APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Proposal Cinta Sang Miliarder

Proposal Cinta Sang Miliarder

Farhan, seorang miliarder muda yang taat beragama, jatuh hati pada kesederhanaan Aisyah, aktivis dakwah yang kerap ia temui setiap hari Jumat. Sadar bahwa Aisyah lebih menghargai keimanan daripada kekayaan, Farhan memutuskan menyembunyikan status aslinya demi mendekatinya secara Islami. Namun, jalannya tidak mudah karena ia harus melewati ujian berat dari keluarga Aisyah. Mampukah hubungan mereka bertahan di tengah rahasia besar dan tantangan ini?
Bab
Bagikan

Bab 3

Malam itu, selepas Isya, Farhan menuju masjid untuk menghadiri sebuah kajian rutin yang sudah lama diadakan di sana. Setiap hari Jumat malam, masjid ini ramai oleh para jamaah yang ingin mendengarkan nasihat dan ilmu dari Ustaz Hasan. Farhan jarang melewatkan kesempatan ini, namun kali ini terasa berbeda. Ada motivasi lain yang membuat langkahnya lebih ringan dan hatinya lebih bersemangat.

Ia mengenakan kemeja biasa dengan celana panjang sederhana. Penampilannya terlihat seperti kebanyakan orang yang datang ke masjid ini, tidak mencolok sama sekali. Farhan ingin agar semua orang melihatnya sebagai laki-laki biasa, terutama Aisyah. Ia ingin dikenali bukan karena kekayaannya, tetapi karena dirinya apa adanya.

Masjid mulai ramai ketika ia tiba. Di dalam, para jamaah sudah duduk rapi, dan Farhan memilih tempat di sudut belakang, tidak jauh dari pintu. Pandangannya tertuju ke depan, mencari sosok yang ingin ia temui. Benar saja, Aisyah sudah duduk di barisan wanita, tidak jauh dari panggung kecil tempat Ustaz Hasan biasanya memberikan kajiannya. Wajahnya teduh, matanya menunduk khusyuk. Farhan merasa kagum melihat sosok yang begitu sederhana namun memancarkan ketenangan yang mendalam.

Kajian malam itu dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang lembut namun menyentuh hati. Farhan mendengarkan dengan penuh perhatian, berusaha menyerap setiap kata yang diucapkan. Namun, tak dapat ia pungkiri bahwa sesekali matanya melirik ke arah Aisyah, memastikan bahwa ia ada di sana, bahwa semua ini nyata.

"Saudara-saudaraku, hidup di dunia ini hanya sementara. Apa yang kita miliki, apa yang kita kumpulkan, semua itu tidak akan kita bawa ke akhirat. Kita hanya akan membawa amal, dan bagaimana kita menjaga hati kita dari segala keinginan duniawi," Ustaz Hasan mengingatkan dengan suara lembut namun penuh makna.

Farhan merasa tersentuh mendengar pesan itu. Sebagai seorang yang dianugerahi kekayaan melimpah, ia kerap merasa terbebani. Kekayaan yang dimilikinya bukan untuk dinikmati secara berlebihan, namun sebagai amanah yang harus ia jaga dengan bijak. Tapi di hadapan Aisyah, ia tidak ingin kekayaan itu menjadi penghalang atau pengubah pandangan.

"Farhan, ingatlah bahwa seseorang tidak dinilai dari apa yang ia miliki, tapi dari bagaimana ia mengabdikan dirinya kepada Allah," kata-kata Ustaz Hasan terasa mengena di hatinya. Ia sadar, jika ingin mendekati Aisyah, ia harus mampu menjadi seseorang yang lebih baik, yang benar-benar tulus.

---

Selepas kajian, para jamaah mulai beranjak, berbincang sebentar atau sekadar menyalami satu sama lain sebelum pulang. Farhan masih duduk di tempatnya, menunggu kesempatan untuk melihat Aisyah keluar. Ia tidak ingin terlihat mencolok, tetapi hatinya berkata untuk tetap berada di sana, walau hanya sebentar lagi.

"Assalamu'alaikum," suara lembut itu terdengar di sampingnya. Farhan menoleh dan melihat Ustaz Hasan berdiri di sana, tersenyum hangat.

"Wa'alaikumsalam, Ustaz," jawab Farhan, mengangguk hormat.

"Kamu mengikuti kajian dengan baik, ya? Alhamdulillah," ucap Ustaz Hasan, menepuk pundaknya.

Farhan tersenyum kecil. "Alhamdulillah, Ustaz. Saya sangat tersentuh dengan pesan yang tadi disampaikan."

Ustaz Hasan mengangguk pelan, lalu pandangannya beralih sejenak ke arah Aisyah yang sedang berbincang dengan beberapa temannya di ujung sana. "Kadang, kita merasa perlu membuktikan diri, padahal yang Allah lihat adalah niat dan ketulusan kita."

Farhan merasakan makna dalam kata-kata itu. "Saya hanya berharap niat saya ini diridhoi, Ustaz. Saya ingin mengenalnya dengan cara yang benar."

Ustaz Hasan tersenyum, menepuk bahu Farhan dengan lembut. "Sabar, Farhan. Tidak perlu tergesa-gesa. Jika niatmu baik, insya Allah akan ada jalannya."

Farhan mengangguk, menyimpan nasehat itu dalam hati. Ia kembali menoleh ke arah Aisyah, yang sedang berpamitan dengan temannya. Seketika hatinya berdebar. Ia merasakan harapan kecil bahwa suatu saat nanti, ia bisa lebih dekat, mengenal Aisyah dan memahami sosoknya dengan lebih mendalam.

Ketika Aisyah berjalan mendekat untuk keluar dari masjid, Farhan dengan sengaja menunduk, menghindari tatapan langsung, namun matanya tetap memperhatikan dari ekor mata. Ia tidak ingin terlihat berlebihan, tetapi rasa kagumnya semakin dalam setiap kali melihat keteduhan yang terpancar dari sosok gadis itu.

"Aisyah," panggil seorang teman wanita di belakangnya, membuat Aisyah berhenti sejenak. Mereka berbicara sebentar, lalu Aisyah tersenyum kecil sambil mengangguk sebelum melanjutkan langkahnya keluar.

Farhan merasa jantungnya berdegup lebih kencang. Ia menghela napas, mencoba menenangkan dirinya sendiri. Dalam hati ia berdoa, memohon petunjuk dan kekuatan untuk tetap tulus dalam niatnya.

---

Beberapa minggu berlalu, dan Farhan semakin sering mengikuti kajian di masjid itu. Bukan semata-mata karena Aisyah, tapi ia merasakan kedamaian yang jarang ia dapatkan di tempat lain. Setiap kali melihat Aisyah, ia merasa hatinya semakin mantap bahwa gadis inilah yang ia cari selama ini. Seorang perempuan yang tidak hanya cantik secara fisik, namun juga memiliki keteguhan iman yang sulit ditemukan di zaman ini.

Pada suatu hari Jumat, setelah selesai shalat dan kajian, Farhan tidak sengaja mendengar percakapan antara Aisyah dan seorang temannya.

"Aisyah, kamu nggak tertarik sama orang yang mapan? Maksudku, setidaknya bisa menjamin masa depanmu," tanya temannya dengan nada canda namun serius.

Aisyah tersenyum tipis. "Aku nggak cari orang yang cuma kaya. Aku butuh pasangan yang bisa menuntun aku menuju ridha Allah. Kalau hanya harta, aku yakin itu nggak cukup untuk buat hidup kita tenang."

Farhan yang berada tak jauh dari mereka mendengar jawaban itu. Hatinya tergerak, merasa bahwa pemahaman Aisyah begitu dalam dan murni. Tanpa sadar, ia menggenggam tangannya, berdoa dalam hati agar ia bisa menjadi seseorang yang mampu memenuhi keinginan Aisyah, bukan dari segi harta, tetapi dari keteguhan iman dan kebaikan hati.

Ketika Aisyah akhirnya pamit dan melangkah keluar dari masjid, Farhan merasakan ada dorongan untuk mendekatinya, meski hanya sekadar menyapa.

"Assalamu'alaikum, Aisyah," sapa Farhan perlahan, sedikit ragu namun berusaha tegar.

Aisyah menoleh, tersenyum sopan sambil menjawab, "Wa'alaikumsalam, Farhan. Apa kabar?"

Aliran hangat di hati Farhan seolah meyakinkan dirinya. "Alhamdulillah, baik. Saya sering melihat Aisyah di sini, sering mengikuti kajian?"

Aisyah mengangguk, matanya bersinar lembut. "Iya, saya merasa tenang kalau ikut kajian. Di sini saya bisa belajar dan mengingatkan diri untuk selalu mendekat pada Allah."

Farhan mengangguk penuh pengertian. "Saya pun merasakan hal yang sama. Semakin sering saya datang ke sini, semakin saya sadar bahwa dunia ini hanya sementara."

Aisyah tersenyum, menundukkan pandangan sejenak. "Kita hanya bisa berharap agar langkah-langkah kita diberkahi."

Percakapan sederhana itu membuat Farhan merasa tenang. Meski ia tak banyak bicara, ia merasa sudah lebih dekat mengenal Aisyah. Namun, di balik percakapan singkat ini, Farhan menyadari tantangan besar yang akan ia hadapi.

Jika Aisyah tahu siapa dirinya sebenarnya, seorang miliarder yang menjalani hidup sederhana demi tidak terjebak dalam gemerlap dunia, akankah ia menerima Farhan apa adanya?

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel After You
9.8
Kiren terjebak dalam dilema batin akibat hubungan rahasianya dengan Fabian, pacar sahabatnya, Aurel. Alih-alih sembuh dari trauma masa lalu, Kiren justru kian terpuruk dalam kepedihan baru. Ia terpaksa menyembunyikan perselingkuhan ini karena sadar posisinya hanya sebagai wanita simpanan. Di sisi lain, Fabian cuma memanfaatkan Kiren demi memuaskan hasrat yang tak diperolehnya dari Aurel, tanpa memedulikan perasaan Kiren yang hancur.
Sampul Novel Ena-Ena 21+
8.4
Antologi kisah romansa dewasa ini menghadirkan kumpulan cerita pendek yang menyoroti lika-liku hubungan penuh gairah. Pembaca akan diajak menyelami dinamika cinta penuh kuasa dari para CEO dan pengusaha, hingga polemik emosional yang dihadapi janda, duda, serta konflik mertua-menantu. Menampilkan latar profesi beragam mulai dari dokter, tentara, hingga satpam, setiap narasi dikemas memikat untuk memenuhi fantasi Anda akan kisah cinta yang mendalam dan unik.
Sampul Novel Istri Lima Belas Ribu
8.6
Nia baru menyadari bahwa suaminya, Agam, telah membohonginya perihal gaji selama bertahun-tahun. Akibat nafkah yang sangat minim, Nia harus membanting tulang demi mencukupi kebutuhan harian keluarga. Ketika kebohongan tersebut terungkap lewat buku rekening yang ditemukannya, Agam justru melarikan diri ke rumah orang tuanya tanpa meminta maaf. Bagi Agam, rida orang tua jauh lebih penting daripada menafkahi anak istri. Kini, Nia mulai mendapati berbagai fakta mengejutkan lain yang selama ini disembunyikan darinya.
Sampul Novel Penyesalan Suami Setelah Kematianku
8.5
Napas terakhirku berembus di meja operasi setelah ginjal milikku diambil paksa untuk Chika, cinta pertama suamiku, Handi. Saat Handi merayakan kesembuhan Chika, kedok wanita itu terbongkar sebagai penipu yang mengincar asuransi. Penyesalan mendalam membuat Handi nekat menggali kuburanku dengan tangan kosong. Namun, berkat bantuan Feri, batu nisan itu kini berstatus sebagai istri pria lain. Meski Handi akhirnya bunuh diri demi menebus dosanya, semua sudah terlambat.
Sampul Novel Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah
9.1
Sebagai ahli negosiasi krisis andalan di Divisi Khusus Kepolisian, Zaki Sadam mampu menaklukkan kondisi psikologis siapa pun dalam situasi paling berbahaya. Anehnya, kemampuan hebat itu mendadak lumpuh setiap kali dia berhadapan dengan air mata Cindi Wiryo. Banyak orang mengira Zaki sangat memuja Cindi dan bersedia melakukan apa saja demi kebahagiaannya. Sayangnya, di balik rumor romantis yang beredar luas tersebut, hanya Cindi yang menyadari kenyataan pahit bahwa hati Zaki sebenarnya milik wanita lain.
Sampul Novel Wedding Doll
8.9
Seorang gadis dengan berani mendatangi Allard dan langsung memintanya untuk menikah. Bukannya menolak, pria itu justru merasa tertarik. Dengan senyum tipis di wajahnya, Allard memberikan sebuah syarat yang menantang. Ia menuntut sang gadis untuk melayaninya sepanjang malam. Kesepakatan pernikahan itu baru akan dipertimbangkan jika Allard merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. Hubungan penuh syarat ini pun dimulai dengan penuh ketegangan.