APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel PRAMESWARI

PRAMESWARI

Demi menghindari perjodohan dengan Ustadz Rayyan, Prameswari memilih kabur dari pesantren dan menyamar sebagai Mytha di Yogyakarta. Di kota ini, ia justru terlibat hubungan asmara rumit dengan Giga, seorang pria beristri yang istrinya, Peony, sedang hamil tua. Konflik batin kian memuncak saat Peony merasa mengenali sosok Mytha. Akankah rahasia masa lalu ini menyeret Prameswari kembali ke keluarganya, atau ia justru kian tenggelam dalam pusaran cinta terlarang bersama Giga?
Bab
Bagikan

Bab 2

Dalam bus yang sudah berhenti di halte tujuan, Prameswari menguatkan hatinya yang semakin tercabik-cabik, remuk. Bagaimanapun, ini pilihan dan keputusannya, jadi dia melarang diri sendiri untuk terlihat rapuh dan cengeng. Terlebih ketika tiba-tiba bayangan Meyka datang menyelinap ke dalam benaknya. Bayangan sahabat baiknya di facebook itu mengatakan, "Ri, jangan nangis. Ini di depan umum, lho. Bahaya banget, lho. Ingat, banyak orang jahat di sekitarmu! Kamu kan, nggak lagi di pondok pesantren abahmu?"

Prameswari mengerjap-ngerjapkan matanya yang mulai tergenang air hangat, mati-matian menahan, supaya nggak setetes pun terjatuh. Kini, ketakutan mulai merambati hatinya. Hati yang sebenarnya diguncang oleh keragu-raguan yang begitu besar, bahkan sejak pertama kali melangkahkan kakinya keluar dari rumah. Mengapa dia sampai nekat seperti itu? Karena baginya, menikah dengan Ustadz Rayyan adalah aib. Mau dikemanakan mukanya nanti, jika itu benar-benar terjadi? Teman-temannya pasti akan menghujaninya dengan olok-olokan, setiap hari. Walaupun, mungkin akan jarang-jarang bertemu Karena kegiatan sehari-hari yang tak lagi sama. Semua akan menjadi berbeda, bukan? Tapi tetap saja, Ustadz Rayyan akan menjadi sesuatu yang sangat memalukan dalam hidupnya. Beban yang sangat berat.

"Mbak, turun di mana, Mbak?" tanya seseorang, mengejutkan sekaligus menapakkannya pada kenyataan, "Ini sudah di halte Condong Catur, Mbak." Terang seseorang yang ternyata kondektur bus, sambil menunjuk ke luar.

Terkesiap, Prameswari merapikan kerudungnya yang acak-acakan. Mencangklong tas ransel di pundak sebelah kiri dan dengan canggung, beringsut turun. Gontai, dia berjalan menuruni undak-undakan bus. Tubuhnya benar-benar ringan sekarang, melayang-layang. Dia berpikir, mungkin seperti inilah rasanya ketika terdampar di luar angkasa.

Jlep, plaaasss!

Dia baru menyadari sesuatu sekarang, setelah bus berjalan jauh meninggalkannya. Dia merasa sudah salah mengambil keputusan. Salah besar. Terlebih ketika melihat halte yang sepi, hanya ada seorang petugas di loket pembelian tiket. Satu lagi, petugas keamanan. Apa yang bisa diharapkannya sekarang? Dimanakah Meyka, sahabat baiknya di facebook itu berada? Batin Prameswari semakin meradang.

"Meyka di mana, ya?" bisiknya bingung dan pedih pada diri sendiri, "Katanya dia sudah nungguin aku di sini, tadi?" Prameswari semakin bingung dan takut.

Sementara itu, kelelahan sekaligus kelaparan membuatnya semakin lemas dan gemetar. Pusing, matanya berkunang-kunang. Maklum, selama di perjalanan dari Tangerang ke Yogyakarta, matanya nggak terpejam sama sekali. Itu semua juga karena pesan dari Meyka, "Awas Ri, jangan sampai kamu ketiduran di bus. Tahu kan, maksudku? Kamu bisa diculik dan dibawa lari, terus kita nggak jadi ketemu, and dong? Kamu mau? Mumpung di tempat kerjaanku lagi butuh banyak karyawan baru, nih!"

Otomatis, Prameswari menuruti nasehat Meyka. Menurutnya, Meyka lebih banyak pengalaman tentang dunia luar dibandingkan dirinya yang dua puluh empat jam full hanya tinggal di rumah. Eh, kalau sekolah? Nah, iya, hanya kalau sekolah saja dia bisa ke luar rumah. Selain itu, jangan tanya! Pintu pagar pesantren nggak akan sejari pun terbuka untuknya.

Tiba-tiba, dalam kondisi yang semakin tak berdaya, Prameswari terpikir untuk mencari Masjid. Iya, dia belum shalat Dhuhur. Eh, nggak shalat Dhuha juga sih, sebenarnya. Hal yang mustahil terjadi jika dia berada di rumah. Jadi, dengan sisa-sisa tenaga yang ada, Prameswari mengambil ponselnya dari dalam tas ransel blue donker yang masih tergantung di pundaknya. Niat hati mau mencari Masjid melalui aplikasi Google Map tapi apalah daya? Matanya sudah terlanjur panas dan pedih oleh kenyataan yang ada.

'Apa? Meyka memblokir whatsapp-ku? Ya Allah, Astaghfirullahaladhim?' batinnya kembali bergemuruh, seolah-olah ada badai yang masuk dan memporak porandakan seluruh harapannya, 'Nggak, nggak mungkin. Ini pasti salah, pasti ada yang salah!'

Gemetar, karena jantungnya nyaris terlepas dari tempatnya, Prameswari mencari akun Meyka di facebook. Meykaputri Funky Girl, tapi nggak ada. Benar-benar nggak ada, menciptakan sebentuk nyeri yang begitu kuat di hati terdalam Prameswari. Nyut, nyut, nyut! Terlebih ketika dia melihat chat mereka di messenger, You can't send messages for Meykaputri Funky Girl.

Nyut, nyut, nyut!

Dalam keadaan yang separah itu, Prameswari mengedarkan pandangan ke sekeliling, mencari Meyka. Sisi lain hatinya berkata, 'Siapa tahu di benar-benar sudah ada di sini tapi aku nggak tahu? Ah, coba mana, aku lihat lagi Fotonya?'

Terbayang kembali dalam benaknya, bagaimana selama ini mereka bersahabat baik di facebook. Bertukar foto, curhat-curhatan, bercanda tertawa … Siapa sangka, Meyka tega memblokirnya? Bukannya tadi, beberapa menit yang lalu masih bisa komunikasi dengan baik?

'Apa ponselnya hilang ya, diambil orang?' batinnya bertanya sambil terus mencari foto Meyka di Gallery, 'Terus orang yang ngambil ponselnya itu yang blokir whatsapp sama facebookku?'

Sekarang Prameswari terduduk lemas di bangku kayu samping halte. Perasaannya sudah seperti sekaleng wafer yang terjatuh dari balkon. Meskipun begitu, senyum tipis kembali melengkung di bibir manisnya, senyum penuh harapan.

"Alhamdulillah, akhirnya ketemu juga foto Meyka!" gumamnya sambil berdiri dari bangku kayu. Dalam hatinya muncul sebuah ide cemerlang untuk bertanya pada petugas keamanan yang sedari tadi memperhatikannya.

'Meyka kan, sudah ke sini tadi?' bisik hatinya, 'Pasti petugas itu tahu!'

***

Ramah dan hangat, Mbak Honey mengajak Prameswari masuk ke dalam rumah kontrakannya yang cukup besar dan mewah. Senyum manis penuh sayang terus mengembang di wajahnya yang cantik kebule-bulean. Mbak Honey-lah yang tadi menolong Prameswari sewaktu nyaris pingsan di halte bus. Kebetulan dia sedang melintas di sana, sepulang kerja dan melihat orang-orang berkerumun. Ternyata mereka sedang menolong Prameswari yang terjatuh karena lemas.

"Duduk Ri, anggak aja rumah sendiri!" kata Mbak Honey setelah mereka sampai di ruang tamu, tak sedikit pun berkurang kehangatan dan keramahanya, "Mandi dulu apa makan dulu, Ri? Kalau mau mandi dulu, aku siapin handuk sama bath jasnya dulu, ya?"

Takut-takut, Prameswari menjawab, "Mandi dulu aja, Mbak. Wari belum shalat seharian ini."

Setelah memastikan Mbak Honey nggak marah atau semacamnya mendengar jawabannya, Prameswari melanjutkan, "Sebelumnya, Wari makasih banyak ya, Mbak? Nggak bisa membayangkan, gimana jadinya kalau nggak ada Mbak tadi?"

Mbak Honey menatap dalam-dalam mata Prameswari, "Iya Ri, sama-sama. Kamu nggak usah mikirin apa-apa dulu ya, Ri? Istirahat saja dulu, malam ini. Besok kita pikirkan lagi, pekerjaan apa yang pas buat kamu. Oh ya, masalah temanmu yang di facebook itu, jangan sampai membebani pikiranmu, Ri. Seorang penipu seperti itu, nggak pantas untuk kamu pikirkan. Percaya deh, sama aku!"

Dengan berat hati, Prameswari mengangguk. Tak terasa, air matanya menetes hangat, panas. Sementara pikirannya melayang-layang ke pertemuan pertamanya dengan Meyka di facebook, tiga tahun yang lalu. Waktu itu, dia baru pertama kali memiliki akun facebook. Itu pun setelah mencuri-curi kesempatan dari pengawasan Ummi. Meykaputri Funky Girl lah, yang pertama kali menjadi temannya, sampai hari ini. Eh, tadi, beberapa jam yang lau.

Siapa sangka, pertemanan mereka akan kandas di kedalaman lautan kebohongan seperti ini? Nggak, tentu, Prameswari nggak menyangkanya sama sekali. Terlebih, selama ini Meyka begitu baik terhadapnya. Selalu ada dalam suka dan dukanya.

From Meykaputri Funky Girl: [Hai, aku Meyka. Kamu siapa?]

_

From Prameswari Saidi Putri: [Hai, Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh! Aku Wari!]

Dari sanalah persahabatan mereka tersemai indah dan membahagiakan satu dengan yang lainnya. Meyka yang tumbuh dan besar di sebuah panti asuhan, merasa sangat beruntung bertemu dengan Prameswari yang seorang puteri kyai. Begitu juga sebaliknya, Prameswari merasa sangat beryukur mendapatkan sahabat sebaik dan sekuat Meyka. Sebenarnya, selain kebohongan tentang jati diri Meyka yang sebenarnya, mereka sahabat yang layak untuk mendapatkan standing applause dalam hal ketulusan dan kesetiaan.

"Meyka," Prameswari berbisik memanggil, "Kenapa tega membohongi aku? Apa salahku, Meyka?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Jangan Lari Sayangku
9.1
Sanny Chandra mengira pernikahan kontraknya dengan Jordan Wijaya akan selesai lewat perceraian. Namun, sikap dingin Jordan lenyap setelah menikah, berubah menjadi sangat posesif dan suka memanjakannya. Sanny terjebak ketika Jordan melanggar kesepakatan dengan menuntut hubungan intim hingga dirinya hamil. Saat Sanny menagih janji cerai dan surat kontrak yang telah dirobek, Jordan menolak keras untuk melepaskan istri yang kini sangat ia pertahankan.
Sampul Novel KAMINI (Wanita Penuh Kasih Sayang)
9.4
Pasca melahirkan anak untuk Dirandra Ekadanta dan istri pertamanya, Kamini Citra Kirana diusir begitu saja. Meski dibuang dengan uang kompensasi agar tidak kembali, ia pergi membawa sebuah rahasia besar yang memicunya untuk bangkit. Lima tahun berselang, takdir justru menyeret Kamini kembali ke hadapan masa lalu dan keluarga yang dahulu mencampakkannya. Mampukah ia menghadapi situasi rumit ini? Akankah rahasia yang ia simpan rapat selama ini mengubah segalanya saat mereka bertemu lagi?
Sampul Novel Love Illussion
9.0
Pasca tenggelam, Chrystal terbangun di tubuh figuran novel, seorang nona muda berkebutuhan khusus. Ia dipaksa menikahi antagonis kejam yang buta bernama Samudra dari Keluarga Leon. Demi kebebasannya, Chrystal berencana mengumpulkan kekayaan lalu melarikan diri sebelum sang suami pulih. Namun, siasatnya hancur berantakan ketika penglihatan Samudra mendadak pulih dan langsung menatapnya tajam tepat di saat ia bersiap pergi.
Sampul Novel Menaklukan CEO tampan
9.6
Sejak kepergian sang ayah, Clara harus membanting tulang sebagai admin demi menghidupi ibu dan kakaknya sembari tetap kuliah. Beban hidupnya kian berat akibat tekanan dari CEO yang arogan serta kepedihan mendalam setelah dikhianati oleh kekasihnya yang playboy. Bertekad mengubah takdir keuangan keluarga, Clara iseng mendaftar ke biro jodoh untuk mencari pria mapan. Mengejutkan, sosok yang ia temui di sana justru bosnya sendiri. Clara pun kini bertekad memikat hati sang CEO tampan.
Sampul Novel MISTERI RANJANG SUAMIKU
9.6
Inara sangat terkejut saat mendapati noda putih misterius kembali mengotori kasurnya. Cairan tersebut mengeluarkan aroma pandan yang sangat familier, memicu kecurigaan mendalam di hatinya. Padahal, ia sangat yakin sprei bekas semalam baru saja diganti dengan yang baru. Kini, keadaan ranjang yang tiba-tiba kusut dan basah menimbulkan tanda tanya besar. Apa yang sebenarnya terjadi di dalam kamar tersebut saat ia pergi? Rahasia gelap kini mulai menghantui pernikahan mereka.
Sampul Novel Terjerat hasrat kakak ipar
9.3
Jeslin pulang untuk menghadiri pernikahan sang kakak, tetapi malam pertama justru membawa mimpi buruk. Ia menjadi korban kebiadaban kakak iparnya sendiri yang merenggut kesuciannya. Meski Jeslin mencoba kabur dan menghapus memori kelam itu, sang kakak ipar malah kian terobsesi padanya. Pria itu menolak melepas Jeslin dan terus menjeratnya dalam pusaran gairah obsesif yang merusak hidupnya tanpa ampun.