APKDock Logo
Sampul Novel Di Ujung Lelah

Di Ujung Lelah

9.3 / 10.0
Pernikahan selama lima tahun ternyata menjadi mimpi buruk bagi Mirna. Alih-alih bahagia, ia justru harus menghadapi tekanan mental dari suaminya, Farid, yang tak pernah berubah. Setiap hari diwarnai pertengkaran hebat yang menguras emosi, memicu ketakutan, serta kesedihan mendalam. Berada di titik nadir dan merasa tidak sanggup lagi bertahan, Mirna akhirnya membulatkan tekad. Ia memilih menyudahi hubungan beracun ini demi membebaskan diri dari penderitaan panjang.

Di Ujung Lelah Bab 1

Bab 1

"Mas, aku ingin bercerai"

Kata keramat itu keluar begitu saja dari mulutku, aku sudah tak sanggup lagi memendamnya. 

"Apa katamu Mirna ? Cerai? "

Tanya Mas Farid, suamiku. Ia seperti tak percaya dengan apa yang kukatakan. 

Ia Kaget mendegar ucapanku. Ya, aku yang dulu adalah seorang istri yang patuh dan penurut, kini dengan berani meminta cerai. 

Bukan mudah bagiku bertahan selama bertahun tahun dengannya, banyak duka dan Air mata yang entah sudah berapa banyak terkuras. 

"Aku tidak akan pernah menceraikan mu Mirna"

 Ia bersikeras tak mau menceraikanku, sudah  tentu saja, selama menjadi istrinya tak pernah aku melakukan kesalahan apapun, justru dialah yang banyak menoreh luka di hatiku. 

"Baiklah, jika Mas tidak mau menceraikan aku, aku yang akan menggugat cerai di pengadilan"

Entah dari mana datangnya keberanian itu, ini jelas bukan aku yang ia kenal. 

Bukan, aku bukanlah Mirna yang dulu, ini adalah Mirna yang sudah lelah dan sudah tak tahan lagi dengan suaminya yang bernama Farid. 

. 

Aku menikah dengan Mas Farid sudah berjalan Lima tahun, entah mengapa aku dulu mau menikah dengan laki laki seperti dia?

 Ya, aku dulu begitu cinta padanya. Meski banyak yang melarangku menikah dengannya, tapi aku kekeuh ingin menikah dengannya karena cinta. Ya karena cinta juga aku menerima dia yang hanya bekerja sebagai supir ojek. Dengan wajah pas pasan, dan tanpa harta dan tahta, Aku terima segala kekurangan nya. 

Aku dan Mas Farid selisih umur sembilan tahun, dia sangat dewasa. Aku menyukai sifat dewasa nya, sifat kalemya, kerja keras nya, tanggung jawabnya, selalu meminta maaf setelah kami bertengkar itu yang membuat aku suka padanya. Tapi, kadang sifat tempremen dan emosionalnya sedikit mengganggu pikiranku. 

Beda halnya dengan Chalil, mantan pacarku. Ya, sebelum mengenal Mas Farid aku pernah menjalin hubungan dengan Chalil sewaktu SMA dulu. 

Aku dan Chalil satu angkatan di SMA, seumuran, lahir di tahun yang sama hanya beda bulan lahir saja. 

Dengan Chalil, aku merasa menjadi diriku sendiri. Dia punya selera humor yang tinggi, membuat aku selalu tertawa saat bersamanya, wajahnya yang manis dilengkapi dengan dua gigi gingsulnya membuat aku selalu gemas melihatnya. 

Dia juga tidak suka marah apabila aku berbuat salah, selalu saja menasehatiku jika aku salah. Dia juga selalu memberikanku kata kata romantis, Itulah yang membuat aku jatuh hati padanya. 

Beda dengan Mas Farid, jika dia marah. Maka dia akan menunjukkan sifat tempremennya, sedikit saja aku salah maka dia akan memarahiku lalu pergi begitu saja.

 Dia sangat mudah sekali marah, pernah juga ketika dia marah, benda yang ada di hadapannya dia tendang, bahkan kipas angin kami ikut rusak karena di tendang olehnya. 

Aku sangat takut dibuat olehnya, aku takut jika sewaktu waktu dia marah, dia akan memukulku seperti apa yang dia lakukan pada barang yang jadi pelampiasan kemarahannya. 

Kadang, pernah terbersit dalam hatiku. 

Mengapa aku harus menikah dengan mas Farid jika di dalam hati ku masih ada Chalil? 

Sungguh, takdir Allah tak ada yang tahu. 

Kita hanya menjalankan apa yang telah digariskan dalam takdir Nya. 

*

Aku sudah menikah dengan Mas Farid selama Lima tahun, di tahun pertama pernikahan kami begitu sulit. 

Aku harus pindah tempat tinggal dalam setahun tujuh kali, pindah dari satu kontrakan ke kontrakan lain. 

Pekerjaan mas Farid pun tidak tentu, kadang jika sehari ada uang, maka tiga hari berikutnya kami kekurangan uang, pernah kami tak punya uang untuk beli beras dan gas pun habis, kami hanya beli nasi satu bungkus makan berdua. Betapa menyedihkan nasibku setelah menikah dengannya, aku bahkan terkadang terpaksa meminta beras kepada ibuku. 

Aku sedih jika mengingat tahun tahun pertama pernikahan kami. Mas Farid juga terlilit hutang disana sini, ia terpaksa berhutang untuk menutupi kebutuhan kami, apalagi penghasilan dari pekerjaannya sebagai tukang ojek tidak seberapa.

 Mas Farid sangat susah sekali mencari uang kala itu, tapi aku selalu  bertahan dan memberinya semangat agar Mas Farid tidak mudah menyerah. 

Barulah ditahun kedua pernikahan kami, kondisi ekonomi kami mulai membaik. Aku diterima mengajar di sebuah TPA, meski dengan gaji sedikit, aku tak masalah. Dari pada duduk berdiam diri dirumah sepeserpun tak dapat uang. 

Setelah mengajar, sedikit banyak aku bisa membeli kebutuhan didapur, aku mulai menabung dan bisa membantunya membayar hutang. Enam bulan aku mengajar di TPA, aku dinyatakan positif hamil. 

Antara senang dan sedih bercampur aduk, ya senang karena aku tidak mandul, sedih karena aku takut tak bisa bekerja dan kondisi keuangan kami masih belum mampu, apalagi kami masih tinggalkan dikontrakan yang kapan saja bisa banjir. 

Aku tetap mengajar meski sedang hamil, pulang pergi mengajar selalu diantar Mas Farid, karena kelelahan dan kecapean aku harus masuk rumah sakit karena ketubanku merembes dan tinggal sedikit. 

Setelah keluar dari rumah sakit, aku terpaksa harus berhenti dari mengajar. Mas Farid melarangku bekerja demi keselamatan calon anak kami. 

"Mir, kamu berhenti mngajar dulu ya, kasian anak kita kalau kamu terlalu capek, Mas gak mau anak kita kenapa napa"

Ucapnya kala itu melarangku mengajar.

Meski berat, terpaksa aku menuruti keinginan suamiku, aku berhenti mengajar, dengan begitu otomatis aku tidak mendapat penghasilan lagi. 

Sembilan bulan telah berlalu, aku melahirkan seorang bayi laki laki tampan yang kuberi nama Azka Askara. Aku menangis saat pertama melihat wajahnya, aku takut anakku nanti akan hidup susah seperti ayah dan ibunya. 

"Semoga kamu jadi anak yang sholeh ya nak, yang berbakti pada orang tua" 

Setelah anak pertama kami lahir, kami memberanikan diri membangun rumah, meskipun diatas tanah sewa. Dari pada harus sewa rumah kontrakan kesana sini, lebih baik punya rumah sendiri meskipun gubuk. 

Di tahun ketiga pernikahan kami, kehidupan kami terasa lengkap. Apalagi putra pertama kami sudah berumur satu tahun, bisa berjalan dan mengoceh, membuat hari hari semakin berwarna. 

Namun, sifat mas Farid semakin lama semakin nampak aslinya. 

Dia lebih sering marah marah, emosi, bahkan suka banting pintu. 

Jika saat di pulang rumah dalam keadaan berantakan dia pasti marah marah. Bagaimana rumah bisa bersih, si kecil kami sedang aktif aktifnya. Segala benda dia pegang, lalu di hamburkan. 

Lalu, saat dia pulang aku masih dengan daster kumal dan rambut acak acakan, dia pun akan marah. Apalagi tubuhku yang semakin gemuk setelah melahirkan, dia pun semakin uring uringan. 

Kadang aku lelah, capek, dan ingin istirahat sehari saja. Istirahat dari segala rutinitas ibu rumah tangga. Aku ingin sekali sehari saja tak mencuci, tak memasak, tak menyapu, tak belanja, tak buat kue ke warung. 

Tapi, semua itu hanya ada dalam hayalanku saja. 

Jika sehari saja aku sakit, maka rumah akan berantakan. Anak tak ada yang urus, makanan tak ada yang memasak, baju kotor dimana mana, rumah kotor, anak kelaparan, suami marah marah. 

Itulah mengapa, aku merasa kehidupan rumah tangga ku sudah sangat melelahkan bagiku. Suami, apa ia tak membantu? 

Dia pergi pagi pulang sore, hanya malam lah waktu dia dirumah. Dan jika saat dia dirumah, kondisi rumah seperti kapal pecah karena ulah anak lelaki ku. Maka siap siap  aku dimarahinya.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Di Ujung Lelah

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dibuang Suami Diratukan Boss
8.6
Setelah delapan tahun membina rumah tangga, Alya dikhianati dan dibuang oleh suaminya dengan tuduhan mandul. Ia bahkan dijual kepada seorang penguasa kota yang sangat berpengaruh. Tak disangka, malam itu justru membuatnya hamil. Kini, Alya harus memilih antara bayang-bayang masa lalunya yang kelam atau melangkah maju bersama pria asing yang merupakan ayah dari anak di kandungannya. Sanggupkah Alya bangkit dan memperjuangkan keadilan atas segala rasa sakit yang telah ia lalui?
Sampul Novel Minggu-minggu Sebelum Pernikahanku, Tunanganku Hanya Melupakanku
8.6
Menjelang hari pernikahan, Bima Aditama berpura-pura amnesia pasca-cedera demi mendekati Clara Vania. Kirana yang tidak sengaja mendengar obrolan licik Bima dengan rekan-rekannya akhirnya mengetahui pengkhianatan kejam tersebut. Meski terluka karena Bima lebih mementingkan Clara saat kecelakaan, Kirana tidak tinggal diam. Menolak menjadi korban dari pria yang tega memotong dukungannya, ia menyusun rencana matang. Memakai nama Kirana Adelia, ia siap membuang cincinnya dan pergi menghilang.
Sampul Novel Gelora Berbahaya Sang Pengacara
9.8
Madona terpaksa menjebak seorang pengacara bernama Ardan demi mendapatkan uang 500 juta rupiah untuk melunasi utang orang tuanya pada mucikari. Sialnya, rencana itu berujung petaka ketika video skandal mereka justru menjerat Madona dalam masalah baru yang rumit. Bukannya membawa pulang uang, ia malah disekap di rumah Ardan. Di balik kungkungan sang pengacara, akankah muncul perasaan cinta di antara mereka, atau justru kebencian mendalam yang akan selamanya bertahan?
Sampul Novel JANGAN AMBIL ANAKKU
9.3
Almira, seorang ibu muda berumur 30 tahun, terdesak untuk bercerai demi kesehatan mentalnya setelah 1,5 tahun menderita akibat ulah suaminya, Iqbal, yang kikir dan sering berselingkuh. Namun, proses perpisahan ini tidak berjalan lancar. Iqbal justru memanfaatkan rasa takut Almira akan kehilangan hak asuh anak mereka untuk mengancam dan menekannya. Kini, Almira harus berjuang sekuat tenaga demi mempertahankan sang buah hati dari cengkeraman mantan suaminya.
Sampul Novel My Mysterious Husband
9.7
Dua kali gagal menikah membuat Elsa Anindita menutup rapat hatinya. Saat putus asa, ia menerima tawaran kawin kontrak dari Alvaro, pria difabel yang sebenarnya adalah CEO sukses yang sedang menyamar. Elsa bersedia menikah demi mahar 500 juta rupiah. Namun, pernikahan ini menyimpan rahasia besar. Alvaro ternyata adalah Dika, pria dari masa lalu yang dulu meninggalkannya di pelaminan. Akankah cinta mereka bersemi kembali di tengah rahasia ini?
Sampul Novel Wanita Buangan Milyarder
8.3
Bening menjadi korban salah sasaran dari dendam Kevin, hingga sebuah rahasia besar memaksanya pergi untuk memulihkan diri. Walau sempat merasakan cinta baru bersama bosnya, takdir terus menguji hubungan mereka dengan rintangan yang menyakitkan. Di tengah perjuangan tersebut, masa lalu kembali mengusik hidupnya. Kevin yang didera penyesalan akhirnya mengakui kesalahannya, membuat Bening dilematis antara memperjuangkan bahagia atau mundur demi mengakhiri luka.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan