APKDock Logo
Sampul Novel ALASKA

ALASKA

8.4 / 10.0
Bhalendra Alaska Arlic meyakini bahwa perubahan sejati harus muncul dari kesadaran pribadi. Meski terus didera kepedihan hingga batinnya hancur, Alaska tetap berusaha tegar. Masa lalunya bersama Yesaya justru menorehkan trauma hebat dibanding memori indah. Di sisi lain, Azka memandang cinta tak lebih dari sekadar bualan belaka. Terperangkap dalam bayang-bayang kepedihan lama, sanggupkah kehadiran orang baru meruntuhkan benteng pertahanan Alaska dan memulihkan luka di hatinya?

ALASKA Bab 1

"Cinta itu diukur dari hati, dan tindakan. Bukan dari harta dan kekayaan."

*** 

Langit malam kali ini begitu membuat hati semakin tenang ketika menatapnya. Terlebih saat benda angkasa menghiasinya bak lampu kamar yang menerangi temaramnya malam ini.

"Ka, lo mau ke mana?" tanya Azka sahabat Alaska. Ia menganggetkan Alaska yang tengah melamun, pria itu membuyarkan lamunan  dengan menepuk pundaknya. 

“Hah?" tukas Alaska yang kaget, ia menoleh ke arah belakang tepat di mana Azka berdiri. 

“Makanya, jangan bengong! Kesambet baru tau rasa!” celetuk Azka pada Alaska yang menatapnya datar. 

“Azka, menurut lo gue pantas gak sih untuk pergi dinner bareng Yesaya malam ini?” 

"Malam ini?" tanya Azka  dengan mata yang membulat pada Alaska yang menatap datar sahabatnya itu. 

"Iya jelas malam ini lah!” tukas pria itu lagi pada Azka yang mengangguk.  Seketika Azka menatap tajam ke arah Alaska yang masih bimbang. 

“Menurut gue sih layak, gak ada yang kurang dari lo, Ka."

“Tapi, kenapa gue gak percaya diri buat pergi malam ini? Gue takut gak bisa tampil terbaik." 

“Udah deh Alaska! Jangan minder duluan!" bantah Azka yang kesal dengan sikap pria itu. 

Alaska dan Azka bersamaan masuk ke dalam rumah. Alaska berniat, bersiap untuk mengambil motor dan juga helmnya untuk menjemput kekasih hatinya itu. Tapi ternyata gerakan Alaska terlalu lamban, hingga akhirnya Yesaya yang datang lebih dulu menghampiri Alaska ke kostnya.

Suara klason dari mobil Pajero putih telah terparkir tepat di halaman rumah kostnya.

Sontak membuat Alaska bergegas menghampirinya dengan hati yang bisa di bilang bahagia. Meskipun ia sedikit kecewa jika Yesaya tak ingin dijemput olehnya.

"Kok pake helm sih?" tanya Yesaya saat ia membuka kaca mobilnya dan menatap Alaska yang tersenyum simpul ke arahnya.

"Enggak, tadi itu aku mau jemput kamu ke rumah." jawab Alaska lembut pada kekasihnya itu.

"Gak usah deh, jangan nyari malu aku! Masa pake motor itu sih, gak banget! Kalo temen-temen aku tau, mau ditarok di mana nih muka? Masa model pergi dinner pake motor butut!" cela Yesaya pada Alaska yang tertegun mendengar kalimat yang di ucapkan kekasihnya. Bahkan dalam diamnya, Alaska menangis dalam hati tanpa menggubris perkataan Yesaya padanya walaupun sepatah kata.

"Iya udah, aku ke dalam bentar ya." tukas Alaska.  Mungkin, jika diikuti kata hati rasanya berat untuk pergi malam ini setelah mendengar lontaran kalimat Yesaya. Akan tetapi, ia tidak ingin membuat orang yang ia sayang kecewa.

"Iya cepetan! Gak pakai lama!" titah Yesaya dengan gaya pongahnya, lalu merapikan rambutnya dengan kaca yang ada dalam mobil. Alaska yang tadi berada di dalam, kini telah menghampiri. Membukakan pintu untuk gadis itu turun dan berganti posisi dengan Alaska yang akan mengendarai mobilnya malam ini.

Oh iya, sedikit perkenalan. Bhalendra Alaska Arlic adalah mahasiswa akhir di salah satu universitas ternama yang ada di ibu kota. Ia rela menjadi seorang anak kost demi pendidikan yang ia harapkan dapat mewujudkan semua impiannya. Alaska dikenal dengan julukkan ice boy, karena sikapnya yang dingin, tampan dan pintar. Juga sulit untuk menjadi dekat dengannya, karena prinsipnya : "Lebih baik memiliki satu teman yang selalu ada, dari pada memiliki banyak teman yang hanya datang di saat bahagia."

Alaska bukan berasal dari anak orang kaya, melainkan dari sebuah keluarga sederhana. Di ibu kota juga, Alaska dipertemukan dengan seorang pria yang bernama Lintang Azka Johanes , dia adalah sahabat satu-satunya yang dimiliki Alaska selama berada di kota orang.

Kehidupannya menjadi anak kost bukanlah hal yang mudah, karena ia harus mulai dari nol tanpa bantuan dari siapapun. Berbanding terbalik dengan Yesaya Irene Zudith. Ia adalah kekasih Alaska, satu kampus dengannya dan merupakan anak dari seorang pengusaha terkenal di ibu kota ini. Ia terkenal dengan beautiful rich. Ia berprinsip: "Jika semua bisa diukur dengan uang." Tidak hanya itu, Yesaya juga seorang model yang terkenal. 

"Ayok kita berangkat!" ajak Alaska pada Yesaya, kemudian Alaska mengendarai mobil gadis itu menuju cafe di mana mereka akan mengadakan makan malam hari ini. 

Sesekali, sambil menyetir Alaska mencuri pandang hanya untuk menatap wajah Yesaya yang masih sama, terlihat manis dan anggun. Bahkan baju apapun yang ia kenakan pasti akan tampak indah di tubuhnya. Tubuh dan wajah yang bisa di bilang perfect, dan juga sangat cantik.

Dalam hati, Alaska bergumam.

"Andai kelak gadis ini jadi masa depan gue, gue bakalan jaga dia lebih dari pada jaga diri gue sendiri."

Namun lamunan Alaska buyar saat Yesaya sadar, jika dirinya diperhatikan hingga membuatnya melontarkan pertanyaan.

"Ngapain sih liatin aku terus?" tanyanya ketus saat sadar diperhatikan oleh Yesaya.

"Hah? Terpesona sama bidadari cantik." tutur Alaskan keceplosan. 

"Baru tau ya? Kemaren kemana aja? Kok baru sadar kalo aku itu cantik!" celetuk Yesaya yang membuat Alaska hanya tersenyum simpul mendengarnya.

Sementara sesak, sangat menyesak di dadanya. 

Alaska hanya menggelengkan kepala mendengar jawaban kekasihnya itu.

Karena selama ini, Alaska selalu memperhatikan Yesaya dalam diamnya. Yah meskipun Yesaya tidak sadar akan hal itu, dan tak pernah peduli dengan perhatian dan perasaan Alaska akhir-akhir ini.

🖤

Setelah beberapa menit dalam perjalanan, akhirnya mereka tiba juga di tempat tujuan di mana banyak orang yang telah berada di sana, bahkan berpasangan. Hingga akhirnya Yesaya turun lalu bersapa dengan salah satu wanita yang jika dilihat mereka sangat dekat.

Rasanya ini pertama kalinya Alaska diajak untuk makan malam, setelah sebelumnya selalu banyak alasan bagi Yesaya untuk membawa pasangannya dalam berbagai acara. Bahkan saat ia tampil di catwalk pun Alaska tak diperbolehkan datang. Akan tetapi, pria itu selalu berpikiran positif dan tidak terlalu ambil pusing, meskipun selalu overthingking. 

"Hai Tania, udah dari tadi ya datangnya?" sapanya pada Tania, yang merupakan sahabat dekat Yesaya.

"Enggak lama kok, baru aja lima menit sebelum lo dateng, eh btw partner lo mana?" tanya Tania lagi, dan membuat mata Tania tak berhentinya menelisir semua penjuru untuk melihat siapa pasangan sahabatnya itu. Sontak dengan tatapan malas, Yesaya melihat ke arah Alaska yang berdiri beberapa langkah di belakangnya.

Sementara itu, Alaska tengah terdiam menatap ramainya manusia yang ada di tempat itu. Bahkan style mereka lebih kece jika dibandingkan dengan dirinya yang apa adanya. Hingga terlintas dalam benaknya, jika Alaska tidak pantas untuk berada di sini.

"Ini pacar gue." lirih Yesaya pada Tania seraya menatap Alaska yang tengah fokus melamun itu dengan malas.

"Oh ini pacar lo?" tanya Tania seakan tak percaya.

Tetapi, Yesaya tidak menggubris pertanyaan Tania dan memilih bicara dengan sedikit berteriak pada Alaska. 

"Kenalin, ini Tania, sahabat aku!" ujarnya.

"Alaska." sapanya seraya membungkukkan badannya, Tania mengulur tangan namun tidak dijawab oleh Alaska.

"Hm, pacar lo alim banget ya Yesa, masa gue uluran tangan aja gak digubris." celetuk Tania dengan nada mengejek karena sikap Alaska yang tidak ingin terlalu dekat dengan wanita lain selain pasangannya. Padahal, ia berpikiran untuk menjaga perasaan pasangannya di samping ia memang malas untuk terlalu sok dekat dengan orang lain. 

“Bukannya memang begitu seharusnya? Setidaknya, hargai sedikit pasangan yang kita miliki.” timpal Alaska dengan sedikit kesal pada Tania yang seakan meledeknya.

"Kamu tuh yah! Bikin aku malu aja!" gerutu Yesaya setengah berbisik pada Alaska yang kemudian menghela napasnya berat.

Sementara Tania, sudah berjalan lebih dulu menghampiri yang lain. Karena memang, yang mengadakan acara makan malam itu adalah Tania.

"Ya udah yok Yesaya, kita makan lagi aja! Btw tadi gue udah pesen ini loh." ajak Tania menuju sebuah meja yang ada di hadapannya.

Sementara Alaska? Di abaikan begitu saja, seakan Alaska tidak ada, yah walaupun dia di minta untuk duduk di samping Yesaya, tapi ia tak diajak berbicara seasik pasangan sahabat Yesaya. Ketika menatap itu sendirian, Alaska merasa enggan, bahkan untuk menelan makanan pun tidak berminat.

"Lo itu yakin milih dia jadi pasangan lo? Enggak banget loh, Ya!" bisik Tania pada Yesaya pelan, dan menatap ke arah Alaska yang masih terdiam layaknya orang bodoh di sana.

"Tau deh Tan, gue gak tau juga kenapa gue bisa milih dia jadi pasangan gue." jawab Yesaya setengah berbisik juga.

"Lah terus kenapa lo mau jadi pacarnya dia? Secara lo itu cantik, lo juga model, famous pula. Please deh, jangan pacaran sama orang yang gak selevel ama lo, yang ada bikin malu aja tau gak!" bisik Tania pada Yesaya yang kemudian terdiam mencerna kalimat yang diucapkan oleh Tania barusan padanya.

 Emang sih Yesaya itu cantik dan juga jadi idola banyak pria, tapi hanya sikapnya yang kurang patut dicontoh.

"Gue juga gak betah sama dia! Liat aja gayanya, kampungan banget tau gak?"

Alaska yang merasa dirinya di perbincangkan merasa tidak nyaman. Ia akhirnya menghentikan makannya. Dalam benaknya, Alaska berpikiran untuk meninggalkan tempat ini, karena ia merasa tempat ini sudah tak nyaman lagi baginya. Tetapi, ia berlikir dua kali jika ia melakukan hal bodoh itu demi harga dirinya. Lantas meninggalkan kekasihnya begitu saja? Pria pecundang macam apa dirinya ini? Pikir Alaska.

"Yesaya, kita pulang aja yok!" ajak Alaska.

"Kenapa sih? Kok buru-buru banget pulangnya?" tukas gadis itu pada Alaska.

"Iya kita pulang aja, udah kemalaman banget loh." Tania yang mendengar kalimat itu, tertawa geli mendengarnya.

"Huh, ini itu kota Alaska! Enggak kampung yang jadwal pulangnya harus dibatasin. Udah deh Ka, kalo lo mau pulang, pulang aja sendiri!" timpal Yesaya pada Alaska yang tertegun mendengarnya. Bahkan ia merasa jika dirinya tak ada arti apa-apa di mata pasangannya itu.  Alaska mencoba untuk meredam amarahnya.

"Iya gak enak, aku udah gak nyaman!"

"Kamu itu gimana sih, gak bisa sekali aja liat aku seneng? Giliran diajak minta pulang, giliran gak diajak ditanyain kenapa, maunya apa sih? Ya udah, kalo gitu kita putus!" teriak Yesaya yang kemudian mendengus kesal.

Deg!

Perasaan aneh kembali menyesakkan dada dan pikiran Alaska.

***

Lanjut Membaca

Daftar Isi ALASKA

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cukup Sekali Mengucap Selamat Tinggal
9.6
Pernikahan tanpa cinta membuat sang istri harus membesarkan putranya tanpa kasih sayang dari suaminya yang dingin. Pria itu bahkan enggan melihat anaknya sejak lahir. Namun, kepulangan wanita masa lalu sang suami mengubah segalanya. Saat pria itu mabuk dan memeluk sang anak, bocah itu justru memanggilnya paman karena tidak mengenalinya. Sadar posisi mereka, sang ibu memutuskan membawa putranya pergi dan berhenti mengganggu kehidupan suaminya.
Sampul Novel Desakan Perceraian dari Saudara Laki-Laki
8.5
Setelah diceraikan saat hamil dan diusir oleh ibu mertua serta putri angkat bernama Linda Santoso, hidup Sita Hartanto berubah total. Sita ternyata merupakan putri kandung Keluarga Syailendra yang hilang. Ia kini dilindungi oleh enam kakak laki-laki kandungnya yang luar biasa sukses—mulai dari pengusaha raksasa, ilmuwan AI, ahli bedah, pianis, pengacara, hingga aktor terkenal. Ketika mantan suaminya memohon untuk rujuk kembali, ia harus menghadapi rintangan berat dari para kakak Sita yang protektif.
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Kasih sayang mendalam sebagai ibu memaksa Neva Zetrix mengesampingkan harga dirinya demi melindungi sang anak yang tak berdosa. Setiap hari, ia harus tunduk dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson yang sangat dominan. Neva terpaksa bertahan hidup di tengah tekanan batin yang begitu menyiksa. Hubungan yang penuh ketimpangan ini menuntut pengorbanan luar biasa dari Neva, yang rela melakukan apa saja demi keselamatan buah hatinya tercinta.
Sampul Novel Kekuatan Hati, Kekuatan Cinta
7.9
Alira Santika, gadis berusia 19 tahun, terpaksa merelakan hubungannya dengan Raka demi pernikahan kontrak dengan pewaris ningrat bernama Dimas Aditya Wiratama. Keputusan ini ia ambil demi membiayai pengobatan ibunya. Namun, kehidupan barunya dipenuhi penderitaan akibat kekejaman Cynthia, istri pertama Dimas. Tanpa perlindungan dari suaminya, Alira harus berjuang sendirian menghadapi berbagai intrik kejam keluarga tersebut. Mampukah ia bertahan di tengah badai pengkhianatan ini?
Sampul Novel PELUKAN UNTUK LANIA
8.4
Demi keluarga, Amara rela berkorban, tetapi takdir malah menorehkan kepedihan mendalam. Luka lamanya terkoyak kembali saat sang ayah kandung yang dahulu menelantarkannya tiba-tiba muncul. Di saat terpuruk, Angkasa datang menawarkan kehangatan hingga Amara terpikat. Namun, ketulusan itu runtuh ketika Amara menyadari dirinya hanya dijadikan selingkuhan. Kini, terjebak dalam status perusak hubungan, ia mulai kehilangan harapan akan masa depannya.
Sampul Novel Suami yang Tidak Layak Kembali
7.9
Demi memantaskan diri, seorang pria tega pergi meninggalkan sang istri lima tahun lalu. Di perantauan, ia berjuang keras tanpa lelah setiap hari untuk mengubah nasib. Kini, ia telah pulang sebagai sosok yang kuat dan terhormat, siap membangun kembali rumah tangganya yang sempat terhenti. Namun, kepulangannya justru disambut sebuah kenyataan mengejutkan. Pria ini baru menyadari bahwa ia ternyata memiliki seorang anak perempuan yang selama ini tidak pernah ia ketahui keberadaannya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan