APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sejak Kehadiran Pelakor...

Sejak Kehadiran Pelakor...

Saat menghadiri pesta bersama ayahnya, Keenan dipaksa memakan kue berisi ceri tersembunyi yang memicu alergi mematikan masa kecilnya. Penolakannya memicu kemarahan sang bibi dan membuat ayahnya murka. Tanpa memedulikan bahaya cuaca panas ekstrem, sang ayah menghukum Keenan di luar rumah. Di tengah sesak napas dan gatal hebat, ketukan pintu Keenan diabaikan oleh ayahnya yang hanya memandang dingin dari balik kaca. Kisah misteri modern yang mencekam ini penuh dengan ketegangan keluarga.
Bab
Bagikan

Bab 2

Melihat Ibu tidak menanggapinya, Ayah kembali meninggikan volume suaranya. "Aku lagi ngomong sama kamu. Kamu tuli ya? Tahu nggak, tamparanmu di depan umum tadi benar-benar buat aku malu!"

"Semua kebiasaan buruk anakmu itu dari kamu! Dia itu laki-laki, tapi malah kalah sama anak perempuan Nala gara-gara kamu manjain!"

Sambil bicara, Ayah berjalan menuju kamarku. "Mulai sekarang, aku yang ngurus anak kita saja. Kalau kamu yang urus lagi, dia bakal jadi anak nggak berguna!"

Ibu mengadangnya dengan senyuman sinis. "Kamu masih ingat kalau Keenan itu anakmu? Tiap kali kamu bilang 'anakmu', aku sampai ngira Keenan itu anakku seorang! Tapi nggak masalah, kita cerai saja."

Ayah memandang surat cerai yang Ibu sodorkan dengan penuh ejekan. "Kamu ini gila, ya? Dulu kamu yang nangis-nangis minta nikah. Sekarang kamu mau cerai begitu saja?"

Ibu menghela napas panjang, terlihat sangat lelah. "Benar, aku yang memintanya dulu. Tapi kamu nggak mencintaiku, juga nggak mencintai Keenan. Kenapa kita harus saling menyiksa? Tanda tangan saja, kamu bisa pergi bersama wanita idamanmu. Bukankah itu lebih baik?"

Ayah mendorong tangan Ibu dengan kasar, membuat Ibu terhuyung-huyung mundur "Kamu benar-benar gila! Kamu maksa masuk ke rumah orang saja, Nala nggak mempermasalahkannya. Kalau nggak, kamu itu sudah dianggap masuk tanpa izin!"

"Anakmu itu sama sekali nggak tahu sopan santun, sama sepertimu! Aku cuma menghukumnya berdiri sebentar di luar, dia langsung pura-pura seperti mau mati! Kamu yang selalu manjain dia, sekarang malah mau ribut cerai denganku? Apa yang kamu pikirkan?"

Suara Ibu gemetar karena marah. "Apa yang kupikirkan? Aku justru mau tanya, apa yang kamu pikirkan? Kamu tahu nggak Keenan alergi sama ceri?"

"Pertama kali dia makan ceri, seluruh tubuhnya dipenuhi ruam merah, tenggorokannya membengkak, dan dia nggak bisa bernapas. Kue itu ada cerinya, kenapa dia nggak boleh memuntahkannya?"

"Aku menyelamatkan anakku, kenapa aku nggak boleh masuk ke rumah itu? Kalau saja ... kalau saja Nala nggak menghentikanku waktu itu, mungkin Keenan nggak akan ...."

Sambil bicara, air mata Ibu kembali mengalir. Aku ingin sekali memeluknya seperti dulu untuk menenangkannya.

Namun, Ayah justru menunjukkan ekspresi tidak peduli dan bahkan mendengus dingin. "Sudahlah, makan ceri saja bisa kenapa? Alergi ceri? Kenapa nggak sekalian bilang dia alergi udara saja?"

"Kalau benar waktu kecil dia pernah seperti itu, kenapa aku nggak tahu? Kamu selalu saja mencoba mengikatku dengan alasan anak, tapi kamu nggak pernah ngasih tahu aku soal itu? Kamu ini pintar sekali ngarang cerita!"

"Anak-anak lain kenapa nggak ada yang alergi? Cuma anakmu saja yang semanja itu? Hari ini aku harus menyembuhkan kebiasaannya itu! Tahunya cuma nangis dan buat keributan setiap hari! Kalau ada yang dengar, bisa-bisa mereka pikir anakmu sudah mati!"

Setelah berkata demikian, Ayah langsung menuju dapur, lalu membuka kulkas dan mengambil ceri yang dia bawa beberapa hari lalu. Kemudian, dia berjalan cepat ke kamarku. Ibu hanya memandangnya sambil menggelengkan kepala, lalu duduk di sofa tanpa berkata apa-apa lagi.

Nala sangat suka ceri. Setiap kali Ayah pulang dari rumahnya, dia selalu membawa sekantong ceri, katanya untuk kami makan. Namun, karena tidak pernah kami sentuh, ceri itu akhirnya membusuk dan Ibu akan membuangnya.

Beberapa kali Ayah melihat Ibu membuang ceri itu, dia langsung memarahi kami karena dianggap tidak menghargai kebaikan orang. Setiap kali, Ibu selalu mengatakan padanya bahwa aku alergi ceri. Namun, Ayah tidak pernah percaya.

Pernah suatu kali saat Ibu tidak ada di rumah, Ayah sengaja membeli segelas jus ceri dan memaksaku untuk meminumnya Sambil mencoba memaksaku, dia berkata, "Ibumu selalu bilang kamu alergi ceri. Aku nggak percaya. Menurutku, dia cuma cari alasan untuk nggak menerima kebaikan Nala!"

Akhirnya aku menangis sambil menggigit tangannya, barulah dia melepaskanku. Namun setelah itu, dia mendorongku hingga jatuh ke lantai dan menendangku beberapa kali sebelum pergi keluar rumah. Jus ceri itu tumpah di lantai, bahkan sebagian mengotori pakaianku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Meninggalkan Suamiku Karena Mantan Kekasihnya
7.8
Kebahagiaanku di hari ulang tahun ke-60 sirna seketika. Suami dan anak-anakku justru mengabaikanku demi menyambut Nina Sanders, sang mantan kekasih yang baru kembali dalam kondisi menderita Alzheimer. Pengorbananku selama empat puluh tahun seolah sia-sia saat mereka memperlakukanku bagai musuh di depan wanita itu. Menyadari posisiku telah digantikan, aku pun memilih mundur. Dengan hati hancur, aku menyebut diriku orang asing lalu pergi meninggalkan mereka selamanya.
Sampul Novel Anak Tersisih
8.4
Sarinah kabur dari rumah akibat perlakuan tidak adil orang tuanya. Nasibnya berubah total setelah kecelakaan mobil membawanya diadopsi dan berganti identitas menjadi Rully. Ia yang dahulu buta huruf kini berhasil bangkit menjadi dokter sukses. Masalah besar datang saat seorang pria meminangnya tanpa tahu bahwa Rully berasal dari keluarga miskin. Kini ia bimbang antara berterus terang atau tetap menyembunyikan rahasia masa lalunya demi mempertahankan cinta serta status sosialnya.
Sampul Novel Cinta yang Kukira Abadi, Ternyata Ilusi
8.2
Tiga belas tahun mendampingi sang suami dari masa sekolah hingga pernikahan membuat Valen rela melepas hubungan dengan keluarganya demi memberikan sebuah perusahaan yang telah go public. Namun, ilusi pernikahan bahagia itu hancur saat sebuah buku catatan usang dari laci rahasia mengungkap kebenaran yang mengejutkan. Tulisan di dalamnya menegaskan kebencian mendalam sang suami kepadanya. Menyadari cinta tulusnya selama ini bertepuk sebelah tangan, Valen kini mempertanyakan kelanjutan rumah tangga mereka sekaligus masa depan perusahaan yang telah ia perjuangkan.
Sampul Novel Kembalinya Marsha yang Tercinta
9.5
Pasca didepak dan direndahkan karena terbukti bukan putri kandung, Marsha difitnah sebagai anak petani oleh pewaris asli yang culas. Padahal, ayah kandungnya adalah miliarder nomor satu, lengkap dengan saudara-saudara hebat yang siap memanjakannya. Marsha sendiri sebenarnya pengusaha mandiri yang sukses. Begitu mantan kekasih yang angkuh mendepaknya, sesosok pria misterius yang sangat berpengaruh hadir melindunginya sekaligus membungkam semua orang yang pernah menghinanya.
Sampul Novel Melody Cinta Tuan Muda
8.9
Tindakan tulus Melody saat menolong seorang kakek dari upaya bunuh diri justru membawanya masuk ke lingkaran dinasti bisnis raksasa. Di tengah keluarga konglomerat ini, ia menyaksikan perebutan takhta yang penuh kelicikan. Sagara, sang pewaris sah sekaligus cucu kakek tersebut, menjadi target manipulasi anggota keluarga lain karena kepribadiannya yang sangat lugu. Kini, Melody terjebak dalam pusaran intrik perebutan harta dan konspirasi kejam demi menguasai perusahaan.
Sampul Novel Mencintaimu Lebih Dari Yang Aku Bisa
8.4
Dua tahun membina rumah tangga, Berman tak pernah mau menatap Clarissa saat mereka bersama. Clarissa sadar dirinya hanyalah bayangan sang adik bagi suaminya. Meski telah memendam cinta yang tulus selama sebelas tahun, rasa rendah diri membuat Clarissa menyerah dan memilih pergi. Sialnya, saat mencoba melupakan Berman, kepedihan luar biasa justru mengancam nyawanya. Mencintai pria itu rupanya telah menjadi candu berbahaya yang mustahil ia hentikan.