APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sahabatku Menyembuhkan Gairahku

Sahabatku Menyembuhkan Gairahku

Dalam keheningan kamar yang diterangi cahaya kekuningan yang temaram, sebuah sentuhan dari tangan besar dan kasar terasa begitu lentur menjalar. Posisi intim yang memalukan ini membuatku terbenam di atas bantal tanpa daya untuk memberikan perlawanan. Di tengah kepasrahan yang membingungkan, batas antara rasa sakit dan kenikmatan instan menjadi kabur, menyisakan tangisan tertahan yang meluncur begitu saja saat semuanya terasa mengalir terlalu dalam.
Bab
Bagikan

Bab 1

Di bawah cahaya kekuningan yang hangat, tangan besar dan kasar itu terasa lentur seperti ular.

Aku ditempatkan dalam posisi yang memalukan dengan wajah yang dibenamkan ke dalam bantal.

Dalam posisi yang memalukan ini, aku tidak berdaya untuk melawan.

Aku hanya bisa mengeluarkan tangisan kesakitan sekaligus kenikmatan.

"Ini terlalu dalam …."

Namaku Sandra Lewis. Ini adalah tahun ketiga pernikahanku dengan suamiku.

Di mata orang luar, kami adalah pasangan yang saling mencintai.

Namun, hanya aku yang mengetahui rasa sakitnya.

Alasannya sederhana. Suamiku, Devon Gutama, terlahir tinggi dan besar seperti namanya. Bahkan bagian di area selangkangannya juga lebih besar dari pria pada umumnya.

Namun, itu sangat menyakitkan bagiku.

Pada dasarnya, aku tidak tertarik dengan hal semacam itu.

Aku selalu mendesak Devon untuk mengakhirinya, tetapi Devon seakan terobsesi dengan tubuhku, tidak bersedia melakukannya dengan tergesa-gesa.

Aku cukup percaya diri dengan penampilanku.

Aku memiliki pinggang yang ramping, pinggul yang montok, payudara yang lembut, serta kaki yang jenjang. Aku tampak sangat menarik dan menawan.

Pria mana yang rela tidak melakukan apa pun setelah menikahiku?

"Sayang, kita sudah lama nggak …."

Begitu aku pulang kerja, Devon menggendongku ke tempat tidur lagi.

Pakaian kerja masih melekat di tubuhku yang anggun. Devon bahkan tidak bisa menunggu beberapa menit untuk aku mengganti sepatu hak tinggiku.

Pria itu membuka kancing bajuku dengan tidak sabar, menerkamku dengan mulutnya yang terbuka lebar. Dia mencengkeram, mencakar, serta menggigitku.

Aku mendorongnya menjauh.

"Aku sedang nggak berminat melakukan ini!" kataku.

Devon bangkit berdiri, lalu berkata, "Dalam tiga tahun pernikahan, kapan kamu pernah berminat? Aku rasa kamu pasti sedang sakit!"

Kami bertengkar hebat. Devon membanting pintu, lalu melangkah pergi. Dia meninggalkanku menangis sendirian di rumah.

Pada saat ini, secara kebetulan sahabatku, Vania Darsa, datang untuk bertemu denganku. Setelah mendengarkan apa yang aku katakan, dia menghiburku, "Nggak apa-apa. Pasangan mana yang nggak pernah bertengkar?"

"Tapi kamu benar-benar nggak tahu bagaimana cara mensyukuri nikmat yang kamu miliki. Suamimu dilahirkan dengan kondisi yang lebih unggul, tapi kamu masih saja pemilih."

Vania bercanda.

Aku memelototinya sambil berkata, "Kalau kamu suka, kamu bisa menggantikanku tidur dengan Devon. Nanti kamu akan merasakan penderitaannya."

"Baiklah. Kebetulan aku juga sudah bosan dengan pacarku. Jadi, aku juga akan membuatmu merasakan sesuatu yang berbeda, lalu menjadi wanita sejati untuk sementara waktu."

Vania tersenyum, langsung menyetujuinya.

Setelah mengobrol sebentar, Vania tampak seperti memikirkan sesuatu. Dia menunjukkan beberapa foto dari ponselnya padaku..

"Aku pernah mendengar kalau kurangnya minat wanita terhadap hal ini juga merupakan sebuah penyakit. Ini nggak baik untuk kesehatanmu."

"Ini adalah sertifikat kualifikasi medis pacarku. Kebetulan dia memahami akupunktur, juga seorang spesialis ginekologi. Bagaimana kalau dia datang untuk merawatmu?"

Kata-kata Vania membuatku sangat tergoda.

Aku sudah menikah dengan Devon selama tiga tahun. Kami sudah sering bertengkar karena masalah ini.

Aku tidak ingin hubunganku dengan Devon menjadi tegang karena hal ini.

Setelah ragu-ragu beberapa saat, aku setuju untuk menjalani perawatan akupunktur.

Keesokan harinya, Vania mengantarkanku ke kediaman pacarnya, Kavi Sanjaya.

Begitu pintu terbuka, Kavi yang mengenakan jas putih menyambutku dengan senyuman.

Kavi adalah seorang pria yang tampak sopan. Terlebih lagi ketika dia dalam balutan jas putihnya.

Vania mendorongku masuk, lalu berkata bahwa dia akan membelikanku teh susu. Kemudian, dia menutup pintu untuk pergi.

Kavi mengeluarkan satu setel pakaian, memberikannya padaku, lalu memberi isyarat untuk aku berganti pakaian.

"Ganti pakaianmu dengan ini supaya lebih mudah untuk melakukan akupunktur nanti." Kavi mengingatkan, "Jangan memakai apa pun di baliknya, pakaian dalammu juga jangan."

Meskipun aku tidak mengerti, aku berganti pakaian dengan patuh.

Setelah berganti pakaian, aku baru menyadari bahwa bahan pakaian ini ringan dan tipis. Jika aku tidak mengenakan apa pun di dalamnya, aku samar-samar dapat melihat dua bintik merah yang disertai titik-titik hitam di bagian luarnya.

Aku memaksa diriku untuk tetap tenang, menghibur diriku untuk tidak berpikir terlalu banyak.

Namun, setelah aku melangkah keluar, pandangan Kavi terus terpaku pada dadaku.

Tatapannya begitu panas. Aku selalu tidak menyukai pandangan seperti ini. Sebenarnya, saat ini aku merasa sedikit malu entah karena alasan apa.

Aku tidak bisa tidak mengangkat tanganku untuk menutupi dadaku.

Kavi memegang tanganku, lalu berkata dengan nada serius, "Seorang dokter nggak memedulikan jenis kelamin, jadi bersikaplah wajar."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tak Mau Penebusan yang Terlambat
9.6
Setelah kembali ke keluarga konglomeratnya, sang putri kandung mendedikasikan lima tahun hidupnya untuk mengejar Julian Jetarsa, pria yang pernah membelanya. Meski berhasil menjadi tunangannya, ia justru terus direndahkan karena dianggap tidak memiliki tata krama kelas atas. Puncaknya, saat kakek yang membesarkannya sekarat, Julian menolak membantu demi memberinya pelajaran agar bersikap lebih baik. Kematian tragis sang kakek dalam kondisi tak berdaya akhirnya memadamkan seluruh rasa cintanya.
Sampul Novel Anak Untuk Kakak Iparku
9.1
Kinan mengambil langkah nekat dengan menjadi istri kedua Yuan, kakak iparnya, demi membongkar rahasia mendiang suaminya. Keputusan ini akhirnya mengungkap alasan mengapa mendiang suaminya dahulu selalu mengabaikan dirinya dan jarang pulang ke rumah. Di tengah pencarian jawabannya, Kinan justru menemukan cinta sejati pada diri Yuan. Kini, ia bertekad untuk memiliki anak demi menuntaskan rasa penasarannya, mempertaruhkan segalanya demi satu tujuan besar.
Sampul Novel Ditakdirkan untuk Pria Terkaya di Dunia
8.1
Usai dikhianati tunangannya dalam kondisi mengandung, Livia hampir kehilangan nyawa hingga terpaksa melarikan diri. Lima tahun berlalu, ia kembali dan menolong seorang anak kecil yang rupanya putra dari miliarder paling kaya. Sang konglomerat pun hadir melindunginya, menumpas semua musuh, serta membungkam saudara perempuan Livia yang jahat lewat klaim pernikahan rahasia mereka. Kini, Livia yang kebingungan harus menghadapi godaan sang suami misterius yang mendambakan anak kedua.
Sampul Novel Ketagihan Menjadi Penguntit
8.7
Berawal dari tatapan misterius di dalam kendaraan umum, hidup seorang wanita berubah ketika ia menyadari dirinya sedang diawasi oleh seorang pria asing. Tanpa disadari, setiap keputusan yang diambil justru menuntunnya lebih dalam ke dalam skenario yang telah dipersiapkan dengan matang. Setiap langkah yang ia tempuh membawanya masuk ke dalam perangkap yang tak kasat mata. Kisah romansa modern penuh misteri ini mengupas batas tipis antara obsesi, rasa penasaran, dan bahaya yang mengintai.
Sampul Novel Pacar CEO Batal Nikah, Aku Langsung Menghilang!
8.2
Tujuh tahun menjalin hubungan dengan seorang CEO, rencana pernikahan wanita ini harus kandas sebanyak 99 kali. Sang kekasih selalu pergi demi menolong asisten perempuannya, meninggalkan dirinya menanggung malu sendirian di kantor catatan sipil. Lelah menjadi prioritas kedua, dia akhirnya menyerah dan memilih pergi dari Kota Niros. Namun, kepergiannya justru memicu obsesi sang CEO untuk mencarinya tanpa lelah selama lima tahun berikutnya.
Sampul Novel The Deadly Love
9.6
Kehidupan damai Betty hancur seketika akibat insiden berdarah yang menyeretnya ke dunia Aldric, seorang pembunuh bayaran berdarah dingin. Pertemuan itu memicu obsesi mendalam pada diri Aldric untuk menguasai Betty sepenuhnya. Di tengah hubungan mereka, muncul ancaman dari masa lalu yang bertekad merebut Betty. Aldric pun bersumpah menjaga miliknya dengan segala cara. Bersama para sekutu, sanggupkah mereka melenyapkan pengganggu yang mengancam kebahagiaan mereka?