APKDock Logo
Sampul Novel SUAMI MADU TIGA

SUAMI MADU TIGA

9.2 / 10.0
Pengusaha kaya raya, Sebastian Narendra Gunawan, berniat mempersunting seorang gadis payung untuk menjadi istri ketiganya. Namun, ambisi pria beristri dua ini tidak berjalan mulus karena dihadang berbagai rintangan emosional. Salah satu istrinya bahkan nekat melancarkan aksi teror demi menggagalkan rencana tersebut. Di bawah bayang-bayang ancaman yang menegangkan, akankah Naren berhasil memadu tiga istrinya, atau justru sang calon pengantin baru yang memilih mundur?

SUAMI MADU TIGA Bab 1

"Ah ...."

Suara serak nan menggoda  seorang wanita terdengar dari dalam kamar sebuah rumah besar dengan ukiran kayu khas Jepara. Kamar yang juga kental dengan ukiran kayu dan dihiasi mawar putih di sekitar sudut-sudut yang tampak oleh mata menambah suasana romantis pada dua pasangan yang baru saja menikah, Sebastian Narendra Gunawan atau biasa disapa Naren dan Pramudya Ayuningtyas atau biasa disapa Tyas. Pernikahan yang dilandasi dengan cinta tentu saja akan memberikan makna tersendiri di dalamnya, terlebih pasangan yang biasa disapa NaTa ini adalah pasangan yang serasi, baik fisik maupun financial. Meskipun secara tinggi badan, Naren tidaklah setinggi sang istri yang berprofesi sebagai pramugari di sebuah maskapai internasional, namun perbedaan tinggi badan bukanlah halangan bagi pasangan ini untuk melangkah hingga ke jenjang pernikahan.

"Kau tahu, Sayang. Aku sangat bahagia karena akhirnya kita bisa bersatu menjadi suami-istri yang sah dan tak lagi malu-malu mengumbar kemesraan di depan publik." Ucap Naren yang terus menjamah tubuh sang istri dari mulai kepala hingga ke area sensitif yang dimiliki oleh sang istri dan membuat Tyas merem-melek karena jemari luwes dan lincah sang suami.

"Ih, nakal kamu, Mas. Apa coba maksudnya mengumbar kemesraan di depan publik? Kamu pikir kita ini selebriti? Malu tau!" Tawa renyah Tyas dan ekspresi manja sang istri yang malu-malu kucing semakin membuat Naren bernafsu ingin 'memakan' wanita yang kini telah resmi menyandang status Nyonya Sebastian Narendra Gunawan.

"Jangan membuat ekspresi seperti itu di depanku, Sayang." Ucap Naren dengan tatapan mata sayu namun seksi.

"Ekspresi seperti apa maksud kamu, Mas? Jangan gitu, ih!" Tyas langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya menahan malu.

"Lihat deh, muka kamu udah kaya anak kucing baru brojol dari perut emaknya." Tawa sang suami sambil mencubit pelan ujung hidung sang istri.

"Ih, kamu jahat! Masa aku disamakan sama anak kucing." Tyas memajukan bibirnya layaknya anak kecil yang merajuk.

"Ululululu, Sayangku merajuk. Sini-sini Mamas peluk." Ucap Naren yang segera membuka lebar kedua tangannya meraih leher sang istri.

"Ih, apa-apaan, sih, Mas. Aku belum mandi tahu! Masih bau, nihh." Ujar Tyas mencium tubuhnya yang sebenarnya tak bau.

"Bodo amat, mau kamu bau atau wangi, yang penting aku tetep sayang sama kamu. Atau ... kamu mau kita mandi bareng, ya." Naren menaikkan kedua alisnya layaknya rollercoaster tambah senyum menggoda.

"Nakal, ya ... dulu kamu ga gini, deh, Mas. Tapi sekarang kamu mulai berani, ya." Ujar Tyas memukul pelan dada Naren.

"Tapi, nakal-nakal nikmat, kan." Senyum Naren menggoda sang istri.

"Ih, udah, ah. Aku mau mandi." Tyas bersiap berdiri menuju kamar mandi, namun sang suami menarik jemarinya hingga tubuhnya terhempas ke kasur empuk dan di bawah sang suami.

"M-Mas ...."

"Sstt, jangan berisik! Nanti kalau Bapak sama Ibu bangun, bisa berabe kita. Bisa gagal masuk ini."

"Ish, ngomong apa, sih kamu. malu, ih. Udah ah, aku mau mandi. Ga enak, udah lengket banget badannya."

Tyas yang berada di bawah tubuh kekar sang suami, berusaha mendorongnya pelan sambil sesekali mencubit pergelangan tangannya yang genit.

"Aku mau mandi, Mas. Ayolah ..." pinta Tyas manja.

"Mmm, tidak!" tolak sang suami menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.

"Duh, aku gerah, Mas. Aku mau mandi. Serius."

"Satu kali?" Naren menaikkan lagi kedua alisnya.

"Satu kali apa?" tanya Tyas pura-pura bodoh.

Naren langsung berwajah masam begitu mendengar balasan Tyas. "Masa iya, begitu aja ga ngerti. Dahlah, sana mandi!" Naren segera berdiri dari posisi sebelumnya berada di atas tubuh sang istri, mengambil sebungkus rokok yang tergeletak di nakas warna krem dekat tempat tidur mereka.

"Mas, mau ke mana?" tanya Tyas pelan.

"Cari angin!" 

BRAK!

Naren menutup pintu kamar mereka agak kencang dan pergi ke luar.

'Ya Tuhan, aku kan cuma bercanda, kenapa Mas Naren jadi tersinggung?' gumam Tyas merasa bersalah dan segera menghampiri sang suami.

Naren yang sedang berada di taman luas rumahnya tampak duduk di sebuah gazibu putih yang masih terhias mawar putih sisa resepsi pernikahan mereka. Sambil mengepulkan asap putih ke langit malam kota Jogja, pria yang juga merupakan pengusaha mebel sukses itu melawan dinginnya malam yang harusnya tak ia dapatkan di malam pengantinnya.

"Mas?" ucap Tyas dengan piyama merah muda berendanya menghampiri sang suami. "Sedang apa di sini?" tanyanya lagi.

"Cari angin, kan sudah kubilang." Sahut Naren mengepulkan asap.

Tyas yang berdiri di depan Naren dengan pandangan tertunduk kemudian memberanikan diri berjalan mendekati sang suami. "Maafin aku, Mas." Ujarnya memilin ujung piyama-nya.

"Kenapa? Kok minta maaf?" tanya balik Naren acuh.

"Massss." Tyas memegang jemari kiri Naren dengan lembut dan ekspresi manja. "Aku tahu aku salah. Aku ga seharusnya begitu, harusnya aku-" Tyas menutup mulutnya.

"Harusnya kamu apa?" Lirik Naren.

"Harusnya aku melayanimu."

"Terus?"

"Yaaaa, melayani Mas Naren dengan baik." Tunduk Tyas.

"Hmmm, terus gimana lagi?"

"Kamu tuh, ya-" Tyas mulai emosi.

"Ehem-" 

Serasa anak kucing yang berhadapan dengan sang induk, Tyas langsung tak berdaya dan hanya menundukkan kepala. Melihat sang istri yang telah menyesali perbuatannya, Naren mematikan rokoknya dan menarik tangan sang istri dengan lembut.

"Kemarilah," pinta Naren. "Aku bukannya marah padamu, aku hanya takut akan kelepasan emosi. Maaf, ya kalau aku udah buat kamu takut." Lanjut Naren mendudukkan sang istri di atas pahanya dan menggoyangkan tubuh sang istri.

"Eh, a-apa-apaan, Mas-"

Tyas mulai merasakan sesuatu yang 'tak biasa' menindih tubuhnya. 

"M-Mas ..." ucap Tyas terbata dan tak berani menengok ke arah sang suami.

Tanpa ragu, Naren memegang leher sang istri dan melumat bibir seksi merah merekah milik wanita yang menjadi primadona di maskapai tempatnya bekerja.

"Mm--mm--mm---"

"Ssstt, jangan kencang-kencang. Nanti disangka tetangga kamu sedang diapa-apakan." Ucap Naren dengan bibir basah melumat bibir mungil Tyas.

Dengan napas tersengal dan bibir basah, Tyas melirik Naren dengan tajam. "Kamu ya, benar-benar nakal, Mas. Bukannya aku memang sedang 'diapa-apakan' olehmu? Pakai menyangkal! Huft ...." Sang istri mendorong tubuh suaminya pelan dan bergaya manja. "Jahatnyaaaaaa-" tambahnya lagi.

Naren tersenyum geli dan langsung memeluk tubuh sang istri erat. Merekatkan kedua dadanya yang bidang ke sang istri dan memberikan kehangatan di malam pertama mereka sebagai suami-istri. Namun Tyas masih menunjukkan marahnya seperti anak kecil, bibirnya yang merah dimainkan olehnya, dan mengalihkan pandangan matanya dari Naren.

"Sayang? Hei ... waduh, kok marah?" ucap Naren menyentuh wajah sang istri namun tetap tak digubris. "Beneran marah, ya? Iya--iya aku minta maaf. Maaf, ya ... kok, marah sih? Ini kan malam pertama kita? Masa kamu tega ngebiarin aku kedinginan? Nanti gimana dengan si ...."

Tyas langsung menutup mulut sang suami dan kembali memperhatikannya.

"Ssst, malu tau!" ucap Tyas pelan sambil melebarkan pupilnya.

"Apa, sih kok pake ditutup segala mulutnya," senyum Naren kecil.

"Karena aku tahu kamu mau bilang apa. Makanya langsung kututup biar kamu ga ngomong macem-macem, huhhh." Lagi, Tyas pura-pura kesal.

"Apa aku bisa marah padamu?" sahut Tyas malah menggoda sang suami dan menyodorkan dengan sengaja dagu lancipnya.

"Lagi-lagi kau menggodaku, kaaaannnn. Nanti, jika aku menggodamu, kamu marah," sindir Naren melihat sang istri dengan tatapan mesra.

Tangan Tyas meraih pinggang sang suami dan melekatkan tubuhnya pada tubuh Naren. "Sayang, jangan mancing ...,"

"Jika aku ingin ... apa tak boleh? Kita kan sudah sah, Mas." Senyumnya.

"Yang nakal itu kamu, bukan aku," balas Naren tak mau kalah.

Kali ini, Tyas yang tertawa melihat sikap sang suami yang merajuk. Dengan manja, dia menarik-narik kaos putih tipis milik sang suami yang telah melonggarkan pelukannya.

"Mas--mas--" ucap Tyas manja.

"Hnnn," sahut Naren memalingkan tubuhnya dari sang istri.

Tyas yang sebenarnya wanita pemalu harus menanggalkan rasa malunya dan mencoba membujuk kembali sang suami. "Mas---aku ...."

"Apa? Kamu apa?" balas Naren tanpa masih merajuk.

"Aku kedinginan." Bisiknya di telinga sang suami.

Segera, Naren memutar tubuhnya dan melihat Tyas sudah dalam posisi yang membuat Naren tak lagi dapat menahan keinginannya. Bagai harimau yang mendapat daging segar, Naren langsung menarik selimut abu-abu di atas kasurnya dan ....

"Pelan-pelan ya, Mas ...."

Lanjut Membaca

Daftar Isi SUAMI MADU TIGA

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Bersinar Setelah Menjanda
9.0
Amira sempat dipandang sebelah mata oleh Irfan yang mengira mantan istrinya itu tak akan mampu bertahan sendirian. Namun keadaan kini berbalik total. Saat Amira berhasil membuktikan kemandiriannya hingga meraih puncak kesuksesan, hidup Irfan justru hancur berantakan. Di tengah penyesalannya, Irfan datang lagi berusaha mendekati dan memikat Amira kembali. Apakah Amira akan luluh pada rayuan masa lalu, atau membiarkan sang mantan suami meratapi nasibnya?
Sampul Novel Dinikahi Suami Majikan
9.6
Masa muda Laili harus berakhir secara tak terduga demi sebuah pernikahan sakral. Pria berambut putih yang selama ini menjadi majikannya dan selalu ia panggil 'Tuan', kini telah resmi menjadi suaminya melalui akad nikah secara agama. Tak pernah terlintas dalam benak Laili bahwa takdir akan membawanya ke posisi ini. Kini, ia harus beradaptasi menjadi seorang istri dari pria yang dulu ia layani, memicu konflik batin yang mendalam akibat perbedaan status sosial mereka.
Sampul Novel Dua Istri CEO: Istri Simpanan Suamiku
8.0
Demi mengamankan warisan, Adam menikahi Maya yang naif, walau hatinya milik Sabrina. Hubungan gelapnya tertutup rapat berkat kelicikannya. Namun, rahasia itu perlahan tercium. Saat kebenaran terungkap, Adam harus memilih: mempertahankan kekayaan atau cinta sejatinya.
Sampul Novel OLD VIRGIN (WHEN I LOVED YOU)
7.9
Shereen Edwarida, seorang wanita karier sukses, menutup rapat hatinya akibat trauma masa lalu yang mendalam. Ia ditinggalkan oleh kekasihnya tepat sebelum pernikahan demi perempuan lain. Meski dicap perawan tua oleh lingkungan sekitar, Shereen tetap memilih sendiri dengan dukungan keluarga dan sahabat. Namun, pertahanannya goyah saat sang mantan kembali untuk menebus kesalahan. Akankah ia memberikan kesempatan kedua di tengah bayang-bayang luka lama?
Sampul Novel Pengampunan Ditolak: Terjerat dengan Paman Mantan Saya
8.3
Madison mendedikasikan masa mudanya demi mencintai Colten, tetapi ia hanya mendapatkan perlakuan dingin. Begitu pengkhianatan Colten menghancurkan seluruh impiannya, Madison memutuskan pergi untuk merajut kehidupan baru yang jauh lebih berharga. Saat Colten akhirnya menyesal dan memohon pengampunan, semuanya telah terlambat. Langkah pria itu diadang oleh pamannya sendiri yang sangat berpengaruh, sosok yang kini menjaga Madison dan menyatakan bahwa ia bukan lagi miliknya.
Sampul Novel Wanita Kesayangan Tuan Duda
9.5
Kehidupan Selena Tan berubah drastis usai melewati malam tidak terduga bersama Nicole Saputra, duda konglomerat. Demi bertanggung jawab atas insiden tersebut, ia kini menghadapi risiko kehamilan di luar nikah. Selena dihadapkan pada pilihan sulit: menyetujui pernikahan tanpa cinta yang ditawarkan Nicole, atau menanggung rasa malu seorang diri. Di tengah kepanikan dan ketidaksiapannya berumah tangga, ia harus segera menentukan pilihan demi masa depannya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan