APKDock Logo
Sampul Novel Gadis Pecandu di Rumah Sakit

Gadis Pecandu di Rumah Sakit

9.8 / 10.0
Saat berbaring di ranjang pasien untuk memeriksa gangguan gairah parah yang dideritanya, seorang wanita harus menghadapi tindakan tidak senonoh dari sosok yang ia kira adalah dokter medis. Alih-alih diperiksa secara profesional, ia justru dipermainkan secara fisik hingga tak berdaya. Ketika ia menoleh ke belakang demi menghentikan perbuatan itu, ia terkejut mendapati bahwa pria itu sebenarnya adalah dosennya sendiri, yang kemudian langsung merangsek maju dengan sangat kasar.

Gadis Pecandu di Rumah Sakit Bab 1

"Nggak ... jangan, bagian bawahku sudah nggak muat lagi, huhuhu!"

Di atas ranjang pasien, aku menunggingkan bokongku yang putih bersih. Dokter sedang membantuku memeriksa masalah gangguan gairah parah yang kuderita.

Namun, dia seolah sedang mempermainkanku. Telapak tangannya tak henti meremas bokong kencangku, bahkan memasukkan jarinya ke dalam.

Semakin aku memohon ampun, dia tampak semakin bergairah.

Tak tahan lagi, aku menoleh ke belakang. Siapa sangka, dia bukan dokter! Bukankah dia itu dosenku?

Detik berikutnya, dia mendesak maju ke arahku dengan kasar!

Namaku Lidia Yerdi. Sejak kecil, aku tersiksa oleh gangguan gairah tubuh.

Orang-orang selalu menganggapku gadis baik-baik, padahal hanya aku yang tahu betapa kuatnya hasratku terhadap pria.

Hanya dengan melihat pria bertubuh kekar, celanaku bisa mendadak basah tak tertahankan.

Sejak kuliah, gangguan ini semakin tidak terkendali.

Terkadang, gesekan saat berjalan saja bisa membuatku "klimaks" tanpa sengaja.

Orang lain mungkin mengira aku mengompol.

Penyakit ini benar-benar mengganggu kehidupanku sehari-hari.

Aku pun menceritakan keluhanku pada dosenku, dan dia menyarankan agar aku memeriksakan diri ke rumah sakit.

Hari ini, aku datang ke rumah sakit ginekologi. Setelah mendaftar, aku pun berbaring di ranjang periksa.

Melihat ruangan yang kosong dan mencium aroma hormon maskulin yang memenuhi udara, aku mulai merasa gatal lagi.

Di antara kedua kakiku rasanya seperti ada semut yang merayap masuk. Isi kepalaku penuh dengan bayangan pria.

Rasanya menyiksa sekali ....

Mumpung tidak ada orang, aku tak tahan untuk tidak memasukkan tangan ke balik rok.

Aku memiliki wajah yang cantik dan tubuh yang berkembang dengan sangat seksi.

Kaki-kakiku jenjang dan ramping, terutama sepasang "bukit" ini. Bahkan saat berbaring pun rasanya hampir meledakkan pakaianku.

Sungguh sangat cantik, tapi malah punya penyakit seperti ini.

Tepat saat itu, pintu kamar rawat terbuka.

Seorang pria mengenakan jas putih dokter masuk. Dia menunduk, sehingga aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas.

Aku segera menarik tanganku, jemariku masih bersimbah noda lengket.

Sejujurnya, sangat memalukan jika penyakit ini sampai diketahui orang lain.

Bahkan di depan dokter pun, aku masih merasa sungkan.

"Berbaring, tengkurap dan nunggingkan bokongmu. Aku akan memeriksa bagian bawahmu," perintah dokter itu.

Aku berbalik dan tengkurap di ranjang, mengangkat pinggulku tinggi-tinggi.

Pose ini membuatku semakin malu, karena aku belum pernah melakukannya di depan lawan jenis.

Area di antara kedua kakiku sudah sedikit basah.

Yang lebih membuatku tersipu adalah saat dokter tiba-tiba menarik celanaku dan menyentaknya ke bawah dengan kuat.

Seketika, dua belah bokong yang putih dan bulat pun terpampang nyata.

"Ah ... apa harus buka celana juga?"

Mungkin karena merasa lucu dengan pertanyaanku, dokter itu terkekeh.

"Bagaimana aku bisa memeriksa kalau kamu nggak buka celana?"

"Tapi, tapi ...." Melihat bagian bawahku terekspos sepenuhnya di depan lawan jenis, aku merasa merinding di sekujur tubuh.

Lebih gawat lagi, rasa candu itu mulai kumat dengan hebat. Tubuhku didera rasa gatal yang menusuk hingga ke sumsum tulang. Aku takut tiba-tiba akan "menyemprot".

"Jangan khawatir. Dokter punya etika medis. Ini memang pekerjaan kami, jadi nggak akan berpikiran macam-macam padamu."

Mendengar hal itu, aku sedikit tenang. Menjadi dokter adalah panggilan suci, mungkin aku saja yang terlalu sensitif.

Aku pun menahan rasa gatal yang menyiksa itu dan tetap menungging tinggi-tinggi untuk diperiksa.

Detik berikutnya, kedua telapak tangannya yang kasar menyentuh bokong kencangku.

Dia ternyata tidak memakai sarung tangan!

Biasanya dokter memakai sarung tangan putih saat memeriksa pasien, tapi tangan besar yang kasar dan hangat ini justru mengelusku. Seketika, aku merasa hampir tidak tahan lagi.

Tubuhku yang memang sudah gatal, kini terasa seperti gunung berapi yang siap meletus. Seluruh organ tubuhku rasanya seperti terbakar.

"Dokter, uh ... kenapa Anda nggak pakai sarung tangan?"

"Oh, ini agar bisa memeriksamu dengan lebih baik dan membantumu pulih."

Demi kesembuhan, aku terpaksa membiarkan dokter itu memeriksa bokongku. Aku hanya perlu bersabar sebentar lagi agar bisa terbebas dari penderitaan ini.

Memikirkan hal itu, aku mengatupkan gigi rapat-rapat, berusaha melawan rasa gatal yang menusuk.

Namun, teknik dokter ini benar-benar aneh.

Ini tidak terlihat seperti pemeriksaan medis.

Malahan terlihat seperti ... pelecehan?

Telapak tangannya sedikit menekan, menggosok kedua belah bokongku dengan gerakan melingkar yang lembut.

Tangan kasarnya yang menyapu kulit halusku, justru memberiku rasa nyaman yang unik.

"Uh ... emm ...." Aku tak sengaja mengerang lirih. Hasrat dalam tubuhku semakin menggebu.

Tak cukup sampai di situ, dokter itu meremas bokongku dengan kuat. Bokongku yang kenyal, berubah bentuk di bawah remasannya.

Bahkan, terdengar suara decak kagum dari mulut dokter itu.

"Kencang sekali, sangat lembut ... enak sekali dipegang."

Seketika, seluruh tulangku terasa lemas dan nikmat. Tanpa sadar, aku mengangkat pinggulku lebih tinggi.

Aliran hangat pun mengalir keluar tak tertahankan.

Mengapa ini bukannya menyembuhkanku, tapi malah membuatku makin tersiksa?

"Dokter, teknik Anda ... kenapa aneh sekali? Rasanya seperti sedang ... merabaku."

Dokter itu baru tersadar dan berkata padaku, "Ini adalah tahap awal pengobatan. Aku sedang memancing keluar hasrat di tubuhmu. Setelah semua hasratmu tercurahkan, baru kita bisa mengobatinya sampai ke akar."

Meski kata-katanya terdengar janggal, dia tetaplah seorang dokter, jadi aku terpaksa mempercayainya untuk sementara.

Kemudian, dokter itu menekuk satu jarinya dan mulai menyusuri belahan bokongku perlahan.

Rasanya seperti ada aliran listrik kuat yang menjalar dari tulang ekor, membuat seluruh tulang belakangku kesemutan nikmat.

Detik berikutnya, jari dokter itu sudah sampai di ....

Lanjut Membaca

Daftar Isi Gadis Pecandu di Rumah Sakit

Ch. 1 Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dari Saingan Menjadi Ipar
9.8
Josie Watson kembali menuntut cerai dari Laurence Andrews untuk ke-99 kalinya. Bukannya peduli, Laurence malah mengusir Josie dari mobil demi menerima telepon dari sang mantan, Rosalie Harris. Laurence terus meremehkan Josie dan yakin istrinya tidak akan pernah pergi. Namun, ia tidak sadar bahwa kesabaran Josie telah habis akibat terus diabaikan. Di saat yang sama, saudara laki-laki Rosalie diam-diam terus mendesak Josie agar segera bercerai dan pergi dari negara itu selamanya.
Sampul Novel Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
9.3
Delapan tahun menikah, Jessica selalu memercayai alasan pekerjaan Rio Aditya setiap hari jadi pernikahan mereka. Namun, rahasia busuk terungkap saat ia mendengar rencana Rio untuk menceraikannya demi Nadia. Di tengah pengkhianatan tersebut, Jessica justru menerima diagnosis medis yang fatal: kanker ovarium stadium akhir. Menyadari suaminya tidak lagi mencintainya sejak ia keguguran, Jessica memutuskan untuk merelakan hubungan mereka dan pergi dalam damai tanpa pernah bertemu lagi.
Sampul Novel Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
9.2
Niat tulus Rheina menyelamatkan sahabatnya dari tuan tanah malah berujung pelik. Sang ayah justru menikahi sahabatnya itu sebagai istri keempat, menyeret Rheina ke dalam lingkaran konflik keluarga yang kelam dan merusak hidupnya. Di tengah kerasnya tekanan hidup yang dipenuhi kata kasar dan adegan dewasa, gadis lugu ini terjebak dalam cinta segitiga yang rumit. Saksikan perjuangan emosional Rheina menghadapi takdirnya yang sarat liku.
Sampul Novel Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan
8.0
Hari pernikahan Cherish hancur seketika saat Diego pergi begitu saja setelah menerima sebuah telepon. Kejadian itu membuat nenek Cherish murka hingga muntah darah dan akhirnya meninggal di rumah sakit tanpa ada yang membantu. Di tengah kedukaan di kamar mayat, Diego justru menghubungi Cherish untuk meminta donor darah bagi Zoey yang terluka. Dengan tegas, Cherish mengakhiri hubungan mereka dan pergi. Kini, Diego bersujud di bawah guyuran hujan, memohon kesempatan kedua dan rela memberikan segalanya demi Cherish kembali.
Sampul Novel Pengorbanannya, Kebencian Butanya
8.0
Baskara tega memaksaku mendonorkan sumsum tulang untuk Rania, tunangannya. Hubungan masa kecil kami berubah jadi kebencian akibat fitnah video asusila dari Rania. Baskara pun menyiksaku dan menculik orang tuaku hingga mereka tewas terjatuh dari gedung di depan mataku. Saat aku menyembunyikan penyakit parahku, Baskara malah memintaku mati. Tanpa ragu, kupenuhi permintaannya lalu melompat ke jurang maut.
Sampul Novel Rahasia di Koper Suamiku
8.5
Kehidupan pernikahan Dewi yang semula harmonis seketika hancur setelah ia menemukan barang milik wanita lain di koper suaminya. Kejadian itu menyingkap berbagai rahasia kelam serta tabiat buruk sang suami yang selama ini tertutup rapat. Dirundung rasa sakit hati yang luar biasa, Dewi kini dihadapkan pada pilihan hidup yang sangat sulit. Apakah ia akan memilih bertahan dalam kepedihan, atau justru mengumpulkan kekuatan untuk membalas pengkhianatan menyakitkan tersebut?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan