APKDock Logo
Sampul Novel Sejak Kehadiran Pelakor...

Sejak Kehadiran Pelakor...

8.2 / 10.0
Saat menghadiri pesta bersama ayahnya, Keenan dipaksa memakan kue berisi ceri tersembunyi yang memicu alergi mematikan masa kecilnya. Penolakannya memicu kemarahan sang bibi dan membuat ayahnya murka. Tanpa memedulikan bahaya cuaca panas ekstrem, sang ayah menghukum Keenan di luar rumah. Di tengah sesak napas dan gatal hebat, ketukan pintu Keenan diabaikan oleh ayahnya yang hanya memandang dingin dari balik kaca. Kisah misteri modern yang mencekam ini penuh dengan ketegangan keluarga.

Sejak Kehadiran Pelakor... Bab 1

Ayah membawaku ke sebuah pesta yang diadakan oleh seorang bibi. Saat makan kue, aku tanpa sengaja memakan ceri yang ada di lapisan tengahnya, lalu segera memuntahkannya. Karena dulu pernah mengalami alergi parah sampai seluruh tubuhku merah dan hampir meninggal, aku masih mengingat rasa itu dengan sangat jelas meskipun usiaku waktu itu masih kecil.

Namun, bibi itu terlihat sangat kecewa dan berkata, "Seperti tradisi saat Imlek, kalau menemukan koin di dalam pangsit itu berarti membawa keberuntungan. Aku sengaja menyembunyikan ceri di dalam kue ini. Tapi ternyata Keenan nggak menghargainya."

Ayah tidak mau mendengar penjelasanku dan langsung mengusirku keluar untuk berdiri di halaman sebagai hukuman. Aku selalu mendengar Ibu berkata bahwa akhir-akhir ini suhu sangat panas dan aku harus tetap berada di dalam rumah.

Ternyata, cuaca memang panas sekali! Tubuhku mulai terasa sangat gatal dan aku merasa sulit bernapas. Aku ingin mencari Ayah, tetapi tidak peduli seberapa keras aku mengetuk pintu, Ayah tetap tidak mau membukakannya.

Melalui jendela kaca yang besar, aku bisa melihat Ayah hanya melirik ke arahku dengan tatapan dingin dari dalam rumah. Dia benar-benar tidak mau membukakan pintu untukku.

Ibu menemukanku dengan melacak posisi dari jam tangan pintarku. Saat itu, aku tergeletak di tanah dengan kulit yang terlihat penuh dengan ruam merah. Ayah masih saja mengomel di sebelahku.

"Kamu memang nggak tahu mendidik anak! Kurang ajar sekali! Masa meludah langsung di atas meja, memangnya nggak bisa ke tempat sampah? Nggak menghargai orang lagi. Dia itu benar-benar mirip kamu ...."

Ibu yang sudah tidak tahan, langsung memberikan tamparan keras pada Ayah, lalu memelukku dan berlari ke rumah sakit.

Aku melihat semuanya dari atas dengan melayang di udara. Aku benci sekali sama Ayah! Dia tidak pernah peduli padaku ataupun Ibu.

Ya, aku sudah meninggal. Jadi begini rasanya kematian. Kalau begitu, apakah tahun lalu saat kakek tua di sebelah rumah meninggal, dia juga melayang di udara seperti ini? Aku tidak melihatnya waktu itu, jadi apakah itu artinya Ayah dan Ibu juga tidak bisa melihatku sekarang?

Namun, aku bisa melihat mereka. Aku melihat Ibu memeluk tubuhku sambil menangis tersedu-sedu dan panik menunggu ambulans di pinggir jalan. Dia memohon kepada dokter untuk menyelamatkanku. Dokter hanya menghela napas sambil menatap layar monitor. Di layar itu, terlihat tiga garis lurus yang datar.

Ibu sibuk mengurus semuanya sendirian. Aku melihat tubuhku dimasukkan ke dalam sebuah lubang. Kemudian, seorang pria memberikan Ibu sebuah kotak kecil. Ibu memeluk kotak kecil itu sambil duduk di pinggir jalan dan menatap kosong ke arah arus kendaraan yang lewat. Sampai malam tiba, Ibu baru pulang ke rumah.

Di rumah, Ibu berbaring di atas tempat tidur. Kadang menangis terisak di balik selimut, kadang hanya menatap kosong ke langit-langit.

Aku berbaring perlahan di sampingnya, berharap bisa menepuk lembut tubuhnya seperti saat Ibu menemaniku tidur dulu. Namun, aku hanya bisa menyaksikan tanganku menembus tubuh Ibu. Aku terkejut dan berteriak, tetapi Ibu sama sekali tidak menyadarinya. Ibu tetap terbaring tanpa bergerak.

Aku merasa bosan, lalu berjalan ke arah mainan balok yang belum sempat kami selesaikan kemarin. Aku ingin melanjutkannya, tetapi tanganku menembus balok itu. Aku tidak bisa mengangkatnya sama sekali.

Aku mencoba menyalakan televisi untuk menonton kartun, tapi tidak bisa. Tidak ada yang bisa kulakukan, jadi aku kembali berbaring di tempat tidur. Diam-diam menemani Ibu seperti ini juga tidak apa-apa.

Tapi, apa Ibu tidak lapar, ya? Dia tidak bangun untuk makan. Aku mulai merindukan ayam kecap buatan ibu! Tapi aku sudah mati. Apakah itu berarti aku tidak akan pernah bisa memakannya lagi?

Ketika aku menghitung dengan jariku hingga hari ketiga, akhirnya Ibu bangun dari tempat tidur. Dia melihat ponselnya sekilas ... ternyata kosong. Tidak ada pesan apa pun.

Aku sudah meninggal. Ibu begitu sedih, tapi Ayah sama sekali tidak menelepon. Apakah ayah-ayah lain juga seperti ini?

Aku melihat Ibu mengambil beberapa lembar kertas dari laci meja di samping tempat tidur. Aku mengenali tulisan besar di atasnya ... "Surat Cerai".

Kertas itu sudah ada di laci meja Ibu sangat lama. Ibu selalu melihatnya, kemudian menatapku, dan akhirnya memasukkannya kembali ke laci.

Akhirnya, Ayah pulang. Dia duduk di sofa dengan wajah marah dan langsung mulai memarahi ibu dengan keras.

"Anakmu benar-benar nggak sopan! Nala sudah susah payah persiapkan kejutan di pesta itu. Maknanya bagus sekali. Tapi, anakmu malah memuntahkannya begitu saja! Aku hukum dia berdiri sebentar, dia malah mengadu padamu!"

"Kamu juga sama saja! Itu rumahnya Nala! Dia nanya kenapa kamu datang, tapi kamu bahkan nggak menjawab dan langsung dorong dia!"

"Kamu nggak bisa bicara baik-baik? Tahu nggak, Nala sampai terjatuh karena doronganmu. Tangannya terluka sampai berdarah!"

Ibu mendengarkan semuanya dengan ekspresi datar, seolah-olah kata-kata Ayah sudah tidak bisa lagi menyakitinya.

Sejak wanita bernama Nala itu muncul di hidup kami, Ayah semakin tidak sabar dengan Ibu dan selalu mengucapkan hal-hal yang membuat Ibu sedih.

Aku ingin mengatakan kepada Ayah, "Aku sudah mati. Apakah itu cukup sebagai permintaan maaf kepada Tante Nala? Bisakah Ayah berhenti menyalahkan Ibu?"

Lanjut Membaca

Daftar Isi Sejak Kehadiran Pelakor...

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Aku Tak Punya Siapapun Lagi
8.3
Vonis gagal hati akut menyisakan waktu tiga hari bagi protagonis. Namun, David, suaminya, malah memberikan kuota uji klinis terakhir kepada Emma, adik angkatnya. Dianggap "lebih pantas hidup", ia pun menghentikan pengobatan dan meminum pereda nyeri dosis tinggi yang fatal. Sebelum ajal menjemput, ia menyerahkan perusahaan perhiasan, menyetujui perceraian agar David menikahi Emma, hingga membiarkan putrinya diasuh Emma. Saat keluarganya menganggap semua pengorbanan itu wajar, ia menanti kehancuran mereka setelah kematiannya tiba.
Sampul Novel Bertukar Peran Dipelaminan
8.1
Wajah yang serupa dengan sang kakak, Mariana, justru membawa petaka bagi Eveline. Demi menutupi aib keluarga akibat kehamilan rahasia Mariana, Eveline dipaksa berpura-pura menjadi pengantin di hari pernikahan. Rencananya sederhana: ia hanya perlu menyamar semalam dan membius Viktor, sang suami, dengan obat tidur. Namun, saat fajar tiba, janji Mariana untuk kembali bertukar peran tidak pernah terwujud. Keputusan ini justru menyeret Eveline ke dalam pusaran rahasia kelam keluarga yang mulai terkuak.
Sampul Novel Setelah Mengetahui Rahasia Bos Wanitaku, Aku Terkena Masalah Besar
8.0
Setelah memutuskan kembali ke ibu kota, seorang mantan raja gangster memilih menjalani kehidupan sederhana sebagai karyawan biasa. Namun, kedamaiannya hancur saat ia tidak sengaja membongkar rahasia tersembunyi milik bos wanitanya yang berparas cantik. Penemuan tak terduga ini menyeretnya kembali ke dalam pusaran bahaya dunia bawah yang penuh intrik, aksi, dan misteri besar. Kini, ia harus menghadapi konsekuensi fatal demi melindungi dirinya dan sang atasan dari ancaman masa lalu yang mengintai.
Sampul Novel Garis Cinta
8.2
Protes langsung terlontar dari bibir Diza begitu merasakan tindakan kasar sang kekasih. Menyadari kesalahannya, Rayden pun segera meminta maaf dengan kelembutan yang menenangkan. Ia berjanji akan bersikap lebih pelan dan hati-hati demi menjaga kenyamanan bersama. Sambil mencairkan ketegangan romantis yang menyelimuti mereka, Rayden melonggarkan dasi yang menjerat lehernya sejak tadi, bersiap melanjutkan momen intim tersebut dengan lebih santai.
Sampul Novel Istri Yang Diacuhkan
8.3
Arvin berniat menceraikan Gina, mengabaikan kehadiran putri mereka, Darcy. Pernikahan ini rupanya cuma kedok balas dendam Arvin kepada Felysia, sang mantan pacar yang ternyata kakak kandung Gina sendiri. Walau Gina sudah berjuang keras mempertahankan rumah tangga mereka, pengkhianatan Arvin yang berselingkuh dengan Felysia di belakangnya merusak segalanya. Akhirnya, demi menyembunyikan kepedihan ini, mereka sepakat bercerai saat Darcy berusia tiga tahun.
Sampul Novel Misteri di Balik Senyummu
9.7
Ardi, pemuda pemalu yang gemar dunia detektif, terlibat misteri sungguhan sejak bertemu Nia. Rasa penasaran membawanya membuntuti Nia ke rumah kuno terbengkalai milik sang nenek. Di tempat itulah masalah finansial keluarga Nia terbongkar. Kini, mereka harus segera menemukan barang berharga di sana sebelum direbut pihak jahat. Misi ini tidak hanya menyelamatkan warisan menjadi museum, tapi juga menumbuhkan benih asmara di antara keduanya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan