, Asher tidak menyadari bahwa Bettina telah mantap memutuskan untuk bercerai darinya.
Sampul Novel Dicambuk atau Diceraikan?
7.8
Menjalani hukuman cambuk di Diusz menjadi momen paling memalukan bagi sang istri. Di bawah tatapan dingin beberapa pria kekar, roknya disingkap paksa sebelum cambukan mendarat di tubuhnya. Namun, penderitaan fisik ini justru memicu reaksi tak terduga dari sang suami yang malah menjadi sangat bergairah menyaksikannya. Kejadian tak biasa malam itu akhirnya mengembalikan kebahagiaan intim yang telah lama hilang dalam pernikahan mereka.
Sampul Novel TERJEBAK CINTA TUAN ANTARES
8.4
Dunia Alenka Gealova runtuh setelah ayah tirinya tega menjual dirinya kepada Antares, seorang miliarder dingin dan angkuh. Di usia sembilan belas tahun, Alenka dipaksa menjalani pernikahan yang mengguncang batinnya, mengubah gadis ceria ini menjadi pemurung. Antares sendiri hanya menganggap pernikahan ini sebagai formalitas demi menjaga citranya di mata klien. Kini, Alenka harus berjuang bertahan di tengah tekanan pernikahan palsu yang menyesakkan ini.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan