APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pondok Mertua Indah

Pondok Mertua Indah

Tuduhan pembunuhan terhadap Juragan Dirja membuat Parmin dipenjara. Demi membebaskan ayahnya, Nengsih terpaksa menikahi putra mendiang juragan tersebut. Namun, pernikahan ini menjadi awal dari misi rahasianya. Tinggal di rumah mertua, Nengsih diam-diam menyelidiki konspirasi dan misteri di balik kematian sang juragan. Mampukah ia menemukan bukti kunci di pondok tersebut untuk mengungkap kebenaran dan membersihkan nama baik ayahnya?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Tolooong ...." Terdengar suara seseorang dari kejauhan.

Langkah Parmin berhenti seketika saat mendengar suara tersebut. Kepalanya menengok ke kanan dan kiri, mencari siapa yang meminta tolong. Bulu kuduknya langsung merinding.

Parmim semakin gencar menengok ke kanan dan kiri, tetapi tidak juga menemukan apa pun. Akhirnya dia kembali meneruskan berjalan. Senter yang kadang hidup dan mati, ditepuk-tepuk agar menyala. Sarungnya yang sedikit melorot ke pinggang, kembali dia lingkarkan ke leher. Malam ronda kali ini terasa lebih dingin dari biasanya, membuat tubuhnya merinding.

"Parmin, tolong ...." Suara seseorang terdengar lirih menghentikan langkahnya.

Suara tak bertuan itu kembali menginterupsi kegiatan ronda malam Parmin. Kali ini namanya disebut, membuat dia merinding. Taku-takut yang melakukannya bukanlah makhluk kasatmata. Melainkan sosok setan yang sering diceritakan orang-orang di pos ronda jika mendapat gangguan dari makhluk gaib. Parmin takut jika semua itu terjadi kepadanya di saat bertugas sendirian seperti ini.

"Si--siapa?!" tanyanya, setengah membentak. Parmin berusaha untuk tidak berlari walaupun ingin melesat secepat kilat dari tempat ini.

"Di sini Parmin, lihat ke bawah ...."

Mendengar interuksi itu, perlahan-lahan dia mengarahkan senter ke bawah. Namun, jalan setapak becek yang dipijak tak menampakkan apa pun selain genangan air keruh dan tanah yang liat.

Dipindahkan lagi cahaya senter ke samping kanan tubuhnya. Tubuh Parmin langsung menegang karena melihat seseorang terbaring bersimbah darah dengan pisau masih menancap di perutnya. Darah itu bahkan terlihat tidak lagi merah pekat, tetapi kehitaman. Keterkejutannya tidak hanya dikarenakan keadaan itu saja, tetapi orang yang sedang sekarat ternyata bukanlah warga desa biasa. Dia adalah ....

"Juragan Dirja?!" Parmin memekik kencang. Dia tampak terkejut dan sedih sekaligus. Mendapati seorang yang begitu berpengaruh dengan keadaan mengenaskan seperti itu membuat tubuh Parmin bergetar ketakutan.

Lelaki itu langsung mengarahkan cahaya ke seluruh tubuh pemilik sawah tempatnya mengais rejeki. Senter di genggaman langsung jatuh menggelinding. Parmin kebingungan dan panik. Semua isi  pikirannya terasa buyar. Pandangannya juga kosong, tak bisa memutuskan apa yang harus dilakukan dalam keadaan genting seperti ini.

Erangan kesakitan terus terdengar dari Juragan Dirja. Parmin akhirnya buka suara.

"Ju--Juragan ... saya harus minta bantuan ke warga lain. Saya mohon Juragan tahan sebentar. Tunggu saya!"

Saat hendak beranjak dari tempat itu, tangannya ditepis halus oleh Juragan. Parmin kaget dan kembali mendekat ke tubuh boss-nya.

"Tidak ada waktu ... ca--cabut pisau di perut saya. Tolong Parmin, saya sudah gak kuat lagi!" Juragan Dirja berkata dengan napas terengah-engah. Tubuhnya yang ditancapkan benda tajam itu mengeluarkan darah terus menerus.

"Ta--tapi saya gak bisa Juragan! Saya takut, lebih baik kita ke dokter. Ayo Juragan biar saya gendong saja."

Parmin mengambil ancang-ancang untuk menggendong. Namun, tangannya malah dipegang Juragan Dirja dan di arahkan ke perut, lalu ke atas pisau yang masih menancap.

"Jangan Juragan!" Parmin berusaha keras menolak dan ingin menjauhkan tangannya, tetapi semua terlambat. Juragan menahannya dengan seluruh sisa tenaga yang dia miliki.

"Harus, Parmin! Kamu sudah banyak hutang budi sama saya. Sekarang Bantu saya mencabut pisau ini!" maki Juragan Dirja sambil menatap tajam Parmin.

Setelah dirinya dibentak, Parmin akhirnya menarik pisau dengan sekali hentak. Erangan kesakitan lolos dari mulut Juragan Dirja.

Tangannya masih memegang pisau. Darah ikut keluar menyembur ke telapak tangan dan sarungnya. Tanpa Sadar Parmin mundur dan membuang pisau dari genggaman. Tubuhnya langsung gemetar.

"Cepat bawa aku ke dokter, Bodoh!" Juragan Dirja berkata dengan emosi.

Juragan Dirja kesal, dia berteriak-teriak dengan suara yang hampir habis. Parmin masih menegang, tetapi bukan karena keadaan Juragan saja, melainkan ... sosok wanita berkebaya putih yang berdiri di tengah jalan dengan ujung jari-jari kakinya saja. Makhluk itu memandang ke arah mereka dengan tetas air liur yang banyak.

"Parmin, a--ayo cepat! Wanita itu datang lagi, selamatkan saya!" Rupanya Juragan Dirja juga melihat sosok yang sama, kemudian berkata dengan ekspresi wajah sangat ketakutan. Air mukanya pucat dengan getaran di bibir.

Wanita yang mengenakan kebaya itu perlahan mendekati mereka. Suara bergemeletuk seperti tulang patah, mengiringi langkahnya. Parmin benar-benar dibuat tak berdaya,   seperti kehilangan akal. Bukannya berlari, dia malah mengambil senter dan mencoba melihat lebih jelas sosok aneh itu. Demi melihat lebih jelas apakah sosok itu nyata atau hanya halusinasi dan setan saja.

Akan tetapi, ketika di arahkan ke objek yang ingin dilihat, sinar senter langsung meredup. Parmin menepuk-nepuknya dengan cepat sampai terdengar suara. Senter itu kembali menyala dan ....

"Aaargh!" teriak Parmin nyaring.

Bersamaan dengan sinar yang kembali terang, tepat di depan senter, wajah penuh lubang, darah dan belatung muncul di depan Parmin. Pemandangan mengerikan itu membuatnya terjungkal ke belakang.

Kepala pria kurus itu menghantam sesuatu yang keras, membuat kepalanya sakit dan pusing secara bersamaan. Semua pandangan terasa berputar. Parmin berkedip beberapa kali, berusaha mengenyahkan penampakan yang masih setia berdiri di dekatnya. Semakin lama sosok itu terlihat lebih jelas. Dia menyeringai dan menaiki tubuh Parmin dengan mudahnya.

Tak ada keluar suara apa pun. Keheningan semakin mencekam dengan kengerian ini. Parmin masih menahan nyeri di perutnya, kuku-kuku tajam kaki wanita berkebaya lusuh itu terasa menancap, seperti merobek kulitnya.

"Jangan campuri urusanku, budak tak berguna!" bentak wanita di atasnya kemudian dia menyeringai.

"A--ampun ... lepaskan saya." Parmin memohon dengan suara lirih.

"Hihihi ... enak saja!" Wanita itu terus tertawa dengan nada yang membuat bulu kuduk berdiri.

Dengan perlahan, kuku yang menancap bergerak-gerak di atas perut. Rasanya seperti tersayat-sayat. Kemudian wanita itu berpindah ke atas dada Parmin dan menekannya kuat-kuat, mengalirkan rasa sesak yang tak bisa lagi ditahan.

Parmin hampir tidak bisa untuk mempertahankan kesadarannya sendiri. Setelah napas terasa di ujung tenggorokan, tekanan pada dadanya tiba-tiba berkurang. Dia merasa aman sebentar, tetapi itu tak bertahan lama.Saat dia melirik ke samping kanan tempat Juragan Dirja, pemandangan mengerikan mulai menyapa kedua manik matanya.

Wanita menyeramkan itu tampak  sedang merobek perut terluka Juragan dan menjilati organ dalamnya dengan lidahnya yang panjang. Melihat itu, Parmin dikuasai rasa takut yang luar biasa, dia merasa akan diperlakukan seperti itu juga bila masih diam di tempat. Dengan tertatih, pria kurus itu mencoba bangkit dan kabur dari sini. Perlahan tapi pasti, akhirnya bisa berdiri.

