APKDock Logo
Sampul Novel Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah

Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah

9.1 / 10.0
Sebagai ahli negosiasi krisis andalan di Divisi Khusus Kepolisian, Zaki Sadam mampu menaklukkan kondisi psikologis siapa pun dalam situasi paling berbahaya. Anehnya, kemampuan hebat itu mendadak lumpuh setiap kali dia berhadapan dengan air mata Cindi Wiryo. Banyak orang mengira Zaki sangat memuja Cindi dan bersedia melakukan apa saja demi kebahagiaannya. Sayangnya, di balik rumor romantis yang beredar luas tersebut, hanya Cindi yang menyadari kenyataan pahit bahwa hati Zaki sebenarnya milik wanita lain.

Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah Bab 1

Seluruh Divisi Khusus Kepolisian tahu, Zaki Sadam adalah ahli negosiasi krisis paling profesional. Di saat genting antara hidup dan mati, dia bisa dengan mudah meruntuhkan pertahanan psikologis seseorang.

Namun, hanya terhadap air mata Cindi Wiryo, dia benar-benar tak bisa berbuat apa-apa.

Semua orang berkata, Zaki mencintai Cindi setengah mati, seolah-olah dia rela memberikan bintang dan bulan untuk Cindi.

Namun, hanya Cindi sendiri yang tahu bahwa cinta sejati Zaki bukanlah dirinya.

Seluruh Divisi Khusus Kepolisian tahu, Zaki Sadam adalah ahli negosiasi krisis paling profesional. Di saat genting antara hidup dan mati, dia bisa dengan mudah meruntuhkan pertahanan psikologis seseorang.

Namun, hanya terhadap air mata Cindi Wiryo, dia benar-benar tak bisa berbuat apa-apa.

Semua orang berkata, Zaki mencintai Cindi setengah mati, seolah-olah dia rela memberikan bintang dan bulan untuk Cindi.

Namun, hanya Cindi sendiri yang tahu bahwa cinta sejati Zaki bukanlah dirinya.

Pada hari cinta sejati itu kembali ke Tambar, Cindi menerima kabar bahwa Zaki mengalami kecelakaan di tengah hujan deras pada malam hari. Dia keluar rumah dengan perasaan panik, tetapi mengalami kecelakaan mobil dan keguguran di tengah perjalanan. Padahal kandungannya sudah memasuki usia empat bulan.

Zaki datang dari acara penyambutan cinta sejati itu dengan tergesa-gesa, dengan suara bergetar dia berkata, "Itu hanya permainan saat mabuk, kenapa kamu anggap serius?"

Saat tubuh dan hatinya masih sakit, Cindi kembali mendengar Zaki yang memaksakan diri untuk berkata dengan tenang, "Nggak punya anak sekarang juga lebih baik. Pekerjaanku membuatku punya terlalu banyak musuh. Kalau punya anak, malah bisa dijadikan alat untuk mengancamku."

Kalimat itu seakan menyayat hatinya, tetapi Cindi tak bisa membantah.

Hari kesepuluh setelah cinta sejati itu pulang, Cindi memergoki mereka berdua di ruangan yang sama dan terlihat sangat dekat. Dengan mata memerah, Zaki menggenggam tangan Cindi sambil berjanji, "Cindi, percayalah padaku. Kami hanya rekan kerja, saat ini sedang membahas suatu kasus."

Cindi tak membalas. Dia hanya berbalik dan pergi dengan tenang.

Pada hari ke-60 sejak cinta sejati itu kembali, seorang penculik menodongkan pisau ke leher Cindi, lalu menyeringai ke arah Zaki sambil berkata, "Tuan Negosiator, kau harus memilih antara istrimu dan kekasihmu!"

Zaki tampak sedih, tetapi dia menjawab dengan jelas dan tegas,

“Sukma lulusan luar negeri dan punya keahlian tinggi, kepolisian membutuhkannya.”

Pada saat itu, Cindi hanya bisa menatap Sukma berlari ke pelukan Zaki, sementara penculik yang kalap menusuknya enam kali.

Cindi koma selama dua bulan. Saat bangun, hal pertama yang dia lakukan adalah membawa surat nikah ke markas dan mengajukan perceraian.

Namun bukan kepastian perceraian yang dia dapatkan, melainkan pertanyaan dari petugas yang tampak kebingungan.

"Bu Cindi, Anda dan Pak Zaki … tidak pernah menikah. Apa surat nikah ini palsu?"

Cindi mengira dirinya salah dengar. Surat nikah yang sudah dia simpan selama enam tahun dan pernikahan yang dia pikir nyata dan bahagia, ternyata palsu?

"Nggak mungkin. Tolong cek lagi. Kami sudah menikah selama enam tahun .…"

Petugas itu menatapnya penuh keraguan, namun tetap memeriksa di sistem lagi. Setelah berkali-kali mengecek, petugas itu berkata dengan nada serius,

"Bu, membuat dokumen palsu itu melanggar hukum, tapi saya akan menganggap Anda hanya sedang bercanda."

Cindi berdiri terpaku. Dia menatap foto di surat nikah, yang memperlihatkan mereka berdua berdampingan dan tersenyum, membuatnya merasa semuanya tak masuk akal.

Mengingat kini Sukma telah kembali, ia tak lagi buta.

Zaki bersedia pura-pura menikah demi menutupi kenyataan bahwa dia sedang menunggu wanita yang dia cintai kembali.

Begitu Cindi kembali ke rumah sakit, Zaki langsung datang menghampiri dengan wajah khawatir, "Cindi, kamu belum benar-benar sembuh, kenapa kamu asal pergi saja?"

Namun, Cindi menepis tangan Zaki dan terus berjalan.

Zaki menatapnya lama, lalu berkata, "Kamu masih marah padaku? Tapi kamu tahu ‘kan, sejak aku memilih profesi ini, negara dan rakyat jadi prioritas utama.

Apalagi, Sukma juga terluka waktu mencoba menyelamatkanmu."

Cindi menatap suami yang sudah bersamanya selama enam tahun itu, tapi sekarang terasa sangat asing.

Ya, karena Zaki memang tak pernah benar-benar mengenalnya.

"Benar. Dia terluka dan menjadi pahlawan. Lalu aku apa? Hanya orang bodoh yang tak tahu diri."

Cindi menggenggam erat surat nikah di sakunya, matanya mulai berkaca-kaca.

Zaki, bagimu aku ini apa? Hanya pelarian sementara saat menunggu Sukma kembali?

Cindi menghindarinya, lalu kembali ke kamar.

Dia tidur karena kelelahan dan terbangun saat sudah sore. Tidak lama kemudian, seorang polisi dan rekan kerja Zaki, datang mengantarkan makanan.

Pria itu tidak langsung pergi. Dia tampak ragu, lalu berkata,

"Seharusnya Kak Cindi nggak marah ke Kak Zaki. Kamu hanya berprasangka buruk pada kami."

Cindi belum sempat menjawab, polisi itu sudah berkata dengan penuh emosi lebih dulu.

"Memang benar, Nona Sukma pernah membuat kesalahan besar saat misi penyelamatan ibumu. Tapi kami hanya manusia biasa, Kak. Kami mempertaruhkan nyawa tiap kali bertugas, tapi nggak bisa menjamin semuanya akan aman seratus persen!"

"Kamu nggak boleh membenci Nona Sukma karena hal itu. Itu namanya nggak adil! Lagi pula, setelah kejadian itu Nona Sukma langsung dapat sanksi berat dan dikirim ke luar negeri. Butuh usaha besar untuk bisa kembali ke sini."

Mendadak, kepala Cindi terasa kosong.

Enam tahun lalu, ibunya menjadi sandera dalam kasus perampokan bank.

Dalam proses negosiasi, seorang negosiator wanita muda bertindak gegabah dan justru membuat penculik marah hingga membunuh sandera.

Setelah itu, Cindi dengar bahwa negosiator itu dihukum. Keluarga Cindi pun menerima kompensasi negara. Baru setelah itu, Zaki masuk ke hidupnya.

Jadi, negosiator itu Sukma?

Dan Zaki, hanya berusaha menebus kesalahan orang lain?

Cindi tak bisa mendengar apa pun lagi. Dia bahkan tak sadar kapan polisi itu pergi.

Dia duduk lama, diam dalam kehampaan. Lalu perlahan mengangkat ponsel dan menghubungi satu nomor.

Begitu tersambung, dia mendengar suaranya sendiri. Dia berkata dengan sangat tenang, bahkan terlalu tenang, "Cindi menerima tugas dari markas. Siap bertugas kapan saja."

Lanjut Membaca

Daftar Isi Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4 Ch. 5 Ch. 6 Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel BERBAGI RANJANG DENGAN KAKAK TIRI
8.2
Pernikahan Kenanga hancur setelah Dion, sang suami, berselingkuh dengan kakak tirinya sendiri. Di tengah kepedihan akibat poligami tersebut, masa lalu Kenanga kembali hadir lewat sosok Devano. Sahabat kecilnya itu datang untuk memperjuangkan cinta lama yang dipendamnya. Kini, Kenanga dihadapkan pada pilihan sulit: tetap bertahan dalam rumah tangga yang retak atau membuka hati bagi ketulusan Devano.
Sampul Novel Gairah Liar Binor Kesepian
8.8
Sita, perempuan polos dari pelosok Cianjur, menjalani kehidupan yang sangat tertutup pascapernikahan hasil perjodohan. Minimnya interaksi sosial membuatnya buta akan dunia luar dan edukasi seksual. Hal ini memicu kekecewaan pada diri Danu, suaminya, akibat sikap Sita yang terlampau pasif dalam hubungan intim. Ketidaktahuan Sita mengenai gairah ranjang ini pun disinyalir menjadi penyebab utama pasangan suami istri tersebut tidak kunjung dikaruniai keturunan hingga kini.
Sampul Novel Hubungan Gelap Sekretaris dan Suami Pembawa Petaka
8.4
Sebuah foto viral menyeret Charlie ke dalam rumor perselingkuhan dengan sekretarisnya. Alih-alih menjelaskan, Charlie malah memarahi istrinya lalu memblokir kontaknya. Tragedi terjadi saat sang istri menemukan putra mereka tewas dengan jasad mendingin, menggenggam kartu identitas sekretaris itu. Di tengah duka, Charlie justru menuntut sang anak datang demi bisnis mereka. Sang istri pun bertekad menghancurkan karier dan masa depan suaminya sebagai pembalasan atas kematian tragis sang putra.
Sampul Novel Impian yang akan terwujud
8.7
Dalam perjalanan hidup masa muda ini, aku sangat percaya bahwa setiap jerih payah pasti membuahkan hasil manis. Biarpun jalan di depan penuh tantangan berat yang menguji, tekadku tetap membara. Aku tidak akan pernah menyerah dan siap memperjuangkan semua mimpi besar yang ingin kuraih. Bagiku, melangkah mundur bukanlah pilihan dalam mengejar masa depan, karena setiap perjuangan yang kulakukan pasti akan menuntun pada sebuah keberhasilan nyata.
Sampul Novel Kumpulan Cerita Panas Nan Membara
8.9
Antologi fiksi modern ini menyajikan rangkaian kisah percintaan dewasa yang sarat akan keintiman mendalam dan emosi membara. Ditujukan khusus bagi pembaca berumur 21 tahun ke atas, setiap cerita menyuguhkan berbagai skenario provokatif yang menantang dan mendebarkan. Lewat eksplorasi dinamika hubungan masa kini yang berani dan menggoda, buku ini menawarkan sensasi membaca yang intens. Sangat dilarang keras bagi pembaca di bawah umur yang belum cukup dewasa.
Sampul Novel Nenek 70 Tahun yang Dihujat Dunia Maya
7.8
Nenekku yang berusia 70 tahun rela berjualan bacang di jalanan demi membelikan aku sebuah tas sekolah baru. Namun, niat baiknya berubah menjadi petaka saat seorang jurnalis wanita menghentikannya. Berniat membagikan makanan tersebut dengan tulus, sang nenek justru dituduh melakukan tindakan kriminal. Keesokan harinya, jagat maya digemparkan oleh berita viral yang memfitnahnya telah menjajakan bacang beracun dan mencoba menyuap wartawan yang diklaim sedang menegakkan keadilan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan