APKDock Logo
Sampul Novel Putri Kandung yang Diperlakukan Asing

Putri Kandung yang Diperlakukan Asing

9.7 / 10.0
Setelah resepsi pernikahannya dibatalkan untuk ke-88 kalinya karena sang adik angkat, Yasmin, mengancam bunuh diri, Willa mengambil keputusan besar. Ia memilih pergi mengembangkan pasar di Negara Heksa selama sepuluh tahun, meninggalkan tunangannya, Aditya, serta orang tuanya yang selalu menyalahkannya atas depresi Yasmin. Diusir secara verbal oleh ayahnya sendiri yang menganggapnya egois, Willa akhirnya menyerah untuk mendapatkan kasih sayang mereka dan memilih pergi selamanya.

Putri Kandung yang Diperlakukan Asing Bab 1

Setelah resepsi pernikahan ke-88 kali dibatalkan, aku menelepon partnerku, "Aku mau daftar untuk mengembangkan pasar di Negara Heksa."

Suara partnerku yang terkejut terdengar. "Apa kamu sudah pikirkan baik-baik? Kamu nggak boleh pulang selama 10 tahun setelah pergi ke Negara Heksa. Kamu baru nikah hari ini, tapi langsung pisah rumah. Apa suamimu setuju?"

Partnerku menambahkan, "Bagaimana dengan orang tuamu? Bukannya keinginan terbesarmu itu menemani mereka?"

Aku memandangi gereja yang kosong, lalu tersenyum getir dan menimpali, "Resepsi pernikahan dibatalkan, mana mungkin aku punya suami? Mengenai orang tuaku, mereka sudah cukup bahagia ditemani Yasmin."

Partnerku terdiam sedetik sebelum menyahut, "Oke. Kalau begitu, kamu siap-siap. Besok kamu berangkat."

Sesudah mengakhiri panggilan telepon, aku menyentuh gaun pengantinku. Air mataku yang terakhir menetes.

Hari ini, depresi yang diidap adik angkatku kambuh lagi dan dia ingin bunuh diri. Lagi-lagi, Aditya membatalkan resepsi pernikahan kami.

Aku yang tidak berdaya dan putus asa berucap sambil memandangi Aditya, "Ini sudah yang ke-88 kali."

Aditya merasa bersalah. Dia menunduk sembari membujukku, "Beri aku waktu lagi ya? Willa, kamu tahu sejak kejadian itu, kondisi mental Yasmin nggak stabil. Aku benar-benar takut dia melakukan hal bodoh."

Aditya berjanji, "Kamu tenang saja. Kali ini, aku pasti akan jelaskan padanya. Setelah itu, kita segera menikah."

Orang tuaku mendesak Aditya untuk segera menyelamatkan Yasmin. Ayahku menegur, "Willa, cepat lepaskan Aditya. Kalau bukan karena dulu Yasmin menyelamatkanmu, mana mungkin dia diculik? Dia nggak akan mengidap depresi dan mentalnya nggak akan hancur."

Ayahku meneruskan, "Sekarang kamu menghalangi Aditya untuk menyelamatkan Yasmin, apa kamu mau mencelakai adikmu? Kenapa kamu begitu egois? Apa resepsi pernikahanmu lebih penting daripada nyawa Yasmin?"

Aku sudah sering mendengar teguran seperti ini. Dulu aku pasti membantah, tetapi kali ini aku terdiam. Tunanganku dan orang tuaku tidak menyukaiku, bahkan mereka tidak memercayaiku. Kalau begitu, aku pergi saja.

Aditya Haris ditelepon Yasmin Rusli yang ingin "berpamitan dengan cara bunuh diri" lagi. Jadi, dia kembali menghentikan resepsi pernikahan kami tanpa ragu sedikit pun.

Aku menggenggam gaun pengantin mahal yang melambangkan kebahagiaan murni dengan erat. Aku mengadang Aditya dengan wajah pucat pasi sambil bertanya, "Apa kamu nggak bisa pergi setelah resepsi pernikahan berakhir? Ini sudah yang ke-88 kali."

Mataku memerah. Aditya mendesah, lalu memelukku dengan perasaan bersalah dan menyahut, "Beri aku waktu lagi ya? Willa, kamu tahu sejak kejadian itu, kondisi mental Yasmin nggak stabil. Aku benar-benar takut dia melakukan hal bodoh."

Aditya berjanji, "Kamu tenang saja. Kali ini, aku pasti akan jelaskan padanya. Setelah itu, kita segera menikah."

Ini adalah ke-88 kalinya aku mendengar ucapan ini. Delapan puluh tujuh kali sebelumnya, aku bagaikan seorang penganut yang taat. Aku memercayai kebohongan Aditya dengan sepenuh hati.

Aku terus memberi tahu diri sendiri asalkan Aditya mencintaiku, tidak masalah resepsi pernikahan kami ditunda. Namun, setiap kali pernikahan kami akan dibatalkan dan ditunda.

Kami mengadakan resepsi pernikahan 80 kali, tetapi tidak pernah berjalan sampai di depan pendeta. Yasmin selalu membuat masalah mendadak tepat waktu. Kalau bukan kecelakaan, Yasmin akan mengancam ingin bunuh diri karena depresinya kambuh.

Aditya akan langsung mencari Yasmin, lalu berhasil menenangkan Yasmin yang ingin "bunuh diri" secara ajaib. Konyol sekali, 'kan?

Seseorang yang menggila sampai-sampai menyayat pergelangan tangan, mengonsumsi obat tidur, dan menangis histeris bisa langsung tenang asalkan tunanganku muncul. Yasmin akan kembali bersemangat untuk melanjutkan hidupnya.

Aku hanya terdiam dan tidak ingin bicara. Aku mengerahkan seluruh tenagaku untuk balik memeluk Aditya supaya bisa mempertahankannya.

Aditya masih menghiburku, tetapi ibuku sudah tidak sabar. Dia mendesak Aditya untuk segera menyelamatkan Yasmin, "Willa, jangan keras kepala lagi. Cepat lepaskan Aditya. Adikmu sudah panjat balkon."

Ayahku menegurku dengan ekspresi muram, "Kenapa kamu merajuk lagi? Kalau bukan karena dulu Yasmin menyelamatkanmu, mana mungkin dia diculik? Dia nggak akan mengidap depresi dan mentalnya nggak akan hancur."

Ayahku melanjutkan, "Nggak masalah kalau biasanya kamu bersikap egois. Sekarang adikmu menunggu untuk diselamatkan, apa kamu nggak bisa lebih pengertian?"

Terdengar suara ponsel berdering lagi. Aditya tidak rela melepaskan tanganku. Dia bertanya, "Willa, aku harus pergi. Kamu pasti setuju, 'kan?"

Aku belum sempat menjawab. Tubuhku terhuyung, aku yang memakai sepatu hak tinggi terkilir. Alhasil, aku terjatuh ke lantai. Lenganku menabrak hiasan logam pada karangan bunga di samping sehingga muncul luka goresan yang besar.

Rasa sakit yang menusuk seketika menyebar ke sekujur tubuhku. Aku berteriak kesakitan. Akan tetapi, Aditya seperti tidak mendengar teriakanku. Dia bergegas keluar tanpa ragu sedikit pun.

Hatiku hancur. Aku yang putus asa menjerit pada sosok Aditya yang hampir menghilang, "Aditya, aku akan menunggu di sini sampai hari ini berakhir. Kalau kamu nggak kembali, kita nggak usah menikah lagi."

Langkah Aditya terhenti setelah mendengar perkataanku. Hanya saja, dia tetap tidak berbalik. Orang tuaku juga buru-buru berjalan ke keluar.

Ayahku mencibir dan berucap saat berjalan melewatiku, "Kamu berpura-pura begini untuk menarik simpati siapa? Willa, aku tegaskan padamu. Jangankan membatalkan resepsi pernikahan, kamu juga harus menyetujuinya kalau kami menyuruhmu membiarkan Aditya dan adikmu bersama. Bagaimanapun, nyawa adikmu lebih penting!"

Ibuku menimpali dengan ekspresi bimbang, "Willa, kamu harus lebih pengertian. Ini cuma resepsi pernikahan. Kalau kali ini gagal, lain kali kita bisa mengadakannya lagi."

Ibuku meneruskan, "Tapi, adikmu menunggu untuk diselamatkan Aditya. Nggak masalah kalau biasanya kamu suka rebutan dengan adikmu. Hanya saja, sekarang kami nggak punya waktu ladeni kamu merajuk."

Aku sudah mendengar ucapan ini berkali-kali sejak aku pulang. Saat aku dibawa pulang, Yasmin yang merupakan adik angkatku sudah tinggal di rumahku selama 15 tahun.

Aku tidak meminta orang tuaku untuk mengusir Yasmin. Sebaliknya, aku tulus menganggap Yasmin sebagai keluarga.

Namun, Yasmin suka merebut barangku. Biarpun membenci boneka beruang dan tidak pernah memakai gaun merah, dia tetap merebut semua barang yang aku suka.

Aku juga pernah bertanya kepada Yasmin alasan dia berbuat seperti ini. Jawabannya membuatku bergidik. Yasmin berujar, "Nggak kenapa-kenapa. Aku suka lihat ekspresimu yang putus asa setelah semua barangmu kurebut."

Kala itu, aku sangat polos. Aku mengira orang tuaku akan tahu sifat asli Yasmin setelah aku memberi tahu mereka ucapannya. Mereka tidak akan menyalahkan aku tidak pengertian lagi.

Hanya saja, aku terlalu meremehkan trik Yasmin dan posisinya di hati orang tuaku. Ayahku malah menegurku, "Willa, kenapa kami punya putri yang suka berbohong dan egois sepertimu? Kamu benar-benar membuat kami kecewa."

Aku tidak peduli lagi biarpun mereka kecewa. Aku sangat kelelahan sampai-sampai tidak bisa meneteskan air mata lagi. Sekarang aku hanya merasakan dingin yang menusuk. Sekujur tubuhku kebas.

Aku bangkit dari lantai, lalu mengambil tisu untuk menahan lukaku yang berdarah seadanya. Aku berkata, "Ayah, Ibu, cepat lihat kondisi Yasmin. Dia masih di lantai paling atas."

Lanjut Membaca

Daftar Isi Putri Kandung yang Diperlakukan Asing

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel ALEYA
8.5
Kepergian sang ayah yang misterius memaksa Aleya Cantika Saraswati menjadi tulang punggung keluarga. Demi menemukan ayahnya, ia memulai pencarian yang membawanya bertemu dengan sejumlah pria dari berbagai latar belakang. Meski terjebak dalam pusaran asmara yang rumit, Aleya tak goyah dari misi utamanya. Namun, saat targetnya berhasil ditemukan, kenyataan pahit menanti. Kini ia dihadapkan pada pilihan sulit: merelakan keputusan ayahnya atau berjuang membawanya pulang demi ibu dan adik-adiknya.
Sampul Novel Dosa Termanis dengan Calon Iparku
9.6
Safira menghadapi pilihan sulit usai menyetujui kesepakatan dengan Kai, adik calon suaminya, Arkana. Alih-alih menjaga kesetiaan, ia justru hanyut dalam pesona Kai hingga melanggar batas. Hubungan rahasia ini berujung rumit ketika Safira menyadari dirinya tengah mengandung anak Kai. Diimpit rasa bersalah dan pengkhianatan, ia kini harus menentukan arah hidupnya. Haruskah ia bertahan demi tanggung jawab, ataukah mengikuti kata hatinya kepada salah satu dari mereka?
Sampul Novel Jodoh Tak Akan Tertukar
8.5
Demi menjaga kesehatan jantung ibunya yang sangat pemilih soal status sosial, Aldi terpaksa merahasiakan jalinan asmaranya dengan Sella selama enam tahun. Puncaknya, mereka nekat menikah siri tanpa restu. Keadaan kian rumit saat sang ibu menjodohkan Aldi dengan Lisa. Terjebak dalam kelicikan Lisa, Aldi akhirnya terpaksa menikah lagi. Kini, Sella harus menelan pil pahit kehidupan, bertahan sebagai istri siri yang tersisih di tengah badai rumah tangga suaminya.
Sampul Novel My Crazy Teacher
8.6
Arka Bimantara, guru pengganti rupawan sekaligus cucu pemilik SMA elite di Bandung, menjadi idola baru para siswi. Namun, fokus Arka hanya terkunci pada Nayena Lim, siswi pintar penerima beasiswa. Terpikat pesona Naya, Arka memakai segala taktik untuk mendekatinya. Ia bahkan nekat melanggar batasan etika guru dan memanfaatkan pengaruh besarnya demi memastikan gadis itu tunduk pada semua kemauannya.
Sampul Novel My Lovely Man
8.8
Didikan ibunya yang begitu keras mengubah Nathasia Marieta menjadi perempuan angkuh dan dingin. Akibat trauma masa lalu, ia menutup diri rapat-rapat hingga membuat para pria enggan mendekatinya. Tutur katanya yang tajam pun sering kali menyakiti sesama. Namun, keyakinan hidup Nathasia yang kaku mulai goyah setelah ia bertemu sosok pria tak terduga. Perlahan, kehadiran lelaki tersebut mampu mengubah cara pandangnya terhadap dunia dan cinta.
Sampul Novel Pembalasan Sang Feniks
8.8
Mahasiswi seni asal Salatiga ini sempat tertipu daya oleh Baskara Aditama, konglomerat yang memanfaatkan cintanya demi meruntuhkan bisnis sang kakak. Sadar bahwa foto intim serta perlindungan pria itu hanya rekayasa kejam, ia bangkit dari derita fisik dan mental. Kini, ia bukan lagi pion yang lemah. Sebagai api pembalasan, ia siap menghapus rahasia dan merancang kejatuhan Baskara. Saat Baskara memohon di altar pernikahannya, kehancuran pria itu menjadi kemenangan mutlaknya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan