APKDock Logo
Sampul Novel Putra Rahasia Sang CEO dan Istri Dokternya

Putra Rahasia Sang CEO dan Istri Dokternya

9.1 / 10.0
Alina hancur saat tahu pasien kecilnya adalah anak rahasia Bramantyo, suaminya. Puncak kepedihan terjadi di sebuah pesta kala Bramantyo tega mencelakai Alina demi membela bocah itu, hingga Alina keguguran. Di tengah duka, ia diabaikan dan nyaris tewas diserang selingkuhan suaminya. Selamat dari maut, Alina memalsukan kematian demi lepas dari luka pernikahan lima tahun mereka. Ia pun pergi ke Zurich untuk memulai hidup baru yang sepenuhnya berbeda.

Putra Rahasia Sang CEO dan Istri Dokternya Bab 1

Kehidupan rahasia suamiku masuk ke ruang kerjaku di hari pertamaku sebagai Kepala Residen: seorang anak laki-laki berusia empat tahun dengan mata ayahnya dan alergi turunan langka yang sangat kukenal.

Bramantyo, pria yang kunikahi, saingan brilian yang bersumpah tidak bisa hidup tanpaku, ternyata punya keluarga lain.

Di pesta ulang tahun perusahaannya, putranya secara terang-terangan menyebutku perempuan jahat yang mencoba merebut ayahnya. Saat aku melangkah mendekati anak itu, Bramantyo mendorongku hingga jatuh ke lantai untuk melindunginya. Kepalaku terbentur, dan saat nyawa calon anak kami mengalir keluar dari tubuhku, dia pergi begitu saja tanpa menoleh sedikit pun.

Dia tidak pernah menjengukku di rumah sakit. Dia membiarkanku menghadapi kehilangan bayi kami sendirian. Saat itulah aku tahu pria yang kucintai benar-benar telah tiada, dan lima tahun pernikahan kami adalah sebuah kebohongan.

Selingkuhannya mencoba menyelesaikan pekerjaan itu, mendorongku dari tebing ke laut. Tapi aku selamat. Dan saat dunia berduka atas kematian Alina Wijaya, aku naik pesawat ke Zurich, siap memulai hidup baruku.

Bab 1

Kehidupan rahasia suaminya masuk ke ruang kerjanya di hari pertamanya sebagai Kepala Residen. Seorang anak laki-laki berusia empat tahun dengan mata gelap ayahnya dan alergi turunan langka yang sangat ia kenal. Ibunya, Sandra Halim, adalah perwujudan kesempurnaan yang terawat, mulai dari tas desainer ternama hingga ekspresi khawatir namun tetap tenang.

Saat Alina mencatat riwayat penyakit anak itu, lonceng alarm dingin di benaknya berbunyi semakin kencang dengan setiap detail yang familier.

“Dan informasi ayahnya?” tanya Alina, menjaga suaranya tetap stabil sambil menunjuk formulir pasien.

Sandra mengambil pulpen, kuku manikurnya beradu dengan plastik. Dia menulis sebuah nama, lalu menggeser papan formulir itu kembali ke seberang meja. Mata Alina tertuju pada kertas itu.

Bramantyo Wijaya.

Dunia seakan jungkir balik. Ini pasti kebetulan. Pasti.

Sandra memperhatikannya, sebersit ekspresi yang tak terbaca—hiburan? kasihan?—di matanya. “Ayahnya sangat menyayanginya,” katanya, nadanya begitu manis dibuat-buat hingga membuat kulit Alina merinding. “Tapi dia sangat sibuk dengan pekerjaan. Selalu bepergian untuk urusan bisnis. Aku hanya berharap bisa memberikan putraku rumah yang utuh, kau tahu?”

Sindiran itu bagai tamparan keras yang tak terlihat, langsung menghantam hati Alina. Sebelum dia bisa merangkai jawaban, ponsel Sandra bergetar. Dia menjawab, suaranya berubah menjadi bisikan mesra.

“Hai, sayang. Iya, kami baru saja selesai.”

Suara di seberang telepon terdengar samar, terdistorsi oleh telepon, tapi Alina akan mengenalinya di mana saja. Itu Bram.

Gelombang mual yang hebat menerpanya. Jari-jarinya, kaku dan kikuk, menari di layar ponselnya sendiri, mengirim pesan teks ke suaminya.

Lagi apa?

Balasannya datang hampir seketika.

Lagi meeting proyek besar, sayang. Makan malam kita mungkin telat. Nanti aku tebus ya, janji. Aku cinta kamu.

Ponsel di tangan Sandra bergetar lagi. Dia tersenyum, senyum kecil yang penuh rahasia dan kepuasan, lalu menutup telepon. “Dia sedang dalam perjalanan menjemput kami,” umum Sandra dengan ceria.

Alina merasa seperti bergerak di dalam air. Dia menyelesaikan konsultasi dengan mode autopilot, profesionalismenya menjadi perisai tipis melawan dunianya yang hancur berkeping-keping. Dia meresepkan obat yang diperlukan, memberikan instruksi pada Sandra, dan melihat mereka pergi.

Dari jendela kantornya, dia melihat semuanya. Mobil Bram yang familier menepi di pinggir jalan. Dia melihat suaminya keluar, bukan dengan postur lelah seorang pria yang baru selesai rapat menegangkan, tetapi dengan senyum santai dan lega seorang pria yang pulang ke rumah. Dia mengayunkan Leo ke dalam pelukannya, gerakannya begitu terlatih dan pasti. Dia mencium Sandra, sebuah kecupan singkat yang akrab di pipi. Mereka tampak seperti sebuah keluarga. Keluarga yang sempurna dan bahagia.

Seorang perawat muda, yang sedang menyortir arsip di sebelahnya, mendesah penuh harap. “Wah. Lihat mereka. Suami dan ayah idaman banget.”

Komentar polos itu adalah pukulan terakhir yang menghancurkan. Sebuah keluarga? Lalu dia siapa?

Pikirannya melayang kembali ke lima tahun pernikahan mereka. Semua “perjalanan bisnis mingguan yang sudah terjadwal.” “Keadaan darurat larut malam di kantor.” Saat dia meringkuk kesakitan karena kram perut, dan Bram tidak bisa dihubungi, konon sedang dalam penerbangan. Selama ini, dia bersama mereka. Selama ini.

Dia teringat ulang tahun pernikahan mereka beberapa bulan lalu. “Kurasa aku siap,” bisiknya di tempat tidur. “Ayo kita punya bayi.” Bram terdiam, mengusap rambutnya. “Jangan sekarang, Alina,” katanya dengan suara lembut. “Perusahaan sedang dalam tahap kritis. Beri aku waktu setahun lagi.” Dan Alina percaya padanya.

Dia teringat masa-masa kuliah kedokteran, di mana Bram adalah saingan terberat sekaligus pengagum paling gigihnya. Dia membawakannya sup saat jaga 24 jam yang melelahkan, menemaninya saat dia pingsan karena kelelahan, dan melamarnya di keheningan ruang jaga yang dingin dan steril, bersumpah dia tidak bisa membayangkan hidup tanpanya. Semuanya terasa begitu nyata.

Ponselnya berdering, menghancurkan kenangan itu. Itu Bram. Namanya bersinar di layar, simbol cinta yang kini menjadi kebohongan mengerikan.

Dia menjawab, tangannya gemetar.

“Hei, gimana hari pertama di pekerjaan baru?” Suaranya hangat, nada penuh kasih yang selalu dia gunakan padanya.

Di latar belakang, Alina mendengarnya dengan jelas. Suara Leo berteriak, “Papa!” diikuti oleh tawa lembut Sandra.

“Aku lagi makan malam sama tim proyek,” kata Bram lancar. “Agak berisik. Aku kangen kamu.”

“Papa!” suara Leo terdengar lagi, kali ini lebih dekat.

Nada suara Bram berubah, sedikit panik menyelinap masuk. “Itu cuma… anak salah satu rekan kerjaku.” Dia menutup telepon dengan tiba-tiba.

Melalui jendela, Alina melihatnya menggendong anak itu, mencium keningnya, ekspresinya adalah potret pengabdian seorang ayah yang sempurna. Itu adalah tatapan yang belum pernah Alina lihat sebelumnya. Tatapan yang tidak pernah ditujukan untuknya.

Hatinya bukan hanya hancur, tapi membatu. Dia tidak menelepon sahabatnya. Dia tidak menelepon pengacara. Dia mencari kontak direktur program beasiswa penelitian medis bergengsi di Zurich. Program enam bulan yang imersif, yang pernah ia tunda demi tetap bersama Bram.

Suaranya terdengar anehnya tenang saat direktur itu menjawab. “Saya ingin menerima posisi itu,” katanya. “Saya bisa segera berangkat.”

Lanjut Membaca

Daftar Isi Putra Rahasia Sang CEO dan Istri Dokternya

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan kampus Bunga mendadak gempar setelah ia mengetahui kebenaran yang mengejutkan. Ezza, pria yang dijodohkan dengannya dan kini sah menjadi suaminya, tiba-tiba hadir sebagai dosen baru di sana. Kemunculan Ezza yang tidak disangka-sangka ini langsung memicu kecurigaan besar dalam benak Bunga. Ia pun mulai menyangsikan tujuan sebenarnya dari sang suami. Apakah ada rencana rahasia yang disembunyikan Ezza, ataukah semua ini murni ketidaksengajaan?
Sampul Novel En-PD154
9.0
Kemenangan sepuluh kali berturut-turut di arena justru berujung pengkhianatan dari Roderick. Sang tunangan tega bermesraan dengan cinta pertamanya, bahkan membiarkan wanita itu menghinaku sebagai sosok kasar tak berkelas. Kelembutan Roderick sirna seketika demi menyatakan cinta pada wanita lain di depanku. Kecewa, aku langsung menghubungi ayahku, sang bos mafia besar. Kupastikan pernikahan kami batal karena aku akan mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela nekat hamil anak Jeremy secara sembunyi-sembunyi walau sadar dirinya cuma dimanfaatkan. Demi bisa lepas dari cengkeraman Jeremy yang kejam, ia sengaja memicu kemarahan pria itu. Sayang, pelarian Angela gagal setelah Jeremy melacak keberadaannya. Saat Angela pasrah dan memohon dilepaskan, kehadiran anak mereka justru membalikkan keadaan. Jeremy yang berhati dingin kini malah berbalik ingin mengabdi dan melayani Angela serta buah hati mereka.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Dunia dokterku hancur saat merawat Evelyn Santoso, pasien VIP yang menangisi tunangannya. Pria di foto itu adalah Bima, suamiku, yang ternyata bernama asli Brama Wijaya, seorang taipan kejam. Saat Brama datang, ia sama sekali tidak mengenaliku. Ia memeluk Evelyn dan membisikkan janji manis yang dulu sering ia katakan padaku. Melalui tatapan matanya yang sangat dingin, Brama menegaskan bahwa pernikahan kami hanyalah sebuah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Demi menguji perasaanku, Bramantyo dan Bima tega menyiksaku lewat kehadiran Sandra. Puncaknya, mereka membiarkan tanganku hancur dalam sebuah kecelakaan demi menolong Sandra, hingga karier musikku hancur total. Mereka menanti kemarahanku, tetapi aku hanya diam, bahkan saat Sandra merusak liontin peninggalan ibuku. Di ranjang rumah sakit, pengabdianku sirna. Ini bukan cinta, melainkan siksaan kejam. Kini, aku bersiap melarikan diri dan membalas semua kehancuran ini.
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Nasib malang menimpa seorang gadis setelah dikhianati dan dijual oleh ayah kandungnya sendiri. Begitu beranjak dewasa, ia dipaksa menghadapi kenyataan pahit demi menjalani takdir kelam yang tak terhindarkan. Tanpa ada pilihan lain, ia harus bersedia menjadi istri dari seorang gembong narkoba yang sangat ditakuti. Kini, kehidupannya sepenuhnya terperangkap dalam pusaran dunia hitam mafia yang sarat akan intrik berbahaya serta ancaman maut yang terus mengintai.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan