APKDock Logo
Sampul Novel PRAMESWARI

PRAMESWARI

8.5 / 10.0
Demi menghindari perjodohan dengan Ustadz Rayyan, Prameswari memilih kabur dari pesantren dan menyamar sebagai Mytha di Yogyakarta. Di kota ini, ia justru terlibat hubungan asmara rumit dengan Giga, seorang pria beristri yang istrinya, Peony, sedang hamil tua. Konflik batin kian memuncak saat Peony merasa mengenali sosok Mytha. Akankah rahasia masa lalu ini menyeret Prameswari kembali ke keluarganya, atau ia justru kian tenggelam dalam pusaran cinta terlarang bersama Giga?

PRAMESWARI Bab 1

Yogyakarta, di suatu hari yang terik.

Prameswari turun di terminal bus Giwangan dengan perasaan bercampur aduk menjadi satu. Marah, kecewa, benci, takut tapi juga sedih. Dalam benaknya yang sehancur Bantul seusai diguncang gempa tahun 2006 silam, berjejalan banyak pertanyaan tentang Abah dan Ummi yang telah sampai hati menjodohkannya dengan Ustadz Rayyan. Sosok yang selama ini menjadi bahan candaan di kalangan santriwati, termasuk dirinya sendiri. Mengapa begitu?

Karena Ustadz Rayyan masih belum menikah juga padahal umurnya sudah empat puluh lima tahun. Ustadz Lapuk. Begitulah Prameswari dan teman-teman memberikan label padanya. Siapapun orangnya, jika ketahuan berpapasan atau berdekatan dengannya, pasti habis, dibercandai. Bahkan, tak jarang juga jadi bahan olok-olokan di sepanjang hari. Oleh karenanya, tak seorang pun santriwati di Pondok Pesantren Al-Hidayah mau berurusan dengan Ustadz Rayyan. Termasuk Prameswari, meskipun kadang-kadang Abah atau Ummi menitipkan sesuatu untuk Ustadz Rayyan melalui dirinya. Sebisa mungkin, dia menciptakan alasan. Terlambat, tergesa-gesa atau apa saja, yang membuat mereka membatalkan untuk menitipkan sesuatu itu padanya.

'Apa sih, yang membuat Abah sama Ummi begitu?' tanya hatinya yang semakin remuk redam, 'Mereka kan tahu, Ustadz Lapuk sudah setua itu? Tega, tega, tega! Kenapa mereka setega ini padaku?' tanya hatinya lagi, kali ini sambil mengamati sekitar yang terasa asing baginya, 'Jahat, semua jahat!'

JOGJA - JAKARTA

JOGJA - SOLO

JOGJA - MAGELANG

Prameswari mengeja plakat bercat hijau dengan tulisan putih yang ada di depan sana. Sekitar lima puluh meter dari tempatnya berdiri. Sekeras mungkin, dia mengingat-ingat petunjuk yang diberikan Meyka, sahabat baiknya di facebook. Dia nggak berani mengeluarkan ponsel di keramaian---seperti yang diajarkan Meyka---jadi nggak ada jalan lain kecuali menggunakan ingatannya dengan baik. Ingatan yang sebenarnya tajam dan cemerlang jika bukan dalam keadaan sedarurat ini. Antara hidup dan mati.

"Kamu jangan sekali-kali ngeluarin hp di terminal ya, Ri? Bahaya!" begitulah pesan Meyka tadi malam sebelum dia benar-benar kabur dari rumah, "Dari terminal Giwangan, kamu ke luar. Sampai di luar, cari halte bus trans …!"

Prameswari tersenyum tipis sekarang, karena sudah berhasil mengingat dengan baik apa yang dikatakan Meyka. Sekarang, tanpa berpikir panjang dan berliku-liku, dia berjalan ke luar terminal. Meskipun sudah mati-matian menguatkan hati, tetap saja langkahnya gontai. Oleng, seperti layang-layang yang baru saja putus dari gulungan benangnya. Ditambah dengan wajah yang pucat berkeringat, sempurnalah sudah penampilannya hari ini, kusut masai kuadrat. Untung, tengah hari. Kalau nggak? Bisa-bisa, dia jadi santapan preman jalanan!

Sesampainya di halte bus trans Jogja, Prameswari langsung bergegas menuju loket pembelian tiket. Napasnya naik turun setelah berjalan kaki cukup jauh dari terminal bus. Tak tanggung-tanggung, wajahnya sekarang sudah bukan pucat berkeringat lagi tapi biru banjir. Untung nggak terlalu banyak antrian, hanya tiga orang di depannya. Jadi, Prameswari bisa menghela napas lega untuk pertama kalinya setelah berhasil kabur dari rumah.

Sebenarnya, dia juga meneteskan air mata karena teringat Ummi. Dia berpikir, Ummi pasti sedih dan hancur dengan kepergiannya yang seperti ini. Tapi, apa boleh buat? Ummi juga nggak bisa membelanya di depan Abah. Nggak berdaya, untuk lebih tepatnya. Cara apa lagi yang bisa membuatnya selamat dari perjodohan yang sangat sangat sangaaat menyedihkan itu? Nggak ada lagi, hanya ini. Ya, yaaahhh, meskipun tadi sebelum berangkat, hatinya sempat digelayuti keragu-raguan.

"Maafkan Wari, Ummi." bisiknya lirih,"Tapi Wari harus pergi, Ummi. Wari nggak mau nikah sama Ustadz Rayyan, sampai kapan pun, nggak mau. Karena cinta dan harti Wari hanya untuk Mas Eiden."

"Apa, Mbak?" kata petugas dari dalam loket menyentakkan kesadaran Prameswari, "Tujuannya ke mana, Mbak?"

Malu dan gerapan, Prameswari menjawab, "Sa saya ma mau ke Condong …?"

Kata-kata Prameswari terpotong begitu saja karena tiba-tiba bayangan Abah yang sedang murka muncul dalam benaknya dengan sempurna. Membara. Sementara Ummi hanya bisa berlinang-linang air mata di hadapannya.

"Oooh, Condong Catur?" tanya petugas dengan hangat, ramah dan sopan.

Prameswari mengangguk, tersenyum tipis lalu mengangsurkan selembar uang sepuluh ribu dan menerima selembar tiket bus untuknya. Sekarang, wajah pucat itu mulai terpulas warna lain, merah muda. Cantik.

***

Sejauh mata Prameswari memandang, yang ada di dalam benaknya hanya Ummi dan Abah. Marah sekali rasanya setiap kali teringat bagaimana tiba-tiba Abah mengatakan, "Wari, sekarang kan kamu sudah besar. Sudah saatnya kamu menyempurnakan ibadahmu dengan menikah. Siapkan dirimu Wari, karena besok malam, Ustadz Rayyan akan mengkhitbah kamu!"

Duaaarrr!

"Apa Bah, Ustadz Rayyan mau mengkhitbah Wari?" Prameswari bertanya dengan kemarahan yang berkobar-kobar hingga ke ubun-ubunnya, "Nggak salah, Bah?" tanya Prameswari lagi tanpa bisa dicegah, "Abah yakin, kalau Ustadz Lapuk bisa membahagiakan hidup Wari?"

Plaaakkk, plaaakkk!

Abah melayangkan tamparan mautnya ke pipi Prameswari, kanan dan kiri hingga meninggalkan bekas jari tangan di sana. Ummi yang menjerit tertahan di samping Abah, tak mampu menghentikan gerakan ringan telapak tangan Abah. Begitu juga dengan jerit tangis kesakitan Prameswari, sia-sia. Abah sudah terlanjur murka.

Tilulit, tilulit!

Ringtone chat di whatsapp memberai ingatan Prameswari tentang Ummi, Abah dan Ustadz Rayyan. Seketika konsentrasinya tertuju pada chat yang baru saja masuk. Harapannya membuncah, semoga itu Meyka. 'Eh, ya Meyka, lah. Siapa lagi? Dia kan satu-satunya yang tahu nomer whatsapp-ku?' batinnya mempertegas buncah harapan di hatinya.

Whatsapp

Chats (11) Status Calls (7)

Ternyata, selain chat, Meyka juga voice call sebanyak tujuh kali. Karuhan saja nggak terangkat, benak Prameswari terlalu padat. Overload.

Meyka:

[Ri, km udh smpe mana?]

[Kabari ea kalo dah smpe?]

[Aku tunggu di halte bus trans concat]

[Jgn smpe slh turun ea?]

[Reply!]

[Aq dah di sini]

Dengan perasaan mengharu biru, Prameswari membalas chat Meyka. Dikatakannya kalau dia sudah di atas bus trans, seperti yang dipesannya kemarin. Dia juga cerita, kalau rasanya gemetar, hampir pingsan karena menahan lapar. Uangnya hanya tersisa tujuh ribu rupiah lagi.

Namanya juga Meyka, bukannya sedih atau bagaimana, malah mengirimkan emotikon senyum lebar sekali pada Prameswari. Kontan, Prameswari cemberut dan mengomel panjang kali lebar sama dengan luas persegi panjang, di chat room. Hehe. Dua sahabat baik di facebook itu sekarang saling balas chat di whatsapp dengan santainya. Dari hati ke hati. Eh, salah. Dari jari ke jari. Hehe. Iyalah, dari hati ke hati. Jari kan, hanya perantara hati?

Tilulit, tilulit!

Meyka:

[Ea udh ea Ri? Ati2]

[Aq tunggu ea? Bntr lg smpe kug!]

Lemas, gemetar dan pusing karena kelaparan, Prameswari mengetik chat balasan untuk Meyka, [Ya. Makasih banyak sebelumnya ya, Mey?]

Sayang sekali! Prameswari, gadis berumur delapan belas tahun dan baru saja menamatkan pendidikannya di SMU itu nggak tahu, kalau sebenarnya Meyka yang selama ini dia kenal dengan baik di facebook itu seorang laki-laki paruh baya. Dia, menggunakan aplikasi perubah suara setiap kali menelepon Prameswari. Sehingga yang dia tahu, Meyka benar-benar seorang gadis belia, sama seperti dirinya. Ah, sungguh disayangkan juga, Prameswari nggak begitu memperhatikan mengapa Meyka selalu menolak jiga dia Mengajaknya video call.

Apa yang akan terjadi setelah mereka bertemu nanti?

Apakah Prameswari kuat menghadapi semua kenyataan pahit ini?

Lanjut Membaca

Daftar Isi PRAMESWARI

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cinta Dalam Skandal
9.3
Karier Bitna, aktris asal Korea Selatan, berada di ambang kehancuran setelah skandal besar menimpanya pasca-pesta di Indonesia. Kejadian itu turut menyeret Kenzo, bos besar penyelenggara acara. Demi menyelamatkan reputasinya, Bitna setuju memberikan klarifikasi. Namun, tanpa persetujuan Bitna, Kenzo malah mengumumkan pertunangan palsu mereka kepada publik. Apa motif di balik kebohongan Kenzo ini? Bisakah sandiwara tersebut menyelamatkan Bitna, atau justru memperburuk hidupnya?
Sampul Novel Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin
9.5
Lima tahun pernikahan Kyna dan Aldrian berjalan tanpa kehangatan fisik. Kebenaran pahit terungkap saat cinta pertama Aldrian, Nara, kembali dan Aldrian terus memprioritaskannya dengan dalih persahabatan. Alih-alih marah, Kyna memilih mempersiapkan masa depannya secara diam-diam dengan belajar bahasa asing dan mendaftar studi ke luar negeri. Begitu visanya disetujui, Kyna menyodorkan surat cerai dan pergi ke Yuropiah. Aldrian yang awalnya meremehkan kemampuan bertahan hidup Kyna, akhirnya dibuat frustrasi dan bertekad memburunya setelah video tarian anggun Kyna viral di internet.
Sampul Novel Istri Tetanggaku Kuntilanak
8.1
Alif kembali ke Kampung Menyan dan terjebak di antara Lisa dan Ning. Di saat bersamaan, desa itu diteror oleh hilangnya bayi dan janin secara misterius. Namun, fokus Alif teralihkan kepada Kumara, istri tetangganya yang menawan. Kumara dituduh sebagai kuntilanak karena perilakunya yang aneh, dan ia mengaku punya masa lalu dengan Alif yang telah terlupakan. Alif kini harus mengungkap kebenaran tentang sosok Kumara sekaligus memecahkan anomali di desanya.
Sampul Novel RAHASIA DI BALIK KEBAHAGIAAN
9.3
Rumah tangga yang tampak sempurna ini seketika runtuh saat perselingkuhan sang suami dengan rekan kerjanya mulai terendus. Didorong rasa curiga, sang istri memutuskan untuk menyelidiki sendiri kebenaran tersebut. Namun, pencarian bukti itu justru membawanya pada penemuan konspirasi kelam yang jauh lebih mengerikan hingga mengancam keselamatan jiwanya. Kini, ia harus bertahan dan menghadapi kenyataan pahit di balik topeng kebahagiaan semu pernikahan mereka.
Sampul Novel Terjerat Cinta Sang Kakak Ipar
8.2
Kehidupan Syera berubah rumit sejak tinggal bersama kakaknya, Syima. Murka akibat perselingkuhan Syima, Raihan meluapkan dendamnya kepada Syera. Namun, kebencian itu lambat laun berubah menjadi cinta yang tulus. Di belakang keluarga, keduanya pun terjerat dalam hubungan asmara terlarang yang sangat rahasia. Situasi semakin pelik dan mencapai puncak konflik saat Syera mendapati dirinya hamil akibat hubungan mereka.
Sampul Novel Wanita Kesayangan Tuan Duda
9.5
Kehidupan Selena Tan berubah drastis usai melewati malam tidak terduga bersama Nicole Saputra, duda konglomerat. Demi bertanggung jawab atas insiden tersebut, ia kini menghadapi risiko kehamilan di luar nikah. Selena dihadapkan pada pilihan sulit: menyetujui pernikahan tanpa cinta yang ditawarkan Nicole, atau menanggung rasa malu seorang diri. Di tengah kepanikan dan ketidaksiapannya berumah tangga, ia harus segera menentukan pilihan demi masa depannya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan