APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Setelah Reinkarnasi, Aku Menjauhinya

Setelah Reinkarnasi, Aku Menjauhinya

Setelah terlahir kembali, aku bertekad menjauhi tunanganku dan membiarkannya bersama cinta pertamanya demi menghindari nasib tragis di kehidupan lalu, di mana aku disiksa hingga mati akibat dituduh memicu bunuh diri kekasihnya. Aku menuruti semua keinginannya untuk pergi jauh hingga menerima lamaran pria lain demi hidup tenang. Namun, saat aku sedang berbahagia bersama keluarga baruku, mantan tunanganku itu justru datang berlutut sambil menangis, memohon agar aku kembali ke pelukannya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Di kehidupan sebelumnya, pada hari pernikahanku dengan Jefri, Paula mengiris pergelangan tangannya di hotel untuk bunuh diri.

Jefri meninggalkanku sendirian di pesta pernikahan, berlari untuk menemui Paula.

Aku dulu berpikir bahwa kematian Paula akan menjadi duri yang tak akan pernah bisa hilang di antara aku dan Jefri. Namun, aku melihatnya begitu hancur karena kematian Paula.

Hatiku juga ikut terasa sakit.

Tepat ketika aku sudah bersiap untuk berpisah dengannya karena hal itu.

Jefri malah memelukku erat sambil berkata, "Sonia, sekarang aku hanya punya kamu."

Setelah menikah, Jefri memperlakukanku dengan sangat baik. Semua urusan rumah tangga, baik yang besar maupun yang kecil, tidak pernah aku sentuh. Dia yang akan selalu mengurus semuanya sendiri.

Tidak peduli seberapa sibuk pekerjaannya, setiap hari Jefri akan pulang tepat waktu untuk makan malam bersamaku. Bahkan sekretaris di kantornya pun semuanya laki-laki. Katanya, dia tidak ingin menimbulkan kesalahpahaman atau masalah yang tidak perlu.

Teman-temanku iri padaku karena memiliki pria yang begitu sempurna.

Aku juga merasa sangat beruntung. Betapa berartinya hidupku karena bisa bertemu dengan Jefri.

Namun, pada hari ulang tahun pernikahan kami yang kesepuluh, aku mati di tangan pria itu.

Jefri menyalahkanku karena telah memisahkan mereka. Dia menguliti tubuhku, mencabut uratku, lalu menguras darah dari tubuhku hingga habis.

Jadi, saat aku menyadari bahwa aku telah terlahir kembali, aku hanya ingin menjauh dari mereka, menjalani hidup dengan baik.

Meski aku sudah menyiapkan diriku secara mental, saat melihat Jefri yang penuh percaya diri dan berkarisma, dada ini tetap terasa sesak dan sakit.

Dia berdiri bersama Paula di depan gedung perusahaan.

Tatapan mata Jefri pada Paula tampak begitu lembut, seolah bisa memesona siapa pun.

Begitu melihatku turun dari lantai atas, ekspresi Jefri sedikit berubah. Kemudian, dia menoleh dengan penuh kekhawatiran ke arah Paula.

Aku menatap Jefri, lalu ingatan dari kehidupan sebelumnya muncul dalam benakku.

Di kehidupan sebelumnya, aku selalu bertengkar dengan Jefri karena Paula.

Saat pertengkaran menjadi makin sengit, Jefri akan menatapku dengan raut kecewa sembari berkata, "Aku dan Paula sekarang hanya teman. Dia sedang sakit, bisakah kamu berhenti membuat keributan dan nggak memprovokasinya? Dia masih mencintaiku! Jangan sering muncul di hadapannya!"

Setelah mengatakan itu, Jefri selalu meninggalkanku sendirian, pergi berlibur bersama Paula.

Pada saat itu, Jefri baru berusia dua puluh tahun. Masih terlalu muda untuk bisa menyembunyikan emosinya dengan baik.

Dia seperti landak yang memperlihatkan bagian perutnya yang lembut kepada Paula, sementara semua durinya ditusukkan ke arahku.

Aku menundukkan kepala, mempercepat langkah, berniat segera pergi dari sana.

Namun, Paula tiba-tiba memanggilku. Wajahnya penuh dengan kebingungan serta kepanikan ketika dia berujar, "Nona Sonia, Jefri hanya ingin menemaniku. Jangan bertengkar dengannya karena aku, ya?"

"Di pesta lajang malam ini, semua orang nggak ada yang membawa pasangan mereka. Jadi, jangan terlalu dipikirkan ...."

"Jefri, Nona Sonia sedang marah, cepat tenangkan dia."

Jefri tersenyum lembut pada Paula sambil berkata dengan santai, "Sonia nggak berani marah padaku. Akhir-akhir ini, dia cukup tahu diri."

"Lagi pula, kamu yang nggak akan senang kalau aku menenangkannya. Aku nggak ingin melihatmu kesal," lanjut Jefri.

Aku terdiam di tempat.

Kata-kata Jefri terasa seperti belati yang menancap dalam ke dadaku.

Ketika melihatku masih berdiri diam di sana, mata Jefri dipenuhi kejengkelan.

Dia berkata dengan nada kesal, "Kenapa kamu masih berdiri diam di situ? Melihatmu saja sudah membuatku muak."

"Oh ya, Paula akan mulai bekerja di perusahaan. Aku akan mengantarnya pergi dan pulang setiap hari. Kalau kamu nggak ada urusan penting, jangan muncul di depan kami. Jangan membuatnya nggak bahagia," lanjut Jefri.

Keesokan harinya, dengan mata bengkak karena menangis semalaman, aku menyerahkan proposal yang sudah aku siapkan sepanjang malam.

Pada saat yang sama, ada juga surat pengunduran diriku.

Setelah meninggalkan kantor direktur, aku kembali ke meja kerjaku untuk mengemasi barang-barangku.

Tiba-tiba, terdengar keributan dari pintu masuk. Aku pun mengangkat kepala.

Itu adalah Jefri dan Paula.

Mereka memakai pakaian dengan warna senada, berjalan masuk sambil tertawa serta mengobrol akrab.

Tangan Jefri dengan lembut melingkari pinggang Paula.

Tatapannya penuh kasih sayang.

Sekilas, mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang serasi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel HASRAT TERLARANG GIGOLO
8.1
Demi menghidupi ibu yang sakit jiwa dan tiga adiknya, Bagaskara yang berusia 20 tahun terpaksa menjadi pria sewaan. Ia pun tergiur tawaran fantastis dari Arta Syakila, miliarder wanita berumur 27 tahun yang rela membayar 500 juta rupiah demi satu malam bersamanya. Meski hidup bergelimang harta, motif Arta menyewa gigolo masih menjadi misteri. Akankah Bagas mampu keluar dan hidup tenang, atau malah terjebak selamanya dalam rahasia gelap sang wanita kaya?
Sampul Novel Kuhancurkan Harga Dirimu, Galih
8.4
Tujuh tahun kulupakan karier hukum demi mendukung mimpi Galih. Sialnya, dia malah mengabaikanku demi Davina, bahkan abai pada alergi seafood-ku saat sakit. Setelah 52 kali rencana masa depan kami dibatalkan sepihak, aku memilih pergi. Kini, aku bangkit menjadi pengacara sukses yang mandiri. Saat Galih bersujud memohon di depan kantor, aku menolaknya dengan tegas. Waktunya telah tiba bagiku untuk menghancurkan harga dirinya dan memegang kendali penuh atas takdirku sendiri.
Sampul Novel Pemilik Rumah yang Cantik
9.3
Tinggal berseberangan dengan pemilik rumah yang cantik membuat hidup seorang penyewa berubah. Awalnya, wanita itu tampak dingin dan menjaga jarak. Namun, sebuah momen sederhana saat menyapu tangga mulai mencairkan suasana hingga mereka menjadi akrab. Keakraban itu membawanya mendapat undangan untuk berkunjung ke rumah sang pemilik. Keingintahuan berujung pada aksi nekat bersembunyi di dalam lemari, di mana ia menyaksikan interaksi intim antara wanita itu dan suaminya secara langsung.
Sampul Novel Rahasia Kafe Suamiku
9.5
Demi kebebasan, Dara Jelita terpaksa menikahi Raka Barawijaya atas tuntutan ayahnya. Remaja 18 tahun ini pun bertekad menyelidiki rahasia kelam di balik Kafe Nirwana, bisnis milik sang suami. Namun, penyelidikan tersebut justru menjebak Dara dalam misteri mendalam bersama sosok Raka yang buas. Kini, ia dihadapkan pada dilema besar: menghancurkan bisnis suaminya atau justru menyelamatkan pria itu dari ancaman berbahaya yang sedang mengintai.
Sampul Novel SUAMI MADU TIGA
9.2
Pengusaha kaya raya, Sebastian Narendra Gunawan, berniat mempersunting seorang gadis payung untuk menjadi istri ketiganya. Namun, ambisi pria beristri dua ini tidak berjalan mulus karena dihadang berbagai rintangan emosional. Salah satu istrinya bahkan nekat melancarkan aksi teror demi menggagalkan rencana tersebut. Di bawah bayang-bayang ancaman yang menegangkan, akankah Naren berhasil memadu tiga istrinya, atau justru sang calon pengantin baru yang memilih mundur?
Sampul Novel VIRGIN
9.3
Demi membebaskan keluarganya dari jerat kemiskinan, Rayana mengambil keputusan nekat dengan menjual daya tarik fisiknya kepada pria hidung belang. Namun, gadis polos ini tetap bersikeras mengajukan satu syarat mutlak: ia harus tetap suci. Kini, ia berada di persimpangan jalan, terjepit antara kerasnya realitas hidup dan prinsip diri. Sanggupkah Rayana mempertahankan mahkotanya, atau ia justru akan hancur dalam kesepakatan berbahaya ini?