APKDock Logo
Sampul Novel SUAMI GHAIB

SUAMI GHAIB

8.3 / 10.0
Kebiasaan malam Sinta mengundang perhatian genderuwo yang kemudian menyamar sebagai suaminya, Aldo, saat ia sedang dinas di luar kota. Terjebak dalam tipu daya mistis tersebut, Sinta menghadapi hubungan terlarang dan berbagai teror aneh yang mengancam keluarganya. Di tengah kekacauan ini, ia kesulitan membedakan kenyataan dan ilusi. Mampukah mereka selamat dari jerat makhluk halus tersebut, ataukah Sinta akan selamanya terperangkap?

SUAMI GHAIB Bab 1

Bab 1

Aldo menghentikan aktivitasnya dan menghempaskan tubuhnya di samping sang istri. "Sudah ya, Dek. Mas lelah," ucap Aldo dengan napas yang tersengal-sengal.

Sinta. Wanita muda yang baru berusia 27 tahun itu menghela napas dengan pasrah. Dengan wajah masam, dirinya menarik selimut bermotif bunga dan menutupi tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang.

"Aku kan belum puas, Mas! Kamu sudah keluar saja!" sungutnya dengan kesal, lalu membalikkan badan memunggungi sang suami.

"Maafkan Mas, Dek. Waktu 20 menit untuk bercinta itu sudah cukup lama. Coba kamu membaca artikel dan internet tentang hubungan badan. Di sana tertulis bahwa waktu yang normal itu sekitar 5-8 menit," ucap Aldo memberi pengertian dan berusaha membujuk sang istri.

Setiap malam sehabis melakukan ritual suami istri, Aldo harus bersusah payah membujuk Sinta agar tidak marah karena belum puas dan tak ingin berhenti.

Mereka bukanlah pengantin baru. Aldo dan Sinta sudah berumah tangga selama 11 tahun. Memiliki seorang putra bernama Rafa yang baru berusia 9 tahun dan Sheila yang baru menginjak usia 7 tahun.

Mereka hidup di sebuah desa yang terdapat hutan besar yang masih asri dan banyak binatang buas. Di desa ini sudah masuk sinyal internet. Akan tetapi, terkadang sinyal itu kuat dan tak jarang pula tiba-tiba menghilang.

"Mau ke mana, Dek?" Aldo bertanya saat Sinta beranjak bangun dan melilitkan selimut ke badannya.

"Aku mau menuntaskan hasratku, Mas!" sahut Sinta dengan ketus.

"Jangan berbuat yang tidak-tidak. Aku sudah bilang hal-hal seperti itu adalah perbuatan yang tidak baik," ucap Aldo mencegah. Namun, Sinta sudah duduk di kursi panjang yang menghadap ke jendela.

"Besok pagi kita main lagi. Mas janji. Ayo kita tidur dan jangan lakukan itu." Suara Aldo terdengar pelan. Dirinya beranjak dan mengajak sang istri kembali ke ranjang.

"Aku tidak tahan menunggu sampai pagi. Aku tersiksa, Mas! Tidak bisa tidur dengan nyenyak." Sinta menyentak tangan Aldo dengan kasar.

"Aku mohon. Perbolehkan aku melakukan kesenangan sendiri seperti biasanya. Dari pada aku selingkuh, lebih baik aku bermain sendiri, bukan?" pinta Sinta dengan penuh permohonan.

Aldo akhirnya membiarkan sang istri melakukan kesenangannya. Dengan langkah gontai, dirinya berjalan menuju ranjang dan kembali membaringkan tubuhnya yang begitu lelah. Kerja di ladang seharian dan malamnya harus di peras lagi untuk memenuhi keinginan sang istri.

Sinta dahulu tidak seperti itu. Ini semua terjadi sejak 2 tahun belakangan. Mungkin istrinya mengalami puber kedua atau bagaimana, Aldo sendiri pun tak tahu. Tiba-tiba saja Sinta memiliki libido tinggi dan selalu merasa tidak puas dengan dirinya.

Aldo menutup wajahnya dengan bantal karena mendengar suara istrinya yang terdengar sampai ke telinganya.

Beberapa menit berlalu, Sinta selesai dengan aktivitasnya dan segera berbaring di samping Aldo.

"Belum tidur, Mas?" tanya Sinta saat mengetahui Aldo masih terjaga.

"Belum. Nungguin kamu, Dek. Jangan langsung tidur. Bersihkan dahulu tubuhmu dan segera pakai pakaianmu," perintah Aldo.

Sinta mendengus kesal. "Aku kehabisan tenaga, Mas. Tanganku pun juga capek. Lagian, tidak ada yang melihat." Sinta tak menggubris perintah sang suami dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. "Nah, sudah tertutup kan? Ya udah, aku mau tidur."

Aldo menggelengkan kepala melihat tingkah sang istri. "Selimutmu akan terlepas saat kamu tertidur nanti. Kita ini hidup berdampingan dengan mahluk gaib. Jadi, kita juga harus bisa menjaga tubuh kita, Dek. Cepat, pakai bajumu kembali."

Ucapan yang Aldo lontarkan tak mendapat respon apa-apa dari Sinta. Perempuan itu sudah tertidur.

....

Selimut yang menutupi badan polos Sinta tersingkap. Angin tiba-tiba tertiup dan membuatnya kedinginan. Dengan mata yang masih terpejam, Sinta menarik selimut itu untuk menutupi badannya kembali.

Seperti ada yang menarik, selimut itu kembali terlepas dari badan Sinta. Berkali-kali Sinta benarkan. Akan tetapi, kain itu terus saja tersingkap.

"Pakai selimutmu sendiri, Mas!" ucap Sinta dengan suara berat dan sedikit serak.

Lagi-lagi selimut itu kembali ditarik, sehingga tubuh polos itu kembali terlihat. Dengan kesal, Sinta terbangun dan mengucek matanya dengan pelan. "Kamu apa-apaan sih, Mas!"

Saat mata Sinta sudah terbuka, dia begitu terkejut karena tidak ada siapapun di sampingnya. "Mas ... Mas Aldo?"

Sinta meraih baju dan memakainya. Kemudian mencari suaminya ke dapur dan kamar mandi. Namun, ia tidak menemukan siapa-siapa. Sinta kembali ke depan dan menengok ke dalam kamar kedua anaknya, akan tetapi tak ada juga.

"Kamu kemana sih, Mas?" gumamnya pelan.

Sinta menuju ruang depan yang terdapat jam dinding di sana. "Baru jam 2 malam. Gak mungkin Mas Aldo pergi ke masjid."

Saat Sinta berbalik, dirinya sangat terkejut melihat suaminya tengah duduk di belakangnya. "Ya ampun, Mas! Kamu dari mana saja? Kenapa tiba-tiba ada di sana?"

Dengan kesal, Sinta terus menggerutu dan duduk di samping sang suami. Aldo hanya diam, tak ada senyum yang menghiasi wajahnya. Sinta menyentuh tangan Aldo. "Tanganmu dingin sekali. Kamu dari luar rumah?"

Aldo menganggukkan kepala dengan pelan. Tanpa berucap sepatah kata pun, Aldo melenggang pergi menuju kamar. Sinta yang masih terkejut dan juga bingung, lantas mengikuti langkah sang suami.

Saat tiba di ambang pintu, Sinta kembali dikejutkan dengan adanya Aldo yang berdiri di sana. "Ya ampun, Mas! Bisa tidak, jangan ngagetin aku?"

Aldo hanya menatap datar wajah Sinta. Setelah Sinta masuk, pintu kembali ditutup oleh Aldo.

"Aaaaaaa ...!"

Sinta memekik karena tubuhnya di angkat dan di gendong menuju ranjang. "Kamu mau ngapain, Mas?"

Tak ada jawaban dari mulut Aldo. Sinta tersenyum malu saat Aldo mencumbu dirinya dengan penuh semangat.

....

Pukul 03.30

Napas Sinta memburu dan tersengal-sengal. "Kamu minum apa, Mas? Tumben kuat banget. Malah aku yang kewalahan."

Sinta memeluk Aldo dengan erat. Dirinya sangat puas dengan performa suaminya itu. Tak seperti biasanya yang hanya mampu bertahan 20 menit. Sinta mengecup pipi Aldo yang terasa dingin.

"Sinta suka sekali." Sinta pun kembali terlelap di pelukan Aldo.

***

***

"Sudah jam berapa ini? Ayo, pulang."

Ardi mengeluarkan ponsel yang berada di saku miliknya. "Jam 4, Mas. Ayo!" sahut Ardi sembari berdiri dan menenteng ikan hasil memancing bersama sang kakak di pinggir sungai.

Aldo pun membereskan alat pancing. "Gak sia-sia kita mancing malam-malam." Dirinya tersenyum sumringah karena hasil memancingnya mendapat banyak ikan dan besar-besar.

Kakak beradik itu pun berjalan berdampingan. Aldo membawa alat pancing, sedangkan Ardi menenteng ikan dan di tangan kirinya membawa senter.

"Besok mancing lagi ya, Mas?"

"Jangan setiap hari. Mas harus ke ladang. Hari ini libur karena pemilik sawah pergi ke rumah saudaranya. Jadi, Mas bisa tidur dengan nyenyak."

Lanjut Membaca

Daftar Isi SUAMI GHAIB

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cinta Rumit Tiga Sekawan
8.8
Setelah sekian lama berjuang melawan penyakitnya hingga hampir sembuh, Wenny Sanjaya akhirnya mengambil keputusan besar yang mengejutkan keluarganya. Saat sang ibu, Maya Sanjaya, menawarkan pilihan untuk membatalkan perjodohan masa kecilnya di Kota Jintara, Wenny justru menyatakan kesediaannya untuk pulang dan menikah. Namun, sebelum melangkah ke pelaminan, Wenny meminta waktu dua minggu guna menuntaskan segala urusan yang tersisa di Kota Hanis, sementara keluarganya mulai mempersiapkan pernikahan tersebut.
Sampul Novel Kontrak Cinta Terlarang
8.8
Dua tahun menikah, Celine mendapati fakta bahwa Alister, suaminya, menyukai sesama jenis. Demi memenuhi tuntutan keluarga yang mendambakan kehadiran seorang anak, Alister membuat rencana nekat. Ia menyewa Jonathan untuk menghamili Celine lewat sebuah pernikahan kontrak. Kini, Celine terjebak dalam pusaran rencana gila tersebut. Ia menghadapi dilema moral yang sangat berat demi memuaskan ekspektasi semu keluarganya. Mampukah Celine menjalani skenario terlarang ini?
Sampul Novel My Sugar Daddy
8.7
Demi kesembuhan ibu dan pendidikan sang adik, seorang gadis kurang mampu harus berjuang keras menopang keluarganya. Impitan ekonomi memaksanya mengambil keputusan nekat untuk menjadi sugar baby demi mendapatkan uang. Di balik keputusan berisiko dan pergolakan batin yang mendalam, takdir justru mempertemukannya dengan cinta sejati. Lewat perjuangan berat yang ia lalui sendirian, ketabahan hatinya pun berujung pada kebahagiaan yang indah.
Sampul Novel Penghinaan Saudari Tiri, Dusta Kekasih
7.9
Karir violinis Anindya Larasati hancur seketika setelah video pribadinya tersebar luas di sebuah gala megah. Ternyata, skandal ini didalangi oleh Bima Wiratama, kekasihnya sendiri, yang bersekongkol dengan kakak tiri Anindya, Safira. Tak hanya dikhianati, Anindya juga disiksa keji oleh rekan Bima hingga menyisakan luka permanen. Sadar cintanya diperalat untuk balas dendam dan menghadapi obsesi gelap Bima yang ingin menghancurkannya, Anindya bertekad bangkit lalu menghilang demi merebut kebebasannya.
Sampul Novel Rumah Kakek
8.4
Dara sedih karena rumah mendiang kakeknya dicap angker, padahal di sana tersimpan kenangan masa kecilnya. Walau begitu, ia mengakui adanya aura mencekam. Setelah enam belas tahun berlalu dan renovasi total dilakukan, misteri gelap di hunian itu belum juga sirna. Dara pun mulai meragukan sosok yang dulu meneror mereka. Apakah entitas itu masih ada di sana? Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit untuk kembali guna membongkar rahasia sang kakek.
Sampul Novel WINIH TRESNA
9.8
Pesantren Ruqyah Karang Pandan mendadak gempar akibat hilangnya putra seorang ustadz secara misterius. Suasana kian menegangkan ketika bercak darah mencurigakan ditemukan di kamar korban. Apakah kekuatan gaib yang menjadi dalang di balik peristiwa ini? Misteri mencekam kini menyelimuti seluruh lingkungan pesantren, memicu tanda tanya besar bagi semua orang mengenai kenyataan pahit di balik hilangnya anak tersebut secara tragis.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan