APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel PUTRI YANG TERTUKAR

PUTRI YANG TERTUKAR

Takdir Ana Merwin berubah drastis dari seorang pelayan dapur menjadi mempelai pengganti dalam pernikahan politik kerajaan. Dia dipaksa bersanding dengan Pangeran Leonhart, pria berjuluk The Black Phantom yang dikenal dingin dan mengerikan. Namun, pernikahan ini justru menjadi awal tersingkapnya konspirasi besar. Tanda lahir misterius pada tubuh Ana membangkitkan ketakutan sang ratu dan memicu ingatan kelam masa lalu yang mengancam kestabilan takhta kekuasaan.
Bab
Bagikan

Bab 6

Di istana Kerajaan Velmont, Ratu Seraphina berjalan bolak balik dengan gelisah. Ia sedang menunggu kabar dari kastil Pangeran Leonhart.

“Bagaimana? Apa Pangeran Leonhart membatalkan pernikahan?” tanya Ratu Seraphina pada Duke Arvin yang baru saja menyambanginya.

Duke Arvin membungkuk di hadapannya. “Maafkan hamba, Yang Mulia. Belum ada kabar apapun tentang hal itu. Hanya saja menurut informan, mereka baru saja tiba di kastil Pangeran Leonhart,” tukas Duke Arvin dengan hati-hati.

Ratu Seraphina menghela nafas pelan. Perlahan ia kembali ke singgasananya. Ia duduk, menatap Arvin seperti menimbang hidupnya. “Leon pasti jijik melihatnya. Si pelayan buruk rupa itu pasti akan diusir, dan Velmont tidak akan punya alasan untuk menuntut balik mahar. Benar-benar ide gila. Tapi … apakah akan berhasil?”

Duke Arvin tertawa pendek, pahit. “Rencanaku selalu berhasil, Yang Mulia. Kita tinggal tunggu saja waktunya. Tak mungkin Pangeran Leonhart menahan gadis itu lebih lama. Pilihannya … dia akan mengembalikannya ke istana. Pernikahan hanya terjadi secara simbolik. Atau—”

“Atau dia menghabisinya—” sela sang ratu bernada getir, membayangkan gadis yang mirip seseorang di masa lalunya itu mati dipenggal oleh Pangeran Leonhart.

Duke Arvin menelan salivanya. Untuk soal itu, ia tidak tega hanya sekedar membayangkannya. Ana pernah menyelamatkannya saat ia pernah digigit ular berbisa. Ia tidak akan lupa kebaikan gadis itu.

“Apa kau sudah mendapat informasi soal asal usul gadis itu?”

Ratu Seraphina mengganti topik pembicaraan.

Duke Arvin menunduk, meski matanya tak benar-benar menatap lantai marmer. Ada sesuatu di balik tatapannya—entah kesangsian, atau sekadar cemas. Ia menengadah. “Dia hanya gadis yatim piatu dari Panti Merlow, Westmere. Anak-anak di panti itu kebanyakan anak dari korban perang, Yang Mulia,”

Ratu Seraphina bernafas lega. Ia bangkit, gaunnya bergoyang menyapu lantai. Namun di balik keanggunannya, tatapannya masih tajam dan dalam. “Kau telah melakukan pekerjaan yang sempurna, Arvin. Kau layak dihargai.”

Duke Arvin tersenyum mendengar pujian sang ratu.

Malam itu Ratu Seraphina mungkin bisa tidur nyenyak. Sebelum beranjak ke atas ranjang, ke dua tangan melingkari tubuhnya, membuatnya terhenyak.

“Ibu,” bisik suara seorang gadis yang terdengar familiar.

Ratu Seraphina menoleh lalu mencubit hidungnya. “Kenapa kau kembali? Belum waktunya kau muncul, Clarissa,”

Putri Clarissa memasang wajah yang ditekuk. Ia berbicara pelan. “Aku lelah harus menyembunyikan wajahku ini, Ibu.”

“Tunggulah sebentar!” kata Ragu Seraphina dengan tersenyum samar.

.

.

.

Pangeran Leonhart menyeringai dingin setelah melihat wajah asli Ana—yang dikira cacat dan penyakitan.

“Jadi ini hadiah yang mereka kirim padaku? Mereka mendapat wilayah tambang sedangkan aku? Pelayan buruk rupa.”

Ia mencengkram dagu Ana dengan paksa. Lalu ia mendorongnya hingga ke dinding.

Pria itu mengira jika gadis itu masih bisa dimanfaatkan. Setidaknya wajah cantik dan tubuh moleknya bisa sedikit menghiburnya malam itu. Namun, di luar dugaan, ia ingin muntah melihat wajahnya.

“Lepaskan aku, Yang—” gumam Ana saat berusaha melepas cengkraman satu tangan kekar Pangeran Leonhart.

Tenaganya kalah jauh. Postur tubuh dirinya dan pria itu sangat kontras. Di hadapannya ia seperti seekor kelinci. Dan, Pengeran Leonhart seperti lambang kerajaan, seekor singa yang lapar.

Dengan begitu mudah, pria keji itu menarik tubuh mungil Ana. Nafas Ana pendek-pendek, saat cengkraman Pangeran Leonhart menekan nadi di lehernya.

Alih-alih mendengar suara Ana yang nyaris hilang, Leonhart menatapnya dengan sorot permusuhan. “Ratu telah menghina kerajaan Ravensel.”

Air mata sudah mengambang di matanya yang sialnya indah—berwarna hijau zaitun. Namun ia tidak gentar. “Aku siap dihukum, Yang Mulia,” katanya setelah cengkraman Leonhart mengendur.

Tunggu, gadis itu sama sekali tidak takut. Ia mengira jika gadis itu akan memelas dengan menangis kencang. Namun … cara ia bicara seperti tak gentar. Tatapannya menyiratkan luka yang tak kasat mata.

Pangeran Leonhart menarik diri. Tubuh gadis itu jatuh terhuyung ke lantai. Nafasnya masih memburu. Ia menghirup udara rakus.

Pangeran Leonhart menatap gadis itu lagi. Kali ini tak sebengis tadi.

“Apa kau tidak takut aku akan memenggal kepalamu? Kesalahanmu sangat fatal! Kau sudah berpura-pura menjadi Putri Clarissa!”

Ana hanya bisa terbaring lemah. Tubuhnya menggigil karena kelelahan, napasnya tersengal, dan bibirnya bergetar pelan—berusaha mengucap sesuatu, namun suara itu tak kunjung keluar. Hanya udara dari bibirnya yang setengah terbuka.

“Pengawal, bawa dia pergi!” suara dingin Pangeran Leonhart menggema seperti palu hukuman, menghantam dada Ana.

Pintu kamar terbuka. Dua pengawal bertubuh tinggi besar dan bersenjata melangkah masuk tanpa ragu. Ana menoleh panik, matanya membelalak. Belum sempat ia bergerak, kedua tangannya sudah dicengkeram keras. Ia diseret keluar kamar pengantin seperti tahanan hina.

Gaun pengantinnya terseret lantai, dan pandangannya kabur oleh air mata. Malam pertama yang seharusnya sakral dan indah berubah menjadi malam hukuman dan penghinaan.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B32229" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B32229
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Geger di Bhumi Manggala
8.2
Tangisan Tadah Asih menggema di bawah langit Kilen yang memerah, menjadi awal dari ramalan kelam seorang petapa suci tentang kehancuran Bhumi Manggala. Saat sebuah kerajaan dirundung duka akibat kematian tragis seorang bangsawan agung, para prajurit setianya pun bangkit melakukan aksi bela pati. Di tengah situasi yang kian kacau dan dunia yang mulai runtuh, seorang pemuda berdiri dengan kemarahan memuncak. Ia memutuskan melangkah pergi demi menuntaskan dendam membara di hatinya.
Sampul Novel Keinginan Sang Elf: Petualangan Erotis di Dunia Peri
8.7
Lyra, seorang elf muda, memutuskan menjelajah dunia luar demi menjawab rasa penasaran dan hasrat terpendamnya. Petualangan ini mempertemukannya dengan peri tampan bernama Orion, yang membimbingnya menyelami sisi erotis yang asing baginya. Di tengah keindahan dunia peri, bahaya gelap mulai mengancam. Sembari mengungkap rahasia besar yang menguji cinta mereka, hubungan keduanya pun bertumbuh menjadi sebuah ikatan intim yang sangat mendalam.
Sampul Novel Nilakandi
9.6
Enam tahun lamanya, Diwana tersiksa oleh mimpi berulang tentang gadis bergaun biru beraroma harum dan berlonceng, yang tak boleh ia sentuh atau ajak bicara karena aturan gaib. Batas antara khayalan dan kenyataan runtuh saat ia bertemu Nilakandi, sosok nyata yang sangat mirip dengan perempuan dalam tidurnya. Pertemuan ini perlahan menyingkap rahasia besar serta takdir misterius yang selama ini menyelubungi kehidupan Diwana.
Sampul Novel The Dawson Clan
9.6
Terasing di kegelapan, Cliff harus bertahan hidup dengan darah dan menjauhi matahari. Wafatnya sang ibu menuntunnya pada kenyataan bahwa ia adalah vampir blasteran klan Dawson yang mulia. Namun setelah bersatu dengan keluarga sang ayah, ia malah diasingkan dan terlibat asmara terlarang dengan tunangan saudaranya. Saat sebuah malapetaka hebat menyulut amarahnya, Cliff bertransformasi menjadi pemburu kejam yang bersumpah untuk memusnahkan seluruh silsilah darah Dawson.
Sampul Novel Tombol Atur Ulang Jinsei
8.6
Hashidate Yuuto adalah remaja yang sangat berambisi mengejar kesempurnaan hidup. Namun, reputasi yang ia bangun dengan susah payah hancur seketika akibat sebuah insiden memalukan di sekolah, di mana ia buang air besar di depan kelas dan orang tuanya sendiri. Merasa masa depannya telah hancur, Yuuto sangat ingin menghapus kejadian itu. Harapan tersebut terjawab saat sesosok Dewi misterius bernama Maki muncul dan menawarkan tombol ajaib pelontar waktu ke masa lalu.
Sampul Novel TWIN FLAME
8.3
Hubungan rumit antara Kumba, Kanya, dan Asad kembali berlanjut di kehidupan modern ini. Walau dulu Kumba sempat menyerahkan Kanya kepada Asad, garis takdir tetap mendekatkan mereka lagi. Kanya menyayangi Asad, namun ia juga menemukan kedamaian saat bersama Kumba. Sebagai Twin Flame, ikatan jiwa Kumba dan Kanya terus saling mengikat tanpa batas waktu. Kini, mereka harus melewati badai emosi demi mewujudkan impian terbesar: hidup bersama selamanya di masa kini hingga masa depan.