APKDock Logo
Sampul Novel Alpha Rexton, I'm Not Your True Luna

Alpha Rexton, I'm Not Your True Luna

9.4 / 10.0
Akibat pengaruh alkohol, Amelie tidak sengaja menyerahkan kesuciannya kepada Alpha Rexton, kekasih dari kakak angkatnya. Diliputi penyesalan mendalam, ia memohon agar sang Alpha menolak dirinya demi menjaga perasaan Matilda, sosok yang telah merawatnya sejak kecil. Amelie rela mengorbankan batinnya asal keutuhan keluarga angkatnya tetap terjaga. Namun, rahasia takdir mate ini mengancam segalanya. Akankah hubungan mereka bertahan saat kebenaran akhirnya terungkap?

Alpha Rexton, I'm Not Your True Luna Bab 1

Amelie's POV

"Eh, apa mereka berdua adalah kekasihmu?"

Aku tak sengaja melihat dua foto laki-laki yang berbeda dalam smartphone Matilda -- kakak angkatku. Kedua foto itu diambil dengan pose yang hampir sama, Matilda berdiri dengan laki-laki itu di sebelah kirinya, mereka tersenyum dan terlihat sangat bahagia.

"Letakkan smartphone-ku, Amelie. Kamu sudah mengusik privasi orang lain!"

"Aku iri padamu, kamu bisa mendapatkan satu atau dua laki-laki dengan hanya sekali mengedipkan sebelah mata. Huft, tidak maukah kamu berbagi satu di antara kedua laki-laki ini kepadaku?"

"Amelie, apa kamu tidak mendengar perkataanku tadi?!"

Amelie Chyntia adalah nama pemberian keluarga angkatku, aku tidak pernah tahu siapa nama dan keluargaku yang sebenarnya. Kata ibu, pada musim dingin dua pulus satu tahun yang lalu, pintu rumah ini diketuk dan aku sudah ada dalam keranjang bayi lengkap dengan sebuah pakaian dan secarik kertas yang sudah koyak. Meskipun aku bukan terlahir dari keluarga ini, namun aku tetap menganggap mereka keluarga, apalagi ibu yang sudah merawatku hingga dewasa.

"Jangan buka smartphone tanpa izin, Amelie, setiap orang butuh privasi!" Matilda melangkah mendekat dengan secangkir coklat di tangannya.

"All right, all right." Aku mengangguk remeh.

Bersamaan dengan itu, suara deru mobil mendekat dan berhenti di depan rumah. Melongok keluar dari jendela kamar kakak perempuanku, aku melihat sebuah mobil berwarna putih dengan beberapa orang di dalamnya.

Melihat mereka sudah datang, aku segera keluar dari kamar untuk menemui mereka dan pergi.

"Kamu mau ke mana, Amelie?!" teriak Matilda dari dalam kamar.

"Malam ini ada pesta reuni, aku harus pergi. Mungkin aku akan pulang nanti malam, jangan kunci pintunya, Matilda!" Aku terus berteriak sembari berlari.

Masuk ke dalam mobil, sudah ada tiga temanku di dalamnya. Aku duduk di sebelah Chesna, perempuan berpenampilan tomboy dengan rambut pendek berwarna ungu dengan gaya peek a boo. Sementara dua temanku yang lain adalah Gwendolyn yang suka bernyanyi sedang menyetir mobil dan Hailey yang duduk di sebelahnya dan tengah sibuk merias wajah.

Mobil perlahan kembali melaju membelah jalanan malam itu. Tidak banyak kendaraan yang berlalu-lalang, mungkin karena udara malam ini juga cukup dingin.

Suara musik menggema dalam sebuah ruangan yang dipandu oleh seorang DJ perempuan berkulit hitam, di sekitarnya orang-orang menikmati malam dengan cara mereka masing-masing.

"Kamu lihat pria di sana, dia sangat tampan!" ujar Chesna, jarang sekali ia memuji laki-laki tidak seperti yang terjadi malam ini.

Ketiga pasang mata yang lain menoleh ke arah yang sama. Mereka melihat seorang laki-laki yang tengah meneguk tequila. Ia mengenakan kemeja putih dengan tiga kancing paling atas yang terbuka membuatnya tampak hot dan sexy. Tidak hanya itu, kedua lengannya juga digulung ke atas memperlihatkan kedua tangan dengan otot yang kekar. Tatapan matanya tajam ke depan, ia nampak sangat menikmati minumannya.

"OMG, kamu benar, Chesna. Dia bahkan lebih baik daripada kekasihku," ujar Hailey, ia memang memiliki karakter seperti Matilda yang bisa menyukai banyak laki-laki dalam satu waktu.

"Sayang sekali, kita sudah punya pacar. Sepertinya ini giliran Amelie untuk mendapatkannya," ujar Gwendolyn, lirikan matanya menggodaku yang duduk di sebelah kirinya.

Aku meneguk segelas beer, lantas meletakkannya kasar di atas meja. "Tapi aku tidak mrasa tertarik dengannya, dia biasa-biasa saja."

Mereka bertiga terkekeh, sepertinya mereka sudah tahu dengan kebohonganku. Memang aku juga melihatnya sama seperti ketiga temanku yang lain, dia tampan, hot dan sexy, tapi apa mungkin aku bisa mendekatinya? Ah, pikiran macam apa ini!

Semakin malam bar semakin ramai, aku masih duduk bersama ketiga temanku saat orang-orang semakin banyak berdatangan.

Aku mengerjapkan mata kala pandangan mataku seketika buram. Sepertinya aku sudah cukup banyak menengguk minuman.

"Uhm, bagaimana jika kita bermain truth or dare?" Hailey memberikan usul.

"Itu menarik!"

Kami melakukan suit dan hasilnya adalah Gwendolyn yang pertama, aku kedua, kemudian disusul Hailey dan diurutan terakhir adalah Chesna.

"Truth or dare?" tanya Hailey.

"Um ... truth." Gwendolyn menjawab tegas.

"Biar aku yang bertanya," ujar Chesna. "Ceritakan pengalaman sex pertamamu."

Gwendolyn tersipu. "Tidak bisakah pertanyaan yang lain?"

"Tidak, dan kamu haru menjawabnya dengan jujur." Hailey mendukung penuh pertanyaan yang diberikan Chasne.

"Malam itu aku tidak menyangka jika dia akan melakukan itu, tapi sebenarnya aku juga sudah sangat menunggu. Itu adalah pengalaman yang menakjubkan! Sekarang setiap kali bertemu, kita selalu melakukannya."

"Uh ... betapa manisnya kalian," ujar Chasne, tersenyum puas. "Sekarang giliranmu, Amelie. Truth or dare?"

Terdiam beberapa saat, aku sangat memikirkannya dengan hati-hati. "Dare," jawabku yang tidak ingin diberikan pertanyaan aneh.

"Woah, kamu berani sekali, Amelie. Aku akan mempersilahkan Gwendolyn untuk memberikan dare kepadamu." Chasne mengangkat dagunya ke arah perempuan dengan kulit putih mulus itu.

"Dekati pria itu dan lakukan sex pertama kali dengannya."

Kedua mataku terbuka lebar, aku tidak menyangka jika mereka akan memberikan tantangan seperti ini kepadaku. Seketika aku menyesal, seharusnya aku tidak masalah jika menceritakam sesuatu secara jujur kepada mereka.

Melihat ke arah laki-laki itu sejenak, ia masih ada di sana sedang duduk sembari menundukkan kepala. Nampaknya ia sedang dalam masalah dan kedatanganku mungkin akan membuat suasana hatinya semakin buruk.

"Bukannya aku tidak berani, tapi lihatlah, dia sepertinya sedang berada dalam masalah besar."

"Kamu tidak bisa beralasan apapun, Amelie." Gwendolyn menggelengkan kepala.

"Yes, kamu sendiri yang memilih dare," ujar Chasne menambahi.

"Kamu harus melakukannya, tidak ada hal lain yang harus kamu lakukan, kamu hanya perlu memintanya untuk sex denganmu. Jika dia menolak, itu bukan masalah. Jika dia menerima, kamu harus melanjutkan tantangan dari kami sampai selesai." Hailey memberi arahan. "Ayolah, jangan pesimis terlebih dahulu. Kamu harus mencobanya, kamu harus tahu betapa cantiknya kamu, Amelie."

Tidak bisa lagi menolak, aku beranjak. Pandanganku seketika berubah samar, namun saat mataku mengerjap aku bisa kembali memfokuskan pandanganku.

Langkah kakiku semakin mendekat, bersamaan dengan itu degup jantungku juga kian berdetak tak karuan.

Semakin dekat, aku bisa melihat sepasang mata hijaunya yang menenangkan. Dia melihat ke arahku, lalu tersenyum dengan salah satu sudut bibirnya saja.

"H--hai," ujarku canggung. "Bisakah aku duduk di sini."

Seulas senyum terlihat pada wajahnya. "Tentu." Ia sedikit menggeser tubuhnya.

"Thank you," ujarku yang lantas duduk. "Ehm, kamu terlihat begitu tampan."

Aku bisa merasakan jika ia tersipu. Senyuman kembali hadir di wajahnya, ia mengusap tengkuk lehernya dan meletakkan tangannya di belakangku.

Perlahan wajahnya mendekat hingga hembusan nafasnya yang dingin bisa terasa di wajahku. "Kamu juga cantik, Mrs. Pinky."

Seketika aku baru menyadari semua yang melekat di tubuhku berwarna pink. Dress yang aku kenakan memiliki warna pink, begitu juga dengan sepatu dan aksesoris yang lain.

Tangannya yang lain melingkar di bagian depan tubuhku sehingga aku seperti berada dalam kurungannya. Jarak kita semakin dekat dan aku bisa merasakan bibirnya yang mulai menyentuh bibirku.

"Uhmm, Mr. Maskulin aku mendapat tantangan untuk--."

"Aku tahu, bagaimana jika kita memesan kamar hotel untuk malam ini, Mrs. Pinky?"

Lanjut Membaca

Daftar Isi Alpha Rexton, I'm Not Your True Luna

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Gairah Sang Bodyguard
8.7
Nyawa penyanyi pop terkenal, Venus Harristian, terancam setelah ia melihat sebuah kejahatan besar. Polisi bernama Dion Elang Juliandra pun ditugaskan menjadi pengawal pribadinya demi menjaga keselamatan Venus hingga persidangan tiba. Namun, interaksi yang intens justru memicu getaran asmara di antara keduanya. Situasi menjadi rumit karena Venus dan Dion sama-sama telah bertunangan. Di bawah bayang-bayang teror, mereka kini terjebak dilema antara komitmen dan gairah yang membara.
Sampul Novel Ganti Rugi Nyawa Putriku
9.6
Setelah tewas terbakar akibat aksi balas dendam suaminya yang murka atas kematian sang mantan kekasih dalam kecelakaan pesawat, seorang ibu mendapat kesempatan kedua. Ia terbangun tepat di hari putri mereka mengalami serangan jantung. Namun kali ini, sang suami yang bekerja di menara kontrol bandara sengaja memutus komunikasi dengannya. Ketika pria itu menyadari keputusan egoisnya justru merenggut nyawa putri kandung mereka sendiri, penyesalan mendalam mulai menghancurkan akal sehatnya.
Sampul Novel I am Your Boss
8.2
Dulu dicampakkan karena miskin, Andra bangkit hingga sukses mendirikan imperium bisnis raksasa dalam enam tahun. Kini ia menjadi bos kejam berhati dingin dengan aturan super ketat. Namun, pertahanan kokohnya mulai goyah saat bertemu seorang pelamar wanita baru. Kehadiran perempuan tersebut perlahan mengikis kebekuan hati sang miliarder, membangkitkan kembali secercah harapan akan cinta sejati yang sempat ia kubur dalam-dalam.
Sampul Novel Passionate Hubby
9.3
Di usia 22 tahun, Ayyana Binar Keana mendambakan pernikahan yang penuh kehangatan. Namun, realita berkata lain karena Biru Evaksa Aiden, suaminya yang berusia 29 tahun, mengidap kelainan medis tertentu. Kondisi ini membuat rumah tangga mereka yang berjalan sebelas bulan belum dikaruniai anak. Akibat sang suami tak bisa menunaikan nafkah batin, Ayyana pun masih menjaga kesuciannya. Hal ini memicu konflik mendalam di antara keduanya.
Sampul Novel Pernikahan Dadakan dengan CEO
8.0
Pernikahan kini berubah menjadi perhitungan bisnis yang kaku. Sang suami menuntut agar seluruh pengeluaran rumah tangga, mulai dari biaya hidup sehari-hari, cicilan KPR, hingga cicilan mobil, dibagi rata secara adil. Ketegangan semakin memuncak ketika keberadaan adik ipar yang menumpang tinggal mulai dipermasalahkan. Uang bulanan sebesar empat juta rupiah dianggap tidak lagi cukup, dan ia dipaksa membayar setengah dari total biaya sewa demi menghindari tuduhan menumpang secara gratis.
Sampul Novel Pernikahan Hanya Sandiwara
9.0
Wasiat keluarga memaksa Kania menjalani pernikahan penuh derita bersama Rendra. Diperlakukan bagai pelayan oleh sang suami dan mertuanya, ia terpaksa bertahan demi membiayai pengobatan sang adik. Di tengah kepedihan hidupnya, sosok Davian datang membawa kehangatan dan menumbuhkan benih asmara baru. Kini, Kania dihadapkan pada dilema besar: tetap bertahan dalam hubungan beracun tersebut atau melangkah pergi demi mengejar kebahagiaan sejati bersama Davian.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan