APKDock Logo
Sampul Novel Anak Tersisih

Anak Tersisih

8.4 / 10.0
Sarinah kabur dari rumah akibat perlakuan tidak adil orang tuanya. Nasibnya berubah total setelah kecelakaan mobil membawanya diadopsi dan berganti identitas menjadi Rully. Ia yang dahulu buta huruf kini berhasil bangkit menjadi dokter sukses. Masalah besar datang saat seorang pria meminangnya tanpa tahu bahwa Rully berasal dari keluarga miskin. Kini ia bimbang antara berterus terang atau tetap menyembunyikan rahasia masa lalunya demi mempertahankan cinta serta status sosialnya.

Anak Tersisih Bab 1

"Anak laki-laki gak boleh pegang sapu, biarkan saja kakak perempuanmu yang mengerjakannya!" Aku menghela napas kala ibu kembali mengatakan hal itu pada Dino, adikku. Sesak, ya itu yang kurasakan karena pekerjaan rumah ini mesti aku yang menyelesaikannya. Dino yang hendak membantu selalu saja dilarang oleh ibu.

"Anak laki-laki gak boleh di dapur, ini bukan tempatmu! Pergi nonton tv saja, gih!" Ibu merebut bawang yang di tangan Dino, lalu meletakkannya ke dalam wadah yang ada di hadapanku.

Entah apa yang ada di pikiran ibu, mengapa Dino yang sudah berusia tujuh tahun selalu dilarang membantu pekerjaan rumah, sementara aku dari usia lima tahun sudah diperintahkan untuk menyapu dan mencuci piring. Aku merasa ibu sangat pilih kasih!

"Din, bekas makannya taruh saja di wastafel, biar kakakmu saja yang mencucinya! Pantang bagi seorang lelaki memegang pekerjaan wanita." Aku terdiam, tak tahu kata apa yang harus aku ungkapkan pada ibu. Mengapa harus selalu aku yang mengerjakannya? Tidakkah ibu tahu jika aku pun lelah dalam membantunya? Usiaku masih sepuluh tahun, tapi pekerjaan ibu hampir semua aku yang mengerjakannya.

Seusai sarapan, ayah dan ibu pergi ke pasar untuk berjualan. Sementara Dino pergi ke sekolah bersama teman-temannya, dan aku? Ya, tinggal di rumah karena harus mengemasi semuanya hingga rapi, selepas itu aku harus menyusul ayah dan ibu ke pasar. Aku tidak diperkenankan untuk sekolah, sebab kepahaman mereka semua itu percuma karena ujung-ujungnya wanita akan ke dapur dan sumur juga.

Aku tak dapat membantah, karena aku tahu jika sekolah itu membutuhkan biaya, dan aku tak mau menambah beban pengeluaran ayah dan ibu.

"Jadi perempuan itu harus serba bisa, jangan cuma bisa kerja di rumah aja, tapi harus bisa kerja di luar rumah juga cari duit!" Kata-kata ibu selalu saja terngiang-ngiang di telinga, benar-benar mengganggu dan membuat hatiku kian teriris.

Jika anak-anak seusiaku di luar sana sedang asyik bermain dan menikmati masa kecilnya, maka berbeda denganku di sini yang harus bertengkus lumus mencari uang. Terkadang aku menangis, iri terhadap gadis kecil lainnya yang bisa bersekolah dengan riangnya. Akan tetapi, aku sadar jika buliran bening yang mengalir ini tak akan berarti apa-apa di mata kedua orangtuaku. Yang mereka tahu dan pahami adalah, anak lelaki di atas segala-galanya.

"Kerjaan rumah sudah selesai?" tanya ibu dengan tangan yang sibuk menata barang di keranjang.

"Sudah, Bu."

"Cucian sudah dijemur?" Aku mengangguk. Entah mengapa perasaanku seperti mengatakan jika ibu tak percaya.

"Kamu pergi ke sekolah Dino, jual buah ini di dekat pintu masuknya."

Aku kembali terdiam, baru sampai beberapa menit yang lalu sudah harus berjualan ke sekolah adikku yang berjarak satu kilometer. Apakah ibu tidak memedulikan kelelahanku?

"Eh, ini anak malah bengong. Cepat pergi sana!" Ibu mendesakku seraya menaikan tempah berisi buah semangka dan nangka yang siap makan. Mungkin ini sudah menjadi takdirku, terlahir di keluarga menengah ke bawah dengan pemikiran yang sangat kolot.

Dengan hati yang tak bersemangat akhirnya aku melangkahkan kaki yang terasa berat. Sedih, kecewa, plus malu bercampur aduk di dalam benakku.

Tampah yang berisi buah sukses membuat kepala dan tanganku pegal. Ini kali pertama aku disuruh ibu untuk berjualan di sekolah, sebab sebelum-sebelumnya aku hanya diperintahkan membantu di pasar saja. Aku berhenti sejenak, menurunkan buah dan duduk di pinggir trotoar. Baru beberapa menit aku beristirahat, tiba-tiba saja orang-orang berlarian karena dikejar oleh orang-orang yang berseragam. Aku yang tidak tahu apa-apa hanya bisa melihat dengan kebingungan, para petugas itu mendekatiku dan memaksa agar aku ikut dengan mereka.

"Lepaskan, Pak. Saya salah apa? Kenapa saya ditangkap?"

"Kesalahan Adik ya karena berjualan di tempat yang tidak sesuai!"

"Lepaskan saya, Pak. Saya mau jualan ke sekolah adik saya," rengekku pada aparat yang berbadan tegap itu, tetapi mereka abai dan tetap memaksaku naik ke mobil bak terbuka yang sudah terdapat beberapa orang di dalamnya.

*****

Ayah dan ibu datang menjemputku, kegeraman jelas tergambar di wajah mereka. Aku sudah hafal, seusai dari sini aku pasti akan diberi perhitungan.

Ibu menyeretku ke luar dari kantor polisi, sementara bapak memasang wajah yang amat dingin, tetapi cukup menyeramkan.

"Dasar anak bodoh! Disuruh jualan ke sekolah aja bisa sampai terjaring razia. Harusnya kamu bilang sama mereka, kalau kamu cuma istirahat di trotoar."

"Aku udah jelasin, Bu. Mereka yang gak percaya sama omongan aku!"

Plakk!

Sebuah tamparan mendarat di pipiku, entah apa yang ada di pikiran ibu sehingga tega melayangkan telapak tangannya pada wajahku. Ia mendelik tajam, sedetik kemudian berlalu dengan kemarahan yang masih menguasainya.

Hatiku perih, bahkan terlampau pedih. Bukan satu atau dua tahun aku diperlakukan seperti ini, tetapi sudah lama, sejak aku berusia lima tahun. Aku merasa mereka bukanlah orangtua kandungku, terbukti dengan sikap mereka yang pilih kasih. Oleh sebab itu, aku putuskan akan meninggalkan rumah ini di saat ayah dan ibu kembali ke pasar.

Aku menyingkap tirai jendela, terlihat ayah dan ibu yang baru saja pergi menggunakan motor guna kembali ke tempat mencari nafkah. Aku tak membuang kesempatan, berlari ke lemari dan mengambil beberapa helai baju lalu memasukkannya ke dalam kresek. Keluar melalui pintu belakang dan berlari ke kebun yang menghubungkan jalan seberang desa.

Matahari kian menyengat, aku tak peduli dengan bajuku yang telah basah oleh peluh. Di pikiranku hanya satu, dapat pergi dari rumah yang selama ini menjadi tempat nestapaku.

Tak tahu berapa lama aku berlari, akhirnya aku telah sampai di jalan seberang desa. Aku bergegas menaiki angkutan pedesaan yang kebetulan sedang berhenti karena menurunkan penumpang. Aku bernapas lega karena tak ada satu orangpun yang memergoki aku kabur, kini tujuanku adalah panti asuhan di kota. Lebih baik hidup bersama orang lain yang tak bersikap kasar, daripada harus tinggal bersama orangtua kandung yang selalu pilih kasih.

"Mau ke mana, Neng?" tanya pak supir kala semua penumpangnya sudah turun.

"Ke panti asuhan di kota, Pak."

"Oh, maaf, Neng. Bapak gak sampai sana rutenya, jadi Neng turun di perbatasan antara desa dan kota saja, ya?"

Aku tak punya banyak pilihan selain mengiyakan kata pak sopir, ya mungkin karena penumpangnya hanya aku, jadi beliau berat untuk mengemudi sampai ke kota. Angkutan pun berhenti, aku mengulurkan selembar uang berwarna kuning sebagai ongkos. Pak sopir menerima dan berlalu begitu saja.

Aku mengedarkan pandangan ke sekeliling jalan, terlihat ada tukang ojek yang sedang mangkal di seberang sana. Aku merogoh saku, tersisa uang di tangan hanya ada sepuluh ribu, aku rasa ini akan cukup untuk ongkos sampai ke panti asuhan yang kumaksud.

Aku melihat kiri dan kanan, memastikan tak ada kendaraan ketika hendak menyeberang. Namun, baru saja kaki ini mendekat ke aspal tiba-tiba sebuah mobil melaju kencang hingga membuatku terempas ke tanah. Kepalaku sakit, dan ... pandanganku pun gelap seketika.

To be continued

Lanjut Membaca

Daftar Isi Anak Tersisih

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dia Memilih Kebohongan, Aku Memilih Pergi
8.9
Demi menyelamatkan adik ipar yang kritis, aku bergegas ke rumah sakit hingga mengalami kecelakaan dengan mobil sport mewah. Pengemudinya yang sombong meminta ganti rugi fantastis dan sesumbar bahwa dia adalah istri penerus keluarga konglomerat Blakely. Seketika aku tersadar, wanita angkuh tersebut adalah selingkuhan suamiku, Nixon. Kini aku berada di persimpangan jalan yang sulit: tetap menolong adik Nixon atau membalaskan sakit hati atas pengkhianatan mereka.
Sampul Novel Kisah Cinta di Batukarut
8.6
Lihar kini memimpin bisnis pasir di Batukarut, menggantikan Pak Ajat yang diam-diam menaruh dendam. Didampingi Dadun dan Om Joni, Lihar harus menghadapi sabotase pekerja serta teror mistis garam misterius yang memicu kecelakaan beruntun. Di tengah kekacauan itu, hubungan asmaranya dengan Yeti retak akibat kehadiran Erom hingga memicu konflik warga. Meski sukses mempertahankan bisnisnya dari serangan gaib, Lihar harus menerima kenyataan pahit saat kariernya stabil namun kisah cintanya hancur.
Sampul Novel Kukira Dia Cinta, Ternyata Pemberi Luka
9.7
Saat Riko Fosa dan keluarganya bersiap menghalangi Nisa di rumah sakit demi kelahiran anak Erni, Nisa justru memilih tidak hadir. Riko yang mengira istrinya hanya egois karena tidak mau menerima anak tersebut, berniat memaafkannya jika Nisa bersedia meminta maaf. Namun, Riko tidak menyadari bahwa Nisa telah mengambil keputusan besar. Dia mendaftarkan diri ke PBB untuk menjadi dokter lintas batas dan bersiap mencabut kewarganegaraannya, meninggalkan Riko selamanya tanpa ada kesempatan untuk bertemu lagi.
Sampul Novel Penolakan Sang Luna: Hancurnya Hati Alpha Vincent
8.5
Dijual oleh sang ayah, Sofia malah disiksa Alpha Vincent di gudang kumuh akibat fitnah kejam Isabel. Ia bahkan dijebloskan ke penjara perak hingga kulitnya melepuh, lalu kalung warisan ibunya dijadikan mainan anjing untuk Isabel. Di tengah penderitaan itu, Sofia bangkit sebagai White Wolf langka. Ia pun memutuskan ikatan Mate dengan Vincent, membiarkannya meraung kesakitan, lalu pergi mencari takdir baru bersama Pack yang jauh lebih kuat.
Sampul Novel Scandal with CEO
9.0
Kehidupan Ashley Adam Brooklyn, gadis berusia 20 tahun, berubah drastis akibat skandal rumit dengan bosnya, Nicholas Smith. Kebencian mendalam Ashley justru memicu ketertarikan sang CEO kaya. Nicholas bertekad menjadikan gadis itu sebagai pemuas nafsunya, tetapi keteguhan Ashley sulit diruntuhkan. Demi menundukkannya, Nicholas mengulik kelemahan Ashley dan menjeratnya dalam sebuah kesepakatan gelap yang akan mengubah nasib mereka berdua selamanya.
Sampul Novel Terpaksa Menikah Karena Kesalahpahaman
8.5
Akibat salah paham terkait undangan sebuah pesta, Marissa terpaksa menikahi Hendra, sopir pribadinya yang berpenampilan biasa saja. Keputusan keluarga demi menutupi skandal membuatnya tak berkutik, meski ia sempat menolak keras karena merasa kebebasannya direnggut. Namun, ketulusan serta kesabaran Hendra perlahan-lahan meluluhkan hati Marissa. Ia pun akhirnya menyadari bahwa kesetiaan sejati jauh lebih bernilai dibanding penampilan fisik semata.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan