APKDock Logo
Sampul Novel Asisten Pribadi CEO yang Terlalu Mempesona

Asisten Pribadi CEO yang Terlalu Mempesona

8.2 / 10.0
Wilona Anastasia rela bertahan mendampingi Marten Dewangga Yanuardi demi membalas budi pada sahabat yang menolong putranya. Sebagai asisten pribadi, keanggunan Wilona perlahan meredam sifat arogan sang CEO muda yang kekanak-kanakan hingga Marten menjadi sangat terobsesi padanya. Namun, kedekatan mereka terancam oleh sebuah rahasia besar. Akankah perasaan Marten berubah saat mengetahui kenyataan bahwa asisten yang dicintainya itu ternyata seorang janda satu anak?

Asisten Pribadi CEO yang Terlalu Mempesona Bab 1

Siang itu langit di atas kota Jakarta ditutupi awan tebal Kumulonimbus. Sampai-sampai sinar matahari saja tak bisa menembus awan yang membuat hujan lebat beserta petir yang menggelegar itu. Tentu saja hal ini membuat sebagian besar masyarakat kota Metropolitan malas menapakkan kakinya keluar rumah. Walaupun perut keroncongan meminta jatah makanan, tapi tetap saja mereka enggan berbasah-basah ria di jalanan dan lebih memilih jasa pengantar makanan sebagai sarana untuk mendapatkan makanan yang mereka inginkan.

Dan demi lembaran rupiah yang akan memenuhi kebutuhan hidupnya. Para pengantar makanan yang bekerja di bawah naungan sebuah aplikasi modern berbasis jasa mobilitas pun dengan penuh tanggung jawab melaksanakan tugasnya. Salah satu diantaranya bernama Wilona Anastasia. Atau akrab disapa Lona.

Dengan penuh tanggung jawab wanita berusia dua puluh delapan tahun itu melajukan sepeda motor matic yang diberikan bosnya untuk menerjang hujan. Ia tak lagi memperdulikan dinginnya air yang mengguyur seluruh badan membawa hawa sejuk yang berhasil menembus tulangnya. Meskipun ia sudah menggunakan mantel hujan sebagai pelindung.

Tepat di depan sebuah lobi kantor Lona menghentikan laju motornya. Ia pun membuka kaca helmnya. Kemudian meraih ponsel pintar yang tersimpan di dalam saku celana jeansnya. Lona pun memencet beberapa kali layar datar itu. Sebelum akhirnya ia menempelkan gadget itu ke telinga kanannya.

"Hallo, Mbak. Saya sudah sampai lobi kantor Putra Perkasa," ucap Lona pada salah satu pelanggannya hari ini.

"Oh, iya Mbak. Saya kesana sekarang," balas wanita itu.

"Baik, Mbak. Saya tunggu." Tut. Hubungan pun terputus.

Lona memasukkan Smartphonenya kembali ke dalam saku bagian dalam jaket hijau kebanggaan. Lalu ia pun melepas sarung tangan basah yang melapisi kulit tangannya yang mulai berkerut. Huft. Huft. Huft. Beberapa kali Lona meniup kedua telapak tangannya sebelum ia gosok-gosokan dengan cukup cepat. Rasa hangat pun langsung terasa menjalar begitu saja.

"Mbak Lona ya?" ucap seseorang dari belakang Lona. Wanita yang masih berada di atas motor matic itu langsung menoleh.

"Oh, iya. Dengan Mbak Safira?" tanya Lona balik. Sambil menstandarkan motornya. Lalu ia segera turun dari motor itu.

"Benar," jawabnya singkat.

"Ini, Mbak. Pesanannya. Dua bakso bakar ekstra pedas dan tiga bakso cumi goreng kranci ekstra saus Padangnya," kata Lona dengan mulut yang berbusa. Rasanya ia ingin meneteskan air liur saat mengatakan makanan yang pastinya akan enak jika dimakan saat hujan-hujan begini. Apalagi di saat perut sedang meronta-ronta meminta jatah makanan seperti perut Lona.

'Hems.... Pasti enak sekali rasanya,' batin Lona sambil menyerahkan lima boks makanan itu dengan berat hati.

"Iya. Makasih ya, Mbak. Oh, ya. Aku udah bayar lewat aplikasi," sahut wanita itu kemudian melenggang pergi.

"Iya, Mbak," balas Lona setengah bergumam. Senyum Lona pun meredup. Huft. Lalu ia menghembuskan nafas beratnya.

'Padahal, andai dia bayar uang cash. Mau aku beliin makanan untuk Karen,' batinnya nelangsa. Sambil memandangi punggung pelanggannya yang kian menjauh.

Lagi-lagi Lona hanya bisa menghembuskan nafas berat dengan tatapan penuh kekecewaan tergambar di wajahnya. Dengan tak bersemangat ia pun segera naik ke atas motor yang terparkir di sampingnya. Ia ingin segera pulang dan bertemu dengan putri kesayangannya. Namun, sebelum itu Lona harus kembali ke kantor untuk mengembalikan penyimpan makanan yang dipasang di jok belakang motornya.

Motor matic berwarna hijau daun yang dipakai Lona itu pun sebenarnya pemberian Bos Lona secara cuma-cuma. Alasannya sih karena Lona gabung sebagai anggota ke seribu di Growber. Jadi, dia berhak mendapatkan hadiah berupa motor matic itu. Tetapi, entah kenapa sikap lelaki paruh baya itu terlampau baik pada Lona. Padahal bukan hanya Lona anggota baru di sana, tapi perhatian lelaki tua itu pada Lona sangat berbeda dengan sikapnya pada ojol yang lain. Apalagi pada anggota lama. Makanya tidak satu dua orang yang iri sama Lona bahkan sampai ada yang menggosipkan kedekatan mereka berdua. Sebenarnya, Lona juga merasa risih karena selalu digibahkan menjalin hubungan terlarang dengan lelaki berperut buncit itu. Namun, apa mau dikata. Lona masih membutuhkan pekerjaan ini untuk menyambung hidup.

Klunting. Baru sampai setengah perjalanan tiba-tiba ponsel pintar Lona berbunyi. Mau tidak mau Lona pun menepikan laju motornya. Karena ia tidak mau melewatkan orderan yang beberapa bulan ini sudah menghidupi Lona dan juga Karen, putri semata wayangnya. Lona pun terpaksa berhenti di pinggir jalan yang cukup lapang, sebab ia tidak menemukan tempat berteduh di sekitar sana. Untung saja ponsel pintarnya sudah dilapisi kantong khusus yang tahan air. Jadi, benda elektronik itu aman walau terkena siraman air hujan yang begitu deras seperti ini.

Lona pun memencet beberapa kali layar datar itu. Lalu seketika keningnya pun berkerut.

"Duh, gue ambil nggak ya orderan ini? Mana tempatnya jauh lagi. Bisa pulang malem ntar. Kasian juga Karen di rumah sendirian. Tapi, bayarannya lumayan. Kalau gue nggak ambil sayang juga bonusnya," gumam Lona sambil terus menatap layar gawainya. "Gue ambil aja deh. Lagian di deket sana kayaknya ada warung makan murah. Gue bisa beliin Karen makan malam. Seharian ini kan dia cuma makan mie instan. Itu pun kalau dia nggak nungguin gue," lanjut Lona sambil memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku tadi. Lalu ia segera menstarter mesin motornya.

Lona memang hidup berdua dengan putri tercintanya, Karen Aleana Zulfikar. Setelah satu setengah tahun yang lalu proses perceraiannya dengan sang mantan suami selesai. Ia pun pergi berdua bersama sang anak lalu memutuskan tinggal di salah satu kosan sederhana yang harganya memang tepat di kantong Lona.

Sedangkan sang mantan suami yang notabene adalah ayah kandung Karen. Sudah mencampakkan mereka berdua begitu saja. Bahkan, dengan tega ia tak memberikan sepeserpun uang untuk bekal hidup mereka di saat Lona pergi saat itu. Apalagi sampai memberikan kewajibannya untuk menafkahi Karena yang jelas-jelas anak kandungnya.

'Sungguh dia memang manusia tidak berperasaan,' batin Lona tiap kali mengingatnya. 'Andai semua itu tidak terjadi. Gue yakin hidup Karen tidak semenderita ini,' batin Lona sambil terus mengemudikan motor maticnya diantara derasnya guyuran hujan. 'Maafkan, Bunda ya Nak. Gara-gara Bunda tidak bisa membahagiakan kamu. Kamu jadi harus mengalami hidup susah seperti ini,' tambah Lona. Tak terasa air matanya pun meleleh berbarengan dengan tetesan air hujan yang membasahi mantel yang menutupi seluruh tubuhnya.

Pikiran Lona semakin melanglang buana di dalam pengalaman-pengalaman pahit yang menerpa hidupnya. Sampai-sampai ia pun mengendarai motornya dengan tidak fokus. Saking asyiknya melamun, Lona sampai tidak sadar dengan keadaan jalanan di depannya. Saat mobil di depan Lona tiba-tiba mengerem. Akhirnya....

Brak!!!

Lanjut Membaca

Daftar Isi Asisten Pribadi CEO yang Terlalu Mempesona

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Balada Cinta Cassanova Impoten
7.9
Bramono, seorang playboy sombong yang gemar mempermainkan wanita cantik, mendadak hancur setelah dijebak sang mantan kekasih. Akibatnya, ia terpaksa tidur dengan Mala, gadis biasa yang paling ia benci. Alih-alih menyesal, Bramono malah mencaci Mala hingga gadis itu pergi terluka. Sialnya, Bramono kemudian menderita impotensi. Kini, satu-satunya cara untuk sembuh adalah dengan menemukan kembali Mala yang dulu ia zalimi. Mampukah ia mendapatkannya kembali?
Sampul Novel (bukan) Telepati Cinta
8.3
Hyura Anastasya sangat terobsesi menemukan reinkarnasi Fino lewat buku kuno milik kakeknya. Namun, misi ini justru merusak hubungan dengan sahabat serta cinta sejatinya. Di tengah konflik, hadirlah arwah pria yang menyimpan kunci misteri hidupnya. Mengandalkan kekuatan telepati uniknya, Hyura harus menuntaskan teka-teki besar ini. Sanggupkah ia menyelesaikannya saat kemampuan telepati tersebut justru tak berfungsi untuk urusan asmara?
Sampul Novel CINTA TERLARANG DI BALIK LAYAR
8.0
Hubungan asmara rahasia terjalin antara aktris papan atas dan sutradara muda jenius yang sebenarnya telah beristri. Di balik kemilau dunia perfilman, kisah cinta terlarang ini dipenuhi intrik dan ancaman bahaya. Keduanya berjuang keras menjaga karier serta nama baik mereka dari kehancuran. Namun, daya tarik yang begitu kuat membuat mereka sulit melepaskan satu sama lain, memicu konflik penuh risiko di balik megahnya industri hiburan.
Sampul Novel Finding A True Love
9.3
Kanaya Amelitta menutup diri dari cinta demi menghindari luka. Namun, kehadiran Gavin Januartha yang hangat sempat mengusik pertahanannya, hingga ia memilih lari saat Gavin menyatakan cinta. Delapan tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali dalam situasi rumit yang mengikat keduanya, meski kini Gavin telah berkomitmen dengan orang lain. Di tengah ketakutan dan rasa benci, sanggupkah Kanaya mengabaikan Gavin yang kini kembali hadir dan bersikap sangat keras kepala?
Sampul Novel Good morning Pak Dosen (Series 3)
9.4
Axel Leo Dinata dan Elvio Nadira membuktikan bahwa ketulusan cinta sejati mampu melampaui jurang perbedaan intelektual yang mencolok di antara mereka. Sayangnya, perjalanan asmara pasangan ini tidaklah mudah. Berbagai rintangan berat terus berdatangan untuk menguji kesetiaan satu sama lain. Kini, Axel dan Elvio harus berjuang keras menghadapi tembok penghalang besar yang mengancam keutuhan masa depan hubungan mereka.
Sampul Novel Istri Untuk Suamiku
8.6
Divonis kanker rahim stadium lanjut membuat Fatma harus mengubur mimpinya memiliki keturunan. Demi kebahagiaan sang suami, Satria, ia rela memintanya untuk beristri lagi. Namun, di balik keputusannya, terungkap fakta menyakitkan bahwa Satria sebenarnya tidak pernah mencintai Fatma. Walau Satria sempat menolak demi menjaga perasaannya, Fatma tetap memohon sambil menangis agar keinginan terakhirnya dikabulkan sebagai bukti ketulusan cintanya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan