APKDock Logo
Sampul Novel Suamiku Memilih Maduku

Suamiku Memilih Maduku

9.0 / 10.0
Demi memicu kembali api cinta Radwan, Arlisa mengambil langkah nekat dengan meminta suaminya berpoligami. Ia berharap taktik ini bisa memantik kecemburuan sang suami. Namun, rencana tersebut berbalik menjadi petaka saat Radwan justru benar-benar jatuh hati pada istri mudanya. Kini, Arlisa harus menelan pil pahit menyaksikan kemesraan suaminya yang telah berpindah tangan. Di tengah kepedihan mendalam ini, akankah ia bertahan atau memilih berpaling ke pelukan pria lain?

Suamiku Memilih Maduku Bab 1

Arlisa duduk di tepi ranjang besar berlapis sprei putih itu dengan tatapan kosong. Jam di dinding menunjukkan pukul sebelas malam, tapi ia masih terjaga. Tangannya meremas ujung selimut, sementara pikirannya melayang jauh, memutar ulang percakapan yang beberapa minggu lalu ia lontarkan pada suaminya.

"Bang... mungkin abang sebaiknya menikah lagi saja."

Kalimat itu meluncur begitu saja dari bibirnya waktu itu, dalam keadaan hati yang penuh keraguan dan putus asa. Ia masih bisa mengingat jelas wajah Radwan, suaminya, yang tampak terkejut, lalu terdiam lama sebelum akhirnya menatapnya dengan sorot yang sulit ditebak.

Arlisa tidak sedang bergurau. Ia sungguh-sungguh merasa bahwa rumah tangga mereka mulai kehilangan kehangatan. Radwan jarang menyentuhnya, jarang berbicara panjang, bahkan sekadar duduk berdua sambil minum teh di teras pun semakin langka. Dingin. Semua terasa dingin.

Awalnya Arlisa berpikir itu hanya fase. Radwan mungkin lelah bekerja, mungkin stres dengan beban kantor. Tapi setelah berbulan-bulan, keadaan tak kunjung berubah. Sentuhan yang dulu membuatnya merasa hidup kini nyaris hilang. Pelukan sebelum tidur hanya tinggal kenangan.

Arlisa bukan tipe istri yang menuntut banyak. Ia bisa mengurus rumah, melayani dengan sabar, dan berusaha memahami keadaan suaminya. Tapi ia juga perempuan, dengan hati yang butuh kasih sayang, dan tubuh yang merindukan belaian. Dan ketika semua itu tidak ia dapatkan, Arlisa mencari cara lain-cara yang menurutnya bodoh, tapi saat itu ia merasa itu satu-satunya jalan.

Ia berharap, jika Radwan punya madu, ia akan tersulut rasa cemburu, lalu justru kembali mencari Arlisa. Bukankah sering kali manusia baru menghargai sesuatu ketika hampir kehilangan?

Namun, malam-malam seperti ini membuat Arlisa sadar bahwa dirinya mungkin telah mengambil keputusan paling gila dalam hidup.

"Lis, kamu yakin?" suara lembut tapi mantap itu menggema di telinganya. Radwan menanyakan ulang kala Arlisa menyarankan pernikahan kedua.

Arlisa menunduk, menahan getar di dadanya. "Aku... aku cuma ingin abang bahagia. Kalau memang aku tidak bisa memenuhi semuanya, mungkin ada perempuan lain yang bisa. Mungkin setelah itu abang bisa kembali... menoleh padaku."

Radwan memandangnya dengan tatapan sulit diartikan. Ada ketegasan, ada kebingungan, tapi juga seolah ada secercah lega. Dan saat Radwan akhirnya menyetujui gagasan gila itu, hati Arlisa justru hancur, meski bibirnya tersenyum samar.

Kini, beberapa minggu setelah akad itu berlangsung, kenyataan mulai benar-benar menamparnya. Radwan menikah lagi dengan seorang perempuan muda bernama Raline. Cantik, segar, penuh semangat-persis lawan dari dirinya yang mulai kusam oleh rutinitas.

Arlisa sering mendengar tawa mereka dari kamar sebelah. Tawa yang dulu sering menghiasi ruang keluarga, kini hanya menjadi tamu asing di telinganya. Kadang ia mendengar suara lembut Radwan memanggil nama istrinya yang baru, dengan nada manja yang sudah lama tidak pernah ia dengar lagi.

Dan malam ini, ketika tembok kamar tipis itu seolah tidak mampu menahan kenyataan, Arlisa menggigit bibirnya erat-erat. Ada suara langkah, ada bisikan, lalu ada tawa renyah Raline yang membuat hatinya seperti disayat.

Air mata Arlisa jatuh tanpa bisa ia cegah. Ia menutup wajah dengan kedua tangannya, mencoba meredam suara yang menembus dinding.

"Ya Allah... ini bukan yang aku harapkan," lirihnya. "Aku cuma ingin dia kembali padaku, bukan pergi semakin jauh..."

Hari-hari Arlisa berjalan dalam bayang-bayang luka. Saat pagi tiba, ia tetap menyajikan sarapan seperti biasa. Nasi goreng kesukaan Radwan, teh hangat, dan potongan buah. Tapi Radwan jarang menyentuhnya. Ia sudah terlalu terbiasa dengan sarapan buatan Raline yang katanya lebih variatif, lebih segar, lebih 'anak muda'.

Pernah suatu kali, Arlisa melihat Radwan mencicipi sup buatan Raline di meja makan sambil memuji, "Ini enak sekali, Lin. Kamu belajar dari mana?" Dan saat itu, hati Arlisa remuk menjadi serpihan kecil.

Ia ingin berteriak bahwa dirinya juga bisa memasak enak, bahwa selama bertahun-tahun ia sudah mencoba menyenangkan hati Radwan dengan makanan kesukaan. Tapi lidahnya kelu. Ia hanya bisa tersenyum hambar, lalu beranjak ke dapur dengan alasan membereskan piring.

Di ruang tamu, Arlisa duduk seorang diri sambil menatap foto pernikahannya dengan Radwan. Foto itu penuh senyum bahagia. Waktu itu, ia percaya cinta mereka cukup untuk menghadapi apapun. Radwan pernah berjanji akan selalu ada untuknya.

Tapi janji, ternyata, bisa pudar oleh waktu.

"Kenapa aku yang harus meminta semua ini terjadi?" bisiknya getir. "Kenapa aku begitu bodoh, mengizinkan madu hadir di rumahku sendiri?"

Suara hatinya terus bertarung. Di satu sisi, ia masih sangat mencintai Radwan. Ia masih ingin dipeluk, masih ingin disentuh, masih ingin diperhatikan. Tapi di sisi lain, ia lelah menjadi penonton dalam panggung rumah tangga sendiri.

Malam demi malam, gairah yang ia pendam semakin menyesakkan. Arlisa masih perempuan normal, dengan darah dan daging yang merindukan keintiman. Tapi Radwan tak lagi menyentuhnya. Bahkan, sekadar menoleh pun jarang.

Arlisa pernah mencoba mendekat. Suatu malam, ia masuk ke kamar Radwan dengan harapan bisa berbaring di sampingnya, seperti dulu. Namun, Radwan dengan halus berkata, "Lis, aku capek. Tidurlah di kamarmu, ya."

Dan sejak malam itu, Arlisa tak berani lagi mencoba. Ia merasa seperti orang asing di rumah sendiri.

Hari berganti minggu, dan luka Arlisa kian dalam. Ia mulai sering menyendiri di kamar, membaca buku, atau menulis curahan hati di buku catatan lusuhnya.

Di halaman terakhir catatan itu, ia menulis:

"Aku ingin bahagia, tapi kebahagiaan itu seperti menjauh. Aku ingin cinta, tapi cinta itu kini terbagi. Sampai kapan aku bisa bertahan?"

Sore itu, saat hujan turun deras, Arlisa berdiri di depan jendela, menatap tetesan air yang berlari di kaca. Radwan belum pulang, katanya menemani Raline belanja ke mall. Dan ia? Sendirian lagi, dengan segelas teh yang sudah dingin di tangan.

Tiba-tiba, hatinya bertanya lirih, "Haruskah aku mencari kehangatan di luar? Haruskah aku mencari seseorang yang bisa membuatku merasa hidup lagi?"

Pertanyaan itu membuat Arlisa merinding sendiri. Ia tahu itu berbahaya. Tapi semakin ia menahannya, semakin sesak rasanya.

Malam itu, ketika Radwan pulang dengan wajah sumringah membawa kantong belanjaan bersama Raline, Arlisa tersenyum tipis. Senyum yang dipaksakan, yang tak pernah sampai ke matanya.

Dalam hati, ia sadar satu hal: jalan yang ia pilih telah menjadi bumerang. Dan kini, ia berdiri di persimpangan paling sulit dalam hidupnya-bertahan dalam rumah tangga yang dingin, atau pergi mencari pelukan hangat di luar sana.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Suamiku Memilih Maduku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel ANGKASA [Perjodohan]
9.5
Angkasa Lesmana Regan awalnya menolak keras rencana perjodohan dari ibunya. Namun, begitu tahu Meisya adalah calon istrinya, ia langsung berubah pikiran dan setuju. Di sekolah, Angkasa bersikap dingin dan berpura-pura tidak mengenalnya. Namun, kepribadiannya berbanding terbalik saat mereka berada di rumah. Demi memikat perhatian Meisya, cowok itu berubah drastis menjadi sangat manja, bahkan melebihi tingkah seorang bayi.
Sampul Novel ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA
9.4
Demi kakeknya, Sayudha Wistara terpaksa menikahi Diandra Safaluna, perempuan bercadar yang misterius. Meski awalnya berniat bercerai setelah dua tahun tanpa sentuhan, Yudha justru terpikat oleh keahlian tak biasa sang istri. Di balik kelembutannya, rahasia besar Diandra masih tersembunyi rapat. Mampukah Yudha mengungkap bahwa istri yang dicintainya adalah pemimpin dunia mafia yang mengendalikan kakeknya sendiri?
Sampul Novel Rahasia Keluarga dan Pengkhianatan
9.5
Nadia terpaksa menerima tawaran licik Satria, ibu dari miliarder Reza Azhar, untuk menjadi ibu pengganti demi biaya pengobatan sang adik. Namun, setelah adiknya wafat, kepedihan mendalam mendorong Nadia melarikan diri dalam kondisi mengandung anak Reza. Di tengah pelarian dari kejaran Satria dan bayang-bayang kebenaran yang mulai tersingkap, mampukah Nadia bertahan menyembunyikan diri dari takdir serta pusaran intrik kekuasaan keluarga konglomerat tersebut?
Sampul Novel Satu Malam Bersama Bos
7.9
Dunia Kirana runtuh akibat pengkhianatan kekasihnya. Di masa sulit itu, ia melewati satu malam tak terduga dengan Adrian, sosok asing yang kini menjadi bos barunya. Kirana pun terjebak dalam konflik batin antara menjaga profesionalisme kerja dan menghadapi perasaan yang kian tumbuh. Di tengah luka masa lalu yang belum pulih dan rahasia besar mereka, mampukah cinta keduanya bertahan menghadapi kerasnya persaingan bisnis?
Sampul Novel Skandal Ranjang Ternoda
8.9
Kemewahan rumah tangga sepasang suami istri ini hanyalah kepalsuan untuk menutupi pernikahan yang telah hancur. Terjebak dalam kehampaan, keduanya memilih berselingkuh demi mencari pelarian. Sang suami memadu kasih dengan daun muda yang tak terduga, sedangkan sang istri berpaling pada pria paruh baya demi kebahagiaan sejati. Di balik pengkhianatan ini, ranjang mereka kini ternoda oleh dendam dan nafsu, memicu skandal pernikahan yang sangat getir.
Sampul Novel The Passion of an Actor
9.0
Kehidupan mewah Raditya Pratama sebagai aktor papan atas tidak menghalanginya untuk terpikat pada Dayu. Perempuan sederhana ini bahkan sama sekali tidak mengetahui ketenaran yang dimiliki Raditya. Perbedaan latar belakang yang mencolok tidak menyurutkan niat sang selebritas untuk mendekatinya. Namun, jalinan asmara mereka harus menghadapi rintangan berat yang menguji ketulusan perasaan masing-masing. Akankah cinta mereka bertahan melewati perbedaan kelas sosial ini?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan