APKDock Logo
Sampul Novel Menaklukan CEO tampan

Menaklukan CEO tampan

9.6 / 10.0
Sejak kepergian sang ayah, Clara harus membanting tulang sebagai admin demi menghidupi ibu dan kakaknya sembari tetap kuliah. Beban hidupnya kian berat akibat tekanan dari CEO yang arogan serta kepedihan mendalam setelah dikhianati oleh kekasihnya yang playboy. Bertekad mengubah takdir keuangan keluarga, Clara iseng mendaftar ke biro jodoh untuk mencari pria mapan. Mengejutkan, sosok yang ia temui di sana justru bosnya sendiri. Clara pun kini bertekad memikat hati sang CEO tampan.

Menaklukan CEO tampan Bab 1

Bab 1.

Pagi ini, aku telat lagi bangun tidur, sudah tiga kali Mama mengetuk pintu, tapi tak dengar sama sekali. Karena fokus untuk menyiapkan sarapan, jadi Mama tak tau kalau aku belum juga keluar kamar.

"Mah, kenapa gak bangunin Clara sih?" suaraku mengagetkan Mama, yang sedang memasak telur ceplok paforitku.

"Loh, kamu masih di kamar? Mama kira-in sudah masuk ke kamar mandi!"

Dengan langkah tergesa-gesa aku segera menyambar handuk di samping pintu kamar mandi.

Byurr ... byurr ... suara gemericik air terdengar terus menerus dari kamar mandi. Karena sedang kesal, hingga mandi pun seperti suara bebek kejebur dalam kolam. Sejurus kemudian, aku sudah keluar sambil melilitkan handuk dirambut yang basah.

"Waduh ... mandinya ekspres banget, Cla!" ledek Kak Roy. Ia sudah duduk di kursi makan dengan pakaian yang rapi.

"Biarin," sahutku ketus.

Tanpa menghiraukan ocehan Kak Roy, aku masuk ke kamar sambil menutup pintu lumayan kuat. Tadi malam aku tidur larut malam untuk menyelesaikan tugas kuliah.

Tak mungkin kubawa tugas kampus ke kantor

Mana ada waktu untuk menyelesaikannya. Kalau ketahuan oleh ketua admin pasti kena hukum. Sedang aku baru sebulan bekerja di kantor sebagai asisten administrasi.

Pekerjaan itu kudapat dari seorang teman yang kakaknya bekerja di kantor tersebut. Miss Caterine yang sudah berbaik hati, menjaminkan dirinya agar aku bisa bekerja di sini. Karena adiknya bernama Misel teman sekelasku di kampus.

Awalnya bagian HRD ragu untuk menerima aku sebagai asisten administrasi. Tapi aku bisa menyakinkan mereka dengan berhasil menjawab semua pertanyaan yang diberikan. Dengan menjalani masa training selama tiga bulan, aku diwajibkan  mematuhi semua aturan di kantor tersebut.

Lamunanku buyar tatkala Kak Roy mencolek bahuku. "Sarapan kok sambil melamun sih!" tegur Mama.

"Cla! kamu mau pergi bareng Kakak, gak?" tanya Kak Roy sambil mengeluarkan mobil bututnya.

"Enggak usah, Kak! Aku naik motor aja!" sahutku. Nanti bisa kacau, kalau mobil Kak Roy mogok di jalan.

"Oh, ya, sudah, Kakak berangkat duluan!"

Tak lama aku pun menyusul keluar untuk memanaskan mesin motor. Kemudian masuk kembali untuk berpamitan pada Mama.

"Hati-hati di jalan, Cla! Jangan ngebut dan jangan lupa baca doa sebelum berangkat!" ingatnya. Nasihat ini yang selalu ku dengar setiap hari sebelum pergi.

"Iya, Mah," sahutku sambil mencium pipi dan punggung tangan Mama. Kemudian pergi bersama motor matic kesayangan.

******

Setahun yang lalu, waktu Papa masih ada, beliau juga nyinyir padaku. Karena tau kalau aku bawa motor itu tak bisa pelan. Sampai seisi rumah heran melihat sifatku yang pemberani.

Layaknya seorang gadis tomboi, kalau bawa motor itu tak bisa kalem. Selalu saja terpacu adrenalin untuk kencang. Tapi itu dulu, sebelum Papa mengalami kecelakaan akibat bertabrakan dengan mobil truk.

Sejak itulah nyaliku sedikit menciut, peristiwa itu sangat menyakitkan bagi keluarga kami. Papa yang sejatinya ingin pergi bekerja ke toko, ternyata mengalami kecelakaan. Mobil yang di kendarainya ditabrak dari belakang hingga meluncur menabrak pembatas jalan.

Beliau mengalami tabrak lari, hingga kini si penabrak masih buron atau dalam pencarian polisi. Mama dan Kak Roy langsung mengurus asuransi kecelakaan Papa. Uang asuransi itulah dipakai untuk membayar sebagian hutang Papa.

Sekarang toko busana milik Papa dikelola oleh Kak Roy. Ditangannya toko tersebut mengalami sepi pelanggan. Kak Roy kurang menguasai ilmu berdagang atau berbisnis. Jadi aku sarankan ke Mama untuk memantau usaha tersebut.

Alhamdulillah, Mama berhasil membangun kembali usaha tersebut. Secara bergantian Mama dan Kak Roy menjaga toko. Kak Roy datang lebih awal, karena Mama harus memasak dan membersihkan rumah terlebih dahulu. Sedang aku membantu menyetrika seminggu sekali.

Ciiitttt ... suara decitan mobil membuyarkan lamunanku. Hampir saja aku diserempet mobil sedan berwarna putih. Pengemudi mobil membuka kaca sambil berteriak.

"Woiii ... kalau bawa motor jangan sambil melamun!" jeritnya.

Hm, aku langsung meminggirkan motor sambil menarik napas dalam, "untung masih selamat," ucapku sambil mengelus dada.

Setelah teriak, lelaki berkacamata hitam tadi, langsung tancap gas, sepertinya aku pernah lihat lelaki tersebut. Begitu juga dengan mobil yang dipakainya. Tapi ya sudahlah, lupakan saja, lebih baik fokus dalam berkendaraan.

Setengah jam kemudian, motorku sudah sampai di depan gedung berlantai tiga dan bercat putih. Bertuliskan "PT. Trans Property."

******

Setelah memarkirkan motor, dengan langkah tergesa-gesa, aku berjalan ke ruang absensi. Baru saja hendak berbelok masuk ke ruangan tersebut, dugg ... kakiku tersandung sesuatu dan hampir terjatuh.

Sepasang sepatu pentopel menghalangiku untuk masuk ke ruang absensi. Kami masuk hampir bersamaan, hingga posisi tubuhku terjepit dan aku jatuh terhuyung hampir menimpa si empunya sepatu.

"Upss, sorry!" aku memegang pinggiran pintu sambil mendongakkan kepala. Lalu melihat siapa lelaki di sebelahku.

Seorang lelaki bertubuh atletis, berkulit sawo matang memakai jas lengkap, sudah lebih dulu mengisi absen. Ia hanya melirik sekilas kepadaku sambil menyipitkan mata. Seolah mengingat sesuatu, tapi itu hanya sebentar.

Kemudian ia berlalu begitu saja tanpa menghiraukan aku. Dan meninggalkan aroma parfum yang maskulin.

"Huhh, sombong banget, siapa sih dia?" gerutuku sambil keluar dari ruang absensi.

Kemudian aku berlari masuk ke lift menuju lantai dua. Pakaian seragam yang ku pakai sudah tak beraturan sangkin sibuknya mengejar waktu.

"Hey, Cla! Baru datang ya?" sapa Miss Caterine yang sudah berdiri di depan pintu ruang admin.

"Eh, iya, Mbak. Untung belum terlambat!" ucapku sambil ngos-ngosan.

"Hm, jangan sampai telat dong! Kamu kan masih training, entar dapat surat SP loo, dari Boss," ingatnya.

"Iya, Miss," sahutku, sambil membungkukkan badan melewati Miss Caterine lalu menuju meja kerja.

Di atas meja, sudah bertumpuk lembaran kertas yang harus ku koreksi. Secara garis besar tugas admin mencakup hal penting.

Tugas untuk mengelola portofolio properti, aset manajemen, melakukan kegiatan administrasi, melakukan pengadaan fasilitas baru dan membuat laporan serta melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait dengan tugas yang sedang dijalankan.

Miss Caterine memberikan tugas padaku khusus surat menyurat seperti: membuat agenda kantor atau jadwal rapat serta mengarsip dan merekap data. Sedang tugas penting tentang dokumen perusahaan, di pegang olehnya.

Sebagai jabatan admin dibutuhkan loyalitas kerja yang tinggi. Sebab admin memegang rahasia penting dalam perusahaan. Sedang serius mengerjakan tugas, Miss Caterine menghampiri meja kerjaku.

"Cla, hasil rekapan data itu, langsung bawa ke ruangan Boss, ya! Biar langsung tanda tangan. Karena sebentar lagi kita akan rapat bersama Boss!" titahnya.

"i-iya, Miss," sahutku.

Sumpah, selama sebulan bekerja di kantor ini, baru pertama kali aku diperintahkan masuk ke ruangan Boss. Dan aku belum pernah kenal sama sekali. Cepat atau lambat, aku harus lakukan ini.

Aku langsung menyusun lembaran data dengan rapi. Lalu memasukkannya ke dalam map berwarna biru. Kemudian kurapikan pakaian serta penampilan.

"Ruang kerja Boss, ada di lantai tiga, ya, Cla!"

"Iya, Miss," sahutku.

Dengan perasaan yang tak karuan, aku keluar ruangan menuju lift. Sampai di lift kupencet tombol angka tiga, untungnya di dalam lift ada dua orang. Kalau tidak, pasti terasa seram di dalam lift sendirian.

Bersambung ....

Lanjut Membaca

Daftar Isi Menaklukan CEO tampan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania, pengacara pemberani yang mempertaruhkan hidupnya demi keadilan, kerap berseteru dengan rival masa kecilnya yang dingin, Yudi. Walau menolak perjodohan, takdir mengikat mereka dalam pertunangan rahasia rancangan orang tua. Di tengah perselisihan benci dan cinta, bahaya besar mengintai saat Tania nekat melawan Wijaya, konglomerat kejam dalang perdagangan manusia. Akankah benih cinta akhirnya tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Cinta & Pengorbanan Alya
8.5
Demi menyelamatkan nyawa Kartika, ibunya yang butuh biaya medis besar dan donor organ langka, Alya terpaksa mengambil keputusan nekat. Ia menerima tawaran Niko, seorang miliarder yang sangat mendambakan anak, untuk menjadi ibu pengganti. Meski awalnya didasari keputusasaan, kedekatan mereka justru menumbuhkan perasaan cinta yang tak terduga. Hubungan ini pun diuji saat sebuah rahasia besar terkuak, memaksa keduanya memaknai ulang arti cinta serta keluarga.
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Jasmine Bintang, yang memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, kerap mengecewakan sang ibu. Harapan indahnya untuk bahagia bersama Ardan Mahendra, suaminya yang sukses, sirna ketika keluarga Ardan terus merendahkannya. Kehadiran Anindya, mantan kekasih Ardan yang membongkar kepalsuan pernikahan mereka, kian memperparah penderitaan Jasmine. Saat Jasmine memilih bercerai demi harga dirinya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya.
Sampul Novel En-PD153
8.9
Kekasih lama yang kusangka sudah mati tiba-tiba kembali bersama seorang wanita hamil yang katanya telah menolongnya. Dengan lancang, dia menyuruhku tinggal bersama mereka dan menjanjikan pesta pernikahan formal sebagai ganti atas keputusannya menikahi perempuan itu. Statusku sebagai putri bangsawan dan menantu konglomerat membuatku menolak keras menjadi simpanan. Jika dia memilih melepaskan kemewahan, aku akan membuat hidupnya hancur hingga dia jatuh miskin.
Sampul Novel Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
9.2
Niat tulus Rheina menyelamatkan sahabatnya dari tuan tanah malah berujung pelik. Sang ayah justru menikahi sahabatnya itu sebagai istri keempat, menyeret Rheina ke dalam lingkaran konflik keluarga yang kelam dan merusak hidupnya. Di tengah kerasnya tekanan hidup yang dipenuhi kata kasar dan adegan dewasa, gadis lugu ini terjebak dalam cinta segitiga yang rumit. Saksikan perjuangan emosional Rheina menghadapi takdirnya yang sarat liku.
Sampul Novel Istri Untuk Suamiku
8.6
Divonis kanker rahim stadium lanjut membuat Fatma harus mengubur mimpinya memiliki keturunan. Demi kebahagiaan sang suami, Satria, ia rela memintanya untuk beristri lagi. Namun, di balik keputusannya, terungkap fakta menyakitkan bahwa Satria sebenarnya tidak pernah mencintai Fatma. Walau Satria sempat menolak demi menjaga perasaannya, Fatma tetap memohon sambil menangis agar keinginan terakhirnya dikabulkan sebagai bukti ketulusan cintanya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan