APKDock Logo
Sampul Novel Amanah dari Sang Ayah

Amanah dari Sang Ayah

7.9 / 10.0
Rahel terpaksa menikahi pria asing yang jauh lebih tua demi memenuhi keinginan ayahnya. Ia bahkan hanya mengenali calon suaminya itu lewat selembar foto kecil. Di malam menjelang ijab kabul, sang ayah sempat tersenyum lega dan memberikan pelukan serta ciuman terakhir di dahi Rahel. Namun, tepat setelah momen perpisahan yang hangat itu, sang ayah berpulang selamanya, meninggalkan sebuah amanah besar yang kini harus dipikul Rahel dalam pernikahan tersebut.

Amanah dari Sang Ayah Bab 1

Berjalan gontai sesekali mata menyipit karena silau terkena teriknya matahari. Badanku lelah, baju tak terbentuk, rambut dicepol asal pun ikat rambutnya mulai melorot namun si empunya acuh gak acuh. Haus. Haruskah aku mampir sebentar sekedar membeli minuman dingin. Ia rasa enggak perlu. Seluruh badanku ingin cepat-cepat rebahan di atas kasur dan segera tidur.

Sejenak memperhatikan rumah orang tuaku yang terbilang amat sederhana itu. Menghembuskan nafas, aku mulai melangkahkan kaki menuju teras depan. Menarik handle pintu tak kelupaan mengucap salam. Hanya ada sahutan dari Hamid--Ayah kandungku. Beliau sedang memasak di dapur. Entah apa yang dimasak, aku memilih masuk kamar aja.

Tanpa mencuci muka, aku terjun atas kasur sambil memeluk guling. Ayah bilang, gak baik tidur di sore hari. Namun gimana lagi, rasa lelah sudah mendominasi dan ingin menjelajahi alam mimpi.

Dua menit berlalu, suara ketukan pada pintu kamar mengganggu tidur nyenyakku. Dalam hati menggeram sudah mengganggu waktu istirahat.

"Rahel!! Buka pintunya hei! Anak gadis kok ya pemalas banget. Bangun cepet, cuci piring sekarang juga." Teriak Emma--Ibu kandungku. Padahal sudah tau, anak terakhir selalu pulang kerja di sore. Cobalah beri aku waktu untuk tidur sebentar aja.

Tidak mau teriakan Ibu terdengar sampai ke tetangga, kedua kaki mulai menapaki lantai, membukakan pintu, "Aku baru pulang. Tolong biarin istirahat sebentar." Ucapku sebelum beliau bicara.

Tampak Ibu mendecakkan lidahnya, "Gak ada waktu santai-santai. Ayah kamu udah masak, masa anak gadisnya leha-leha di kamarnya." Wajahku dibiarkan datar, "bangun tidur juga bakalan aku cuci piringnya, Bu." Nada bicara tetap biasa namun rasanya pengen mencak, mengeluarkan nada tinggi.

Istri Ayah Hamid memperlihatkan senyum sinisnya, "Contohlah Kakak kamu, Evelyn. Dia rajin solat, masak, bersih-bersih di kost-an nya." Lagian dia jauh. Siapa tau Kakaknya hanya formalitas mengirim video sedang mengepel lantai namun kenyataannya dia amatlah pemalas.

"Kuliah semester akhir kok kelamaan lulusnya," usai menyindir, aku menutup pintu kamar, melewati tubuh Ibu. Mau cuci piring. Biar mulut perempuan paruh baya itu diam, tidak mengoceh panjang lebar.

"Dari pada kamu. Lulus SMA kerjanya hanya di warteg." Langkah kakiku otomatis berhenti, "siapa yang suruh aku kerja di sana?" Membalikan fakta, berhasil membungkam bibir Ibu.

"Aku juga ingin ngerasain kuliah kayak Kakak. Tapi apa yang kudapat?" Aku menatap lurus netra Ibu, "anak bungsu seharusnya gak kuliah. Biar Evelyn aja. Anak pertama harus terlihat membanggakan." Imbuhku sama persis apa yang di ucapkannya lima tahun lalu.

"Emang benar 'kan?? Anak bungsu gak usah berpendidikan tinggi. Harus kerja bantu perekonomian keluarga." Timpalnya sukses membuat hatiku berdenyut sakit. Akhirnya luka lama telah terbuka kembali. Impianku menjadi sarjana tidak terlaksana karena keadaan.

"Kenapa diem. Gak bisa jawab lagi!" Tersenyum smirik sembari bersedekap dada, "lagian besok pagi kamu nikah. Buat apa kuliah mengejar impianmu itu. Buang-buang waktu juga uang." 

Aku berbalik badan menemui Ayah yang masih di dapur, "Ayah?" Hebat. Aku enggak cengeng.

"Iya, Adek. Mau bantuin Ayah masak?" Mendekati beliau, rupanya masakannya hampir matang semua.

"Ayah masakin makanan kesukaan, Adek?" ujarku melihat makanan di atas wajan juga Ayah secara bergantian, "iya, masakan paling spesial untuk kesayangannya Ayah." 

Bila Evelyn kesayangan Ibu, maka aku adalah anak kesayangannya Ayah.

"Nanti kita makan sama-sama okay?" Mengangguk pelan, gak biasanya Ayah memasak. Sebab, urusan masak, sudah ada Ibu yang atur.

Makan malam sudah selesai lima belas menit lalu. Aku melamun, merenungi ucapan Ibu tadi sore. Menggelengkan kepala, menghalau kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi kepadaku.

"Dek?" panggil Ayah mengetuk sekali pintu kamar, "boleh Ayah masuk??" 

"Boleh, Yah."

Mereka berdua duduk tepi kasur. Ayah menyodorkan sebuah foto yang dicetak seukuran KTP, "Coba Adek lihat fotonya." Menurutinya, melihat foto pria dewasa memakai setelan formal juga kacamata hitam, "dia siapa?" Masih meneliti setiap lekuk wajahnya.

"Calon suaminya Adek." Tubuhku menegang, menjatuhkan foto yang katanya ... calon suamiku?

"Ayah??" Aku meminta penjelasan darinya. 

"Iya, Dek." Wajah keriput senantiasa menghiasi wajahnya.

Berarti, apa yang dikatakan Ibu ... benar?

"Apa alasannya. Kenapa mendadak seperti ini??" Ayolah, aku masih muda. Masih berumur dua puluh dua tahun. Pria yang ada di foto pun, kelihatan tiga puluh tahunan bahkan lebih?

"Enggak ada alasannya. Jadi, Adek mau nggak menikah sama dia?" Ayah mengambil foto yang tak sengaja kujatuhkan, "besok. Adek akan menikah besok."

"Ayah harap, Adek mau menerimanya. Demi Ayah." Katanya menggenggam erat tangan kananku.

Maunya menolak, tapi mata Ayah memancarkan keinginan supaya aku mau menikah dengan pria pilihannya.

Mengangguk pelan membuat Ayah tersenyum manis dan berterima kasih telah setuju menikah esok hari. Berusaha tetap waras, aku membalas pelukannya. Beliau mengecup lama keningku.

"Ya sudah, Ayah mau telepon dulu sama Tuan Jay." Ayah mengelus lembut puncak kepalaku.

Baru berjalan dua langkah, tubuh Ayah mulai limbung berakhir pingsan menuai pekikan dariku pun memanggil namanya berulang-ulang.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Amanah dari Sang Ayah

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cinta yang Kadaluarsa
9.4
Setelah sepuluh tahun sia-sia mengejar Kevin Sentosa, Diana Karin akhirnya menyerah dan berpaling kepada Adrian Wisak. Pengusaha kaya itu memanjakannya dengan kembang api dan lamaran romantis di sebuah pulau pribadi. Namun, menjelang pernikahan, Diana menemukan kenyataan pahit bahwa Adrian hanya memanfaatkannya demi membuat Kevin muak. Enggan menjadi korban penghinaan, Diana memilih melarikan diri lebih dulu sebelum Adrian mencampakkannya di hari pernikahan. Kini, giliran Adrian yang frustrasi dan mencari pengantinnya yang hilang di seluruh Kota Jama.
Sampul Novel Dicerai kakak Dinikahi adik
8.0
Setelah rumah tangganya dengan Win kandas, Iyas mencoba menata ulang hidupnya yang hancur. Ia mendirikan sebuah toko bunga sebagai pelarian demi menghapus memori kelam masa lalu. Tak disangka, takdir mempertemukannya dengan Bhaga, adik kandung sang mantan suami. Walau Bhaga terikat erat dengan sumber luka lamanya, pria itu justru membawa kedamaian. Di balik rasa benci dan trauma yang mendalam, Iyas perlahan kembali merasa dihargai serta pantas dicintai oleh sosoknya.
Sampul Novel Dipaksa Melayani CEO-Cinta Satu Malam
9.1
Sefia, seorang Wedding Organizer sukses, harus menelan pil pahit saat memergoki Wisnu berselingkuh dengan asistennya tepat di malam sebelum pernikahan mereka. Terpukul oleh penghinaan itu, Sefia yang kalap nekat menawarkan diri kepada seorang pria asing di lift. Siapa sangka, pria bertubuh jangkung itu menanggapi serius dan membawanya ke ranjang. Kini, konsekuensi dari satu malam tersebut mengancam masa depannya tepat di hari yang seharusnya menjadi hari bahagianya.
Sampul Novel Hurt Wife
9.4
Farida menghadapi kepedihan luar biasa setelah suaminya tega berselingkuh dengan adik kandungnya sendiri. Pengkhianatan ganda ini mengoyak hatinya hingga ia terpuruk dalam kehampaan. Di tengah keputusasaan yang mendalam, Farida justru terjerumus ke dalam jerat hasrat dan gairah yang tak terduga. Kisah romansa dewasa ini menyoroti luka batin serta pelarian emosional yang seketika mengubah arah hidup sang istri selamanya.
Sampul Novel Panas Dingin Selingkuh
9.4
Setiap kejadian hidup selalu membawa pesan berharga bagi pelakunya. Lewat deretan kisah di buku ini, kita diajak merenungkan rumitnya dinamika hubungan asmara. Fokus utamanya menyajikan pelajaran penting agar kita senantiasa waspada dalam menjaga kesetiaan. Temukan ragam hikmah mendalam yang mampu membantu Anda memperkuat komitmen pernikahan, sekaligus membentengi diri dari pahitnya pengkhianatan dan bahaya perselingkuhan dengan pasangan.
Sampul Novel Syahadat Cinta
9.5
Keraguan mendalam kini menyelimuti hati Adibah Rania Zahara. Melalui selembar surat, ia mengungkapkan rasa cintanya kepada sang Ustaz, sekaligus kegelisahan akan impian besarnya yang dirasa sulit terwujud jika terus bertahan di lingkungan pesantren. Menghadapi situasi tersebut, Adib Ahda Zahiri merespons dengan bijak. Walau statusnya telah mengkhitbah Adibah, ia memilih berlapang dada dan merelakan ikatan mereka demi masa depan bersama yang lebih baik.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan