APKDock Logo
Sampul Novel PUTRI YANG TERTUKAR

PUTRI YANG TERTUKAR

8.3 / 10.0
Takdir Ana Merwin berubah drastis dari seorang pelayan dapur menjadi mempelai pengganti dalam pernikahan politik kerajaan. Dia dipaksa bersanding dengan Pangeran Leonhart, pria berjuluk The Black Phantom yang dikenal dingin dan mengerikan. Namun, pernikahan ini justru menjadi awal tersingkapnya konspirasi besar. Tanda lahir misterius pada tubuh Ana membangkitkan ketakutan sang ratu dan memicu ingatan kelam masa lalu yang mengancam kestabilan takhta kekuasaan.

PUTRI YANG TERTUKAR Bab 1

Ana Merwin hanya pelayan dapur istana—hingga takdir memaksanya menggantikan sang putri dalam pernikahan politik. Dia dipaksa menikahi The Black Phantom, Pangeran Leonhart yang dikenal buruk rupa, dingin dan menakutkan.

Namun, setelah mahkota dikenakan di kepalanya, satu demi satu rahasia istana mulai terungkap. Tatapan sang ratu berubah ngeri saat melihat wajahnya. Tanda lahir di tubuh Ana membangkitkan kenangan kelam masa lalu.

Siapa sebenarnya Ana Merwin?

Dan mengapa kehadirannya bisa mengguncang takhta kerajaan?

“Jangan menatapnya terlalu lama. Kau bisa lupa siapa dirimu.”

Ana mengangkat wajahnya dari cermin kecil di ruang rias. Suara itu datang dari pelayan tua di belakangnya—yang hari ini ditugaskan mendandani Putri Clarissa.

Ana hanya menunduk dalam. Tangannya gemetar saat menyentuh bros emas yang tersemat di dada gaun birunya. Gaun itu bukan miliknya. Nama ini pun bukan miliknya. Tapi malam ini, ia akan melangkah ke tengah aula sebagai Putri Clarissa—dalam acara pertunangan politik yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Semuanya demi sang Ratu. Ia merasa terjebak di sana. Padahal ia hanyalah seorang koki yang ditugasi untuk membuat kue tart ulang tahun untuk sang putri. Tak dinyana, tiba-tiba ia diseret masuk ke dalam ruang rias sang putri.

Sebuah veil tipis menutupi wajahnya, menyamarkan identitas yang ia pinjam. Beberapa kali ia menghela nafas sesak. Ia tidak bisa melarikan diri seperti seekor kerbau yang dicucuk hidungnya. Takdir sedang mempermainkannya.

“Yang Mulia menunggu di aula. Ingat, Ana Merwin, kau bukan siapa-siapa.” Wanita bersanggul Valmere Knot itu berkata dengan nada sinis.

Ana mengangguk perlahan lalu menegakkan punggungnya. Jantungnya berdentum keras di balik tulang rusuknya. Setiap langkah terasa berat seperti sedang berkelana di hutan belantara. Sungguh, ia tidak tahu apakah ia bisa pulang atau justru malah tersesat.

Aula megah disulap begitu indah. Mata Ana menyipit tatkala disambut oleh cahaya berasal dari chandelier lilin yang berkilauan. Beberapa detik ia merasa seperti seorang putri yang sesungguhnya. Semua netra langsung terpacak padanya. Bisik-bisik para tamu undangan pun mulai menggema ke udara.

“Putri Clarissa menjadi tumbal sang Ratu,” ujar salah satu duchess di balik kipas bermotif heraldik yang menutupi setengah wajahnya.

“Ratu Seraphina sangat mencintai Putri Clarissa sampai pernikahannya pun diatur,” jawab yang lain dengan nada satir.

“Kalian tahu, pangeran dari keluarga Ravensel itu monster. Tak ada satu wanita pun yang tertarik padanya. Dia hanya pangeran yang terbuang, keji dan pembunuh berdarah dingin,” imbuh yang lain ikut memprovokasi. Seketika gosip itu langsung memanas di telinga Ana.

Pantas, Putri Clarissa tidak bersedia dijodohkan dengan pria semacam itu. Sepengetahuan dirinya, gadis itu menyukai pria yang tampan.

“Aku dengar, dia bahkan membunuh ibu kandungnya sendiri,” kata yang lain sembari saling lirik penuh arti saat Ana melewati mereka.

Perasaan Ana makin tak karuan setelah mendengar gunjingan mereka. Ia merasa seperti sedang berada di tiang gantung. Seburuk itu kah calon suami Putri Clarissa?

“Kau tau, dia memakai topeng phantom karena wajahnya terluka saat perang. Ia cacat dan buruk rupa. Lengkap sudah, siapa juga yang mau menikah dengannya kalau karena bukan kepentingan politik,” lanjut wanita lain yang ikut bergabung bersama mereka.

Sebelum Ana sempat mundur, gadis bangsawan lain sudah menarik tangannya. Ia adalah sepupu Putri Clarissa dari sang raja, Lady Amber yang terkenal dengan kecerdasannya dalam ilmu hitung.

“Selamat ya! Aku harap kau bisa bersenang-senang dengan pangeran itu. Tak apalah dia berwajah jelek, tapi kau bisa mendapatkan kompensasi, kan? Kekuasaan, kekayaan… yah, apa pun yang diimpikan gadis-gadis istana.”

Amber tertawa pelan, manja, tanpa menyadari kekakuan Ana. Ia benar-benar tidak menyadari siapa gadis yang diajak bicara olehnya.

“Ayahku bilang kau sangat beruntung dijodohkan dengannya. Katanya, hanya karena dia cacat dan temperamental, kau bisa mendapatkan hak veto dalam istana kelak! Bukankah itu menguntungkan?” Amber terkikik. Ia memang gadis yang ekspresif.

Ana hanya menghela nafas pelan mendengar celotehan gadis berambut pirang itu.

Amber berjalan mendekatinya, berbisik pelan. “Asal kau kuat menahan baunya saja. Mulutnya bau seperti telur busuk dan bawang putih mentah. Dia jarang mandi dan lebih sering bermandikan darah,”

Ana semakin bergidik ngeri mendengar ucapan Lady Amber meskipun dengan nada setengah bercanda. Bukan tanpa alasan, para putri bangsawan lain juga mengatakan hal yang sama tentang pangeran itu.

Tubuh Ana membatu, bukan hanya karena rasa takut, tapi karena perasaan getir dan amarah yang menyesakkan dada. Ia hanyalah pelayan istana yang dipaksa mematuhi perintah sang ratu. Ia tidak bisa memilih.

“Lady Amber...” Ana akhirnya membuka suara, datar. “Apa kau selalu mengukur cinta dan pernikahan dengan fisik dan jabatan?”

Tunggu, Lady Amber merasa asing mendengar suara Putri Clarissa yang terdengar lain. Namun sebelum ia menjawab pertanyaan Ana, ia langsung ditarik oleh ibunya, Lady Leoni.

“Aku pinjam dulu, Amber, Clarissa,” kata Lady Leoni tersenyum canggung pada Ana. Lalu ia menarik pergelangan tangan putrinya. “Kau harus berkenalan dengan putra bangsawan dari timur. Ayo!”

Ana hanya mendesah pelan tatkala melihat kepergian mereka. Ia hampir terpancing dan membongkar identitasnya sebagai Putri Clarissa yang palsu.

Semua orang membungkuk menghormatinya. Mereka menatap Ana dengan tatapan yang rumit. Di balik Veil, Ana justru menatap mereka dengan tatapan tajam. Ia menekuri setiap orang yang berada di sana. Dalam hati, ia bertanya, apakah di antara mereka adakah yang masih berhubungan darah dengannya?

Tak berselang lama, para tamu undangan yang berasal dari para bangsawan tinggi itu menoleh dengan keheranan ke arah yang lain, saat Pangeran Leonhart Ravensel muncul dari balik lengkungan gerbang istana yang menjulang pongah dan diselimuti aura kelam yang membuat bulu kuduk meremang.

Para putri bangsawan yang hadir menahan nafas saat pria itu melangkah melewati mereka. Seakan pangeran yang dijuluki the Black Phantom itu adalah jelmaan dewa iblis yang bisa menghabisi siapapun yang tidak disukainya.

Topeng besi menutupi separuh wajahnya. Terlihat misterius. Sorot matanya tajam, tak bisa dibaca. Semua orang membisu—bukan karena terpana, tapi takut.

Menurut rumor yang beranak pinak, wajahnya cacat karena luka perang sehingga mengenakan topeng phantom. Ia juga pernah menghabisi seorang penjaga hanya karena melihat wajahnya tanpa izin. Ia bukan pangeran yang di elu-elukan oleh para wanita. Ia adalah pangeran yang terbuang.

Ana menunduk dalam-dalam saat pangeran itu mendekat. Sial, justru langkah pria bertubuh tinggi besar itu berhenti… tepat di hadapannya.

Tubuh Ana bergetar hebat. Bagaimana kalau ia ketahuan bukan Putri Clarissa?

Lanjut Membaca

Daftar Isi PUTRI YANG TERTUKAR

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4 Ch. 5 Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Ambisi Ibu Tiri
7.9
Sebuah pertemuan di kampus berubah menjadi tragedi bagi seorang mahasiswi ketika ibu tiri barunya mempermalukan dan menyiksanya secara brutal di depan umum atas tuduhan palsu. Meski identitas aslinya terungkap setelah korban dirawat di rumah sakit, sang ibu tiri tetap bersikap arogan dan merasa berhak menindasnya. Namun, wanita itu tidak menyadari bahwa dia hanyalah pengasuh yang dinikahi sang ayah demi anaknya, karena cinta sejati ayahnya tetap milik mendiang ibu kandungnya.
Sampul Novel Antara Penyesalan Dan Pembebasan
8.6
Setelah sepuluh tahun menanggung kebencian Irfan pasca-pernikahan paksa mereka, sang protagonis akhirnya kehilangan pria itu dalam misi penyelamatan yang tragis. Diiringi penyesalan keluarga dan tuduhan sebagai pembawa sial, ia memilih mengakhiri hidupnya dengan racun. Namun, sebuah keajaiban membawanya terbangun kembali di malam sebelum hari pernikahan mereka. Sadar akan penderitaan masa lalu, kali ini ia bertekad untuk merelakan hubungan mereka dan memilih jalan hidup yang berbeda.
Sampul Novel Digoda Gairah Masa Lalu
9.0
Demi mengubur memori kelam, Alicia berganti identitas menjadi Annisa. Namun, takdir mempertemukannya lagi dengan Palma, pria masa lalu sekaligus ayah kandung anak sulungnya. Kemunculan Palma memicu kemarahan sang istri, Dewi. Di tengah konflik yang memanas, Annisa justru memilih Radit sebagai pasangan hidupnya. Menjelajahi Bandung hingga Mesir, keteguhan hati mereka diuji. Akankah godaan masa lalu meruntuhkan kesetiaan, atau ketulusan cinta Radit yang menjadi pemenang?
Sampul Novel Dua Sahabat yang Bercerai
8.2
Mely dan Winda menikah dengan dua bersaudara dari Keluarga Wicaksono yang kaya raya. Hari pernikahan berubah menjadi petaka saat suami Mely, Riko, pergi demi menolong mantan kekasihnya. Kepergian Riko memicu serangan jantung fatal pada nenek Mely hingga meninggal dunia. Merasa dikhianati dan diabaikan, Mely memutuskan untuk berpisah. Keputusan ini didukung oleh Winda yang juga memilih menggugat cerai suaminya, menyisakan penyesalan mendalam bagi kedua pria Wicaksono tersebut.
Sampul Novel Istri Dekilku Anak Sultan
9.0
Penyesalan mendalam menghampiri Alif setelah menceraikan Shinta, perempuan yang dahulu ia anggap tidak menarik. Ia terkejut saat mengetahui mantan istrinya tersebut adalah pewaris tunggal konglomerat sekaligus pemilik baru perusahaan tempatnya bekerja. Di tengah konflik perebutan kekuasaan yang membahayakan nyawanya, Shinta harus berjuang mempertahankan diri dari musuh-musuhnya. Beruntung, ada Raka yang selalu siap melindungi Shinta, menumbuhkan harapan akan hadirnya cinta sejati di antara mereka.
Sampul Novel Rumah Tanggaku
9.0
Banyak pengantin baru mendambakan pernikahan yang sempurna, tetapi kenyataan yang aku jalani justru sebaliknya. Hidup bersama mertua menuntut kesabaran ekstra saat berbagai konflik mulai bermunculan. Selain harus memutar otak demi mengatur anggaran belanja yang melonjak, aku juga didera tekanan batin karena belum juga dikaruniai momongan. Saat ujian hidup datang silih berganti menghantam kami, mampukah aku tetap bertahan menjaga keutuhan pernikahan ini?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan