APKDock Logo
Sampul Novel Rumah Sakit Itu Memakan Korban Jiwa

Rumah Sakit Itu Memakan Korban Jiwa

9.6 / 10.0
Sebuah rumah sakit misterius di kota terpencil yang sunyi terus merenggut nyawa para pasien dengan cara yang tak wajar. Kejanggalan mengerikan ini memicu tanda tanya besar mengenai misteri yang tersembunyi di dalam bangunan tersebut. Didorong rasa penasaran, Dokter Tio dan rekan-rekannya mulai melakukan penyelidikan mendalam. Apakah mereka mampu membongkar rahasia kelam di sana, atau justru mereka yang akan berakhir menjadi korban selanjutnya?

Rumah Sakit Itu Memakan Korban Jiwa Bab 1

Rumah Sakit Itu Memakan Korban Jiwa

"Dokter, Dokter!" Suara suster tergesa-gesa mengetuk pintu ruangan kerjaku. 

"Ada apa sus?" Kataku. 

"Ini dokter,ada pasien yang kesurupan lagi." Ucap Suster emi. 

Heran, selama aku pindah di tugaskan ke rumah sakit ini, selalu saja ada yang kesurupan. Bermacam-macam orang yang kena. Bahkan, hampir setiap hari. 

Baru saja aku ingin mulai murojaah, karena hafalanku sepertinya bubar semenjak aku praktek disini. 

Entah kenapa setiap aku ingin mengaji di ruang kerjaku, ada saja gangguan yang terus datang. Meskipun aku dokter, aku tetap menjalankan ibadahku bahkan aku berusaha menghafal Kalam Allah ini. 

"Dokter yang lainnya mana?" Ucapku. 

"Sudah ada di sana semua." Ucap suster emi. 

"Yasudah kita kesana."

Padahal aku baru saja beristirahat, baru selesai makan siang dan hendak memanfaatkan waktu untuk murojaah. Tetapi, selalu saja ada gangguan. 

Aku dan suster emi pun pergi ke tempat dimana pasien itu mengalami kesurupan. Disana sudah banyak orang yang memegangi pasien tersebut. Kali ini adalah seorang wanita. 

Aku dan suster emi langsung masuk ke dalam ruangan itu. Tangan dan kakinya sudah di ikat di bagian penyangga tempat tidur pasien menggunakan rantai. Rumah sakit ini sudah antisipasi, jika ada yang kesurupan ia pasti akan menggunakan rantai agar si pasien tidak akan kemana-kemana. 

***

"Akhirnya kau datang juga tio." Ucap Dokter brian yang menatapku seperti orang yang sedang marah. 

Aku pun tak menghiraukannya, aku melihat wanita itu sudah seperti orang yang ingin memakan kami saja. Matanya melotot, kaki dan tangannya terus bergerak sementara mulutnya selalu mengerang seperti hewan buas saja. 

Para suster pun agak menjauh, sepertinya mereka takut melihat wanita itu yang sedang kesurupan. 

"Mau apa kalian mencampuri urusanku! Cepat bukakan rantai ini aku mau pergi!" Ucap wanita itu dengan sambil bergerak kesana dan kemari dengan mata yang masih melotot dan rambut yang sudah acak-acakan. 

"Tenang, kita bisa bicarakan baik-baik. Kamu siapa?" Kataku. 

Dokter yang lain hanya diam saja tak bisa berbuat apa-apa. Hih, aku merasakan disini banyak laki-laki namun seperti semuanya perenpuan. Tak ada nyali. 

"Kamu ga usah ikut campur ya! Cepat bukakan rantai ini!" jawab wanita itu masih dengan sambil mengerang dan bergerak-gerak. 

"Iya aku tanya dulu kamu siapa? Tolong ya jangan ganggu pasien kami." Kataku dengan sambil mendekat dengan penuh sabar dan berbicara dengan nada halus. 

"Kamu ga usah ikut campur! Wanita ini harus mat* hahahaha." Jawabnya kembali. Kali ini dia tertawa. Jujur aku sedikit takut hingga bulu kudukku ku berdiri. 

Tiba-tiba saja di luar petir dan hujan deras turun ke bumi, hari yang siang terik matahari terasa seperti malam dan seperti menakutkan. 

Aku berusaha kuat, sekuat tenaga untuk memotivasi diriku sendiri agar tidak takut untuk semua ini. 

Aku mulai mencoba bicara kembali pada hantu yang memasuki tubuh wanita itu. Beberapa suster di ruangan ini saling berpelukan. Mungkin mereka takut karena siang ini pun terasa sangat gelap. 

"Tapi, wanita itu ga bersalah. Tolong kamu keluar dari tubuh itu." Jawabku. 

"Wanita ini harus mat*! Dia tidak berhak hidup hahahaha." Ucapnya lagi dengan tawaan yang menyeramkan. 

Belum sempat ku jawab wanita itu terus berusaha berontak, satu rantai di tangan sebelah kanannya telah terputus. Menambah ketegangan di ruangan ini. Kami pun langsung ingin memasangnya kembali, namun sia-sia hantu itu sangat kuat hingga ia bisa menampar satu per satu dari kami. 

"Kalau kalian macam-macam, kalian akan bernasib sama dengan wanita ini!"  Ucap hantu itu sambil berusaha membuka rantai. Padahal, rantai itu kuat. Dan ada gemboknya. 

Entah kenapa ada penjepit rambut di sebelahnya dan dia bisa membuka satu gembok rantai yang terpasang di kakinya. 

"Bagaimana ini dokter, pasien ini baru saja mengalami pendarahan hebat. Dia di temukan warga sudah bersimbah darah. Warga membawanya kesini. Padahal keadaannya mulai membaik, tapi tiba-tiba saja dia mengerang seperti sekarang ini." Ucap suster emi padaku. 

Dia lah yang paling berani daripada suster lain, suster lain hanya bisa ketakutan sambil memeluk satu sama lain. 

Satu gembok tangannya hampir saja terbuka, bagaimana ini tangan dua-duanya hampir terlepas semua. 

"Tolong, jangan lakukan ini kasian dia. Jangan kemana-mana ya kamu jangan ganggu dia, aku mohon." Kataku. 

"Iya dia pasien yang belum di ketahui keluarganya kasian kalau ada yang mencarinya." Jawab suster emi. 

Dokter bryan pun hanya manggut-manggut. Wajahnya pucat pasi mungkin karena dia juga merasa takut. 

"Kalian semua selalu ikut campur dengan urusanku! Kalian diam saja. Tugas kalian bertugas disini, dan aku melakukan tugasku hihihi." Jawab hantu itu yang kini sudah melepaskan rantai di kedua tangannya. 

Bergegas kami mengunci pintu dengan rapat. Rumah sakit ini begitu luas. Ruangan ini ada di lantai 5 paling atas. Karena di khususkan lantai yang belum bertemu dengan keluarganya semua ada disini. 

Dan rumah sakit ini terbilang biayanya cukup murah, meski kejadian aneh datang, tak jarang banyak yang datang untuk berobat karena harganya murah. 

"Minggir kalian, atau kalian akan ku hajar." Ucap hantu itu dengan mata melotot sambil membuka rantai di kakinya satu per satu. 

Aku pun mencoba untuk mendekat. 

"Jangan mendekat! Hihihihi." Ucapnya yang melotot kepadaku. 

"Tolong ya jangan kasian mba ini." Kataku. 

Hantu itu tak menghiraukannya, dan kakinya pun terlepas dari rantai. Kini, ia sudah berdiri di hadapan kami. Dokter bryan ketakutan berdiri di pojok ruangan dan suster lainnya pun sama. 

"Cepat halangi pintu ini." Kataku pada semua orang disini. 

"Maaf dokter, kami takut." Ucap suster yang lainnya. 

Hanya aku dan suster emi yang menghalangi pintu ini. 

"Minggir kalian!" Ia berusaha mendorongku, namun kami sekuat tenaga bertahan di depan pintu ini. 

"Kalian ini ga punya telinga? Mengganggu saja urusanku!" Ucapnya lagi. 

"Tidak! Kamu ga boleh keluar." Kataku. 

Ku bacakan ayat kursi di depannya. Mata kami saing beradu. 

Suara gelegar petir di luar menambah suasana menyeramkan situasi siang ini. 

"Aduh kamu ga mempan ya bacain aku, awas! Lama sekali kalian! Bikin aku marah saja!" Jawabnya lagi. 

Dia pun mendorong aku dan suster emi, aku pun terpental ke dalam ruangan itu hingga kami jatuh ke temlat tidur pasien dengan bertubrukan dengan suster emi. 

"Selamat tinggal kalian hihihihi." Ucapnya sambil berlari. 

Hantu itu membawa tubuh wanita itu keluar ruangan dan. 

Brak

Tubuh itu menjatuhkan diri. terjun dari lantai lima yang membuat kami semua ketakutan. Kami pun langsung keluar ruangan dan melihat keadaan. 

Wanita itu sudah terkapar di jalan parkiran rumah sakit dengan tumbuh bersimbah dar*h yang lumayan banyak. 

💕💕💕💕

Lanjut Membaca

Daftar Isi Rumah Sakit Itu Memakan Korban Jiwa

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Rahasia Kerajaan Terlarang: Petualangan Sensual di Dunia Fantasi
8.6
Tersesat di hutan membawa Aiden menemukan gerbang rahasia menuju kerajaan legendaris. Di dunia tersembunyi ini, ia bertemu Elara, seorang penyihir wanita yang sangat kuat. Di tengah kemegahan istana, mereka berdua berusaha mengungkap rahasia kelam serta ancaman kekuatan kegelapan. Seiring berjalannya waktu, benih cinta dan hasrat sensual mulai tumbuh di antara keduanya. Menghadapi intrik politik dan pengkhianatan, mereka harus bersatu untuk menyelamatkan kerajaan sekaligus melindungi hubungan mereka.
Sampul Novel Ketika Dunia Hancur, Ia Memilih Wanita Lain
8.9
Saat putri kecilnya berjuang melewati masa kritis di ICU, Calla harus menghadapi kenyataan pahit sendirian. Ares, suaminya, justru pergi demi menyambut kepulangan cinta pertamanya, Lyanna. Di kala Calla meratapi kepergian sang buah hati yang mengembuskan napas terakhir, Ares malah asyik berdansa di pesta bersama Lyanna. Kebahagiaan sesaat itu harus dibayar sangat mahal oleh Ares, karena ia telah kehilangan kepercayaan Calla serta keutuhan keluarganya untuk selamanya.
Sampul Novel Lover in Law (Ketika Dua Pengacara Saling Jatuh Cinta)
9.4
Milly merasa nasib buruk terus menimpanya sejak berada di bawah bimbingan Zayn, pengacara senior yang teramat sombong. Sebaliknya, Zayn pun tidak menyukai Milly yang dinilainya keras kepala serta kurang hati-hati. Walau mulanya saling membenci, kedua pengacara genius ini malah terjebak asmara yang tak terduga di tengah ketatnya persaingan kerja. Akankah takdir mempersatukan ego keras mereka, ataukah kesombongan masing-masing justru akan menghancurkan segalanya?
Sampul Novel P. S. I LOVE YOU
8.5
Kehidupan Cyra Alesha, mahasiswi berumur dua puluh tahun yang bekerja paruh waktu di kota besar, berubah drastis akibat kesalahpahaman dengan Felix Domil. CEO muda yang kejam sekaligus pewaris tunggal tersebut tega menyiksa dan menginjak harga diri Cyra. Di tengah penderitaan itu, Cyra justru terpikat oleh pesona sang miliarder. Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: terus bertahan menghadapi kekejaman Felix atau memilih berontak untuk membebaskan dirinya.
Sampul Novel SELINGKUH
8.9
Pernikahan Rosa dan Indra selama lima tahun terasa hampa tanpa kehadiran anak. Penderitaan Rosa kian mendalam karena perlakuan kasar dari suaminya tersebut. Saat berada di titik terendah, Bian datang ke dalam hidup Rosa. Pria ini memberikan kehangatan serta rasa nyaman yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Kini, Rosa berada di persimpangan jalan, bimbang memilih antara mempertahankan janji suci pernikahannya atau menyerah pada pesona cinta barunya.
Sampul Novel Terjerembap dalam Pelarian
9.6
Pernikahan berulang kali antara aku dan Rangga selalu kandas setiap kali Sarah, seorang selebritas yang ayahnya tewas demi menyelamatkan Rangga, kembali ke negara ini. Demi menjaga reputasi Sarah, Rangga selalu menceraikanku, lalu mengajakku rujuk saat wanita itu pergi. Setelah bertahun-tahun bertahan dalam kehinaan dan kesedihan, dari menangis di luar rumah hingga menguntitnya, aku akhirnya belajar untuk merelakan. Namun, saat Rangga menungguku di Kantor Catatan Sipil untuk menikah lagi, aku memutuskan untuk tidak pernah muncul kembali.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan