APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rahasia Memalukannya, Perselingkuhan Publiknya

Rahasia Memalukannya, Perselingkuhan Publiknya

Malam pertama sang istri hancur saat Bima, suaminya, mengigaukan nama Karin, sahabatnya sendiri. Pengkhianatan mereka makin nyata lewat tato inisial K di dada Bima. Konflik memuncak ketika Karin sengaja menyajikan makanan pemicu alergi parah pada sang istri. Bukannya menyelamatkan istrinya yang sekarat dan sesak napas, Bima justru membela Karin. Dalam kondisi hamil, sang istri kini harus berjuang bertahan hidup demi melawan kekejaman mereka.
Bab
Bagikan

Bab 1

Di malam pernikahanku, suami baruku, Bima, mabuk berat sampai tidak sadarkan diri. Sahabatku selama dua puluh tahun, Karin, mengirimiku pesan berisi nasihat praktis: beri dia air madu dan biarkan dia tidur.

Tapi tepat saat Bima mulai tenang, dia menarikku mendekat, napasnya yang panas terasa di leherku. "Aku sangat, sangat mencintaimu, Karin," bisiknya. Lalu aku melihatnya. Sebuah tato yang belum pernah kulihat sebelumnya, satu huruf 'K' yang terukir tepat di atas jantungnya.

Keesokan paginya, di hari ulang tahunku, Karin muncul membawa kue, senyumnya semanis racun. Setelah satu gigitan, tenggorokanku mulai menyempit. Kacang. Dia tahu aku alergi parah terhadap kacang.

Saat aku terengah-engah mencari udara, naluri pertama Bima bukanlah menolongku, melainkan membelanya. Dia berdiri di antara kami, wajahnya menegang karena amarah. "Kamu itu punya masalah apa, sih, sama dia?" tuntutnya, buta pada kenyataan bahwa istrinya sedang tercekik di depannya.

Aku terhuyung-huyung, mencoba meraih EpiPen-ku, tapi dia mencengkeram lenganku, menarikku mundur dengan kasar. "Kamu akan minta maaf pada Karin sekarang juga!"

Dengan sisa kekuatanku, aku menampar wajahnya.

"Aku hamil," desisku. "Dan aku tidak bisa bernapas."

Bab 1

Malam pernikahanku seharusnya sempurna, tapi Bima mabuk berat. Dia nyaris tidak bisa berdiri, bicaranya tidak jelas saat teman-teman kami membimbingnya masuk ke dalam suite hotel. Pintu berbunyi klik tertutup, meninggalkan kami dalam keheningan yang terasa terlalu bising.

Aku menatapnya, yang terkulai di tepi ranjang king-size kami, dan gelombang perasaan tidak berdaya menyelimutiku. Ini bukan pria yang baru saja kunikahi. Ini orang asing. Hatiku sakit untuknya, untuk malam sempurna yang perlahan sirna.

Ponselku bergetar. Sebuah pesan dari Karin, sahabatku selama dua puluh tahun. *Dia mungkin minum terlalu banyak, Lana. Beri dia air madu dan biarkan dia tidur. Besok pagi juga sudah baikan.*

Aku merasakan rona merah merayap di leherku. Karin selalu tahu apa yang harus dilakukan. Pesannya, yang begitu praktis, juga menyimpan sedikit harapan tentang malam ini, dan aku merasa ada secercah asa bahwa segalanya mungkin masih akan baik-baik saja.

Aku melakukan apa yang dia katakan. Aku memesan air madu dari layanan kamar dan dengan lembut membujuk Bima untuk meminumnya. Dia penurut, seperti anak kecil, melakukan apa pun yang kuminta tanpa perlawanan.

Perlahan, energi gilanya menghilang, dan dia mulai tenang, napasnya teratur saat dia berbaring di atas bantal. Akhirnya dia diam.

Aku mengambil ponselku lagi, ingin membalas pesan Karin, untuk berterima kasih karena telah menjadi penenang dalam badai hatiku, seperti yang selalu dia lakukan.

Tiba-tiba, lengan yang kuat melingkari tubuhku dari belakang, menarikku ke dada yang hangat. Bima belum tidur. Napasnya terasa panas di leherku.

"Aku mencintaimu," bisiknya, suaranya berat dan serak. Itu bukan bisikan penuh cinta dari seorang suami baru. Kedengarannya seperti pengakuan yang direnggut dari jiwanya.

"Aku sangat, sangat mencintaimu, Karin."

Nama itu menggantung di udara, seperti racun. Dia tidak mengatakan Lana. Dia menyebut nama sahabatku.

Kemejanya terbuka karena mabuk. Di sana, di sisi kiri dadanya, tepat di atas jantungnya, ada sebuah tato yang belum pernah kulihat sebelumnya.

Itu adalah satu huruf 'K' yang elegan.

Pikiranku kosong. Dunia seakan miring, suara-suara memudar menjadi dengungan samar di telingaku. Pria yang memelukku, ruangan ini, gaun putih yang tergantung di pintu—semuanya terasa seperti film yang kutonton dari kejauhan.

K. Karin. Huruf 'K' itu untuk Karin.

Semuanya menjadi jelas. Alasan dia mabuk sampai tidak bisa berfungsi. Alasan dia menatap melewatiku di resepsi, matanya mencari orang lain. Dia tidak merayakan pernikahan kami. Dia meratapinya.

Aku berdiri di sana, membeku dalam pelukannya, untuk waktu yang terasa seperti selamanya. Aku tidak bisa bergerak. Aku tidak bisa bernapas.

Perlahan, perasaan kembali ke anggota tubuhku, rasa dingin yang mengerikan meresap ke tulang-tulangku.

Ponselku bergetar lagi di meja nakas.

Aku melepaskan diri darinya, gerakanku kaku dan seperti robot. Dia tidak menyadarinya, sudah terlelap dalam tidurnya yang mabuk.

Aku menatap layar yang menyala.

Pesan itu dari Karin.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Darah Sang Mafia
8.9
Dastan, pembunuh bayaran berjuluk The Black Wings, menyandera Dara di rumahnya sebagai jaminan utang. Ia sempat membenci Dara karena mengira gadis itu wanita simpanan ayahnya. Namun, sikap Dastan melunak saat kebenaran terungkap. Meski kerap diperlakukan kasar, Dara tetap mencintai Dastan. Di tengah kejamnya dunia mafia, akankah Dara berhasil menyelamatkan Dastan dari kegelapan, ataukah maut justru memisahkan mereka?
Sampul Novel Di Pemberhentian Terakhir
9.4
Sebagai mahasiswi yatim piatu penerima beasiswa, hidup Rana hanya berputar pada kuliah dan kerja. Kehadiran Reva sebagai sahabat pertamanya membawa warna baru, namun ketenangan itu sirna sejak kemunculan Reno serta sosok masa lalu. Situasi kian pelik saat Dito bergabung dalam lingkaran pertemanan mereka. Kini, Rana terjebak dalam pusaran konflik asmara dan emosi rumit yang melibatkan keempat orang terdekatnya tersebut.
Sampul Novel Hot Game
9.5
Menyasar pembaca usia 21 tahun ke atas, kisah romansa modern ini menyajikan dinamika hubungan yang sangat intens dan penuh gairah. Alur ceritanya berfokus pada eksplorasi mendalam terhadap sisi emosional sekaligus fisik dari para karakter utamanya. Anda akan diajak menyelami konflik percintaan yang matang dan provokatif. Setiap interaksi di dalamnya dirancang khusus untuk audiens dewasa yang mendambakan sebuah kisah cinta berani dan penuh warna.
Sampul Novel Kembalinya Arsitek Hebat Bernama Diah
8.6
Di hari jadi pernikahan kelima, Diah memergoki Bara berselingkuh dengan sepupunya sendiri, Fathia. Bara bahkan menghina Diah sebagai istri yang menjemukan, tanpa menyadari istrinya itu tengah mengandung anaknya. Kecewa berat atas pengkhianatan ini, Diah memilih merahasiakan kehamilannya. Ia pun bersandiwara menjadi istri penurut selama tiga hari terakhir sebelum akhirnya pergi selamanya demi memulai lembaran hidup baru tanpa Bara.
Sampul Novel Pelanggan Tetap Panti Pijat
9.1
Novel modern Pelanggan Tetap Panti Pijat mengisahkan seorang wanita dengan kegemaran rahasia mengamati keintiman pasangan lain. Sayangnya, sang kekasih adalah pria polos yang kurang bergairah dan gagal memenuhi kebutuhan biologisnya. Tak sanggup menahan diri, ia membawa pacarnya ke sebuah panti pijat refleksi kaki yang baru saja dibuka. Di tempat tersebut, ia akhirnya bisa memuaskan hasratnya dengan menyaksikan segala hal secara langsung.
Sampul Novel Pengasih Kesayangan CEO
8.6
Sekembalinya dari Hongkong, Maya harus menghadapi kenyataan pahit saat kekasihnya menikahi adiknya. Kemarahan sang ayah membuatnya diusir karena statusnya sebagai anak luar nikah. Di tengah keputusasaan setelah nyaris menjadi korban pemerkosaan, nasib menuntunnya bekerja merawat kakek dari keluarga kaya. Di sana, ia bertemu Jonatan yang kemudian jatuh cinta padanya. Walau mendapat penolakan keras dari ibu Jonatan, hubungan mereka tetap bertahan hingga akhirnya bersatu di pelaminan.