APKDock Logo
Sampul Novel Kak, Kalian Sungguh Kejam

Kak, Kalian Sungguh Kejam

8.9 / 10.0
Akibat tuduhan palsu sang adik tiri tentang alergi makanan, seorang protagonis dihukum oleh ketiga kakak laki-lakinya—seorang pebisnis, penyanyi terkenal, dan pelukis genius. Mereka mengurungnya di ruang bawah tanah yang kedap tanpa memedulikan permohonannya. Sementara mereka pergi ke rumah sakit untuk merawat sang adik tiri, protagonis perlahan kehabisan oksigen hingga akhirnya tewas mengenaskan. Tiga hari kemudian, saat mereka kembali dan baru teringat untuk membukakan pintu, semua sudah terlambat.

Kak, Kalian Sungguh Kejam Bab 1

Adik tiriku menuduhku membuatnya alergi, jadi ketiga kakakku mengurungku di dalam ruang bawah tanah, bahkan mengunci pintu.

Aku mengetuk pintu dengan kuat dan memohon para kakakku membiarkanku keluar.

Kakak pertamaku selaku orang yang hebat dalam bisnis memarahiku sebelum dia pergi.

"Biasanya kamu menindas Linda, aku bisa tutup sebelah mata. Tapi kamu tahu jelas kalau Linda alergi dengan seafood, kamu malah membiarnya makan, bukankah ini sama saja mencelakainya? Kamu di dalam introspeksi diri atas perbuatanmu."

Kakak keduaku adalah penyanyi terkenal, sedangkan kakak ketigaku adalah pelukis genius, mereka juga mengataiku.

"Orang kejam sepertimu, bisa-bisanya pura-pura nggak bersalah dan mencari alasan, kamu di dalam saja dan introspeksi diri."

Selesai berbicara, mereka menggendong adik tiri yang masih gemetar ke rumah sakit dengan cepat.

Aku merasa tidak ada oksigen lagi, bahkan merasa makin susah bernapas, akhirnya aku mati di dalam.

Tiga hari kemudian, saat para kakakku membawa adik tiri pulang dari rumah sakit, mereka baru ingat padaku.

Hanya saja, aku sudah meninggal di ruang bawah tanah karena kekurangan oksigen.

Aku meninggal di ruang bawah tanah karena kekurangan oksigen.

Saat aku kembali sadar, aku mendapati arwahku berada di dekat ketiga kakak laki-laki aku.

Mereka baru pulang ke vila. Kakak sulungku, Joseph Handoko, dan kakak keduaku, William Handoko, sedang berbicara dengan nada penuh kasih sayang kepada adik angkatku, Linda Sunardi.

"Untung kali ini cepat-cepat pergi ke rumah sakit, jadi kamu bisa sembuh dengan cepat."

Kakak ketigaku, Albert Handoko, berkata dengan sangat cemas,

"Kata dokter, tubuhmu masih lemah, harus tambah banyak nutrisi."

Sambil berkata, Albert mengambilkan sepotong daging ke piring Linda.

Pelayan yang berdiri di samping mengingatkan, "Tuan Muda, sudah tiga hari Nona Rina di ruang bawah tanah dan nggak ada pergerakan ...."

Joseph mendengkus dan menyeletuk, "Linda baru keluar rumah sakit hari ini. Buat apa sebut-sebut pembawa sial itu?"

Pelayan ingin berbicara lagi, tetapi menjadi diam karena mendapat tatapan mata yang tegas dari William dan Albert.

"Dia pasti sengaja masak bubur seafood karena tahu Linda alergi seafood."

"Aku bahkan mengira dia sudah mulai menerima Linda. Ternyata, dia sudah menyusun rencana dari sebelumnya!"

Linda berpura-pura takut dan berkata,

"Sudah berhari-hari Kak Rina dihukum di ruang bawah tanah sendirian karena aku. Kak Rina nggak akan marah setelah keluar, 'kan?"

Joseph berucap dengan ekspresi cuek,

"Linda, jangan takut. Kami terlalu memanjakannya dari dulu, nggak pernah memberinya pelajaran."

"Setelah kali ini, dia pasti nggak akan berani merundungmu lagi."

Sambil berkata, Joseph mengambil ponselnya dan terus memperbarui kotak dialog denganku. Riwayat percakapan kami berhenti pada tiga hari yang lalu.

Dalam tiga hari ini, aku tidak mengirimkan pesan, bahkan tidak meneleponnya. Tatapan mata Joseph menjadi lebih marah.

"Sialan anak itu. Sudah berhari-hari, dia juga nggak kirim pesan untuk tanyakan kabar Linda!"

Pada saat ini, Linda mengambil inisiatif untuk memegang tangan Joseph dan sengaja berkata dengan sedih,

"Jangan membuat Kak Rina salah paham. Aku hanya ingin menjadi temannya, bukan ingin merebut sesuatu darinya."

Joseph menaruh ponselnya. Dia dengan sedih mengelus kepala Linda, lalu berucap,

"Linda, kamu memang baik hati. Nggak kayak dia, nggak punya hati."

William memikirkanku. Tatapan matanya penuh rasa cuek.

"Iya. Beraninya dia mengincar anggota keluarga demi merebut kasih sayang? Dia terlalu kejam!"

Albert mengangguk karena setuju. Dia mendengkus, lalu berkata,

"Sudah dikurung tiga hari. Kecuali dia mengaku salah, lalu berlutut dan minta maaf pada Linda, aku akan mengusirnya dari rumah!"

Aku berdiri di samping dan mendengarkan percakapan mereka. Aku merasa geli.

Hanya saja, tidak ada orang yang dapat memperhatikan pergerakan arwahku.

Sejak aku kecil, orang tuaku telah meninggal karena sakit. Ketiga kakakku memusatkan semua perhatian padaku.

Suatu hari, aku ingin memiliki teman sebaya. Lalu, ketiga kakakku menemukan Linda di panti asuhan.

Aku bergembira atas kedatangan Linda, tetapi Linda selalu memfitnahku di depan ketiga kakakku. Hal itu membuat ketiga kakakku makin hari makin menjauh dariku.

Begitu pula kali ini. Tanpa menanyakan sebab-akibat, ketiga kakakku mengurungku di ruang bawah tanah yang kecil.

Aku berupaya keras untuk melawan, tetapi udara di dalam ruang bawah tanah yang kecil itu terus menipis.

Aku menggedor pintu ruang bawah tanah dan terus memohon agar mereka mengeluarkan dari sana.

Akan tetapi, ketiga kakakku hanya memarahiku dengan ekspresi cuek.

"Nggak usah teriak-teriak! Ini salahmu sendiri. Kalau bukan karena kamu, mana mungkin Linda menderita karena alergi?"

"Kalau kubilang, kami terlalu baik padamu selama ini sehingga kamu merundung Linda. Kamu di dalam saja!"

Sambil berkata, William memasang rantai, sedangkan Albert menaruh benda berat di atas pintu ruang bawah tanah. Hal itu mematahkan peluang terakhirku untuk menyelamatkan diri.

Sekarang, saat melihat Linda yang berpura-pura senyum terhadap ketiga kakakku, aku sekali lagi menyeringai dengan kecewa.

Kakak-kakakku, adik yang paling mencintai kalian di dunia ini sudah mati karena kalian!

Lanjut Membaca

Daftar Isi Kak, Kalian Sungguh Kejam

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel DIBUANG MANTAN, DIKEJAR CEO SULTAN
9.8
Aruna terpaksa mengasuh Maira, anak bosnya yang bernama Brahmana, demi menolong sang ayah dari ibu tirinya. Namun, bekerja di rumah CEO itu justru menjebak Aruna dalam konflik batin antara luka lama dan perasaan cinta yang baru tumbuh. Walau ia berusaha menjauh, ketulusan sang bocah dan kejujuran Brahmana terus menahannya. Kini, Aruna bimbang untuk terus menyimpan dendam demi ayahnya atau luluh dalam pelukan sang sultan.
Sampul Novel Hadiah yang Kusiapkan Untuk Suamiku
8.1
Di tengah acara kumpul bersama, pernikahan modern Jenny hancur seketika. Sambil mengupas udang untuk Jenny, suaminya, Charles Gunandi, diam-diam membahas kehamilan dua bulan selingkuhannya, Shinta, menggunakan bahasa Prancis. Charles berencana membesarkan anak itu di luar negeri sebagai ahli waris karena mengira Jenny membenci anak-anak. Jenny, yang sebenarnya paham bahasa Prancis, hanya bisa menangis dalam diam dan berbohong bahwa air matanya menetes akibat rasa pedas dari saus yang sebenarnya hanyalah kecap asin.
Sampul Novel Hanya Suami di Atas Kertas
8.0
Agnes Permatasari harus merelakan rumah tangganya hancur. Pernikahannya dengan Rama Pratama kandas akibat tekanan dari ibu mertua serta ipar yang toksik. Setelah perceraian itu, Rama langsung menikahi perempuan kaya pilihan ibunya. Di tengah status barunya sebagai janda, Agnes menjadi sasaran hinaan dan cemoohan orang-orang sekitar. Kini, ia harus berjuang keras menentukan arah hidupnya. Mampukah Agnes bangkit dan bersinar, atau justru semakin terpuruk dalam kehancuran?
Sampul Novel Kompilasi Cerpen Dewasa
9.1
Antologi fiksi romantis modern ini merangkum deretan kisah cinta dewasa yang penuh gairah dan emosi mendalam. Melalui sudut pandang berbagai karakter lintas profesi, pembaca diajak menelusuri hubungan intim yang sarat konflik tajam antara protagonis dan antagonis. Selain menyajikan ketegangan yang memikat, setiap cerita pendek di dalamnya juga dirancang untuk memberikan wawasan berharga mengenai dinamika asmara sekaligus menyampaikan pesan moral yang mendalam bagi pembaca.
Sampul Novel Shalawat Cinta
9.5
Demi menikahi lelaki idaman, Alisa nekat menolak perjodohan. Malangnya, pernikahan itu hancur karena obsesi adik ipar yang mencintai suaminya. Tragedi memilukan tersebut bahkan merenggut satu kaki Alisa saat persalinan. Di masa terpuruknya, hadirlah Dewa yang senantiasa mendampingi dengan setia. Kisah ini mengulas perjuangan penuh air mata saat cinta sirna, sekaligus upaya menyatukan kembali sisa-sisa kasih yang tersisa.
Sampul Novel WANITA TERNODA
9.3
Tepat dua hari sebelum hari pernikahannya, hidup Nala Sundari hancur setelah kesuciannya direnggut paksa oleh lima lelaki tidak dikenal. Malangnya, keluarga serta calon suaminya justru mencampakkan Nala karena dianggap sebagai aib. Saat berjuang bangkit dari keterpurukan, salah satu pelaku tiba-tiba hadir kembali dan terus mengulurkan bantuan walau selalu ditolak. Akankah Nala sanggup mengampuni pria yang telah menghancurkan masa depannya, atau memilih pergi menjauh selamanya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan