APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel PUTRI YANG TERTUKAR

PUTRI YANG TERTUKAR

Takdir Ana Merwin berubah drastis dari seorang pelayan dapur menjadi mempelai pengganti dalam pernikahan politik kerajaan. Dia dipaksa bersanding dengan Pangeran Leonhart, pria berjuluk The Black Phantom yang dikenal dingin dan mengerikan. Namun, pernikahan ini justru menjadi awal tersingkapnya konspirasi besar. Tanda lahir misterius pada tubuh Ana membangkitkan ketakutan sang ratu dan memicu ingatan kelam masa lalu yang mengancam kestabilan takhta kekuasaan.
Bab
Bagikan

Bab 4

Malam itu, di kamar, Ana duduk memeluk lututnya di tepi ranjang. Tangan lentiknya menggenggam liontin berukiran bunga lily yang berkilauan indah. Ia bisa melihat pantulan wajah cantiknya dari sana.

Oh, Tuhan, apa yang harus aku lakukan?

Berbagai doa melangit. Berharap ada keajaiban datang.

Mata Ana terasa panas. Ia tidak bisa membayangkan dirinya akan menikah dengan pangeran keji dan buruk rupa. Menikah dengannya sama seperti menggali kuburannya sendiri.

Seketika ingatannya berlabuh pada hari di mana sebelum ia dipanggil pihak istana untuk datang.

“Ana, kau punya hak untuk tahu ini.”

Suara parau itu datang dari seorang wanita tua bersurai keperak-perakan yang tengah berdiri di bangku kayu dekat pintu dapur istana.

Tangannya gemetar saat membawa sebuah kotak kayu berbahan walnut dengan pengait dari logam yang sudah berkarat tergerus waktu.

Ana menoleh tatkala mendengar suaranya. Sontak, ia menghentikan pekerjaannya. Ditaruhnya periuk berisi sup daging yang baru saja diangkatnya.

“Bibi Martha?” Ana menyipitkan mata. “Mengapa Anda di sini?”

Wanita berusia setengah abad itu mengulum senyum. Wajahnya dipenuhi keriput, tubuhnya dibalut mantel rajut yang lusuh, tetapi matanya seperti danau yang menyimpan rahasia.

“Aku sengaja datang dari panti Westmere,” katanya pelan. “Tempat kau dulu ditemukan.”

Hati Ana mencelos. Nama Panti Westmere selalu membawa memori yang emosional dalam pikirannya. “Aku tak mengerti, Bibi,”

“Ibu pengurusmu dulu, Nyonya Elia, menitipkan ini padaku. Ia sakit parah dan tidak sempat memberikannya padamu sebelum meninggal sebulan yang lalu,” paparnya seraya mengangsurkan sebuah kotak itu pada Ana.

Netra Ana berkaca-kaca saat mendengar kabar duka itu. Helaan nafas berat lolos dari bibirnya. Tak berselang lama ia menerima kotak itu dengan perasaan yang berkecamuk.

Ana perlahan duduk dengan pundak yang luruh, tangan gemetar saat menyentuh kotak kayu itu. Ukirannya sederhana, tapi di tengahnya terpatri lambang bunga lily berkelopak lima.

Bibir Ana bergetar lalu bersuara lirih. “Kenapa tidak ada yang memberitahuku? Sebulan yang lalu, aku keluar istana, Bibi. Andai aku tahu itu hari terakhir Bu Elia, pasti aku sempat mengucapkan selamat tinggal untuk beliau—”

Ada rasa getir menyelinap di hati wanita itu tatkala melihat Ana yang terlihat bersedih hati. Bagaimanapun, Bu Elia sudah ia anggap ibunya sendiri. Ia tidak akan pernah melupakan semua kasih sayang dan perhatiannya.

Ana memang sudah meninggalkan panti tiga tahun lamanya. Ia sudah menjadi koki istana semenjak ia bekerja di restoran wilayah Utara kerajaan Velmont.

Tatapan Bibi Martha terpacak pada kotak itu. “Dia bilang, ini milikmu sejak bayi. Diselipkan dalam selimutmu saat kau ditinggalkan di gerbang panti.” Ada helaan nafas berat di ujung kalimatnya.

Mengusap air matanya yang lancang luruh begitu saja, Ana membuka kotak itu perlahan. Di dalamnya ada sebuah liontin batu hijau jamrud berukir lambang bunga lily dan sepotong kertas tua dengan tinta yang hampir pudar.

Ana memegang liontin itu dengan perasaan getir. Rasa dingin menjalar di telapak tangannya, tetapi ada sesuatu yang aneh, rasa familiar. Seperti pernah merasakannya, jauh sebelum ia bisa mengingat apa pun.

“Kau mungkin bukan hanya gadis panti biasa, Ana,” gumam Bibi Martha. “Dan lambang itu, aku pernah melihatnya disulam di pakaian-pakaian kerajaan.”

Ana menatapnya, ternganga. “Apa maksud Bibi?”

Bibi Martha menghela nafas. “Entahlah, Ana. Aku tidak tahu menahu banyak hal tentang dunia apalagi istana. Anak-anak tak dibuang dengan benda seperti itu, kecuali ada sesuatu yang ingin disembunyikan.”

Ana memejamkan mata sejenak. Suara kayu bakar berderak pelan menjelma Dejavu yang memaksanya untuk menggali ingatan sewaktu ia masih kecil.

“Kenapa baru sekarang?” bisiknya seraya membuka matanya, menatap dunia yang kini tak lagi sama.

“Karena dunia ini tak selalu memberi kita waktu yang tepat,” jawab Bibi Martha. “Mungkin sudah saatnya kau tahu siapa dirimu sebenarnya.”

Ana memandangi liontin itu dalam. Mungkin, liontin itu adalah salah satu kunci baginya untuk menemukan identitas aslinya.

“Apakah ke dua orang tuaku bangsawan di kerajaan Velmont?” gumam Ana dengan bibir yang gemetar.

.

.

.

Waktu pernikahan Putri Clarissa dan Pangeran Leonhart dipercepat atas titah sang ratu. Sejak Raja Alric dilanda sakit, tanggung jawab atas roda pemerintahan sebagian besar beralih ke tangan Ratu Seraphina.

Semua pelayan terlihat sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Kepala pelayan membacakan gulungan perkamen berisi daftar tamu undangan. Sementara itu para koki dapur sibuk menyiapkan bahan makanan yang akan dihidangkan saat acara berlangsung; daging rusa, angsa, gandum dan bahan mentah lainnya.

Dari balkon kamarnya, sang ratu mengawasi mereka semua dengan seksama. Tidak boleh ada yang terlewat sedikitpun. Ini demi reputasi kerajaan.

Sisi lain, Ana tersenyum getir di balik jendela kamar pelayan di lantai atas. Ia bahkan dikurung, tak diijinkan keluar kamar. Ia tidak lagi bekerja sebagai koki dapur. Ia adalah calon permaisuri Pangeran Leonhart. Tanpa sadar air matanya luruh tatkala melihat pemandangan itu di balik jendela kayu.

Namun saat ia menatap liontin yang dipasang di kalungnya, senyum samar terbit di wajahnya. Ada secercah harapan di hatinya, mungkin ketika ia masuk ke dalam keluarga kerajaan, ia bisa mencari tahu asal usulnya. Sesaat perasaan tenang menyelimuti hatinya yang gusar.

Hari yang dinantikan tiba. Esok adalah hari pernikahan Putri Clarissa dan Pangeran Leonhart. Malam hari, Ana tidak bisa tidur nyenyak. Ia hanya berguling di atas dipan ke kanan dan ke kiri.

Suara derit pintu terdengar. Ana menoleh dengan mata yang memicing kaget bercampur takut. Gegas, ia berdiri saat melihat bayangan hitam orang bertubuh tinggi melesak masuk ke dalam kamarnya.

Salah satu pria mendekat saat melihat ternyata Ana bangun. Saat Ana hendak berteriak minta tolong, pria itu membekap mulutnya dengan tangannya.

“Mmmmph,” gumam Ana tak terdengar. Matanya perih. Tubuhnya berusaha meronta saat ke dua tangannya dikunci oleh ke dua pria lain.

“Cepat, oleskan!” kata salah satu pria ke pria berjubah hitam di depannya.

Ana berusaha sekuat tenaga melawan. Namun ia tak berdaya saat pria itu membungkam mulutnya dengan sapu tangan. Saat kesadarannya mulai menurun ia bisa merasakan cairan dingin dan berbau tajam menyapu wajahnya.

Keesokan harinya, kepala pelayan mendatangi kamar Ana untuk merias wajahnya. Madam Mia tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya saat melihat wajah Ana Merwin!

“Ana, kenapa dengan wajahmu?”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alpha Rexton, I'm Not Your True Luna
9.4
Akibat pengaruh alkohol, Amelie tidak sengaja menyerahkan kesuciannya kepada Alpha Rexton, kekasih dari kakak angkatnya. Diliputi penyesalan mendalam, ia memohon agar sang Alpha menolak dirinya demi menjaga perasaan Matilda, sosok yang telah merawatnya sejak kecil. Amelie rela mengorbankan batinnya asal keutuhan keluarga angkatnya tetap terjaga. Namun, rahasia takdir mate ini mengancam segalanya. Akankah hubungan mereka bertahan saat kebenaran akhirnya terungkap?
Sampul Novel Annaya dan Kaisar Kegelapan
9.2
Vlad IV, pangeran vampir penguasa Kastil Bran yang bergelimang harta dan kekuatan, didera kesepian mendalam. Suatu hari, takdir mempertemukannya dengan Annaya di kelas merangkai bunga. Gadis mandiri itu menutup rapat hatinya akibat trauma pengkhianatan masa lalu. Uniknya, kekuatan supranatural Kazi sama sekali tidak mempan terhadap Annaya. Di tengah perbedaan dunia yang membentang, sang pangeran harus berjuang keras meyakinkan Annaya yang skeptis agar mau membuka hati bagi cinta mereka.
Sampul Novel Bercinta Denganku Lagi, Dokter Jacob?!
8.1
Jacob Carson Indrajaya, dokter forensik blasteran Australia-Indonesia, menghadapi kejadian aneh di RS Dr. Sarjito saat sesosok jasad korban pembunuhan tiba-tiba bangkit tanpa memori. Jacob pun menamainya Jane dan merawatnya di rumah hingga mereka berdua saling jatuh cinta. Siapa sebenarnya Jane? Mengapa dia diincar untuk dibunuh? Ikuti perjuangan Jacob mengungkap misteri kelam dan memecahkan teka-teki besar di balik identitas asli wanita yang dicintainya.
Sampul Novel Dia Mimpi Burukku
9.3
Dihantui mimpi buruk tentang pengkhianatan suami dan kematian anaknya, Achlys mencoba menata hidup dengan bekerja di Kynleigh. Namun, ia syok saat menyadari bos barunya, Duke Julian yang dingin, sangat mirip dengan pria dalam mimpinya. Khawatir nasib buruk itu menjadi nyata, Achlys berniat mundur dan menjauh. Siapa sangka, upaya menghindar ini justru memantik rasa penasaran sang Duke yang terkenal tidak punya perasaan.
Sampul Novel Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!
7.9
Setelah mengetahui bahwa lima keguguran yang dialaminya merupakan ulah keji sang suami, ia memilih mengakhiri hidup dengan cara yang paling tragis. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua. Begitu bangkit dari kematian, ia bersumpah untuk segera bercerai dan menjauh dari pria kejam itu selamanya. Sayangnya, rencana pelarian tersebut terancam gagal total saat ia menyadari bahwa dirinya kembali mengandung janin dari suaminya, sebuah kenyataan yang terus menghantuinya.
Sampul Novel Makanan Menjijikkan Dari Mertua
8.0
Pernikahan seorang pria berubah menjadi teror mengerikan saat ia menyadari rahasia gelap keluarganya. Sang istri dan mertua rupanya penganut sekte ilmu hitam yang kejam. Berada di bawah tekanan yang luar biasa, ia kini tidak memiliki jalan keluar. Di tengah situasi yang semakin memuncak, sang suami dipaksa oleh orang-orang terdekatnya itu untuk mengabdi dan bersekutu dengan iblis demi mewujudkan ambisi mistis mereka yang sangat keji.