APKDock Logo
Sampul Novel PLAYBOY PENSIUN!

PLAYBOY PENSIUN!

7.9 / 10.0
Michael Giorgino Orlando, pria sukses yang jenuh dengan pernikahannya, mengejar cinta Sydney, arsitek mal miliknya. Namun, Sydney terus menolak. Sikap dingin Michael membuat sang istri, Greeta, terabaikan hingga ajal menjemput. Dihantui penyesalan mendalam, Michael kini harus memenuhi wasiat terakhir mendiang istrinya untuk menikahi Sydney. Sayangnya, Sydney yang masih trauma dengan komitmen enggan membuka hatinya kembali untuk Michael.

PLAYBOY PENSIUN! Bab 1

"Kak buruan dong mandinya kenapa lama benget sih? Kita bisa telat nanti.”

Brakkkk………Brakkkkkk……..

Putri menggedor-gedor pintu kamar Willy."Kakak nggak takut kena sembur sama papa lagi apa, hobi banget bikin ribut!”

"Iya bawel, tugas kakak belum di kerjakan. Mana nanti ada ulangan Matematika lagi!"

Willy keluar kamar dengan seragam putih lengan panjang juga celana bawahan senada. Ia turun ke lantai satu dengan menggendong tas ranselnya. Ia menjulurkan lidahnya ke arah Putri .

"Wlekkk, nyebelin!”

Putri memasang wajah polosnya."Apa…..lihat-lihat!”

Putri berjalan mengekor Willy. Ia sudah berusaha membangunkan Willy, namun Willy semalam begadang nonton bola akhirnya sulit untuk di bangunkan. Jangankan alarm ponsel, jam beker yang di pasang pun hanya ia timpuk bantal saking ngantuknya.

Michaele duduk tenang di kursi utama sembari menscroll tabnya.

"Greeta, hari ini aku ada kunjungan ke Surabaya. Tolong sampaikan permintaan maafku pada mama, aku nggak bisa ikut acara arisan keluarga besar kita." Kata Michaele sembari menyeruput teh yang terhidang persis di depannya.

"Michaele…..”Greeta menghela nafas. "Ini sudah ketiga kalinya kamu absen. Kamu bisa datang sebentar, sekedar basa-basi. Setelahnya kamu bisa langsung pergi ke tempat kunjungan kerjamu kan?”

Putri dan Willy menatap jengan ke arah papanya.

"Pa, Putri sama Kak Willy juga ada pertemuan wali murid. Putri udah ngasih undangan ke Papa minggu lalu lho. Papa juga absen terus.”

"Putri!" Sela Michaele dengan tatapan tajam.

Putri menunduk tak berani menatap papanya. Ia takut kena marah Michaele.

"Jangan bikin mood Papa buruk sepagi ini Putri!" Kata Michaele dengan nada tinggi.

"Bisa nggak sih kalian nggak ribut kalau mau berangkat sekolah. Kepala Papa sampai mau pecah. Tiap hari kalian ribut saja!" Omel Michaele sembari menatap tajam pada Willy.

"Kamu sudah gede Wil, kerjamu tiap malam cuma nonton bola sama main game saja!"

"Kamu bisa nggak sih Greet mendidik anak-anak kita!”

Greeta mengelus dada mendengar teguran langsung suaminya. Michaele terlihat sangat emosi.

"Putri di kasih surat langsung dari kantor. Wakil kepala sekolah sendiri yang ngasih ke Putri. Kata beliau kemarin harus papa yang datang nggak bisa di wakilkan sama mama.”

Michaele menyipit."Dasar kepala sekolah mata duitan. Sumbangan semester lalu sudah, apa masih kurang? Awas saja kalau uangnya di korupsi! Aku nggak akan nyumbang lagi ke sekolah. Buang-buang duit saja!”

"Please Pah!" Bujuk Putri.

"Akan Papa pikirkan lagi setelah Papa pulang dari kunjungan proyek nanti, Put.”

Michaele menyantap nasi goreng yang di hidangkan asisten rumah tangga Greeta. Meskipun perasaan dan moodnya sedang kurang baik, namun Michaele sangat menghargai makanan. Ia mencari apa yang terhidang di meja itu dengan susah payah.

"Papa berangkat dulu. Habiskan sarapan kalian! Papa ada meeting pagi ini.”

Greeta keluar dari dapur untuk membawakan tas kerja Michaele. Ia mengikuti suaminya sampai pintu depan rumah. Seperti biasanya, Greeta akan mencium tangan Michaele.

Michaele tak merespon apapun, hanya membiarkan Greeta melakukan hal itu. Ia berlalu tanpa sapaan dan berpamitan pada Greeta layaknya pasangan harmonis lainnya. Mobil Michaele meninggalkan halaman parkir, melaju meninggalkan halaman rumah megah itu.

"Mama kenapa menangis?" Putri mendekat pada Greeta. Ia mengambil tissue dari tasnya. Putri membersihkan air mata Greeta.

"Ayo kita berangkat nanti kita telat, Will!" Ucap Greeta.

Putri masuk ke mobil. Ia duduk di depan, sementara Willy lebih memilih duduk di kursi tengah. Greeta pun masuk ke mobil lalu mengemudikan mobilnya.

"Ma, kenapa tadi Mama nangis? Mama jangan diam saja!”

Greeta hanya menggeleng. "Sudah kalian jangan tanya macam-macam. Jangan tanya apapun sama Mama, Put!”

Tiga puluh menit berjibaku dengan traffic light, akhirnya sampai juga mereka di sekolah Willy. Willy dan Putri turun dari mobil. Mereka belajar di sekolah yang sama, di bawah naungan Yayasan Arbitrama. Sekolah ini merupakan sekolah terpadu dalam satu komplek.

"Mama hati-hati, jangan melamun Ma.” Kata Willy sembari mencium tangan Greeta lalu kemudian mereka masuk ke sekolah.

Greeta meninggalkan area sekolah dengan hati yang remuk. Ia menangis sepanjang jalan menuju kampus tempat ia mengajar. Sekian lamanya menikah belum pernah Michaele berkata sekasar itu. Michaele meragukan dedikasinya dalam mendidik anak-anak mereka.

***

Setelah sampai di kantornya, Michaele memimpin rapat. Ia sangat puas dengan laporan dan kinerja stafnya. Perusahaan yang ia bangun sejak muda berkembang kian pesat dari tahun ke tahun. Tahun ini sudah satu dasawarsa lebih perusahaan Michaele berdiri.

"Pak, kita ada janji dengan investor dari kantor Cabang Singapura jam 2 siang nanti. Bapak mau di pesankan menu lunch apa untuk meeting nanti?” Tanya Bu Mira, sekretaris loyal Michaele yang sudah berusia paruh baya. Ia menjadi sekertaris Michaele sejak pertama kali Michaele merintis perusahaannya.

"Setelah tamu dari Singapura datang aku nggak terima tamu lagi, Mira. Tolong kamu tanyakan masalah menu pada sekretaris perusahaan investor itu. Supaya tidak ada complain.”

"Mengerti, Pak." Mira pamit undur diri dari ruangan bosnya.

Ponsel Michaele berdering. Ia mengangkatnya karena deringnya sangat mengganggu konsentrasi. Padahal Michaele sedang fokus meneliti draft perjanjian kerjasama yang akan di bawanya ke Surabaya. Dari layar video call, terlihat wajah menor seorang wanita yang sedang berjemur di samping kolam renang dengan mengenakan bathrobe warna merah.

[Mich, jadi to ketemuan di Surabaya nanti?]Tanya wanita itu dengan nada yang mendayu-dayu.

"Celine-Celine kamu ini memang nggak punya takut ya! Sudah nggak punya urat malu kamu. Masih bersuami tapi ganggu suami orang! Ganjen!” Kata Michaele sembari terkekeh keras. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya saking salutnya akan kenekatan mantan pacarnya di jaman SMA itu.

Celline sudah tidak muda lagi, wajah cantiknya ia pertahankan dengan beragam operasi plastik juga perawatan skincare yang sangat mahal.

"Aku tidak takut Cel!" Balas Michaele dengan wajah mengejeknya."Kamu pikir wanita hanya kamu saja apa? Cih!" Michaele tanpa basa basi menutup ponselnya.

Dua jam berikutnya, Michaele meninggalkan kantor setelah meeting dengan perwakilan investor dari Singapura. Michaele dalam perjalanan menuju bandara. Ia janjian bertemu dengan sahabatnya di pintu keberangkatan menuju Surabaya.

"Kenapa wajahmu mendung, Mich?” Sapa Tommy. Mereka rekanan juga teman baik sejak kuliah di bangku magister di Singapura dulu.

"Pernah ngrasain bosen atau hambar nggak sih sama rumah tangga kamu?”

Tommy pun terbahak."Kamu tau sendiri, aku sudah tobat Mich sejak di tinggal oleh Santi. Nggak ada wanita sebaik Santi dan sesempurna Santi. Untungnya Tuhan masih baik sama aku, dikasih ketemu sama Andini yang nggak kalah kualitasnya sama Santi. Coba kalau jadi sama Celline, habis sudah. Rungkat semuanya Mich!”

Lagi-lagi Michaele mengernyit."Maksud lho rungkat? Habis semua hartamu gitu? Barusan Celline video call ngajak ketemuan.”

Tommy menepuk bahu Michaele. Ia memperlihatkan foto Andini bersama anak sambungnya, alias putri kesayangan Tommy—Celia.

"Pamer nih ceritanya. Sok banget sih lho, Tom. Mentang-mentang sudah punya bini baru. Michaele mendengus kasar. "Aku sedang di titik jenuh pernikahanku. Aku ingin bercerai dari Greeta meskipun aku masih cinta Greeta. Im bored, Tom. So?” Michaele menggulir layar ponselnya.“Celline ngajak check-in.”

Tommy justru menyemburkan tawanya."Bekasku yang sudah ku pakai beberapa tahun, silahkan kalau mau kamu pakai, Mich!”

Michaele menyikut lengan Tommy keras. Mereka duduk bersebelahan di kursi VIP penerbangan Jakarta-Surabaya. "Jelasin maksud lho, Tom. Jangan gantung gini dong. Ambigu banget! Kurang ajar lho! Ngasih saran menyesatkan!”

Michaele mengambil majalah lalu memukulkan pelan ke kepala Tommy.“Biar sadar lho. Usulan edan!” Gerutu Michaele.

Lanjut Membaca

Daftar Isi PLAYBOY PENSIUN!

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel DINIKAHI CEO TAMPAN
9.6
Luna, gadis desa yang sederhana, mendadak terseret dalam takdir rumit bersama Damar, seorang CEO kaya raya. Demi mempertahankan posisinya sebagai pewaris tunggal kekayaan sang ayah, Damar wajib memenuhi satu syarat mutlak: menikahi putri dari sahabat lama ayahnya. Takdir rupanya menunjuk Luna sebagai sosok tersebut. Akankah Damar rela menjalani pernikahan demi harta, atau dia justru menolak kehadiran Luna yang memiliki latar belakang yang sangat jauh berbeda dengannya?
Sampul Novel "KALA" Buah Cinta Terlarang
8.8
Tuduhan meracuni mertua menghancurkan pernikahan Kayli dan Gala. Saat berjuang memulihkan nama baiknya, Kayli justru menemukan kegelapan dalam dirinya sendiri. Rentetan peristiwa aneh membuatnya ragu akan kesadarannya saat tragedi terjadi. Apakah ia mengidap kepribadian ganda, atau ada sosok mistis yang merasuki raganya? Teka-teki ini semakin membingungkan ketika Zael, sahabat lamanya, tiba-tiba memanggilnya dengan nama Kala.
Sampul Novel Ku Kira Setia Ternyata Mendua
9.1
Pernikahan hasil perjodohan dengan lelaki impian awalnya terasa begitu sempurna. Namun, ilusi kebahagiaan itu seketika sirna saat aku memergoki suamiku berselingkuh dengan perempuan lain di depan mataku sendiri. Janji setia yang selama ini kupercayai rupanya palsu. Di tengah hancurnya hati, kini aku dihadapkan pada kebimbangan besar dalam bersikap di depan keluarga serta menentukan kelanjutan takdir rumah tangga kami yang telah ternoda.
Sampul Novel Pernikahan Karena Dendam
8.3
Akibat kesalahpahaman masa lalu, Sheila terjebak dalam pernikahan penuh siksaan dengan Kaisar Andelon. Kaisar sengaja menjadikannya istri hanya demi menuntaskan dendam atas kematian orang tuanya. Di tengah kebencian membara sang suami, Sheila terus bertahan menghadapi penderitaan. Namun, perlahan-lahan berbagai kebenaran yang selama ini tertutupi mulai terungkap, mengubah jalannya hubungan mereka yang awalnya diwarnai luka mendalam.
Sampul Novel Wanita Dambaan Sang Bilionaire
9.7
Caid Walton, miliarder rupawan berumur 26 tahun, terkenal dengan julukan Lady-Killer karena kekuasaannya. Ia kerap berganti pasangan dan tak pernah berpacaran lebih dari tiga bulan. Namun, reputasi tersebut runtuh seketika saat ia mengenal Relova Luvena. Bukannya ditinggalkan seperti para wanita terdahulu, Lova justru berhasil mengacaukan hidup Caid dan menguji batas kesabarannya. Kini, sang penakluk wanita itu malah dibuat tak berdaya olehnya.
Sampul Novel Wanita Malam
8.7
Kehidupan Ervina Rahma berubah drastis sejak sang ayah hilang. Demi bertahan hidup, ia menyamar sebagai Nona Bintang di dunia malam. Namun, rahasia Ervina terancam terbongkar setelah ia bertemu Rayhan Bagaskara, pria angkuh yang memaksa untuk menikahinya. Meski Ervina berupaya keras menolak, ia tak mampu melawan kuasa Rayhan. Situasi kian rumit saat ia mengetahui bahwa Rayhan terlibat atas hilangnya sang ayah. Bisakah Ervina lolos, atau ia akan terikat selamanya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan