APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel SUAMIKU MANTAN PACAR, PACARNYA MANTANKU

SUAMIKU MANTAN PACAR, PACARNYA MANTANKU

Talitta memilih mengungsi ke Bandung demi menyembuhkan luka akibat pengkhianatan Yuda dan Elsa. Di kota baru ini, Birly mengenalkannya pada Davaro, pria yang ternyata merupakan mantan pacar Elsa. Situasi kian pelik ketika orang tua Talitta kembali dari Jerman dan menjodohkannya dengan Davaro. Talitta pun mencurigai adanya rencana di balik semua ini. Akankah pernikahan yang berawal dari masa lalu rumit ini mampu memicu cinta sejati di antara mereka?
Bab
Bagikan

Bab 1

Talitta sedang berjalan ditengah teriknya matahari. Menyusuri jalanan komplek besar kota baru Bandung, sudah 1 jam setengah ia berjalan namun alamat sang tante belum juga ia temukan, seharusnya Talitta di jemput oleh Gensa, sepupunya namun saat di bandara Talitta tak melihat batang hidung dari sepupunya itu, saat mencoba menghubungi ponselnya pun tak ada jawaban sama sekali, akhirnya Talitta memutuskan untuk menggunakan taksi menuju komplek tersebut.

Namun saat sudah sampai di stopan utama bunderan globe besar, taksi yang ditumpangi Talitta mogok, dan mengharuskan Talitta berjalan kaki karena ternyata sedari tadi Talitta tak melihat ada Taksi atau ojek yang melewatinya. Hingga sekarang Talitta masih terus mencoba menghubungi Gensa sepupunya, namun tetap tak ada jawaban sama sekali.

Talitta memutuskan untuk beristirahat dulu, duduk di sebuah kursi taman pinggir jalan raya tersebut, sambil menyeka keringatnya yang mengucur dari dahinya.

" Awas aja ya kamu Gen, kalau udah ketemu, aku hajar kamu tanpa ampun !" geram Talitta sambil memencet-mencet kesal ponselnya.

Guk..guk..guk...

Seekor anjing coklat menggonggong ke arah Talitta, sontak Talitta menoleh dan melotot kaget saat sang anjing sedang bersiap berlari ke arahnya, dengan refleks Talitta berlari kencang sambil menyeret kopernya.

" Aaaaa, Bunda… tolong Litta !" teriak Talitta sambil berlari sangat kencang dan berbelok kekiri entah kemana yang terpenting untuk Talitta adalah berlari sekencang mungkin menghindari kejaran anjing coklat tersebut.

Aksi Talitta yang berlari dan berteriak membuat seseorang yang sedang ada di sebuah kedai melongo bingung.

" Itu anak kenapa?" gumam seorang pria jangkung tersebut, tak lama seekor anjing melewatinya membuatnya memanggilnya.

" Shiro !" panggilnya sambil bersiul membuat sang anjing menghampirinya, lalu Pria tersebut mengusap kepala anjing tersebut.

" Kamu kabur lagi ya dari rumah, hm? nakal ya habis ngejar orang !" ucap Vandrey, nama pria tersebut, Shiro adalah anjing yang dipelihara Vandrey, kebetulan ia baru pulang kantor dan menepi dulu untuk membeli kopi di kedai kopi.

Sementara itu Talitta sedang mengatur nafasnya sambil memegang pinggangnya yang terasa nyeri, setelah berbelok tadi Talitta tak melihat lagi sang anjing membuatnya berhenti mengatur nafasnya.

" Bunda doain Talitta apaan sih, sampai Litta ngalamin dikejar anjing gini !" lirih Talitta lelah dengan wajah memerah.

" Lagian ini beneran Bandung kan ? udah jam setengah 4 masih aja panas terik gini, gak beda jauh sama jakarta !" gerutu Talitta menatap langit cerah.

Talitta melihat diseberang jalan sana ada sebuah minimarket biru yang menyediakan kursi, Talitta berjalan menyebrang menuju minimarket tersebut, tenggorokannya sangat terasa kering setelah berlari tadi, lalu Talitta membeli 2 botol minuman, satu mineral dan satu lagi susu rasa moka kesukaannya, Talitta meminum minumannya sambil duduk beristirahat di kursi minimarket tersebut.

Duk…

Koper Talitta terjatuh karena tersandung seseorang, sontak membuat Talitta menoleh ke arah kopernya.

" Eh sorry... sorry saya gak sengaja !" ucap gadis berambut blonde sepunggung tersebut.

" Gak apa apa !" ucap Talitta biasa saja.

" Duh jadi kotor kopernya, maaf ya, saya enggak sengaja !" ucap gadis tersebut menyesal.

" Its oke gak apa apa kok !" ucap Talitta tersenyum, namun kemudian Talitta mengingat sesuatu.

" Eh maaf kamu tinggal di komplek ini ?" tanya Talitta

" Iya saya tinggal di komplek ini !" jawabnya.

" Oh syukurlah, kenalin dulu, saya Talitta !" Ucap Talitta ramah, membuat gadis tersebut menyerngit namun tetap menjabat tangan Talitta.

" Kamu tau komplek Candra duta nomor 10 enggak ? saya lagi nyari alamat rumah tante saya, sudah dua jam mungkin saya nyari tapi belum ketemu !" tanya Talitta lagi.

" Oh, Candra duta saya tau, kebetulan rumah saya juga disana !" jawab nya.

" Oh syukurlah, masih jauhkah dari sini ? kira-kira saya pake apa buat bisa sampai kesana, adakah ojek atau taksi ? jujur saya capek gak kuat jalan lagi !" keluh Talitta sambil melirik kakinya sedikit lecet akibat tadi berlari memakai flat shoes.

" Ya jauh lah, kalau jalan mah ada 20 menitan, disini enggak lewat taksi atau ojek, ini jalanan komplek soalnya heheh !" ucap gadis tersebut menahan tawa saat Talitta menanyakan Taksi dan ojek, membuat Talitta melongo bingung.

" Ya udah kamu ikut saya saja kalau gitu, kebetulan saya juga mau pulang kok !" ucap nya lagi.

" Apa nggak ngerepotin ya ?" tanya Talitta tak enak.

" Enggak kok, tapi nunggu ya, saya telpon dulu supir, soalnya saya pakai motor, gak muat kalau bawa koper !" ucap nya semakin membuat Talitta tak enak.

" Aduh serius jadi ngerepotin ya, sory nama kamu siapa ?" tanya Talitta.

" Saya Birly, gak apa apa kok, lagian keadaan kamu sudah acak-acakan gitu kasian juga kalau enggak saya tolong !" canda Birly membuat Talitta malu.

" Iya tadi saya jalan dari stopan globe besar itu, terus dikejar anjing lagi, apes !" gerutu Talitta membuat Birly menahan tawa.

" Kamu baru kesini ya ?" tanya Birly.

" Hmm, aku baru kesini, pindahan dari jakarta !" jawab Talitta.

" Kenapa gak minta jemput tante kamu aja ?" tanya Birly.

" Udah, tante aku kebetulan lagi di semarang, tapi kata tante, anaknya bakal jemput di bandara tapi nyatanya enggak ada dan susah dihubungi !" ucap Talitta dengan wajah kesal.

" Oh gitu, paling dia tidur abis maen game !" gumam Birly membuat Talitta menatapnya.

" Apa ?” tanya Talitta.

" Eh eng-enggak kok !" jawab Birly gugup.

" Kamu kenal Gensa ?" tanya Talitta membuat Birly menahan nafas.

" Eung...Kenal… mungkin !" ucap Birly gugup dan ragu membuat Talitta menyerngit bingung, namun Talitta teringat sesuatu.

" Kamu Birly Belvita ya ?" selidik Talitta.

" Loh, kok tau nama panjang saya ?" tanya Birly kaget.

"Oh Jelas…. saya inget, pernah lihat di I.G nya Gensa, heheh, kamu pacar Gensa ya ?" tanya Talitta menggoda.

" Mantan tepatnya !" gumam Birly membuat senyum goda Talitta memudar.

" Astaga ! Udah putus ya ?" tanya Talitta Kaget.

"Hmm, sepupu kamu selingkuh sama cewek yang lebih tua dari saya, jahat !" ucap Birly kesal membuat Talitta melotot kaget.

" Apa ?  kurang dihajar kayaknya si Gensa !" marah Talitta

" Kamu tenang aja, saya bakal hajar si Gensa nanti, bakal saya acak-acak hubungan dia sama si pelakor itu !" ucap Talitta menggebu penuh dendam membuat Birly menyerngit aneh.

" Gak usah, lagian saya sudah lama putus dari dia, saya gak apa apa kok ," ucap Birly pada Talitta.

" Tetap saja, saya jijik sama pelakor plus lelaki gak setia kaya gitu !" kesal Talitta.

" Haha, baiklah, tuh supirku, ayo kita pergi sekarang !" ajak Birly .

" Itu motor kamu gimana ?" tanya Talitta.

" Santai, nanti supir yang bawa, masukin kopernya ke bagasi ," titah Birly pada Talitta lalu Talitta dibantu pak supir memasukan kopernya.

" Pak Dirman bawa motor aku ya, aku aja yang nyetir," ucap Birly pada supirnya sambil memberikan kunci motornya pada Pak Dirman

Lalu mereka pun memasuki mobil jazz putih Birly, dan melaju menuju perumahan Candra Duta yang dimaksud Talitta, kawasan kota baru Bandung memang memiliki struktur seperti kota kecil mandiri, didalamnya ada beberapa macam perumahan yang dilengkapi fasilitas seperti sekolah, rumah sakit ,mall dan lainnya,

Kota baru memiliki pemandangan yang asri dan sangat indah, dengan taman yang sangat diurus oleh pihak pengelolah, sehingga Talitta memilih healing nya di kota Bandung ini.

Kurang lebih sepuluh menit berlalu, akhirnya mereka sampai di sebuah rumah mewah bercat putih.

" Nah ini Candra Duta nomor 10, tante Jihan kan nama tante kamu ?" tanya Birly memastikan.

" Iya betul, makasih ya Bir mau direpotin antar saya sampai depan rumah gini !" ucap Talitta tak enak.

" Santai, saya juga ini sambil pulang kok, tuh rumah saya yang nomor 15 cat biru putih !" ucap Birly sambil menunjuk rumahnya.

" Oh, dekat ya ternyata, kebetulan banget !" ucap Talitta.

" Heum, deket banget, kapan-kapan main dong ke rumah saya !" ucap Birly.

" Oke, nanti saya main kerumah kamu, eh boleh minta nomor kamu ? supaya nanti kalau mau main bisa ngabarin dulu !" ucap Tallita.

" Boleh, nih nomor saya !" ucap Birly memberikan kartu namanya.

" Kamu kuliah di Baktijaya?" tanya Talitta melihat kartu nama Birly.

" Iya saya kuliah di sana baru semester satu, baru mau mulai sebulan lagi sih, maba nih, heheh, gayaan aja udah bikin kartu nama cap Baktijaya," ucap Birly membuat Talitta tertawa kecil.

"Hahah, Sama dong, saya kuliah disana juga, jurusan apa Birl ?" tanya Talitta antusias.

" Manajemen, kalau kamu ?" tanya Birly.

" Sama lagi dong, kayaknya kita bakal barengan deh !" ucap Talitta senang.

" Ahaha syukur lah, jadi kamu langsung ada temen ya, beruntung banget," ucap Birly terkekeh kemudian mereka tertawa.

" Tal

!" panggil Seseorang dari dalam pagar rumah membuat Talitta dan Birly menoleh, ketika melihat siapa yang memanggil,sontak wajah Birly berubah.

" Tal, saya balik dulu ya udah sore, bye " ucap Birly langsung masuk ke dalam mobilnya.

" Makasih !" teriak Talitta pada Birly yang sudah melajukan mobilnya

Talitta menatap tajam pada Gensa membuat Gensa meneguk ludahnya kasar, takut akan kemarahan kakak sepupunya ini.

" Ini nih Calon Bajingan !" ucap Talitta sambil berjalan menabrak bahu Gensa kencang.

Gensa meringis dan menghela nafas pasrah akan amukan sang kakak sepupunya itu, toh memang salahnya yang tidak menjemputnya.

Talitta menatap tajam Gensa yang saat ini sedang duduk di hadapannya sambil menunduk memainkan ponselnya, sudah cukup lama mereka di posisi seperti itu sejak tibanya Talitta dirumah Gensa, namun diantara mereka belum ada yang mengalah membuka suara.

Hal itu sebenarnya membuat Talitta kesal, Talitta kira Gensa akan meminta maaf padanya karena tidak menjemputnya di bandara tadi hingga membuat Talitta terluntang lantung dijalanan.

" Ehm , Kamu gak ada sedikitpun niat meminta maaf sama saya, Gensa ?" Tanya Talitta datar, hingga membuat Gensa mengangkat kepalanya menatap Talitta kemudian tersenyum canggung.

" Hehe, oh ya lupa, maaf ya Tal, aku tadi ketiduran ," Ucap Gensa namun dengan wajah tanpa penyesalan menurut Talitta.

" Kamu tau saya landing di Bandung jam berapa ?" tanya Talitta sambil bersedekap dada masih memandang tajam Gensa.

" Jam 2 siang kan ?" Tanya Gensa ragu.

" Sekarang kamu lihat sudah Jam berapa ?" tanya Talitta semakin datar.

" Jam setengah 6 ku..rang ," ucap Gensa terbata di akhir kalimat. Gensa melotot kaget saat menyadari jam berapa saat ini.

" Astaga,Tal ,Kamu kemana aja baru sampai sini jam segini ?" tanya Gensa watados.

Talitta melongo karena pertanyaan Gensa, lalu Talitta menghirup udara banyak-banyak lalu membuangnya perlahan guna menenangkan dirinya yang saat ini hendak meledak marah pada Gensa.

" Saya nyasar, taksi yang saya naiki mogok di stopan utama globe didepan, setengah 3 saya sudah disini, tapi karena saya jalan kaki dan saya dikejar Anjing membuat saya semakin nyasar entah kemana, dan mantanmu , Birly menjadi perantara Tuhan buat nolong Saya yang sudah sekarat karena jalan jauh !" Terang Talitta menatap Gensa tajam tanpa kedip.

" Nih !" ucap Talitta sambil menunjuk kakinya.

" Lecet, luka akibat jalan berjam-jam !" ucap Talitta sontak membuat Gensa meringis bersalah.

" Masih mau masang wajah tanpa dosamu itu ?" Tanya Talitta membuat Gensa menggeleng cepat.

" Maafin aku Tal, aku ketiduran tadi, ini aja baru bangun ," ucap Gensa menyesal membuat Talitta mendengus kesal.

" Cowok semua kaya gitu ya, mencari alasan pembenaran atas kesalahan nya, kenapa sih ? gak bisa banget buat tanggung jawab sama janji ?" Marah Talitta pada Gensa.

Lalu Talitta Berdiri dan meninggalkan Gensa yang masih menunduk, Talitta memilih untuk pergi dan beristirahat di kamar yang sudah disediakan asisten rumah tangga tantenya.

Jujur saat ini Talitta benar-benar ingin menghajar Gensa, namun Talitta urungkan karena menyadari bahwa emosinya bukan hanya pada Gensa, tetapi emosi terbesarnya masih disebabkan oleh Yuda sang mantan yang tega mengkhianatinya, jadi ia memilih menghindari Gensa. terlebih saat tahu Gensa menduakan Birly, membuat amarah Talitta kian memuncak, karena ia tahu rasanya dikhianati seperti apa, namu ia sadar itu bukan kuasanya untuk ikut campur.

Akhirnya Talitta memutuskan untuk mandi kemudian tidur tanpa makan malam, karena masih enggan bertemu Gensa, ditambah rasa laparnya memang sedang hilang entah kemana, suara ketukan pintu pun tak di hiraukan nya, Talitta memilih tidur dengan menggunakan earphone di telinganya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cintaku Sudah Habis
8.1
Fitnah kejam dari Rina menghancurkan kisah cinta Kaluna dan Citra hingga berakhir tragis. Kebencian mendalam kini menyelimuti hati Citra, namun sebuah rahasia besar yang selama ini tersembunyi perlahan mulai terungkap. Di tengah situasi pelik ini, Kaluna harus berjuang keras demi bertahan hidup dan menghadapi kemarahan sang mantan kekasih. Apakah kebenaran yang sesungguhnya dapat terungkap sebelum semuanya terlambat?
Sampul Novel Cintanya, Penjaranya, Putra Mereka
7.9
Brama Wijaya memenjarakanku lima tahun akibat fitnah membunuh Kania. Pasca bebas, siksaan kejam di kandang anjing dan paksaan obat mandul harus kutanggung. Saat Kania terbukti hidup, Brama membiarkan adikku tewas di tangannya. Aku memilih mati demi balas dendam. Kini, aku terbangun di hari kebebasanku dahulu. Lewat kesempatan kedua ini, aku bersumpah menyeret Brama dan Kania ke neraka atas semua penderitaan yang mereka perbuat.
Sampul Novel Dalam Pelukan Sang Miliarder
9.7
Demi menyelamatkan panti jompo tempat tinggalnya dari rencana penggusuran, Raissa nekat menemui Arkhan Alvaro, seorang miliarder dingin dan kejam. Namun, Arkhan justru mengajukan syarat tak terduga: panti tersebut akan aman jika Raissa bersedia menjadi miliknya sepenuhnya. Kini, Raissa terjebak dalam dilema besar antara kehormatan diri dan pengorbanan. Hubungan yang diawali dengan paksaan ini pun mulai memicu badai emosi yang mendalam di antara keduanya.
Sampul Novel Fall For You (Rindu)
8.0
Bagi Rindu Kinasih, perjodohan dengan Derren Aji Putra yang dikira indah justru berujung pada siksaan fisik dan batin yang kejam. Saat hidupnya hancur, Danielo Chris hadir. Atasan Rindu yang memiliki trauma masa lalu terhadap kekerasan itu menawarkan sebuah jalan keluar berupa kontrak pernikahan. Kini, Rindu dihadapkan pada pilihan sulit: terus bertahan dalam ancaman maut suaminya, atau mengambil keputusan nekat demi meraih kebebasan.
Sampul Novel Jangan Main Api Denganku, Mas
8.5
Lima tahun menikah, aku mengira Mas Bambang adalah suami yang setia. Namun, semua ilusi itu sirna saat perselingkuhannya terungkap. Menghadapi pengkhianatan ini, aku memilih tidak gegabah. Kubiarkan dia terus bersandiwara dengan dustanya, sementara aku diam-diam menyusun taktik matang untuk merampas seluruh hartanya. Aku akan bermain rapi hingga dia jatuh miskin dan mengemis maaf. Pengkhianatan perih ini akan kubalas dengan penyesalan seumur hidup yang takkan pernah bisa dia lupakan.
Sampul Novel KUBALAS SAKIT HATIKU
8.4
Kebahagiaan Kienan atas kehamilan pertamanya setelah lima tahun menikah seketika sirna. Ia mendapati Akbar, suaminya, berselingkuh dengan wanita lain yang kini sedang hamil tua. Penderitaan Kienan kian mendalam saat mengetahui perusahaan milik keluarganya terancam bangkrut akibat tindakan korupsi yang dilakukan Akbar. Di tengah pengkhianatan ini, Kienan harus berjuang keras menyelamatkan diri sekaligus melindungi bisnis warisannya dari kehancuran total.