APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel PRAMESWARI

PRAMESWARI

Demi menghindari perjodohan dengan Ustadz Rayyan, Prameswari memilih kabur dari pesantren dan menyamar sebagai Mytha di Yogyakarta. Di kota ini, ia justru terlibat hubungan asmara rumit dengan Giga, seorang pria beristri yang istrinya, Peony, sedang hamil tua. Konflik batin kian memuncak saat Peony merasa mengenali sosok Mytha. Akankah rahasia masa lalu ini menyeret Prameswari kembali ke keluarganya, atau ia justru kian tenggelam dalam pusaran cinta terlarang bersama Giga?
Bab
Bagikan

Bab 3

Dengan segenap kemurkaan yang berkobar-kobar di seluruh rongga dadanya, Giga membanting pintu mobilnya. Dalam sekejap mata, mobil bercat putih bunga melati itu sudah melaju dengan kencang di jalanan yang sudah mulai sepi. Baginya, apa yang baru saja dikatakan Peony tadi benar-benar menyulut bara amarah yang selama ini dipendam di dalam hatinya. Bagaimana tidak? Peony juga selalu ikut dalam setiap check up yang mereka lakukan dan dia juga tahu, bagaimana hasil akhirnya. Sehat, mereka dalam keadaan sehat dan subur. Apa masalahnya, mengapa Peony justru menuduhkan kata terlarang itu padanya?

Mandul!

Kata itulah yang tadi, beberapa menit yang lalu dituduhkan Peony pada Giga, tanpa perasaan. Sebenarnya, itu bukan yang pertama kalinya terjadi---Peony yakin kalau Giga lah yang mandul, bukan dirinya---tapi kesabaran di hati Giga sudah semakin menipis. Nyaris habis. Bayangkan! Setiap bulan, setiap test pack-nya menunjukkan satu garis, Peony mengamuk besar-besaran. Terlebih, ketika the moonlight datang tepat pada waktunya atau malah mencuri start. Wuaaahhhh, bisa-bisa Giga remuk dalam cengekeramannya.

Padahal, siapa sih, yang nggak ingin punya keturunan?

Orang utan pun pasti menginginkannnya!

Selalu itu yang mengisi benak Giga, setiap terjadi perang besar dengan Peony. Tak terkecuali malam ini. Rasanya, seluruh bara kemarahannya menyala, berkobar-kobar. Teringat kembali bagaimana dulu mereka berjumpa di sebuah kafe di Jalan Parangtritis. Peony bekerja sebagai waitress di sana, sedangkan Giga … Biasa lah, sedang ada meeting bersama teman-teman sekantornya. Entah bagaimana, komunikasi singkat antara waitress dengan pengunjung kafe itu pun berlanjut hingga ke tahap yang serius. Tahapan yang terus mendorong mereka untuk melangkah lebih jauh lagi, menuju jenjang pernikahan.

Awalnya Giga sempat ragu, karena pekerjaan Peony yang pasti dipandang sebelah mata oleh Mama. Mama sudah menetapkan kriteria khusus untuk calon menantunya. Salah satunya, mau menjalani profesi sebagai ibu rumah tangga. Sehebat apapun karir seseorang, kalau dia nggak mau menjadi ibu rumah tangga, Mama pasti menolak. Ya, Giga maklum, karena Mama pun demikian adanya semenjak menikah dengan Papa.

Jadi, sebelum benar-benar mencapai jenjang yang paling tinggi dan serius, Giga membicarakan semuanya dengan Peony. Bersediakah dia melepaskan pekerjaannya? Terlebih, waktu itu Peony juga sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Rela kah dia, mengantongi gelar sarjana tanpa pekerjaan yang mungkin telah diidam-idamkannya selama ini?

Pucuk dicinta, ulam pun tiba.

Ternyata, Peony bersedia dan rela memenuhi semua persyaratan yang diajukan oleh Giga, asalkan Giga serius untuk menikahinya. Kesepakatan pun mereka buat dalam waktu dekat dengan disaksikan oleh Mbak Honey. Mbak Honey itu sahabat dekat sekaligus pemilik Honey Karaoke and Cafe, tempat Peony bekerja. Sekitar dua tahun setelahnya, mereka menikah. Siapa sangka, takdir berkata lain? Sudah hampir sebelas tahun berjalan tapi Peony belum menunjukkan tanda-tanda akan mengandung. Bahkan, test pack-nya masih menunjukkan satu garis.

Hampa!

Giga beringsut turun dari mobil dan berjalan gontai menuju Honey Karaoke and Cafe yang masih buka. Dalam hati membatin, 'Tumben masih buka? Padahal kan sudah hampir jam satu?'

Bersamaan dengan gerakan menghempaskan tubuhnya ke kursi, Giga melambaikan tangan ke waitress yang terlihat sibuk dengan pecahan botol di sudut ruangan, "Mbak …!"

Serta merta, si Mbak langsung mendekat kepadanya. Dengan perasaan takut yang terpancar dari sorot mata sayunya, dia menjelaskan kalau sebenarnya kafe sudah tutup. Karena ada pengunjung yang nggak sengaja memecahkan beberapa botol dan gelas, dia masih di sini untuk membereskan semuanya.

"Oh, baik!" kata Giga sedikit kecewa, "Kalau saya numpang duduk di sini, boleh kan, Mbak?"

Si Mbak yang kalau dilihat dari badge bernama Mytha itu mengangguk dan tersenyum santun, manis sekali, "Silakan, Pak! Mau saya ambilkan air putih?"

Mendengar suara si Mbak yang lembut dan merdu, Giga terkesiap. Seketika darah dalam jantungnya berdesir hangat dan tanpa dikomando dua kali, matanya sudah langsung merayapi tubuh si Mbak---Mytha---dari ujung rambut sampai ujung kaki. 'Putih, cantik, masih muda … Pasti masih segar dan wangi!'

"Maaf Pak, Bapak mau minum air putih atau apa?"

Pertanyaan Mytha mengejutkan sekaligus menapakkannya pada kenyataan. Sedikit gugup dia menjawab, "Kamu masih lama di sini?"

Mytha menggigit bibir bawahnya, membuatnya terlihat lebih cantik dan seksi. Sedetik kemudian, dia menyibakkan poninya yang tebal, lembut dan hitam ke belakang. Kekaguman di hati Giga bertambah besar, bergulung-gulung. 'Cantik sekali, anak ini! Hebat, Mbak Honey, bisa mendapatkan karyawan secantik dia.'

"Tergantung Bunda Ho---"

"Hei, Giga!" sapa Mbak Honey memotong jawaban Mytha, "Apa kabar kamu, lama nggak mampir ke sini?"

Mbak Honey melemparkan isyarat untuk Mytha melanjutkan pekerjaannya dengan melebarkan senyuman. Untung Mytha cepat tanggap, jadi dia langsung bergegas ke tempatnya membersihkan pecahan botol dan gelas di sudut ruangan.

"Karyawan baru," kata Mbak Honey pada Giga sambil duduk di kursi depannya, "Gimana Peony, masih suka ngambek?"

Giga hanya menggedikkan bahu, wajahnya terlihat semakin ruwet dan abstrak. Hehe. Dalam hatinya masih sangat marah dengan Kejadian tadi, di rumah. Menurutnya, Peony jahat karena sudah menuduhnya sebagaia laki-laki mandul. Padahal, seenggak sabar-nggak sabarnya dia, nggak pernah menuduhkan hal yang sama pada Peony.

Apa coba, maunya?

***

Peony sudah tidur di sofa ruang tamu sewaktu Giga pulang. Berjingkat-jingkat dia masuk dan mengunci pintu sampai pol. Masih dengan gaya berjingkat, dia berjalan ke kamar. Hati-hati, meletakkan tas kerja di meja dan melepaskan semua pakaiannya. Ringan, dia berjalan ke kamar mandi.

Sejenak, Giga memandangi wajahnya yang terlihat semakin tua di kaca cermin yang tergantung di atas wastafel. Ganteng. Hanya perlu dirapikan kumis dan jenggotnya saja agar terlihat lebih segar. Sekarang Giga tersenyum sambil terus memandangi bayangan dirinya di dalam kaca cermin. Dalam hati dia berseru, 'Keep spirit Giga, never give up!'

Bruuusss!

Dengan cepat dia membasuh seluruh wajahnya yang terasa berminyak dan lengket. Menggosok gigi dan kembali memandangi bayangan dirinya di kaca cermin. 'Ah! Masa, aku yang mandul, sih? Masa, hasil pemeriksaannya salah? Kalau begitu, nggak profesional dong, rumah sakitnya? Hemmm, Peony!'

Bruuusss!

Lagi, Giga membasuh wajahnya. Kali ini lebih merata dan lama, sampai kulit wajahnya terasa pedih karena digosok-gosok dengan telapak tangan. Gosokan yang lebih keras dari biasanya. Giga merasa, hanya dengan jalan itulah dia bisa melampiaskan seluruh kemarahannya. Apa lagi, coba? Mustahil, mengamuk. Bisa-bisa Peony malah semakin menggila. Biar pun terlihat kalem, manja dan manis begitu, sebenarnya dia nggak berbeda jauh dengan balon. Pantang tertusuk sedikit, sudah langsung meletus.

Bruuusss!

"Ah, mending mandi, sekalian!" gumamnya pada diri sendiri, "Tanggung, sudah terlanjur dingin, juga?"

Akhirnya, Giga menyeret tubuhnya ke bawah shower dan mulai mengatur kehangatan air. Seeerrr, bruuusss! Dengan penuh kenikmatan, Giga menikmati shower time-nya. 'Mumpung Peony sudah tidur!' batinnya penuh dengan semangat, 'Kalau belum, bisa sesak napas aku menampung semua pertanyaannya!'

Sebenarnya, apa yang membuat Giga bertahan hidup bersama Peony?

Apakah karena ingin membuktikan kalau dia nggak mandul?

Ataukah karena Mama yang melarangnya menceraikan Peony?

Mungkinkah karena rasa cintanya sudah habis untuk Peony dan nggak mungkin ada wanita yang lain lagi?

Kadang-kadang, Giga nggak mampu memberikan jawaban untuk semua pertanyaannya sendiri. Peony. Walaupun nyaris depresi karena menunggu kehadiran si Buah Hati, tapi dia wanita yang baik. Setia, sabar dan penurut. Semenjak menikah dengannya, belum pernah sekalipun mengecewakan hatinya. Ya, yaaahhh, kecuali soal tuduhan mandul itu tadi. Eh, bukannya sedikit lho, yang menyarankan dia untuk menikah lagi. Tapi.Giga bergeming karena baginya itu bukan solusi. Iya kalau langsung punya anak, kalau nggak? Apa nggak sama dengan menyingkap aibnya sendiri.

Selalu itu yang menjadi beban berat pikirannya. Baginya, lebih baik fokus bekerja dan berusaha. Karena yakin, kerja keras nggak akan pernah mengkhianati hasil. 'Bukan begitu? Semoga. Aamiin.'

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Membenci Setiap Detik Bersamamu
9.8
Tujuh tahun mendampingi Damian Crestfall, pewaris takhta Crestfall Group, hidup Alira Evangeline Moore hancur seketika saat sang kekasih menolak menikahinya. Di tengah kondisi mengandung, Alira dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan demi cinta atau menyelamatkan janinnya. Merasa dikhianati janji manis Damian, ia memilih pergi selamanya. Alira bertekad melindungi calon bayinya, meninggalkan Damian, dan memulai lembaran baru yang mandiri.
Sampul Novel Cinta satu malam dengan boss
9.0
Seorang wanita terkejut saat bos miliardernya mengajukan penawaran tak biasa. Tanpa dilandasi cinta, pria berkuasa yang dikelilingi banyak wanita itu secara dingin menegaskan bahwa dia hanya menginginkan tubuhnya demi kepuasan fisik semata. Kini, ia harus menghadapi kenyataan pahit dalam hubungan tanpa status yang murni transaksional ini, terus mempertanyakan alasan di balik keputusan sang bos memilih dirinya sebagai pemuas hasrat pribadi.
Sampul Novel Cintaku Direbut Sahabatku Sendiri
9.6
Kehidupan Lara runtuh seketika setelah suaminya, Darren, tega berkhianat dengan Maya, sahabat karibnya sendiri. Hubungan pernikahan mereka pun kandas secara tragis tatkala Darren mendesak perceraian demi bersama selingkuhannya. Kemalangan Lara kian mendalam saat sebuah kecelakaan fatal merenggut calon bayi dalam kandungannya. Kendati berupaya bangkit dan membuka hati untuk lembaran baru, ujian hidup terus datang mendera. Sanggupkah Lara meraih kebahagiaan sejati setelah kehilangan segalanya?
Sampul Novel DICERAI SUAMI, DIPINANG CEO
9.0
Dituduh mandul dan dikhianati suaminya hingga bercerai, dokter kesuburan Felicia Hera nekat menghabiskan satu malam bersama pasiennya demi membuktikan dirinya subur. Ia lalu menghilang dan baru kembali lima tahun kemudian bersama putrinya. Namun, Felicia syok saat tahu direktur baru di rumah sakitnya adalah ayah dari anaknya. Kini, ia harus terus bersembunyi dari kejaran pria dingin yang telah mencarinya selama bertahun-tahun.
Sampul Novel Dihina Miskin, Aku Istri Konglomerat
8.5
Ziva mengakhiri hubungan lima tahunnya setelah Luis Loren memberikan hadiah murah sementara membelikan kapal pesiar mewah untuk cinta pertamanya, Paula. Lima tahun kemudian, mereka bertemu kembali di sebuah konferensi bisnis. Luis yang kini sukses menggandeng Paula, mengejek Ziva yang berpenampilan berantakan di dekat air mancur hotel mewah. Luis mengira Ziva hidup menderita dan mengemis belas kasihan. Padahal, Ziva hanya sedang mencari berlian biru milik putranya yang tidak sengaja terjatuh ke air.
Sampul Novel Dikhianati oleh Orang yang Dicintai
9.1
Malam pertama Lana berubah menjadi mimpi buruk saat mendapati suaminya, Revan, berselingkuh dengan seorang pria. Di tengah keputusasaan karena dikhianati dan terjebak di rumah mertua, Lana kehilangan arah. Namun, sang ayah mertua, Henry, datang melindungi. Ketegasan Henry luluh demi menjaga menantunya yang rapuh. Dalam kesunyian yang mendalam, Lana mulai bergantung pada Henry hingga akhirnya hubungan terlarang di antara mereka berdua terjalin tak terkendali.