APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Putra Rahasia Sang CEO dan Istri Dokternya

Putra Rahasia Sang CEO dan Istri Dokternya

Alina hancur saat tahu pasien kecilnya adalah anak rahasia Bramantyo, suaminya. Puncak kepedihan terjadi di sebuah pesta kala Bramantyo tega mencelakai Alina demi membela bocah itu, hingga Alina keguguran. Di tengah duka, ia diabaikan dan nyaris tewas diserang selingkuhan suaminya. Selamat dari maut, Alina memalsukan kematian demi lepas dari luka pernikahan lima tahun mereka. Ia pun pergi ke Zurich untuk memulai hidup baru yang sepenuhnya berbeda.
Bab
Bagikan

Bab 2

“Beasiswa ini masih tersedia, Alina. Kami akan sangat senang menerimamu.” Suara direktur itu terdengar hangat di seberang telepon. “Tapi kau mengerti persyaratannya, kan? Enam bulan, isolasi total. Tidak ada kontak dengan dunia luar.”

“Saya mengerti,” kataku. Itulah yang kubutuhkan. Tempat untuk menghilang. Satu-satunya cahaya di terowongan kegelapan yang tak berujung.

“Kami bisa mengatur semuanya untukmu,” janjinya. “Beri tahu kami saja rencana perjalananmu.”

“Terima kasih,” kataku, sebersit harapan membelah rasa kebas yang menyelimutiku. “Sampai jumpa di Zurich.”

Aku menutup telepon dan langsung pulang. Rumah kami. Pikiran itu terasa pahit.

Pintu depan terbuka ke ruang tamu yang dipenuhi simbol-simbol kehidupan kami bersama, kehidupan yang kini menjadi parodi mengerikan. Sepasang cangkir kopi yang serasi di meja dapur. Foto pernikahan kami dalam bingkai di atas perapian, lengannya melingkar erat di pinggangku. Setiap benda adalah bukti kebohongan.

Rasa jijik yang luar biasa menyelimutiku. Aku mengambil kantong sampah dari dapur dan mulai bergerak di seluruh rumah seperti badai. Cangkir-cangkir itu masuk lebih dulu, pecah di dasar kantong. Bingkai foto menyusul, kacanya retak. Aku merobek setiap foto kami dari bingkainya, menyobeknya menjadi kepingan-kepingan kecil, dan melemparkannya ke dalam. Pakaiannya di lemariku, pernak-pernik bodoh yang ia bawa dari “perjalanan bisnisnya.”

Semuanya masuk ke dalam kantong. Aku menyeretnya ke pinggir jalan, api amarah yang membersihkan membakar diriku.

Lalu aku mulai berkemas. Buku-buku medisku, makalah penelitianku, pakaianku. Semua yang menjadi milikku. Aku mengatur agar sebuah perusahaan pengiriman mengambilnya dan mengirimkannya ke tempat sahabatku, Ayla.

Bram tidak pulang malam itu.

Dia masuk keesokan malamnya, tampak lelah tapi tersenyum. Dia meletakkan tas kerjanya dan menarikku ke dalam pelukan, lengannya melingkariku seolah tidak ada yang salah.

“Astaga, aku kangen banget sama kamu,” gumamnya di rambutku.

Tubuhku menegang. Aku bisa mencium aroma samar parfum wanita lain yang manis di kemejanya. Yang bisa kubayangkan hanyalah dia menggendong bayi itu, mencium Sandra Halim. Mual naik ke tenggorokanku.

Aku mendorong diriku keluar dari pelukannya. Senyumnya memudar, digantikan oleh ekspresi khawatir. “Ada apa, Alina? Kamu terasa dingin.”

“Aku baik-baik saja,” kataku, suaraku datar.

Dia tidak mendesak. Sebaliknya, dia mengeluarkan serangkaian kotak berbungkus kado dari tas kerjanya. “Aku bawakan oleh-oleh. Dari perjalananku.”

Dia bahkan memalsukan bukti perjalanan bisnis. Syal sutra dari desainer favorit Sandra. Sebotol parfum. Aku langsung mengenali aromanya. Itu parfum yang sama yang dipakai Sandra di rumah sakit. Parfum yang sama yang dia berikan padaku untuk ulang tahunku saat kuliah, lupa bahwa aku alergi parah terhadap salah satu komponennya. Aku berakhir di UGD saat itu. Dia panik karena rasa bersalah, bersumpah akan mengingat segalanya tentangku, setiap kesukaan, setiap ketidaksukaan, selamanya.

Dia telah lupa.

Aku ingin berteriak, melempar kotak-kotak itu ke wajahnya dan menuntut untuk tahu bagaimana dia bisa melakukan ini. Tapi kata-kata itu tidak mau keluar. Aku terjebak.

Aku menatap lurus ke matanya, suaraku keras. “Aku mau punya anak, Bram. Aku mau sekarang.”

Wajahnya berubah. Sebersit kepanikan, lalu topeng kesabaran yang lelah. “Kita sudah membicarakan ini. Perusahaan baru saja meluncurkan inisiatif baru. Aku di bawah banyak tekanan.” Alasan yang sama. Selalu sama.

Ponselnya berdering, menyelamatkannya. Aku bisa mendengarnya dengan jelas dari tempatku berdiri—suara Sandra di seberang sana, dan Leo menangis di latar belakang, memanggil ayahnya.

Saat itulah aku sadar. Dia tidak menginginkan anak dariku. Cintanya, masa depannya, keluarganya—semua itu sudah bersama orang lain.

Dia mencium keningku, sebuah gestur yang kini terasa seperti cap pengkhianatannya. “Ini urusan kantor,” katanya lancar. “Aku harus pergi. Aku akan pulang larut.”

Aku melihat dari jendela saat dia masuk ke mobilnya dan melesat pergi.

Aku ambruk di sofa, semangat juangku terkuras habis. Ponselku bergetar dengan notifikasi. Permintaan pertemanan dari nama yang tidak kukenal. Iseng, aku menerimanya.

Darahku seakan membeku. Profilnya adalah kuil bagi kehidupan rahasia suamiku. Foto demi foto Bram bersama Leo di taman, di restoran yang dulu sering kami kunjungi, di komidi putar. Dan di bawah gambar-gambar itu, serangkaian komentar dan suka dari orang-orang yang kukenal. Teman-temannya. Teman-teman kami. Seluruh dunia tahu. Semua orang kecuali aku.

Kram hebat mencengkeram perutku, penderitaan emosional bermanifestasi sebagai pukulan fisik. Aku terhuyung ke depan, tanganku membekap mulut saat aku berlari ke kamar mandi, memuntahkan isi perutku ke toilet.

Tubuhku terasa aneh. Ini bukan hanya patah hati. Sebagai seorang dokter, aku tahu tanda-tandanya. Sebuah kemungkinan, sebuah keajaiban sekaligus kutukan, mulai terbentuk di benakku.

Dia tidak pulang malam itu.

Keesokan paginya, aku pergi ke rumah sakitku sendiri. Aku meminta seorang kolega tepercaya untuk melakukan tes.

Dia kembali dengan hasilnya, matanya berkerut di sudut saat dia tersenyum.

“Selamat, Alina,” katanya, suaranya cerah dengan kegembiraan yang tidak bisa kurasakan. “Kau hamil enam minggu.”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ahli Warisnya yang Tersembunyi, Pelariannya
9.6
Malam pameran seni perdanaku hancur saat suamiku justru muncul di berita demi melindungi wanita lain. Pesan singkatnya yang dingin menegaskan bahwa aku bukan prioritasnya. Selama ini, dia meremehkan bakatku, padahal karyaku adalah fondasi kekayaannya. Lelah diabaikan, aku menyusun strategi cerai yang cerdik. Aku akan menyamarkan dokumen perceraian sebagai berkas hak cipta biasa, memanfaatkan kesombongannya agar dia segera menandatanganinya tanpa curiga.
Sampul Novel Asisten Pribadi CEO yang Terlalu Mempesona
8.2
Wilona Anastasia rela bertahan mendampingi Marten Dewangga Yanuardi demi membalas budi pada sahabat yang menolong putranya. Sebagai asisten pribadi, keanggunan Wilona perlahan meredam sifat arogan sang CEO muda yang kekanak-kanakan hingga Marten menjadi sangat terobsesi padanya. Namun, kedekatan mereka terancam oleh sebuah rahasia besar. Akankah perasaan Marten berubah saat mengetahui kenyataan bahwa asisten yang dicintainya itu ternyata seorang janda satu anak?
Sampul Novel Balas Dendam Kejam Sang Mantan
9.2
Sepuluh tahun kubangun CiptaKarya, tetapi Baskara mendepakku demi Saskia, anak magang baru, saat kontrak 800 miliar hampir diraih. Di tengah kehamilanku, ia tega bersikap dingin. Mereka tidak sadar bahwa secara hukum, algoritma inti perusahaan ada di tanganku. Aku pun memilih pergi dan menuntut hak penuh atas ciptaanku. Demi membalas pengkhianatan kejam ini, aku mendekati Revan Adriansyah, rival terbesar yang kini menjadi sekutu terakhirku.
Sampul Novel CEO itu Tunanganku
8.8
Dua puluh tahun Melisa setia menunggu cinta pertamanya hingga ia hampir mati rasa. Ketika mencoba bangkit, ia malah dimanfaatkan pria licik. Sementara itu, Rommy pulang sebagai pria sukses yang mapan namun masih memendam kepedihan masa lalu. Rommy pun datang untuk meminang Melisa. Sayangnya, pinangan itu ditolak karena Melisa tidak tahu tentang perjodohan masa kecil mereka. Di tengah berbagai ujian hidup, akankah kebenaran takdir masa lalu ini sanggup menyatukan kembali cinta mereka?
Sampul Novel CEO & Sekretaris
8.0
Dengan penuh keyakinan, Tasya mendatangi kantor pusat Adityaswara demi mengadu nasib. Sambil menepis rasa gugup, ia langsung bertanya ke resepsionis tentang peluang kerja yang ada di sana. Tasya sangat berharap dewi fortuna membantunya agar bisa bergabung dengan perusahaan ternama ini. Keputusan berani tersebut akan menjadi titik awal yang sangat menentukan kelanjutan karirnya di bawah arahan sang CEO yang terkenal sangat berpengaruh.
Sampul Novel DI JODOHKAN DENGAN PAK GURU
9.6
Alvino Rakha Satyawidjaya, pewaris tunggal raksasa properti Asia, lebih memilih mengabdi sebagai guru sederhana. Sementara itu, Rachelia Amora Dirgantara, siswi populer di SMA Cakrawala, tengah bahagia berpacaran dengan Leonel Grestavio. Namun, asmara Rachel hancur berantakan begitu mengetahui dirinya akan dijodohkan. Kejutan besar menanti saat ia menyadari calon suaminya adalah gurunya sendiri di sekolah. Kini, ia terjebak dalam dilema antara cinta dan takdir.