APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Putri Yang Ditukar

Putri Yang Ditukar

Dibuang sejak kecil ke panti asuhan, Syaqilla harus menghadapi kenyataan pahit saat ibu kandungnya kembali. Alih-alih kasih sayang, kepulangan sang ibu justru membawa penderitaan baru. Dua tahun kemudian, ia bahkan tega menjual Syaqilla kepada rentenir demi melunasi tumpukan utangnya. Mengapa sang ibu begitu membencinya hingga merusak masa depannya? Kini, Syaqilla terjebak dalam dilema batin antara bakti anak dan kepedihan yang mendalam.
Bab
Bagikan

Bab 1

Di suatu malam yang telah larut, tepat jam 10 malam, seorang gadis yang baru selesai bekerja, tampak sangat kelelahan. Gadis berkemeja putih dan bercelana jeans itu kini berjalan menelusuri kota. Manapaki jejak di pinggiran pertokoan.

Malam yang sangat sepi, ia terus berjalan pelan sambil menikmati semilir angin malam yang terasa dingin menerpa tubuhnya. Dengan ditemani cahaya lampu-lampu temaram yang berkelipan terlihat begitu indah menghiasi pinggiran jalan raya yang ia lewati kini.

Lalu tiba-tiba saja langkah kakinya terhenti. Tak kala kedua netra beningnya dengan tanpa sengaja melihat sebuah mobil yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri. Sembari kembali mengayunkan langkah, ia masih terus mengamati mobil mewah yang kini terparkir di depan rumahnya.

Dalam hatinya pun bertanya-tanya, "Mobil siapa ini? Apakah kali ini Ibu sedang berada di rumah?"

Tiap kali ia pulang kerja, rumah itu biasanya akan terlihat sepi. Karena ibunya jarang sekali pulang ke rumah ini. Sekalinya berada di rumah, pasti dia akan membawa teman laki-lakinya atau pelanggannya atau apalah itu namanya datang ke rumah itu juga. Sehingga membuat gadis yang baru berusia 20 tahunan itu sangat terganggu akan kehadirannya.

Namun, ia bisa apa? Dirinya sudah berapa kali mencoba melarang dan berusaha menasehati ibunya agar tidak melakukan hal yang tidak terpuji. Tetapi yang ada ia malah dimarahi habis-habisan olehnya dan bahkan ibunya itu tak segan untuk memukulnya atau lebih parahnya lagi bisa berbuat kasar lebih dari itu. Sehingga kini ia hanya bisa pasrah melihat ibunya yang terus melakukan perbuatan yang tercela itu.

Perlahan ia berjalan mendekati rumah kecil itu. Sebuah rumah yang sangat sederhana di pinggiran kota Jakarta, yang hanya memiliki luas sepuluh meter persegi.

Seperti rumah petak pada umumnya yang terlihat kecil dan tampak biasa saja. Tidak ada yang istimewa dengan rumah tersebut. Hanya saja itulah tempat satu-satunya untuk tempat tinggal gadis itu sekarang.

Samar-samar ia seperti mendengar ada keributan dari dalam rumah. Sehingga membuatnya merasa sangat penasaran ingin mengetahui apa yang sedang terjadi di dalam sana. Dengan segera ia pun ingin masuk ke dalam rumah.

"Tolonglah kasih aku tenggang waktu beberapa hari lagi, Bang!" ucap Tamara memohon. "Aku janji akan membayar hutang itu dengan segera," lanjutnya lagi.

"Hahaha ... Tamara, Tamara. Mau sampai kapan kau terus memberi janji palsu seperti ini padaku?" kata seorang pria yang sedang duduk santai sambil menopang sebelah kakinya seperti Bos besar.

"Memangnya kau mau bayar pake apa nanti? Pake tubuh rentamu itu? Sorry, aku sudah tidak tertarik dengan wanita tua sepertimu." Pria itu mencemoohnya.

"Ya elah, Bang, kau bisanya hanya menyelaku saja. Yang terpenting, 'kan aku bisa bayar utang itu ke kamu nanti," sahut Tamara yang terlihat kesal terhadap laki-laki tua itu.

"Lagian siapa juga yang mau menawarkan diri ke padamu, Bang? Masih banyak kok, lelaki lain yang lebih gagah dan lebih muda darimu di luaran sana yang mau denganku. Kenapa aku harus memilihmu yang sudah tua dan sudah punya banyak istri pula." Wanita paruh baya itu tersenyum sinis balas mencemoohnya juga.

"Sombong sekali kau. Aku mau lihat, bagaimana caramu membayar semua hutang- hutangmu itu? Sementara ini saja, kau sudah tidak ada lagi orang kaya yang mau denganmu, bukan?" Orang itu pun menyunggingkan sebelah ujung bibirnya, mengejek Tamara.

"Itu bukan urusanmu. Yang terpenting aku bisa membayar hutang itu, dan masalah kita selesai," balas Tamara lagi.

Tiba-tiba saja terdengar ada yang membuka pintu.

Ceklekk!

"Assallamualaikum," ucap Syaqilla seraya membuka pintu.

Sontak semua orang langsung terdiam dan menoleh ke arah pintu. Bramantio pria 45 tahun itu langsung terpesona ketika melihat ada sesosok gadis cantik yang sedang memasuki rumah tersebut.

Begitu masuk ke dalam rumah, Ananda Syaqilla atau yang akrab dipanggil dengan Syaqilla atau Aqilla itu melihat di ruang itu ada satu orang laki-laki yang sedang duduk berhadapan dengan ibunya. Sedangkan dua orang lagi berdiri di belakang laki-laki tersebut.

Laki-laki yang sedang terduduk tampak sudah berumur. Badannya sedikit gembul, kepalanya botak, kumis tebal dan sorot matanya yang genit.

Sedangkan dua orang yang berada di belakangnya, berbadan kekar tampangnya pun sangar. Mereka tampak seperti pengawal ataupun bodyguardnya saja.

Laki-laki yang sedang duduk itu kini sedang menatapnya sambil tersenyum menyeringai kepadanya. Syaqilla pun bergidik ngeri dan juga merasa risih karena laki-laki itu terus mengamati dirinya dengan tatapan yang sangat mencurigakan. Sehingga ia memutuskan untuk pergi ke kamarnya saja dari pada harus memikirkan apa maksud dari tatapan laki-laki tersebut.

"Ya sudah, aku mau ke kamar dulu ya, Bu. Mari semua!" Gadis cantik itu tersenyum ramah seraya menunduk sopan. Kemudian dengan segera ia pergi menuju kamarnya.

Bramantio masih terus saja memandangi gadis muda itu. Matanya enggan sekali untuk berkedip barang sedetikpun. Ia masih terhipnotis oleh kecantikan Syaqilla yang begitu sempurna di matanya.

Wajahnya yang cantik, kulit putih bersih, tubuh yang ramping namun berisi. Belum lagi gigi gingsul yang ada di sebelah kanan itu menanbah kesan manis di senyumnya. Yang bisa membuat semua orang yang melihatnya langsung jatuh hati kepadanya.

Apalagi Bramantio, ia adalah tipe laki-laki mata keranjang yang suka sekali mengoleksi istri. Terlebih lagi yang masih muda dan masih segar sepertinya. Dia pasti sangat menyukainya.

"Ekhem!" Tamara sengaja berdehem karena melihat Bram yang terdiam melongo seperti sapi ompong. Sambil terus menatap kepergian Syaqilla. Kini ia tahu apa yang sedang dipikirkan oleh rentenir tua itu.

"Dasar, bandot tua! Liat yang masih seger aja langsung ijo deh, tuh mata. Hahaha ... tapi ini kesempatan bagiku agar bisa mendapatkan uang yang lebih banyak bukan? Hahaha ...," umpat Tamara dalam hatinya. Namun ia juga merasa senang karena akan mendapat mangsa baru yang akan memberinya banyak uang nantinya.

Bram nyengir kuda lalu berkata, "Siapa dia, Ra?"

"Dia anakku. Kenapa?" jawabnya judes.

"Hah, anakmu! Sejak kapan kau punya anak?" Bram pun terkejut dan tidak percaya kalau Tamara mempunyai seorang anak gadis yang begitu cantik nan jelita. Karena sebelumnya ia tidak mengetahui kalau ternyata wanita yang tak lagi muda itu telah mempunyai seorang anak.

"Sudah lama."

"Tapi kok, aku gak pernah melihatnya."

"Ya karena aku menitipkanya di panti asuhan."

"Oh, gitu." Bram pun mengangguk -anggukan kepalanya. "Tapi, beneran itu anakmu?" tanyanya lagi masih belum percaya.

"Iya, Pak Bramantio ...." jawab Tamara dengan kesalnya.

Bram malah terkekeh ketika melihat wanita itu yang sudah mulai kesal dengan dirinya. "Jadi, apakah dia sama sepertimu?" ucapnya sambil menaikan sebelah alisnya.

"Tidak, dia masih suci," sahut Tamara mengerti dengan maksud pertanyaan Bram tadi.

"Benarkah?" Bram bertambah senang ketika mendengar kalau gadis itu masih suci alias masih perawan. Berarti gadis itu belum pernah disentuh oleh siapapun.

Otak nakalnya mulai traveling kemana-mana. Membayangkan yang tidak-tidak dengan gadis tersebut. Tiba-tiba terlintas keingin untuk memiliki gadis cantik itu. Sehingga ia pun ingin melakukan negosiasi dengan Tamara.

"Jadi gini, Tam. Gimana ... kalau kau serahkan gadis itu saja padaku? Dan hutangmu nanti akan ku anggap lunas," tawar Bram.

"Hahaha ... tuh, benarkan? Sudah ku duga. Dia pasti akan langsung tertarik dengan Aqilla. Dan aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini," ujarnya membatin.

"Hahaha ...," Tamara tertawa sinis mengejek Bram. "Jadi, anak gadisku yang masih perawan itu cuma kau hargai lima puluh juta doang?"

"Terus ... kau mau berapa, hah?" timpal Bram.

"Lima ratus juta! Aku mau lima ratus juta?!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ALFARO | Berandal gilaku
8.5
Keenan Alfaro seorang anak yatim piatu yang hidup sendiri sejak usia 9 tahun. Bukan hal yang mudah untuknya bisa bertahan sampai usianya menginjak 18 tahun dan duduk dibangku SMA. "BERANI, LAWAN!! GAK BERANI, PULANG!! COWO JANGAN NANGIS!!" Kalimat satu-satunya yang terlontar dari mulut papanya yang membuatnya bertahan menghadapi kerasnya hidup. Tumbuh dengan tanpa pengawasan orang tua menjadikannya pribadi yang urakan dan playboy. Tak takut kepada siapapun dan tak takut menghadapi apapun. Tak pernah menangis hanya karena tubuhnya terluka dan berdarah. Pengecualian yang membuatnya menitikan air mata. Cewe! Mutiara namanya. Murid terpintar seangkatannya yang duduk dibangku kelas 11. Satu-satunya cewe yang meluluhkan hati Keenan diantara ribuan cewe yang ada di jagat raya ini. Keenan, murid beasiswa ini kembali harus duduk di kelas 12 karena satu hal dan menjadi saingan Mutia. --‐‐----------------------------------------------------------------- "Berat?" Tanya Keenan tepat di depan wajah Mutia saat tubuhnya menindih tubuh mungil cewenya ini. Nafasnya menguar mengeluarkan wangi mint yang khas. Mutia menggeleng "Yang berat itu jadi pacar kamu" Bagaimana tidak, seumur hidupnya tak pernah menyangka jika dirinya akan berakhir mendapatkan pembulian di kelas 12 setelah dirinya meminta Keenan untuk mempublikasikan statusnya. --------------------------------------------------------------------- Keenan Alfaro si kere ini memanfaatkan wajah tampannya juga kepintarannya untuk memeras para cewe-cewe kaya di sekolahnya. Rayuan gombalnya membuat mereka tak pernah merasa dimanfaatkan. Tak terima dengan pengakuan yang Keenan buat, para cewe itu mengamuk dan berakhir membuli Mutia. Bukan hanya dari kalangan para cewe, para cowo pun ikut membuli Mutia karena dari mereka banyak yang menjadi sasaran empuk kepalan tangan Keenan. Cowo itu tak terkalahkan dalam hal apapun termasuk adu jotos. Si BERANDAL GILA, itulah sebutannya. Mutia kini menjadi sasaran balas dendam mereka. Akankah Mutia bertahan? Atau malah menyerah??
Sampul Novel Istri Yang Tak Diinginkan
8.5
Bagi Aleeya, pernikahan bukanlah akhir yang bahagia. Kepergian sang ibu justru menyeretnya ke dalam ikatan paksa dengan Richo, pria yang sejak awal menolak keras dirinya. Kini, kehidupan Aleeya berubah drastis menjadi penuh penderitaan. Di bawah atap yang sama, suaminya sendiri sama sekali enggan mengakui keberadaannya. Aleeya pun harus bertahan menjalani hari-hari yang dingin, berjuang sendirian menghadapi kepedihan dan pengabaian di dalam rumah tangga yang hampa tanpa cinta.
Sampul Novel Luka Batin Istriku
9.0
Seorang suami terkejut saat mendapati Tari menyuguhkan minuman mencurigakan kepada bayi mereka, Adel. Ketakutan menyergap Tari hingga ia hanya bisa menangis membisu tanpa sanggup membela diri. Kemarahan sang suami kian memuncak begitu tahu stok susu anak mereka telah habis. Ia pun nekat membanting botol susu yang tersisa setengah demi memaksa sang istri bicara jujur. Di balik tangisan histeris yang pecah, sebuah rahasia yang menyayat hati akhirnya mulai terkuak.
Sampul Novel Miss Liar
8.1
Sandra, gadis yatim piatu yang kabur dari kejaran rentenir desa, nekat memakai ijazah palsu demi bertahan hidup di kota besar. Sambil mencari ibu kandungnya, ia memendam hasrat balas dendam atas masa lalunya. Perjalanannya mempertemukan Sandra dengan Hardy, seorang CEO stasiun TV yang peduli padanya, serta Bayu, miliarder pemilik hotel yang menyamar. Di tengah persaingan cinta dan ambisi ini, Sandra juga harus menghadapi pengkhianatan dari sahabat kecilnya, Nina.
Sampul Novel Perjanjian Rahim
9.6
Demi uang, Calista sepakat menyewakan rahimnya pada Darian. Ide nekat ini dirancang Mireya, sahabat Calista yang juga pacar Darian, karena enggan hamil. Awalnya Calista mengira transaksi ini murni profesional. Namun, benih cinta justru tumbuh antara Calista dan Darian seiring kehamilannya. Keadaan memburuk ketika sifat buruk Mireya mulai terbongkar, mengubah kesepakatan bisnis ini menjadi pusaran konflik batin yang berbahaya bagi mereka.
Sampul Novel PLAYBOY PENSIUN!
7.9
Michael Giorgino Orlando, pria sukses yang jenuh dengan pernikahannya, mengejar cinta Sydney, arsitek mal miliknya. Namun, Sydney terus menolak. Sikap dingin Michael membuat sang istri, Greeta, terabaikan hingga ajal menjemput. Dihantui penyesalan mendalam, Michael kini harus memenuhi wasiat terakhir mendiang istrinya untuk menikahi Sydney. Sayangnya, Sydney yang masih trauma dengan komitmen enggan membuka hatinya kembali untuk Michael.