APKDock Logo
Sampul Novel Pedang Ikatan Darah

Pedang Ikatan Darah

8.3 / 10.0
Pedang Ikatan Darah menyajikan kisah misteri modern berselimut fiksi ilmiah yang menegangkan. Demi menyelamatkan adik angkat mereka, orang tua kandung sang protagonis tega membawanya ke meja hijau untuk merebut paksa jantungnya. Di bawah pengawasan panel berisi seratus orang, sebuah teknologi komputer mutakhir digunakan untuk membongkar isi memori mereka demi menentukan kepemilikan organ tersebut. Meski dituduh berhati keji dan diduga akan melarikan diri, ia justru hadir di persidangan. Namun, saat proyeksi ingatannya mulai diputar di hadapan publik, rahasia masa lalu yang terungkap justru menguras air mata semua orang.

Pedang Ikatan Darah Bab 1

Demi mendapatkan jantungku untuk mengobati penyakit adik angkatku, orang kandungku membawaku ke pengadilan.

Hakim menggunakan teknologi komputer terbaru untuk mengekstrak ingatan kami. Persidangan dilakukan oleh panel yang terdiri dari 100 orang.

Jika persidangan berhasil, organ tubuhku akan menjadi milik orang tuaku.

Orang tuaku mengira aku tidak berani hadir.

Karena dalam pikiran mereka, aku adalah orang yang berhati keji.

Tapi ketika tayangan ingatanku diputar di persidangan, semua orang menangis.

Di pengadilan, layar sepanjang satu meter mulai menampilkan komentar live chat penonton.

"Orang pertama yang berani datang menghadiri pengadilan!"

"Penjahat cuma bisa menunduk di hadapan bukti yang kuat."

"Pertunjukan menarik akan segera dimulai."

Sebelum memulai, hakim memberikan nasihat terakhir kepadaku.

"Terdakwa, apakah Anda mengerti proses persidangan dan memahami konsekuensi dari persidangan ini?"

Setelah aku diputuskan bersalah, aku akan disuntik mati saat itu juga. Dan hak atas organ tubuhku akan menjadi milik orang tuaku.

Pada saat itu, jantungku akan diambil untuk mengobati penyakit Cindy.

Di meja penggugat, orang tua kandungku menatapku dengan jijik.

Mereka sangat yakin akan memenangkan persidangan ini.

Aku tidak mengerti. Aku adalah anak kandung mereka, tapi mereka menyiksaku, membenciku, dan menyakitiku selama sepuluh tahun.

Pada akhirnya, bahkan mereka ingin merampas jantungku.

Aku berkali-kali curiga bahwa putri kandung mereka adalah Cindy, yang duduk di samping mereka.

Sayangnya, Cindy mengenakan masker dan kacamata hitam. Aku tidak bisa melihat ekspresinya.

Sambil memejamkan mata dan menarik napas dalam-dalam, aku menatap juri dengan tegas.

"Silakan mulai!"

Hakim menoleh ke meja penggugat.

"Penggugat, apakah kalian mengerti proses persidangan ...."

Tanpa menunggu hakim menyelesaikan kalimatnya, ibuku menyela dengan suara melengking, "Kami orang tuanya, kami nggak mungkin kalah!"

"Cepat dimulai! Cindy nggak bisa menunggu terlalu lama!"

Persidangan secara resmi dimulai.

Tuduhan pertama: menolak untuk memenuhi kewajiban memberi nafkah, dan bersenang-senang di luar tanpa peduli pada ayahnya yang sakit parah.

Di layar, Ibu menyeka air mata dan menjelaskan duduk perkaranya.

Mulai dari kondisi keluarga yang kurang mampu dan ayahku bekerja keras membiayai sekolahku sampai kuliah. Lalu tentang aku yang tidak pernah sekali pun pulang untuk menjenguk Ayah saat sakit parah dan terbaring di tempat tidur, dengan alasan terlalu sibuk di kampus.

Tagihan rumah sakit tidak dibayarkan tepat waktu, mengakibatkan kaki kiri ayahku cacat seumur hidup.

"Ya Tuhan, nggak manusiawi!"

"Anak durhaka! Belajar tinggi-tinggi nggak ada hasilnya!"

Komentar-komentar yang muncul satu per satu dipenuhi emosi. Di layar, tampak ibuku mencoba meneleponku berulang kali, bahkan membawa ayahku yang cacat ke kampus untuk mencariku. Tapi tidak ada yang berhasil.

Bahkan hakim pun merasa adegan itu sangat keterlaluan.

Orang tuaku di meja penggugat tampak puas. Cindy juga tampak mengangkat dagunya.

Aku duduk di kursi terdakwa. Para staf segera memasangkan alat untuk mengekstraksi ingatan. Suara arus listrik berdesing, dan kepalaku terasa sakit seperti ditusuk-tusuk jarum.

Tapi aku mengatupkan bibir rapat-rapat dan tidak bersuara sedikit pun.

Beberapa detik kemudian, dua kata dalam tulisan besar muncul di layar persidangan.

"Tidak bersalah."

Ratusan tanda tanya segera memenuhi kolom komentar.

"Mana mungkin dia nggak bersalah!"

Sedangkan ibuku menundukkan kepalanya dengan raut wajah agak bersalah.

Kali ini, ingatanku lah yang diputar.

Ketika aku berusia delapan tahun, Cindy tiba-tiba datang dan tinggal di rumahku.

Mobil yang aku tumpangi bersama Cindy dan orang tuanya mengalami kecelakaan dan orang tuanya meninggal di tempat.

Ayahnya adalah sahabat dekat ayahku. Ayahku merasa berkewajiban membawa Cindy ke rumah dan mengasuhnya.

Ibuku langsung setuju, karena dia memang suka Cindy sejak awal.

Setelah hari itu, hidupku berubah menjadi neraka.

Cindy harus mendapatkan apa pun yang dia inginkan. Bahkan sampai buku-buku pelajaran dan buku PR milikku.

Aku tidak mau. "Nanti aku dimarahi Bu Guru."

Ayahku langsung menamparku.

"Dia anak yatim piatu. Apa susahnya kamu berikan buku PR-mu untuknya?"

Di hari tes masuk SMA, Cindy mengatakan bahwa dia suka dengan semua pulpenku dan ingin memilikinya.

Aku menolak memberikannya.

Ayahku mengambil sapu dan memukuliku dengan keras.

"Anak egois sialan. Apa susahnya memberikan pulpen? Cepat berikan ke Cindy!"

Aku menjerit kesakitan, tapi ibuku memeluk Cindy dan menghiburnya, membujuknya agar berhenti menangis.

"Nggak apa-apa, nanti Ibu belikan yang baru."

Cindy berkata sambil terisak, "Tapi ... pulpen itu sepertinya hadiah dari Ibu untuk ulang tahunku kemarin ...."

Aku tidak peduli apa-apa lagi dan mengeluarkan kotak pensilku dengan tangan gemetar dan berteriak, "Jangan pukul aku, aku berikan semuanya untukmu. Aku nggak mau lagi!"

Aku tidak bisa ikut tes masuk SMA hari itu.

Aku pun kehilangan kesempatan untuk melanjutkan sekolah ke SMA.

"Kamu anak bodoh, apa gunanya sekolah?"

Ayah sangat meremehkanku, tapi dia berubah lembut saat menatap Cindy.

"Nggak seperti Cindy yang selalu masuk sepuluh besar."

Tapi aku selalu mendapat nilai tinggi dan tidak pernah keluar dari peringkat sepuluh besar.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Pedang Ikatan Darah

Ch. 1 Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea, kondisi hormon yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat penumpukan cairan itu tak tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta bantuan gurunya. Insiden tak terduga di ruang guru tersebut mengubah segalanya. Rahasia ini menjadi awal mula hubungan asmara mereka yang rumit, menantang, dan penuh risiko.
Sampul Novel Istri Pengganti
9.7
Rayhan hancur setelah dikhianati calon istrinya. Demi melampiaskan kekecewaan, ia nekat memaksa Zahra menikahinya. Tentu saja Zahra terkejut dan langsung menolak rencana gila tersebut. Tak menyerah, Rayhan menawarkan sebuah butik sebagai imbalan jika Zahra bersedia menjadi pengantin pengganti. Akankah Zahra menerima kesepakatan itu? Sanggupkah ia menjalani biduk rumah tangga sebagai istri pengganti dari pria sedingin Rayhan?
Sampul Novel ISTRI RASA SIMPANAN
9.5
Demi kesembuhan kekasih Anthony Smith, Alicia Huang rela menjadi donor sumsum tulang belakang. Namun, ia mengajukan syarat agar Anthony bersedia menikahinya. Anthony pun sepakat dengan satu tuntutan mutlak: pernikahan mereka harus dirahasiakan rapat-rapat dari publik. Kini, Alicia menjalani hari-harinya sebagai istri yang tersembunyi layaknya seorang simpanan. Akankah pernikahan kontrak ini menumbuhkan cinta tulus, atau justru berujung luka mendalam bagi mereka?
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Demi menghapus duka setelah kepergian Rizal, Sonia memboyong Alif dan Hana ke sebuah apartemen sederhana. Di hunian baru itu, takdir mempertemukannya dengan Yudha, duda menawan yang juga berjuang mengasuh putrinya, Mira, pasca-tragedi memilukan. Pertemuan tak sengaja di lorong apartemen perlahan memantik getaran rasa di hati mereka yang sama-sama terluka. Kini, keduanya dihadapkan pada pilihan sulit: terus meratapi masa lalu atau berani membuka hati bagi cinta yang baru.
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Menjebak Ivander dalam pernikahan paksa rupanya menjadi penyesalan terbesar bagi Nada. Meski begitu, cara ini adalah satu-satunya jalan agar ia bisa terus mendampingi pria yang dahulu hidupnya telah ia hancurkan. Terbelenggu rasa bersalah, Nada kini bertekad menebus dosa masa lalu lewat pengabdiannya sebagai istri. Namun, akankah ketulusan Nada mampu meluluhkan amarah di hati Ivander, ataukah perjuangannya meraih maaf hanya akan berujung sia-sia?
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Perpisahan yang telah terjadi meninggalkan penyesalan mendalam dan duka yang tak bisa diubah oleh air mata. Kehadiranmu dahulu telah memberi warna, mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski hubungan ini membawa rasa sakit dan kesedihan, bersamamu pula kebahagiaan sejati berhasil kutemukan. Kini, jika saja waktu dapat berputar kembali, keinginan terbesarku hanyalah mengulang setiap detik berharga yang pernah kita lalui bersama.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan