APKDock Logo
Sampul Novel CEO itu Tunanganku

CEO itu Tunanganku

8.8 / 10.0
Dua puluh tahun Melisa setia menunggu cinta pertamanya hingga ia hampir mati rasa. Ketika mencoba bangkit, ia malah dimanfaatkan pria licik. Sementara itu, Rommy pulang sebagai pria sukses yang mapan namun masih memendam kepedihan masa lalu. Rommy pun datang untuk meminang Melisa. Sayangnya, pinangan itu ditolak karena Melisa tidak tahu tentang perjodohan masa kecil mereka. Di tengah berbagai ujian hidup, akankah kebenaran takdir masa lalu ini sanggup menyatukan kembali cinta mereka?

CEO itu Tunanganku Bab 1

"Ini temanku, kamu jangan ganggu dia!" ketus gadis kecil dengan kulit putih kemerahan itu.

Gelak tawa segerombolan anak laki-laki sontak menggema, menertawakan si kecil Melisa yang tengah menggandeng tangan anak laki-laki di sampingnya.

"Ini temanmu? Kamu berteman sama anak culun kayak dia? Yang benar saja?!"

Deru nafas Melisa naik turun, menandakan dia sangat emosi. Tangannya mengulur meraih kerah baju anak laki-laki yang menurutnya sangat cerewet barusan. Di tariknya kencang, hingga anak laki-laki tersebut terjerembab dan mengaduh kesakitan.

"Awas aja kalo masih gangguin temanku, aku pukul kamu!" ketusnya seraya menggandeng temannya menjauh.

Melisa putri Adhitama memang masih berusia lima tahun, namun karena Papanya sudah memasukkan dia di kelas bela diri sejak usia tiga tahun, membuatnya menjadi gadis kecil yang kuat.

Melisa benci dengan penindasan, bullying, dan perundungan. Jiwa sosialnya menurun dari Mamanya yang seorang psikiater.

"Kak, kenapa diam aja? Kenapa nggak lawan?"

"A-Aku takut," lirihnya di sela-sela isak tangis.

"Kak! Jangan cengeng, dong!"

"Maaf."

Hanya itu yang mampu di ucapkan oleh Rommy. Putra tunggal dari keluarga Antarez itu memang memiliki sifat lembut yang malah menjadi bumerang untuknya. Ia jadi sering di-bully, bahkan mengalami penindasan.

Rommy Gio Anatarez hanyalah anak kecil berusia sepuluh tahun yang sangat bergantung dengan Melisa, hampir setiap hari mereka bermain bersama. Rommy tidak bisa bela diri, dia kerap di olok-olok karena cengeng dan pendiam.

Culun, lemah, hanya berlindung di balik ketiak orang tuanya, dan semua hinaan lain sudah sering Rommy terima. Namun dia hanya bisa diam, tanpa bisa melawan karena takut di pukul.

Karena tidak tahan melihat Rommy yang terlalu lemah, akhirnya Melisa memutuskan mengajarkan dasar bela diri pada Rommy. Berharap teman culunnya itu bisa melawan saat ada yang menindas, dan tidak lagi cengeng saat ada yang merundungnya.

Sampai perlahan Rommy bisa menguasai beberapa teknik, dan itu tidak pernah di ketahui orang tuanya. Hanya dia dan Melisa yang tahu, mulai dari situlah Rommy menaruh kekaguman pada Melisa. Gadis kecil tomboy yang ia anggap malaikatnya.

****

Seiring berlalunya hari, Rommy mulai bisa bertindak tegas. Dia selalu bangga atas apa yang di ajarkan Melisa. Hingga sampailah di penghujung tahun ajaran baru, Orang tua Rommy mengajaknya pindah ke Australia.

Itu artinya, dia akan berpisah dengan malaikat kecilnya. Tentu bukan dia saja yang bersedih, bahkan Melisa juga meminta ikut pindah ke Australia agar bisa terus bersama Rommy.

Bukan tanpa alasan, Marcell Antarez dan Lioni Claudya terpaksa pindah karena Marcell harus mengurus perusahaan peninggalan Ibunya di sana, sementara Ayahnya sibuk mengurus rumah sakit keluarga mereka.

"Aku mau ikut, Bund. Aku janji nggak akan nyusahin Bunda," pinta Melisa.

"Sayang..," ujar Lioni, "setiap hari kalian bisa video call, kita akan sering komunikasi nantinya. Kamu jangan sedih, ya. Kita juga akan pulang setiap enam bulan sekali, Sayang," rayunya lembut.

Bukannya membaik, Melisa malah semakin menangis kencang. Kaki kecilnya berlari cepat menaiki tangga menuju kamarnya. Rommy yang merasa tidak tega lantas menyusulnya, ia mendapati Melisa meringkuk di dalam kamar dengan wajah banjir air mata.

"Kak, kamu mau pamitan, ya?" Melisa menghapus air matanya kasar.

"Mel, aku minta maaf udah buat kamu sedih. Tapi, aku janji bakal telepon kamu setiap hari, kita akan tetap menjadi teman."

Melisa mengerjap lucu, air matanya luruh kembali membasahi pipi gembulnya. Rommy membawa tangannya mengusap lelehan air mata tersebut.

"Jangan nangis, bukannya kamu yang bilang kita harus kuat?"

"Aku nggak mau jauh dari kamu, Kak."

Rommy menghela nafas sejenak, "Melisa, ini kamu terima." Rommy menyodorkan sebuah gelang karet.

"Gelang apa ini, Kak?"

"Gelang persahabatan, aku bingung mau kasih apa. Yang aku punya hanya itu."

"Makasih, Kak."

"Sama-sama, Mel."

Kedua anak kecil itu berpelukan, saling menguatkan walau sama-sama menangis. Rommy berjanji dalam hatinya akan selalu menjaga dirinya untuk Melisa, dia akan membuat Melisa bangga karena dirinya sudah menjadi anak laki-laki yang kuat.

****

Keesokan paginya.

Keluarga Yudis mengantarkan keluarga Marcell sampai Bandara, perpisahan itu di iringi tangisan pilu. Terlebih Rommy dan Melisa, sahabat kecil itu terasa berat untuk berpisah.

Lioni menciumi seluruh wajah Melisa, wanita itu mengatakan akan menelepon saat mereka telah tiba di Australia. Barulah Melisa menghentikan tangisnya, dan Yudis gegas membawa putri kecilnya pulang.

Hanya menyisakan Mama Melisa, Natasya, di sana. Wanita itu memandang lekat si kecil Rommy, memeluk erat tubuh kecil yang sebentar lagi akan jauh dengannya.

"Mama, jangan menangis lagi. Rommy janji akan jaga diri baik-baik, dan Rommy akan kembali lagi ke Indonesia," bisiknya

"Iya, Sayang."

"Mama, nanti saat aku pulang izinkan aku menikahi Melisa. Izinkan aku menjaga Melisa sama seperti dia menjagaku selama ini, Mah."

Natasya semakin terisak, ia hanya mampu menangguk dan mencium kening Rommy sebelum anak kecil itu memasuki pesawat. Beberapa menit kemudian pesawat tersebut lepas landas, meninggalkan Indonesia dan semua kenangannya.

Hari berganti minggu, dan minggu berganti bulan. Melisa masih sedih dengan perpisahan itu. Setiap harinya ia akan menunggu saat Lioni menelpon, bahkan saat kepulangan keluarga Marcell ke Indonesia, tidak sehari pun Melisa melewatkan kesempatan bermain dengan Rommy.

Sampai pada akhirnya di tahun kelima keluarga Marcell semakin jarang pulang, Melisa kembali bersedih. Dia mulai menanyakan pada Mamanya apakah Rommy telah melupakannya? Kenapa Rommy tidak pulang? Bahkan pesannya jarang di balas, bukankah dulu Rommy berjanji akan menghubunginya setiap hari?

Di sisi lain, Marcell semakin sibuk dengan perusahaan Mamanya. Hal itu yang menyebabkannya jarang pulang ke Indonesia. Dan Rommy, hanya bisa pasrah. Dirinya hanya bisa menahan kerinduan yang hanya di pendamnya sendiri.

Setiap malam ia mendengar Bundanya bertelepon dengan Natasya, Bundanya selalu menangis saat keduanya membahas Melisa. Dan itu juga membuat hati Rommy meranggas, seperti ada tangan tak kasat mata meremas jantungnya.

****

Hingga tahun terus berganti, tidak terasa kini Rommy sudah menginjak usia 27 tahun. Tubuh tinggi tegap dan wajah tampan bak dewa yunani menjadikannya incaran wanita. Tubuh kekarnya berkat latihannya membentuk otot selama ini semakin membuatnya sempurna.

Sebenernya ia sudah sering bolak-balik Indonesia untuk mengawasi perusahaan keluarga mereka. Namun, Rommy masih belum siap menemui Melisa. Ia hanya akan memantaunya dari jauh.

Mungkin nanti jika takdir sudah mengizinkannya, dia akan langsung melamar Melisa. Apalagi saat ia tahu Bundanya sudah berencana dengan sang Mama, Natasya, akan menjodohkan dirinya dengan Melisa.

Sampai pada tahun kedua setelah kelulusannya dari progam S2, Rommy mulai jengah hanya mengawasi saja. Dia ingin segera menyapa gadis cantiknya, ingin segera mengikat Melisa pada tali suci pernikahan.

"Kalo sudah sampai Indonesia, sampaikan salam Ayah dan Bunda pada keluarga Papa Yudis, ya, Nak," ujar Marcell.

Beruntung Marcell langsung mengizinkannya pulang ke Indonesia, walaupun Marcell baru akan pulang tiga bulan setelahnya. Tidak masalah, yang penting Rommy bisa selalu dekat dengan Melisa.

"Jangan lupa untuk menjaga Melisa, ya, Nak. Bunda tahu tangisannya setiap malam karena merindukan kita, tolong sampaikan maaf Bunda padanya, Nak. Karena Ayah dan Bunda kalian jadi berjauhan."

"Jangan seperti ini, Bund. Melisa pasti paham, dia gadis yang pintar."

"Yeah," timpal Lioni, "dia memang gadis yang manis. Calon menantu Bunda memang sangat pintar dan manis."

Jawaban Lioni tak ayal membuat Marcell dan Rommy tergelak. Membayangkan Melisa menjadi bagian dari keluarga Antarez adalah khayalan Lioni sejak dulu.

"Aku akan segera mewujudkannya, Bund. Melisa akan segera menjadi menantumu."

"Semoga Tuhan merestui, Nak. Ayah dan Bunda sangat mengharapkan itu," jawab Marcell.

"Iya, Ayah. Doakan saja," timpalnya yang langsung di angguki oleh Marcell dan Lioni.

Di sisi lain, Melisa yang setiap harinya berlatih di tempat gym kini tumbuh dengan tubuh proporsional dengan otot yang matang. Dia sengaja menempa dirinya dengan keras agar bisa melupakan Rommy, namun siapa yang tahu dengan hatinya? Hatinya selalu menangis saat mengingat tentang Rommy.

Gadis cantik dengan tinggi semampai dan paras manis itu mencurahkan seluruh kesedihannya pada pekerjaan. Yeah, dia bekerja freelance sebagai konsultan bisnis. Dengan menggunakan relasi Papanya, ia dengan mudah menjalin kerja sama dengan banyak perusahaan besar.

****

Malam hari

Ditemani dinginnya angin malam, Melisa memandang nanar langit malam dari balkon. Udara dingin tidak menyurutkan niatnya walaupun beberapa kali ia tampak mengusuk-usukkan telapak tangan.

"Rom, langit di sana gimana? Banyak bintang nggak? Atau malah mendung. Di sini cerah, Rom ... Cuman, hatiku yang mendung," monolognya.

Selama dua puluh tahun Melisa tidak bisa mengalihkan kesedihannya mau sekuat apapun usahanya. Bahkan di pergelangan tangannya masih melingkar gelang pemberian Rommy.

Melisa sempat berpikir. Apakah dia tidak akan bisa lepas dari bayang-bayang Rommy? Lalu, bagaimana jika Rommy sudah mempunyai kekasih?

Melisa menghela nafas kasar, selanjutnya ia memutuskan masuk kamar. Tangannya meraih laptop, membukanya, dan mulai mengerjakan beberapa pekerjaan yang belum selesai. Mungkin dengan ini pikirannya bisa sedikit teralihkan.

Kting!

Saat tengah fokus, indra pendengarannya menangkap deringan singkat pada ponselnya. Gegas tangannya mengulur, namun sejurus kemudian keningnya mengkerut saat mendapati pesan dari nomor tidak di kenal.

[Melisa, apa kabar? Aku besok pulang ke Indonesia. Sampai ketemu, ya. Rommy gio.]

Tulis sebuah nomor asing tersebut yang membuat jantung Melisa seolah berhenti. Ia bisa mendengar sendiri jantungnya berderu keras, tubuhnya sontak menegang dengan darah seolah naik ke pusat tubuhnya.

"Rommy?" gumamnya.

Matanya berembun, dengan bibir bergetar ia kembali menggumamkan nama itu. Nama yang selama dua puluh tahun ini tidak pernah membuat tidurnya nyenyak.

Lanjut Membaca

Daftar Isi CEO itu Tunanganku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Ditinggal Kekasih Mafia
9.0
Dante Alvarado, bos mafia berdarah dingin, menutup rapat hatinya setelah dikhianati mantan kekasih yang memilih pria lain. Namun, kebenciannya pada wanita diuji saat seorang gadis misterius tiba-tiba mengaku sebagai calon istrinya di hadapan publik. Keadaan kian kacau ketika sang mantan kembali hadir membawa pernyataan cinta. Amarah Dante pun meledak. Akankah momen ini meruntuhkan prinsip teguhnya, atau justru menyeretnya ke dalam pusaran permainan maut yang jauh lebih berbahaya?
Sampul Novel Menutup Pintu Masa Lalu
9.4
Setelah dikhianati oleh kekasihnya yang memilih melamar cinta pertama di hari ulang tahunnya, sang protagonis memutuskan untuk mengakhiri hubungan enam tahun mereka. Kecewa dan sadar akan kenyataan pahit, ia memilih pergi dan menerima perjodohan yang telah diatur oleh keluarganya. Kisah dalam novel modern ini berfokus pada keputusan berani untuk menutup lembaran lama dan memulai babak baru demi menemukan kebahagiaan sejati yang layak.
Sampul Novel Ritual Birahi Digunung Keramat
8.5
Di puncak Gunung Keramat, Ujang terdiam saat Mbak Wati merapalkan mantra terakhir. Jantungnya berdegup kencang ketika tubuhnya direbahkan secara paksa. Inilah saat yang dinanti: sebuah upacara gaib yang menjadikan keperjakaannya sebagai persembahan. Tanpa ragu, ia rela mengorbankan kesuciannya demi imbalan kepuasan duniawi. Sambil tersenyum penuh damba, Mbak Wati merayap di atas tubuh Ujang yang kaku, memulai ritual penuh gairah dan misteri.
Sampul Novel Suamiku Pulang, Tapi Aku Menyesal
9.6
Kepulangan Hendra tidak membawa kebahagiaan bagi Caroline. Pertemuan mereka justru diselimuti ketegangan dingin saat Caroline membaca sebuah jajak pendapat internet tentang penyesalan pria yang berselingkuh. Ketika mayoritas suara meyakini bahwa rasa bersalah lebih besar ditujukan kepada sang kekasih gelap, Caroline pun mempertanyakan isi hati suaminya sendiri. Namun, respons Hendra yang acuh tak acuh dan tampak lelah justru menunjukkan jurang pemisah yang semakin lebar di antara pernikahan mereka.
Sampul Novel Tumbal Mahasiswa KKN
7.8
Kegiatan KKN Laras dan teman-temannya berubah menjadi mimpi buruk saat mereka terjebak di sebuah desa misterius. Kepala desa setempat rupanya memimpin sekte pemuja iblis demi mempertahankan kecantikan abadi, dengan mengincar mahasiswi perawan sebagai tumbal ritual. Di tengah ancaman maut menjelang bulan purnama, hadir sosok misterius bernama Arjanta yang berusaha melindungi Laras. Namun, aksi penyelamatan ini memicu konflik dengan Fabian, kekasih Laras. Demi menyelamatkan nyawa Laras, Arjanta nekat mengambil keputusan ekstrem.
Sampul Novel Withered
9.5
Dalam situasi mencekam yang mengancam nyawa, Rexy dipenuhi kemarahan besar hingga menyesal tidak menghabisi semua orang yang terlibat. Di tengah ketegangan itu, Arini hanya bisa menangis histeris di bawah guyuran air shower yang dingin. Meski Rexy melontarkan ancaman kejam untuk merobek pakaiannya, Arini tetap terisak dan mendekap erat tubuh pria itu sebagai satu-satunya sandaran. Pertemuan penuh emosi ini menyelimuti konflik berbahaya mereka.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan