APKDock Logo
Sampul Novel Sahabatku Menyembuhkan Gairahku

Sahabatku Menyembuhkan Gairahku

7.9 / 10.0
Dalam keheningan kamar yang diterangi cahaya kekuningan yang temaram, sebuah sentuhan dari tangan besar dan kasar terasa begitu lentur menjalar. Posisi intim yang memalukan ini membuatku terbenam di atas bantal tanpa daya untuk memberikan perlawanan. Di tengah kepasrahan yang membingungkan, batas antara rasa sakit dan kenikmatan instan menjadi kabur, menyisakan tangisan tertahan yang meluncur begitu saja saat semuanya terasa mengalir terlalu dalam.

Sahabatku Menyembuhkan Gairahku Bab 1

Di bawah cahaya kekuningan yang hangat, tangan besar dan kasar itu terasa lentur seperti ular.

Aku ditempatkan dalam posisi yang memalukan dengan wajah yang dibenamkan ke dalam bantal.

Dalam posisi yang memalukan ini, aku tidak berdaya untuk melawan.

Aku hanya bisa mengeluarkan tangisan kesakitan sekaligus kenikmatan.

"Ini terlalu dalam …."

Namaku Sandra Lewis. Ini adalah tahun ketiga pernikahanku dengan suamiku.

Di mata orang luar, kami adalah pasangan yang saling mencintai.

Namun, hanya aku yang mengetahui rasa sakitnya.

Alasannya sederhana. Suamiku, Devon Gutama, terlahir tinggi dan besar seperti namanya. Bahkan bagian di area selangkangannya juga lebih besar dari pria pada umumnya.

Namun, itu sangat menyakitkan bagiku.

Pada dasarnya, aku tidak tertarik dengan hal semacam itu.

Aku selalu mendesak Devon untuk mengakhirinya, tetapi Devon seakan terobsesi dengan tubuhku, tidak bersedia melakukannya dengan tergesa-gesa.

Aku cukup percaya diri dengan penampilanku.

Aku memiliki pinggang yang ramping, pinggul yang montok, payudara yang lembut, serta kaki yang jenjang. Aku tampak sangat menarik dan menawan.

Pria mana yang rela tidak melakukan apa pun setelah menikahiku?

"Sayang, kita sudah lama nggak …."

Begitu aku pulang kerja, Devon menggendongku ke tempat tidur lagi.

Pakaian kerja masih melekat di tubuhku yang anggun. Devon bahkan tidak bisa menunggu beberapa menit untuk aku mengganti sepatu hak tinggiku.

Pria itu membuka kancing bajuku dengan tidak sabar, menerkamku dengan mulutnya yang terbuka lebar. Dia mencengkeram, mencakar, serta menggigitku.

Aku mendorongnya menjauh.

"Aku sedang nggak berminat melakukan ini!" kataku.

Devon bangkit berdiri, lalu berkata, "Dalam tiga tahun pernikahan, kapan kamu pernah berminat? Aku rasa kamu pasti sedang sakit!"

Kami bertengkar hebat. Devon membanting pintu, lalu melangkah pergi. Dia meninggalkanku menangis sendirian di rumah.

Pada saat ini, secara kebetulan sahabatku, Vania Darsa, datang untuk bertemu denganku. Setelah mendengarkan apa yang aku katakan, dia menghiburku, "Nggak apa-apa. Pasangan mana yang nggak pernah bertengkar?"

"Tapi kamu benar-benar nggak tahu bagaimana cara mensyukuri nikmat yang kamu miliki. Suamimu dilahirkan dengan kondisi yang lebih unggul, tapi kamu masih saja pemilih."

Vania bercanda.

Aku memelototinya sambil berkata, "Kalau kamu suka, kamu bisa menggantikanku tidur dengan Devon. Nanti kamu akan merasakan penderitaannya."

"Baiklah. Kebetulan aku juga sudah bosan dengan pacarku. Jadi, aku juga akan membuatmu merasakan sesuatu yang berbeda, lalu menjadi wanita sejati untuk sementara waktu."

Vania tersenyum, langsung menyetujuinya.

Setelah mengobrol sebentar, Vania tampak seperti memikirkan sesuatu. Dia menunjukkan beberapa foto dari ponselnya padaku..

"Aku pernah mendengar kalau kurangnya minat wanita terhadap hal ini juga merupakan sebuah penyakit. Ini nggak baik untuk kesehatanmu."

"Ini adalah sertifikat kualifikasi medis pacarku. Kebetulan dia memahami akupunktur, juga seorang spesialis ginekologi. Bagaimana kalau dia datang untuk merawatmu?"

Kata-kata Vania membuatku sangat tergoda.

Aku sudah menikah dengan Devon selama tiga tahun. Kami sudah sering bertengkar karena masalah ini.

Aku tidak ingin hubunganku dengan Devon menjadi tegang karena hal ini.

Setelah ragu-ragu beberapa saat, aku setuju untuk menjalani perawatan akupunktur.

Keesokan harinya, Vania mengantarkanku ke kediaman pacarnya, Kavi Sanjaya.

Begitu pintu terbuka, Kavi yang mengenakan jas putih menyambutku dengan senyuman.

Kavi adalah seorang pria yang tampak sopan. Terlebih lagi ketika dia dalam balutan jas putihnya.

Vania mendorongku masuk, lalu berkata bahwa dia akan membelikanku teh susu. Kemudian, dia menutup pintu untuk pergi.

Kavi mengeluarkan satu setel pakaian, memberikannya padaku, lalu memberi isyarat untuk aku berganti pakaian.

"Ganti pakaianmu dengan ini supaya lebih mudah untuk melakukan akupunktur nanti." Kavi mengingatkan, "Jangan memakai apa pun di baliknya, pakaian dalammu juga jangan."

Meskipun aku tidak mengerti, aku berganti pakaian dengan patuh.

Setelah berganti pakaian, aku baru menyadari bahwa bahan pakaian ini ringan dan tipis. Jika aku tidak mengenakan apa pun di dalamnya, aku samar-samar dapat melihat dua bintik merah yang disertai titik-titik hitam di bagian luarnya.

Aku memaksa diriku untuk tetap tenang, menghibur diriku untuk tidak berpikir terlalu banyak.

Namun, setelah aku melangkah keluar, pandangan Kavi terus terpaku pada dadaku.

Tatapannya begitu panas. Aku selalu tidak menyukai pandangan seperti ini. Sebenarnya, saat ini aku merasa sedikit malu entah karena alasan apa.

Aku tidak bisa tidak mengangkat tanganku untuk menutupi dadaku.

Kavi memegang tanganku, lalu berkata dengan nada serius, "Seorang dokter nggak memedulikan jenis kelamin, jadi bersikaplah wajar."

Lanjut Membaca

Daftar Isi Sahabatku Menyembuhkan Gairahku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Brontak Dalam Sempak
9.0
Ujang yang berusia dua puluh tahun meluapkan amarahnya demi membuktikan kekuatan terpendam dengan menantang Datok. Ia mengerahkan teknik Tisu Magic yang melapisi tubuhnya bagai baja kokoh. Datok pun bersiap menghadang lewat jurus Telo Rasa Meki yang menyemburkan uap panas membara. Keduanya langsung melesat secepat kilat, hingga benturan ajian pamungkas mereka di udara memicu ledakan yang sangat dahsyat.
Sampul Novel Dijebak Dipelaminan
8.2
Niat hati hanya menjadi tamu undangan, Adeline Vyantara justru berakhir di altar. Ia terpaksa menggantikan posisi mempelai wanita untuk Alaric Mahendra, sang pewaris kaya yang merasa dijebak oleh keluarganya sendiri. Alaric awalnya berniat membatalkan pernikahan ini, namun keberanian Adeline dalam melindungi kehormatan keluarga membuatnya urung. Kini, keduanya harus menjalani pernikahan dingin yang dipenuhi aturan ketat. Di balik benci dan misteri masa lalu, perasaan cinta perlahan tumbuh.
Sampul Novel Dosa Termanis dengan Calon Iparku
9.6
Safira menghadapi pilihan sulit usai menyetujui kesepakatan dengan Kai, adik calon suaminya, Arkana. Alih-alih menjaga kesetiaan, ia justru hanyut dalam pesona Kai hingga melanggar batas. Hubungan rahasia ini berujung rumit ketika Safira menyadari dirinya tengah mengandung anak Kai. Diimpit rasa bersalah dan pengkhianatan, ia kini harus menentukan arah hidupnya. Haruskah ia bertahan demi tanggung jawab, ataukah mengikuti kata hatinya kepada salah satu dari mereka?
Sampul Novel Istri Kedua Tersembunyi
7.9
Demi melunasi utang keluarga, Raine Alverez terpaksa menjadi istri kedua rahasia bagi taipan Leon Castello. Meski dituduh perusak rumah tangga, ia sebenarnya terjebak perjanjian lama. Raine pun harus menghadapi kebencian istri pertama dan cemoohan publik. Konflik batin kian menyiksa saat benih cinta pada Leon mulai tumbuh di hatinya. Di tengah intrik dan rahasia besar, ia berjuang mencari kebenaran tentang siapa yang bersalah dalam pernikahan rumit ini.
Sampul Novel Malam Panas Bersama Mafia Dingin
9.6
Akibat pilih kasih ibunya, Amora Nouline selalu tersisih dari kakaknya, Alana. Ketika sang ayah jatuh sakit dan membutuhkan biaya pengobatan yang sangat besar, ibu dan Alana justru tega memaksa Amora menjual dirinya. Demi menyelamatkan sang ayah, ia terpaksa menerima keputusan pahit itu. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang bos mafia yang dingin dan berkuasa. Di balik ketampanan pria tersebut, aura kejamnya membuat Amora dilingkupi ketakutan luar biasa malam itu.
Sampul Novel Tujuh Tahun, Dusta Empat Tahun
7.9
Tujuh tahun pernikahan kami hancur seketika saat aku memergoki Brama berselingkuh dengan Kinan, mahasiswi yang kubantu biayai kuliahnya. Pengkhianatan ini ternyata sudah berjalan empat tahun, dan Kinan kini mengandung anak suamiku—hal yang selalu dihindari Brama bersamaku. Muak dengan segala dusta yang mereka lakukan di rumah kami sendiri, aku enggan membalas dendam. Aku memilih menghubungi ahli saraf untuk menjalani prosedur eksperimental demi menghapus seluruh ingatan tentang Brama selamanya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan