APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Prahara Uang Kompensasi

Prahara Uang Kompensasi

Indra Djatmoko terpikat oleh pesona Ceani Janeta, seorang janda yang tinggal di lantai bawah. Bagi Indra, kehangatan Ceani yang menyajikan sarapan spesial dan menerima segala kebiasaan buruknya sangat kontras dengan sang istri yang kaku layaknya robot. Merasa lebih dihargai dan hidup kembali di dekat Ceani, Indra bahkan mendambakan posisi mendiang suami wanita itu. Mengetahui pengkhianatan ini, sang narator memilih untuk segera mengabulkan impian Indra dan melepaskannya sebelum suaminya itu menyadari kesalahan fatalnya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Dia langsung duduk tersentak dan menatapku dengan marah.

"Kamu yang banyak maunya. Nggak boleh bungkuk saat jalan, kaki nggak boleh gerak saat duduk, nggak boleh rebahan di ranjang kalau belum ganti baju."

Dia seakan menemukan kesempatan untuk melampiaskan amarahnya, langsung mematikan rokoknya.

"Erlin, lihatlah laki-laki di luar sana, berapa banyak yang setiap hari hanya menjaga istrinya saja?"

"Nggak mudah buat menemukannya. Kamu dapat laki-laki sepertiku saja masih nggak mau bersyukur."

Aku tidak bisa menahan diri dan langsung mencibir.

Menjaga seorang istri? Berani sekali dia mengatakan semua itu?

Aku sudah mengenalnya selama bertahun-tahun. Saat masih muda, aku menyukai kebebasan dan spontanitasnya, serta permainan gitar akustiknya.

Dia selalu mengatakan bahwa dia memiliki mimpi dalam bermusik. Namun, mimpi bermusik siapa yang hanya berakhir sebagai mimpi saja?

Setelah tersisih di babak pertama audisi beberapa tahun yang lalu, dia jatuh tersungkur.

Dia mengatakan bahwa pasar tidak mengerti betapa bagusnya kemampuannya.

Sejak saat itu, dia mengurung diri di rumah, bermain piano, tidur dan menjadi gemuk.

Dia akan terus berbaring di rumah jika orang tuaku tidak meminta tolong kepada salah satu muridnya untuk mencarikannya pekerjaan.

Sekarang, dia menatapku dengan curiga, "Erlin, kamu harus belajar dari Ceani yang begitu baik dan bisa memahami orang lain."

Dia merasa sedih, "Setidaknya biarkan aku hidup seperti manusia."

Pada saat itu, kebencianku padanya mencapai puncaknya.

Dia menatapku dengan wajah muram dan terdiam.

Setelah beberapa saat, dia berdiri dan mengganti sepatunya sambil bergumam.

"Apa gunanya menikah denganmu. Aku bahkan nggak bisa makan makanan hangat di rumah."

Dia membuka pintu dan menatapku dengan ragu-ragu.

"Aku mau kerja. Erlin, pikirkan baik-baik, jangan hanya melimpahkan kekesalanmu kepadaku."

Aku tertawa dengan jengkel, menatapnya dengan cemberut.

Aku melihatnya terengah-engah saat berjalan keluar pintu, tas yang dibawanya tidak muat karena perutnya yang buncit.

Usianya bahkan belum genap tiga puluh tahun, tetapi tubuhnya sudah seperti laki-laki paruh baya.

Remaja yang bermain gitar dan menyanyikan lagu-lagu cinta sepanjang malam di bawah atap rumahku telah menghilang.

Dia adalah orang yang bersumpah dengan tegas sambil menggenggam tanganku ketika orang tuaku bersikeras menentang hubungan kami.

"Aku nggak akan membuat Erlin menderita sedikit pun. Aku bahkan bersedia melakukan pekerjaan kotor agar bisa menghidupinya."

Di depan ibunya yang janda, dia juga berdiri di depanku, melindungiku.

"Erlin adalah orang yang akan menemaniku menghabiskan sisa hidupku. Ibu, kalau Ibu mencintaiku, Ibu juga harus mencintainya."

Dia suka cemas sampai meneteskan air mata ketika aku sakit demam. Namun, sekarang dia sudah berubah.

Aku duduk lama, ponselku terus berdering sejak tadi.

Ada pesan dari Indra, ibunya Indra dan nomor asing.

Saat membuka pesan itu, Ceani mengirim beberapa pesan yang cukup provokatif.

"Kak Erlin, Kak Indra katakanya iri sama suamiku yang sudah meninggal karena bisa menikah denganku."

Cih! Aku membacanya dengan teliti, perasaan sakit di hatiku perlahan mulai pudar.

Ini adalah pertama kalinya aku melihat seorang wanita yang begitu niat dalam mendekati suami orang.

Ceani pindah ke sini setengah tahun yang lalu dan membuka toko sarapan tidak jauh dari sini.

Suaminya meninggal sekitar setahun yang lalu karena sakit. Katanya, dia diusir oleh mertuanya.

Dia memiliki tubuh tegap, dagu lancip dan sepasang mata yang sangat menggoda.

Sejak saat itu, Indra yang biasanya sangat susah dibangunkan saat pagi jadi sering pergi membeli sarapan.

Dia sering menyebut nama Ceani, tetapi aku mengabaikannya.

Dia memuji Ceani karena membuat sarapan yang berbeda dari yang lain.

"Ceani paham sama seleraku. Aku nggak bisa makan makanan yang terlalu hambar."

Sekarang, aku mengerti apa yang dimaksud dengan sarapan unik ini.

Pantas saja dia sudah lama tidak pernah bertanya kepadaku mengenai rencana kami untuk melanjutkan memiliki anak.

Sambil menenangkan diri, aku menelepon untuk menanyakan perihal perceraian.

Indra kembali lebih cepat dari yang aku perkirakan. Dia menutup pintu dengan kesal, napasnya terengah-engah.

"Erlin, apa kamu gila? Kenapa kamu mewakiliku mengundurkan diri?"

Namun, kemarahannya mengempis seperti balon yang tertusuk saat melihat beberapa kardus di lantai.

Matanya membelalak. "Kamu ... kamu ngapain?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Pengganti, Aku Istri Sahmu!
9.4
Pernikahan Sarah hancur saat Andi kabur di hari bahagia mereka. Demi menjaga nama baik keluarga, Bayu, kakak Andi, terpaksa menikahi Sarah. Namun, Sarah justru menghadapi penderitaan baru karena sikap Bayu yang sangat dingin. Di balik kebencian suaminya, ada rahasia besar tentang hilangnya Andi yang belum terungkap. Kini, Sarah terjebak dalam pernikahan tanpa cinta yang penuh misteri gelap.
Sampul Novel Di Ujung Lelah
9.3
Pernikahan selama lima tahun ternyata menjadi mimpi buruk bagi Mirna. Alih-alih bahagia, ia justru harus menghadapi tekanan mental dari suaminya, Farid, yang tak pernah berubah. Setiap hari diwarnai pertengkaran hebat yang menguras emosi, memicu ketakutan, serta kesedihan mendalam. Berada di titik nadir dan merasa tidak sanggup lagi bertahan, Mirna akhirnya membulatkan tekad. Ia memilih menyudahi hubungan beracun ini demi membebaskan diri dari penderitaan panjang.
Sampul Novel Hati yang Kau Sakiti
9.5
Kabar kehamilan yang harusnya membawa kebahagiaan bagi Kiran justru berubah menjadi mimpi buruk. Ia mendapati kenyataan bahwa Arka, suaminya, telah berselingkuh hingga memiliki anak dari perempuan lain. Di tengah hancurnya pernikahan yang ia pertahankan, Kiran harus menanggung kepedihan mendalam akibat dikhianati. Kini, ia dihadapkan pada perjuangan sulit untuk memulihkan diri. Akankah Kiran sanggup bangkit, ataukah rasa cintanya pada Arka sudah sirna tanpa sisa?
Sampul Novel Mekar dan Pudar pada Bunga Matahari
8.4
Demi mengubur masa lalu yang kelam, Kenia Watson memutuskan menjadi sukarelawan Dokter Lintas Batas di Otresh. Di tengah perjuangannya melawan penyakit kanker yang mematikan, ia dikhianati oleh Hobson, suaminya yang berselingkuh dengan adik tirinya sendiri. Kenia pun memilih bercerai dan pergi diam-diam. Namun, saat kondisi Kenia kritis, Hobson justru datang bersimpuh di samping ranjangnya, memohon dengan sangat agar wanita itu tidak menyerah pada kematian.
Sampul Novel Not Friend's With Benefit
8.3
Dua tahun lamanya Fernanda menjalani hubungan fisik tanpa status cinta dengan Daniel. Meski Daniel tulus mengasihinya, trauma akibat kegagalan tunangan masa lalu membuat Fernanda menutup rapat hatinya. Di bawah tekanan sosial dan ambisi menyenangkan orang tua, ia terus mengabaikan ketulusan Daniel. Namun, sebuah konflik pelik akhirnya menyadarkan Fernanda akan arti penting pria itu. Ini kisah perjuangan menyembuhkan luka batin demi menemukan cinta sejati.
Sampul Novel Pedang Ikatan Darah
8.3
Pedang Ikatan Darah menyajikan kisah misteri modern berselimut fiksi ilmiah yang menegangkan. Demi menyelamatkan adik angkat mereka, orang tua kandung sang protagonis tega membawanya ke meja hijau untuk merebut paksa jantungnya. Di bawah pengawasan panel berisi seratus orang, sebuah teknologi komputer mutakhir digunakan untuk membongkar isi memori mereka demi menentukan kepemilikan organ tersebut. Meski dituduh berhati keji dan diduga akan melarikan diri, ia justru hadir di persidangan. Namun, saat proyeksi ingatannya mulai diputar di hadapan publik, rahasia masa lalu yang terungkap justru menguras air mata semua orang.