APKDock Logo
Sampul Novel ADA DARAH DI DALAM AIR

ADA DARAH DI DALAM AIR

8.8 / 10.0
Demi membalas dendam atas kematian tragis sang ibu, seorang pemuda bertekad menghabisi pembunuhnya, yang tak lain adalah ayah kandungnya sendiri. Namun, misinya sangat mustahil karena targetnya merupakan bos tertinggi MBR, sindikat mafia terkuat dan paling ditakuti di Asia. Di bawah bayang-bayang kekuasaan sang ayah yang begitu besar, mampukah ia menuntaskan dendamnya? Ataukah perlawanan nekat ini justru akan berbalik menghancurkan hidupnya?

ADA DARAH DI DALAM AIR Bab 1

Di gelapnya kamar dengan hanya disinari cahaya bulan nampak jelas dua orang insan yang tengah bergulat di ranjang dengan sangat panas.Suara-suara desahan dari keduanya menggema keseluruh ruangan,untungnya ruangan itu kedap suara.

Sindi yang berada di bawah Kungkungan bosnya nampak kelelahan mengimbangi tempo yang dimainkan oleh bosnya sendiri,tapi dia tak mampu berucap untuk menyelesaikan permainan panas ini.

Mr,J dan Sindi mendesah panjang begitu pelepasan yang kesekian kalinya.

Mr,J pun turun dari atas ranjang dan memakai kembali baju beserta celananya.Detik selanjutnya pria itu melemparkan segepok uang untuk Sindi yang telah menjadi teman malamnya kali ini.Meski dirinya menjadi bos di club Sindi bekerja,mau bagaimana pun dia juga harus membayar jasa yang diberikan oleh Sindi.

"Bersihkan tubuhmu dan pulanglah,"kata Mr,J sembari menutup pintu kamarnya meninggalkan Sindi yang masih terbaring kelelahan di ranjang.

Sindi menatap kelangit-langit kamar yang bernuansa merah dan hitam itu,entah apa yang dia rasakan tiba-tiba cairan bening mengalir dari pelupuk matanya.

Ia terisak pelan meski rasanya menjijikkan dia harus terus melakukan hal kotor seperti ini.Ayahnya yang terbaring di ranjang rumah sakit lah yang menyebabkan dia menjadi wanita malam,ia tak tau harus mencari uang dimana lagi,tak mudah untuk mencari uang 100 juta dalam kurun waktu 1 bulan.Dan ia sudah 2 Minggu menjadi wanita malam di club milik Mr,J.Berbagai pria sudah ia layani,termasuk Mr,J yang notabennya sebagai bosnya sendiri.

Tangannya mengusap pelan air mata yang asik mengalir dengan derasnya.Ia pun bangkit perlahan-lahan menuju kamar mandi di kamar itu.

***

Di ruang keluarga.

"Dimana dia?"Sekertaris Jo menggeleng pelan begitu tuannya menanyakan seseorang yang sedari tadi tak ia lihat,bahkan batang hidungnya sekalipun.

Mr,J memijat pelipisnya pelan,pria berumur 37 itu nampak kesal mengingat DIA masih belum pulang sejak tadi pagi.

"Kalau dia sudah pulang beri tahu...aku ingin ke ruang kerja dulu."Sekertaris Jo membungkuk memberi hormat pada Mr,J yang berjalan meninggalkan nya.

***

Sindi nampak sudah rapi dan segar setelah keluar dari kamar mandi.Kakinya berjalan kearah sofa dan mengambil tas beserta uang yang masih berada di atas ranjang.

Sindi melirik jam di dinding kamar,pukul 11 malam.Matanya mendelik berarti sebentar lagi jam 12 malam dong.Ia bergegas menuruni anak tangga satu per satu.

Di jalan ia berpapasan dengan seorang maid yang sudah berumur,maid itupun mencegatnya.

"Nona mau pulang ya?"tanya maid yang diangguki kecil oleh sindi.

"Iya nih Bi,sindi mau pulang lagian pekerjaan Sindi sudah rampung,"jawabnya sopan nan sangat lembut.

Maid bernama Mega itupun menawarkan tumpangan yang dengan cepat di tolak oleh Sindi."Gimana kalau non Sindi pulangnya dianter Pak Supri (suaminya)"

"Tak usah bi,Sindi bisa pulang sendiri kok."Sindi memang wanita tak enakan,apalagi melihat wanita yang sudah mengeluarkan uban itu,kalau dia menyetujuinya otomatis jam istirahat wanita itu dan suaminya akan berkurang.Lebih baik pulang sendiri saja,tak usah merepotkan orang lain,itu lah yang dipikirkan Sindi sekarang.

"Beneran nih non,udah malam loh...apalagi non Sindi kan wanita,apa nggak sebaiknya diantar biar aman."Sindi menggeleng pelan.

"Saya beneran nggak apa-apa kok,lagian pasti masih banyak orang yang lalu lalang meski tak sebanyak siang hari sih.Tapi Sindi pasti aman kok,"Kata Sindi meyakinkan wanita di depannya.

"Yasudah kalau begitu saya pergi dulu ya,masih ada pekerjaan yang harus maid kerjakan"ujar maid Mega menyelonong pergi setelah mendapat 'iya-an' dari Sindi.

Sindi mulai melanjutkan jalannya.Mansion ini sangat sepi bahkan mungkin hanya terdengar suara jarum jam dan langkah kakinya.Kakinya otomatis terhenti,Ia teringat belum berpamitan dengan Bosnya,Tak sopan jika belum berpamitan dengan tuan rumah mansion ini.

Akhirnya Sindi berbalik lagi dan berniat untuk berpamitan terlebih dahulu.

Nihil,Sindi tak menemukan manusia itu.Kakinya bahkan sudah pegal mengelilingi luasnya mansion ini.

Tapi matanya seketika berbinar begitu sesosok orang melintas di depannya.Ia segera berteriak menghentikan orang itu,dan aksinya itupun berhasil.

"Hei!!!"

Orang itupun berbalik,Sindi tak dapat mengenalinya apakah itu pria atau wanita.Sebab yang dipakai oleh sesosok itu sangat tertutup,Hoodie berwarna hitam dengan topinya yang ditudungkan,juga dia memakai masker hitam.

Sesosok itu menunjuk dirinya sendiri.mungkin maksudnya apakah dia yang dipanggil oleh Sindi barusan.

Ia pun mendekati Sindi yang terlihat kelelahan dengan keringat mengucur tak hentinya.

"Apa kau tau dimana Mr,J sekarang?"tanya Sindi To the Points.

Hening,sesosok itu tak meresponnya langsung.Sindipun menanyakan kembali pertanyaan yang sama.

"Apa kau tau dimana Mr,J sekarang?"Lagi-lagi sesosok itu tak kunjung menjawabnya.

Sindi menghela nafas gusar,ia tak ada waktu untuk berlama-lama disini.

"Apa kau tau dimana Mr,J sekarang?"tanya Sindi tersenyum kecut,tangannya sudah terkepal erat karena geram dengan sesosok di depannya.

Akhirnya sesosok itu merespon jawabannya meski hanya menggunakan tangannya menunjuk ke arah pintu berwarna merah tua.

Sindi mengangguk paham."Terimakasih ya,kalau begitu saya pergi dahulu,"pamitnya dan berjalan kearah pintu yang ditunjuk oleh sesosok barusan.

DIA hendak melangkah pergi menyusul Sindi,tapi sebuah tangan memegang pundak yang otomatis membuatnya terhenti.

Saat berbalik ternyata sekretaris Jo lah orang yang memegang pundaknya.

"Apakah anda lapar?sepertinya tadi anda terlalu sibuk dengan dunia sendiri,bagaimana kalau saya buatkan makanan dahulu baru boleh pergi ke  kamar."DIA mengangguk menyetujui tawaran sekertaris Jo.Ia juga tak ingin berbohong bahwa cacing yang ada dalam perutnya sudah meronta-ronta sedari tadi.

"Minumannya saya buatkan jus jambu saja ya,tadi para maid membawa banyak jambu segar dan sangat manis."DIA hanya mengangguk saja.

"Baiklah kalau begitu saya buatkan dahulu,"kata sekertaris Jo membungkuk dan berjalan menuju arah dapur yang terbilang cukup jauh.

DIA berjalan perlahan-lahan menuju pintu berwarna kemerahan itu,mulutnya tak henti-hentinya bersiul.

Tangannya mulai memutar handle pintu.Baru masuk ke dalam DIA sudah disuguhkan dengan isakan dan jeritan dari dalam ruangan itu.Ia menduga bahwa suara itu adalah milik wanita yang ia temui barusan,yaitu SINDI.

Sebelum memulai pesta malam ini,DIA tak lupa mengunci pintunya terlebih dahulu.

Tangannya merogoh saku dan mengeluarkan benda berkarat yang jika di teliti itu adalah sebuah pisau.

Baru beberapa langkah Sindi datang dan menubruk badannya.Jelas terlihat bahwa wanita itu sedang ketakutan,wajahnya saja sudah pucat pasi. 

Apakah Sindi dikejar oleh hantu?atau sesuatu yang lebih menyeramkan dari hantu?memangnya ada yang lebih menyeramkan dari Hantu? 

ADA...yaitu,manusia.

"I-ini tempat apa?k-kenapa banyak penggalan kepala yang disimpan dalam wadah berbentuk kaca transparan?"tanya Sindi yang seluruh tubuhnya gemetaran.

Wanita itu teringat sesuatu.Korban?benar korban pembunuhan berantai di kota Jakarta semua korbannya tak memiliki kepala saat di temukan.Jangan-jangan...

Sindi mundur perlahan-lahan ke belakang.Mulutnya terasa kelu tak mampu menanyakan pertanyaan itu'apakah selama ini DIA yang menjadi pembunuh semua ini?'

"A-apa kau dalang dari pembunuhan berantai ini?"tanya Sindi mendapat gidikan baru dari sosok tersebut.

"Kumohon jangan bunuh aku,"mohon nya berlutut dihadapan sesosok itu.

Sindi tercekat begitu sesosok di depannya memainkan pisau dengan santai."ku mohon tolong beri aku kesempatan untuk hidup,aku tak akan memberitahu ke polisi,tapi ku mohon jangan bunuh aku,"mohon nya sekali lagi.

"Ku mo--"Belum sempat melanjutkan ucapannya,sebuah benda menerobos masuk ke dalam dadanya.Itu masih belum sepenuhnya,tapi rasanya amat sakit.Darah segar mengalir perlahan-lahan membasahi dress yang ia gunakan.

"Kenapa ka---"Sindi mendelik,lagi DIA menusuk kan pisau berkarat itu dalam dadanya.DIA mulai memperdalam tusukannya dan memutar pisaunya di dada wanita itu.

Bisa kalian bayangkan rasa sakit yang dirasakan oleh Sinta?Itu pisau berkarat loh,terlebih pisaunya diputar didalam dadanya.

Tubuhnya seketika ambruk ke lantai."Apakah ini hari terakhir ku di dunia ini?kenapa?kenapa harus sekarang.Masih banyak hal yang belum ku lakukan,dan lagi masih ada tanggung jawab ku untuk menyelamatkan nyawa ayahku yang tengah terbaring.Apakah sekarang?ini mimpikan?ku mohon katakan bahwa ini hanya sebuah mimpi,"batinnya tak terima dengan takdir yang menimpanya malam ini.

Lanjut Membaca

Daftar Isi ADA DARAH DI DALAM AIR

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Kesetiaanku Dibalas Pengkhianatan
8.4
Sebagai wanita dewasa berumur 30 tahun, aku kerap merasa tidak puas karena suamiku hanya mampu bertahan satu menit di ranjang. Kehadiran seorang montir berotot kekar sempat memicu hasrat terpendamku hingga kami nyaris melampaui batas, meski akhirnya aku menolaknya demi kesetiaan. Namun, pertahanan diriku runtuh saat mengetahui suamiku justru berselingkuh dengan tetangga hamil di seberang rumah. Kenyataan pahit ini mendorongku untuk membalas pengkhianatannya dengan cara yang sama.
Sampul Novel MENANTU MISKIN PRESDIR (MMP)
9.6
Sean Palmer, anak pelayan di keluarga kaya Hernandez, memendam rasa pada putri majikannya, Xavia Price. Perbedaan status sosial membuat cinta itu mustahil. Namun, takdir berubah saat calon suami Xavia melarikan diri di hari pernikahan. Demi menjaga reputasi, Tuan Hernandez meminta Sean menjadi pengantin pengganti. Mampukah pemuda miskin ini bertahan sebagai menantu di tengah keluarga konglomerat? Ikuti kisah romansa penuh liku ini.
Sampul Novel Monster Heart
8.9
Demi membalas dendam, jurnalis ambisius Alianna Monru memutuskan pulang. Namun, jalannya dihalangi sosok misterius yang ternyata pembunuh berantai pemilik kunci masa lalunya. Damian, sang pembunuh, mengenali Alianna sebagai gadis yang ia puja sejak sekolah. Ia sangat terpukul melihat pujaan hatinya kini berubah menjadi sosok yang penuh kebencian. Damian pun didera rasa bersalah yang mendalam, karena dialah dalang kehancuran hidup Alianna yang memicu dendam membara tersebut.
Sampul Novel My Fated Girl
8.9
Demi menolak perjodohan, Ranaya Arabella Raharja nekat kabur dari rumah. Namun, keputusan itu berujung pahit saat sang ayah memblokir seluruh fasilitas mewahnya. Di tengah situasi sulit tanpa uang dan tempat tinggal, bosnya yang menyebalkan, Aiden Saka Bumi, justru menawarkan tumpangan. Kini, Rana dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan gengsinya atau menerima bantuan sang atasan yang menegaskan bahwa segala hal di dunia ini membutuhkan timbal balik.
Sampul Novel Penyesalan Mantan Suamiku
9.8
Dua tahun menikah, kebahagiaan Sophia atas kehamilannya hancur karena Nathan meminta cerai. Saat nyawanya terancam dalam sebuah insiden pembunuhan, Nathan mengabaikan panggilan daruratnya hingga Sophia putus asa dan memilih pergi ke luar negeri untuk menata hidup baru. Namun, saat Sophia hendak menikah lagi, Nathan mendadak muncul kembali. Dengan penuh penyesalan, ia menuntut penjelasan mengenai anak yang telah dilahirkan oleh Sophia.
Sampul Novel The True Dragon Saviour
8.5
Setelah kabur dari Astralion, bangsa naga Khodsuga tinggal di Bumi dan melahirkan keturunan blasteran bernama Mandogarian. Dua abad kedamaian mereka kini terusik saat kekuatan gelap yang dulu memusnahkan leluhur mereka datang kembali. Ancaman ini tidak hanya mengintai Mandogarian, tapi juga manusia biasa yang tak berdaya. Demi mencegah kehancuran total, para Mandogarian harus berjuang membangkitkan kekuatan legendaris Khodsuga Wrath demi melindungi seisi dunia.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan