APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sentuhan Panas Pelayan Bar

Sentuhan Panas Pelayan Bar

Kayla harus membanting tulang sebagai pelayan bar sekaligus berkostum badut demi menyambung hidup. Takdir membawanya bertemu Andreas dalam dua kondisi berbeda. Di bar, Andreas terpikat oleh pesona Kayla hingga menawarinya pekerjaan model. Di sisi lain, Andreas malah jatuh cinta pada sosok badut jalanan, tanpa tahu bahwa itu adalah Kayla, model yang sangat ia benci. Rahasia identitas ganda ini kini mengancam hubungan mereka dalam pusaran konflik cinta dewasa.
Bab
Bagikan

Bab 2

Ya, pria itu Andreas. Andreas sendiri tak menyangka akan mendapatkan service terbaik hari ini. Sangat baik.

Andreas memasukkan kejantanannya yang sedikit mengecil ke dalam celana jeansnya dan menaikkan kembali resleting yang tadi dibuka oleh Anita si pelacur. "Siapa namanya?" tanyanya.

"Kalau nggak salah namanya Kayla. Kenapa? Lo mau coba dia juga?"

"Ide bagus."

Anita mengangkat bahunya. "Terserah Lo sih. Setidaknya untuk beberapa hari gue bisa istirahat dulu. Capek gue tiap hari layanin nafsu gila Lo." rutuk Anita.

"Kalau dia memuaskan, mungkin gue bebasin lo dalam beberapa saat. Tapi jika tak memuaskan, lo harus kembali layanin gue." jawab Andreas sekenanya.

"Emang kenapa sih lo betah banget sama gue."

"Meki lo enak. Makanya gue betah keluar masuk dalam lubang lo."

"Sialan!" umpat Anita. Wanita itu langsung memasang kembali pakaiannya dan langsung keluar dari ruangan tersebut.

Sebelum keluar, Anita sempat meminta bayarannya ditransfer saja.

"Kayla. Lo target gue selanjutnya." ucap Andreas dengan senyum yang tak sulit untuk mengartikan apa maksudnya

*****

Kayla berlari sekencang mungkin menuju kamar mandi. Ia masih belum percaya dengan apa yang ia lakukan tadi. Kejantanan yang besar dan panjang, cairan yang nikmat, ekspresi lenguhan yang merangsang.

Haaah! Kali ini Kayla sungguh gila. Bahkan lebih gila dari sebulan yang lalu saat untuk pertama kalinya ia mencicipi kejantanan lelaki.

Gila memang. Sangat gila.

Kayla menatap wajahnya di cermin yang ada di kamar mandi. Matanya membola seketika, bukan tentang kejadian tadi yang membuatnya seperti itu, tapi apa ini?

Cairan sperma?

Ya Tuhaaan. Ceroboh sekali lo Kay. Gimana bisa lo nggak sadar masih ada sisa sperma cowok tadi menempel di wajah lo.

Aaggggrrr!

Kayla memutar kran dengan gemetar. Dengan cepat ia segera menampung air menggunakan telapak tangannya lalu membasuh muka cantiknya sedikit kasar agar sperma kering itu segera hilang.

"Dasar ceroboooh." desahnya menyesal.

Pasti pria itu sadar kalau yang memainkan kejantanan besarnya tadi adalah Kayla.

Bagaimana ini?

Kayla panik bukan main. Ia bahkan mondar-mandir di kamar mandi. Membuat pengunjung yang masuk ke dalam keheranan.

Sepertinya kamar mandi bukan tempat yang baik untuk berpikir saat ini. Kayla segera melangkah keluar. Ia berniat untuk masuk ke dalam kamar ganti dan berdiam diri sedikit di sana. sepertinya akan jauh lebih baik jika ia di sana.

Kayla baru saja setengah jalan menuju ruang gantinya ketika sebuah tangan kekar menahan geraknya cepat.

Tubuhnya seketika terputar ke belakang membuat Kayla berteriak, tubuhnya terhempas dalam pelukan seseorang.

Nyaman.-Batinnya.

Namun hanya sebentar. Karena sedetik kemudian Kayla tersadar dan segera melepaskan pelukan tersebut.

"Hai.." sapa seseorang yang tadi dipeluk Kayla.

Namun mendadak Kayla merasa jantungnya sungguh sudah tak berfungsi. Bahkan ia sampai lupa cara untuk bernafas.

Satu detik, dua detik, tiga detik.

"Bernafaslah. Lo nggak lupa caranya nafas kan?"

Huuuufff..

Seketika hembusan nafas berat terdengar keluar dari mulut Kayla. Membuat Andreas, pria yang menyapanya tadi tersenyum geli.

"A-ada apa?" tanya Kayla seduktif.

"Nggak. Gue cuma nyari lo. Minta pertanggung jawaban."

Kayla mengernyit. Pertanggung jawaban apa? Dia hamil? Gila kali.

"Maksud Lo?" tanya Kayla dengan menggunakan Lo Gue.

Berani juga dia sama gue ternyata.- Batin Andreas.

"Gue tahu apa yang lo lakuin di dalam tadi--" Andreas menjeda ucapannya. Lalu ia mendekat ke arah Kayla dan berbisik di telinga perempuan itu "sama Kejantanan Gue."

Deg!

Kayla memucat. 

Bagaimana bisa pria di depannya ini tahu. Ini mimpi kan? apa wanita tadi yang memberitahukan? Tapi tidak mungkin. Tapi ini-Aaaa! Bagaimana nasib Kayla setelah ini.

"L--lo tahu dari--"

"Mudah saja. Karena kebodohan lo tentu saja."

"Eh?"

"Cairan cinta gue menempel di bibir lo." bisik Andreas lagi.

Kayla semakin dibuat mematung dan pucat. Ternyata ini karena kebodohannya sendiri.

"Bagaimana? sudah paham? Ke-bo-do-han-lo." ucap Andreas sambil menekankan kata kebodohan pada Kayla.

Siaaall

Kayla sungguh tak bisa dibuat berkutik.

"Apa mau Lo?" tanya Kayla akhirnya pasrah. Seketika senyum setan terbit dari bibir Andreas.

"Mudah saja. Gue lihat tubuh lo seksi dan cocok jadi model gue."

Apa? Si gila ini bilang apa? Model? Modelnya?

Taakk!

Awww. Kayla meringis karena keningnya dijentik oleh Andreas cukup keras.

"Gue minta lo jadi model gue. Bukan jadi orang bodoh yang kehilangan akal." ucap Andreas sinis.

"Lo kalau ngomong bisa di saring nggak sih? Ngatain gue aja dari tadi."

"Sayangnya nggak. Lo emang bodoh di mata gue. Ya lo liat aja contohnya. Kerja tak bersih."

"Lo--"

"Udah. Gue males berdebat. Kalau lo nggak mau, siap-siap aja nasib lo berakhir buruk karena sudah lancangnya bermain dengan junior gue tanpa seizin gue.

Wajah Kayla memerah. Ingatan tentang bagaimana ia mengulum milik pria di depannya ini tadi terlintas dengan tak sopannya di otak cantiknya.

"Lo ngancem gue?" tanya Kayla tak bisa terima.

Andreas mengangkat bahu. "Terserah lo nganggep ini apa. Yang jelas ini tawaran dari gue."

"Lo mau jadiin gue pelacur?"

"May be." Jawab Andreas tak jujur. Bukan pelacur, tapi model. Siapa suruh wanita di depannya ini terlalu baper.

"Brengsek."

"Jaga ucapan Lo." ancam Andreas tak suka.

"Kenapa? Emang lo brengsek. Memanfaatkan seorang gadis kayak gue."

"Apa? Gadis? Gue nggak salah denger?" Andreas mengerjap tak percaya. Gadis? Mana mungkin perempuan ini masih gadis. Bahkan cara dia bermain dengan juniornya tadi kayak wanita berpengalaman.

Kayla kembali merutuki kebodohannya. Ia keceplosan mengatakan kalau dirinya seorang gadis.

"Tadi lo bilang apa?" ulang Andreas bertanya sambil mendekat.

Kayla yang gugup langsung mundur sampai punggungnya menubruk dinding yang dingin. Sementara Andreas semakin terus menghimpit tubuhnya.

"Ma--mau lo apa?"

"Jawab pertanyaan gue tadi. Lo masih perawan?"

"Bu--bukan urusan lo."

"Brengsek. Tinggal lo jawab aja susah amat sih. Atau mau gue laporin polisi atas kelancangan Lo?"

Deg.!

Brengsek ini cowok.

"Kalau ia kenapa? Apa mau lo?"

Mendadak Kayla merinding saat senyum misterius terbit di bibir Andreas.

"Bagus. Mulai hari ini lo resmi jadi model gue"

"WHAT?" Andreas menutup telinganya karena pekikan Kayla yang mendenging di telinganya.

"Apaan sih Lo."

"Lo yang apa-apaan. Ada hak apa lo nyuruh gue jadi model lo? Berani bayar berapa Lo?" tantang Kayla jengah.

Seketika Andreas tertawa terbahak-bahak mendengar keberanian Kayla padanya.

"Gila lo ya." sinis Kayla.

Andreas memegang dagu Kayla kuat dan mengarahkan wajah gadis itu padanya.

"Jangankan Lo. Beli diskotik ini gue mampu. Asal lo tahu, gue tinggal minta sekretaris gue bicara dengan pemilik di sini dan gue pastikan hanya hitungan satu detik, Lo akan didepak dari sini."

Kayla lagi-lagi melongo tak percaya. Sebenarnya siapa orang yang kini berdiri di depannya. Apa sebenarnya jabatan pria ini.

"Siapa lo sebenarnya?" tanya Kayla tanpa basa-basi.

"Bagus sekali. Akhirnya lo nanya juga. Gue Andreas, Andreas Praditya Erlangga.

Suasana hening seketika, sampai sedetik kemudian, tawa keras terdengar dari mulut Kayla membuat Andreas mengernyit bingung.

Gila ni cewek.

"Lo bilang apa tadi? Lo siapa? Andreas Praditya Erlangga? Hahahaha." Kayla masih tertawa. Perutnya terasa geli. "Hahaha. Kalau lo Andreas Praditya Erlangga, kenalin gue Chelsie island. Hahahah."

Shit. Sialan ni cewek. Nggak percaya dia siapa gue.

Kayla masih tertawa mengejek. Sedangkan wajah Andreas sudah merah padam karena emosi.

Dengan cepat Andreas mengeluarkan ponselnya dan mencari data dirinya lewat internet dan membuka bagian gambar yang memang menampilkan fotonya dengan sangat gagahnya.

Andreas mengarahkan ponsel itu pada Kayla. Awalnya Kayla belum sadar sampai ia akhirnya menatap foto tersebut dan lambat laun tertawanya berubah menjadi suara batuk karena tersedak.

Andreas tersenyum meremehkan. Senyuman jahat muncul begitu saja di bibir tebalnya.

"Haha--haha. Ini--"

"Gue Andreas Praditya Erlangga. Dan setau gue Chelsie Island tak se bar bar lo."

Glek.

Kayla kesusahan menelan ludah. Seolah yang dia telan saat itu adalah bongkahan batu besar.

"Lo--lo beneran--"

"Andreas." sahut Andreas cepat. "Dan sepertinya Lo udah lakuin kesalahan lagi."

"Tu--tuan saya--"

"Cih. Tadi udah kayak singa, sekarang seperti kucing kelaparan."

Sialan ni cowok.

"Lo gue maafin. Asalkan lo mau jadi model gue." ulang Andreas yang kali ini lengkap dengan sedikit penekanan seolah ingin mengatakan gue nggak mau dibantah.

"Tap--tapi saya--"

"Iya atau tidak?" ulang Andreas tegas.

Andreas mengambil ponselnya dan menekan layar ponsel itu.

"Mau ngapain?" tanya Kayla.

"Telpon atasan Lo." Kayla diam tak merespon. Karena memang ia yakin lambat laun ia akan didepak dari sini.

Andreas menyadari kediaman Kayla. Ia sedikit membuang muka, lalu kembali memasukkan ponsel dalam jaket denim hitam yang dia kenakan.

"Bagaimana?" tawar Andreas lagi.

"Baiklah tapi--"

"Tak ada tapi tapian." sergah Andreas cepat membuat Kayla menatap tajam kearahnya.

"Mana bisa begitu. Gue nggak mau jadi budak lo terus."

"Yang bilang lo budak gue siapa?"

"Itu sama saja sialan."

"Bahasa lo tolong di kontrol."

"Bukan urusan lo."

Andreas mengumpat kasar. Ia geram melihat Kayla yang selalu menjawab ucapannya. Tapi sebisa mungkin ia menahan untuk tak meledakkan amarahnya.

"Jadi bagaimana? Iya atau tidak?"

"Gue bilang nggak pun lo pasti akan memaksa." ucap Kayla kesal.

"Itu lo tahu. Jadi itu artinya lo setuju. mulai hari ini, Lo jadi model di perusahaan gue Untuk--"

"Gue nggak mau terikat. Selain ini gue masih ada kerjaan lain."

"Apa? Wanita bayaran?"

Kayla menatap Andreas tajam. "Setidaknya bukan sebagai pelacur." ucap Kayla sangat sinis.

"Berhenti dari sana."

"Untuk yang satu ini, Lo nggak berhak campuri. Ini kerjaan gue dari dulu"

"Oke. Silahkan lo cari kerja di sana, tapi siap-siap saja video lo yang hisap kejantanan gue tersebar di dunia maya."

Kayla merasakan dunianya berhenti seketika. Ia memucat dan mematung. Apa-apaan ini. Video? Apa ruangan itu ada CCTV nya?

Tapi sepertinya untuk jadi badut ini, Kayla tak mau dilarang.

Mungkin saat ini ia harus melawan.

"Terserah lo. Mau lo sebar gue nggak peduli. Yang jelas setelah lo sebar, jangan harap lo bisa maksa gue kerja jadi model lo dan asisten pribadi lo."

Andreas mengeram tak percaya. Kayla cukup berani jika ia lihat. Karena selama ini tak ada yang berani melawan seorang Andreas.

Tatapan tajam bak ujung pedang yang runcing berhasil Andreas hunuskan pada mata indah seorang Kayla. Namun bukannya takut, Kayla justru melakukan hal yang sama. "Baiklah. Apa pekerjaan lo itu?"

"Badut."

Hening. Suasana langsung hening.

"Apa?" seolah tak percaya dengan pendengarannya. Andreas mencoba bertanya kembali.

"Kerjaan gue jadi badut."

"Badut?"

*****

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ditakdirkan untuk Pria Terkaya di Dunia
8.1
Usai dikhianati tunangannya dalam kondisi mengandung, Livia hampir kehilangan nyawa hingga terpaksa melarikan diri. Lima tahun berlalu, ia kembali dan menolong seorang anak kecil yang rupanya putra dari miliarder paling kaya. Sang konglomerat pun hadir melindunginya, menumpas semua musuh, serta membungkam saudara perempuan Livia yang jahat lewat klaim pernikahan rahasia mereka. Kini, Livia yang kebingungan harus menghadapi godaan sang suami misterius yang mendambakan anak kedua.
Sampul Novel Dituduh sebagai Menantu Durhaka
9.5
Saat ayah mertuanya terjatuh dan mengalami stroke hingga bersimbah darah, sang menantu justru membersihkan lantai dengan tenang tanpa memanggil bantuan. Di kehidupan sebelumnya, ia mencoba menyelamatkan mertuanya, tetapi sang suami mengabaikan teleponnya demi cinta pertamanya. Akibatnya, sang ayah meninggal, dan suaminya yang murka membunuhnya dengan kejam. Kini, setelah bereinkarnasi kembali ke hari fatal tersebut, ia memutuskan untuk membiarkan waktu berlalu tanpa melakukan apa pun.
Sampul Novel Menceraikan Suamiku yang Kejam
8.7
Setelah teman masa kecil suaminya menabrak mati orang tuanya saat mabuk, Yulia berniat melapor ke polisi. Namun, sang suami justru menyekapnya di ruang bawah tanah yang gelap selama tiga tahun penuh siksaan. Setiap kali disiksa, pria itu selalu bertanya apakah Yulia masih menyimpan kebencian. Demi kebebasannya, Yulia akhirnya menyerah dan memohon ampun melalui telepon. Begitu berhasil keluar dari kegelapan tersebut, Yulia menolak suaminya dan meminta perceraian, keputusan yang justru membuat pria kejam itu kehilangan akal sehatnya.
Sampul Novel Mengejar Berondong
8.1
Di usianya yang hampir berkepala tiga, Xavera Grizelle masih saja melajang karena standarnya yang terlalu tinggi dalam mencari pria tampan, kaya, dan sempurna. Namun, prinsip kaku itu goyah setelah ia bertemu Tezza, seorang mahasiswa baru yang baru lulus sekolah menengah atas. Yakin bahwa pemuda tersebut adalah jodoh sejatinya, Xavera pun bertekad melakukan apa saja demi mendapatkan cinta Tezza. Akankah perjuangan mengejar sang berondong berakhir bahagia?
Sampul Novel Merindu Suamimu
9.1
Pertemuan kembali Fino dan Melisa setelah lama terpisah membangkitkan lagi perasaan cinta yang pernah ada. Namun, situasi kini tak lagi sama dan jauh lebih rumit. Status Nadia sebagai istri sah Fino menjadi tembok besar yang menghalangi bersatunya cinta lama mereka. Melisa kini dihadapkan pada pilihan untuk kembali terluka, sementara Fino dituntut berani mengambil risiko besar demi membayar penyesalan masa lalunya.
Sampul Novel Putri Kandung yang Diperlakukan Asing
9.7
Setelah resepsi pernikahannya dibatalkan untuk ke-88 kalinya karena sang adik angkat, Yasmin, mengancam bunuh diri, Willa mengambil keputusan besar. Ia memilih pergi mengembangkan pasar di Negara Heksa selama sepuluh tahun, meninggalkan tunangannya, Aditya, serta orang tuanya yang selalu menyalahkannya atas depresi Yasmin. Diusir secara verbal oleh ayahnya sendiri yang menganggapnya egois, Willa akhirnya menyerah untuk mendapatkan kasih sayang mereka dan memilih pergi selamanya.