Langkahnya pelan, kecipak lidah yang menjilat organ dalam boss-nya masih terngiang di telinga. Parmin menangis, dia takut, panik, syok dan merasa terancam. Selangkah demi selangkah Parmin menjauh, dia bisa melihat kumpulan orang yang sedang duduk-duduk di pos ronda.

"Tolong ...!" teriaknya. Namun, tak ada satu orang pun yang mendengar suaranya.

"To ...." Parmin tak melanjutkan teriakannya, bersamaan rasa pusing yang menyerang kepalanya dan membuat semuanya terasa buram. Pria paruh baya itu terjatuh dan tak sadarkan diri.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DUNIA MAYA
9.2
Kehidupan Aruni Maya runtuh setelah kehilangan ibu dan anak angkatnya. Di tengah kepedihan, ia harus menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya, Toni, menikahinya hanya demi membalas dendam masa lalu. Namun, sebuah fakta besar terungkap bahwa Maya bukanlah anak kandung dari orang tua yang dibenci Toni. Saat penyesalan Toni terlambat datang, Maya berjuang bangkit dari pengkhianatan ini demi menemukan jati diri serta menghadapi takdir baru yang mendewasakannya.
Sampul Novel Kisah Aku & Dia
7.9
Rina sangat mendambakan bisa terus mendampingi Damar selamanya. Walau ikatan mereka begitu kuat, bahkan melampaui kedekatan Damar dengan keluarganya sendiri, sebuah realitas perih harus dihadapi. Damar rupanya tidak membalas perasaan cinta Rina. Rina pun memilih menyimpan kepedihan mendalam ini rapat-rapat seorang diri. Impiannya kian runtuh ketika Damar memutuskan pindah ke luar kota, menyisakan Rina yang cuma bisa merelakan dan mendoakan kebahagiaan pria itu.
Sampul Novel Kisah Cinta Di Negeri Gaib
7.9
Rencana Andrian melamar Afifa di Pulau Sempu bersama sahabat mereka berakhir tragis. Afifa, gadis indigo yang dapat menyentuh makhluk halus, terjebak di dimensi astral setelah memikat hati sosok gaib bernama Aqeel. Di tengah misteri dunia lain, Afifa berjuang keras untuk meloloskan diri. Di alam nyata, Andrian yang setia terus menanti kepulangan kekasihnya yang hilang secara misterius, serta dengan tegas menolak untuk menikahi wanita lain.
Sampul Novel TAKDIR
9.6
Trauma masa lalu membuat Amel tumbuh menjadi gadis introvert. Harapan cinta yang sempat dihadirkan oleh Alex saat dia berusia 17 tahun sirna begitu saja ketika pemuda itu mendadak pergi tanpa penjelasan. Luka itu membekas hingga Amel enggan membuka hati lagi. Setelah bertahun-tahun mencari, Amel kembali bertemu dengan sosok Alex yang kini sangat berbeda. Di tengah rencana pernikahannya dengan pria asing, kebenaran pahit di balik perpisahan mereka pun terungkap. Mampukah Amel bertahan?
Sampul Novel Terjebak Cinta, CEO Arogan
8.8
Saat menghindari pria hidung belang pilihan pamannya, Zee tidak sengaja terlibat cinta satu malam dengan Nevan Aditama. CEO dingin tersebut menuduh Zee sebagai mata-mata musuh, memicu pengejaran yang memaksa Zee melarikan diri. Takdir kembali mempertemukan mereka saat Zee bekerja menjadi asisten pribadi Nevan. Kini, di hadapan sang miliarder yang kejam, ia harus berpura-pura dan menyembunyikan identitas aslinya agar rahasia masa lalu mereka tidak terbongkar.
Sampul Novel THE DEVIL WIFE
8.3
Gaby merasa tertipu dan menolak keras dinikahi Gibran, pria yang dianggapnya penyakitan. Namun, tekanan keluarga membuatnya tak berdaya untuk membatalkan rencana tersebut. Di sisi lain, Gibran yang muak akan keangkuhan Gaby mulai menyerang balik dengan mengungkit rumor kehidupan liar calon istrinya. Pertikaian mereka pun pecah hingga berujung pada aksi saling hina dan tampar, mempertegas kebencian mendalam di tengah ikatan pernikahan paksa ini.