APKDock Logo
Sampul Novel Terjebak Cinta, CEO Arogan

Terjebak Cinta, CEO Arogan

8.8 / 10.0
Saat menghindari pria hidung belang pilihan pamannya, Zee tidak sengaja terlibat cinta satu malam dengan Nevan Aditama. CEO dingin tersebut menuduh Zee sebagai mata-mata musuh, memicu pengejaran yang memaksa Zee melarikan diri. Takdir kembali mempertemukan mereka saat Zee bekerja menjadi asisten pribadi Nevan. Kini, di hadapan sang miliarder yang kejam, ia harus berpura-pura dan menyembunyikan identitas aslinya agar rahasia masa lalu mereka tidak terbongkar.

Terjebak Cinta, CEO Arogan Bab 1

Zee berjalan terseok-seok menyusuri koridor hotel. Ia berusaha melangkah secepat mungkin. Namun, kepalanya semakin terasa berat, tubuh Zee terasa terbakar dan kakinya sangat berat untuk digerakkan. Sayangnya, Zee tak boleh menyerah walau sedetik saja. Harga diri dan martabatnya sebagai perempuan sedang dalam taruhan. Sesekali ia menoleh ke belakang. 

"Hei, berhenti! Dasar wanita jalang! Aku sudah membayarmu mahal!" teriak seorang lelaki yang sedang mengejarnya. Dengan wajah ketakutan Zee berusaha melawan kondisi tubuhnya yang semakin aneh agar tidak tertangkap lelaki itu. Ia melanjutkan usahanya untuk bergerak dengan cepat. Sayangnya, badannya tak berpihak kepadanya sekarang. Ia merasa kian lemas, tapi bergelora.

Zee memutuskan untuk berbelok dan berharap Tuhan akan segera memberikan pertolongan. Mata Zee pun menatap penuh harap pada sebuah troli makanan lengkap dengan hidangan serta kain putih yang menjuntai menutupinya. Sementara tak jauh dari benda itu terlihat seorang pelayan sedang menerima panggilan. Tanpa pikir panjang Zee segera masuk ke dalam troli itu. 

"Baik, Pak. Semua pesanan anda sudah siap saya antarkan," ujar lelaki itu pada seseorang di seberang sana.

"Bagus. Cepat kesini dan jangan bikin Bos saya menunggu!"

"Siap, Pak. Saya datang segera." Tut. Sambungan terputus. Lelaki berpakaian khas pelayan hotel itu segera memasukkan ponselnya sebelum mendorong troli makanan  kembali. Baru saja berbelok tiba-tiba ia berpapasan dengan seorang pria paruh baya.

"Maaf, Pak!" ujar si pelayan saat mereka tak sengaja bertabrakan. Lelaki itu terlihat tak fokus pada si pelayan. Ia terus saja celingukan ke kiri dan kanan seakan sedang mencari seseorang. Hingga akhirnya pandangan lelaki itu beralih pada troli yang ada di depannya. Tangan lelaki itu pun terjulur ke arah troli. "Ada yang bisa saya bantu, Pak?" tanya si pelayan yang membuat gerakan si lelaki terhenti.

"Oh, tidak. Tidak. Silahkan!" balas lelaki gempal itu lalu memberi jalan pada pelayan itu. 

"Terima kasih, Pak. Selamat malam."

"Selamat malam," sahut lelaki itu tanpa melepas pandangannya pada troli tadi yang didorong menjauh. 

****

"Pesanan anda hampir tiba, Pak," kata seorang lelaki berjas hitam pada seorang lelaki lain yang baru saja keluar dari kamar mandi. Tubuh atletis lelaki kedua yang hanya mengenakan lilitan handuk di pinggang dan masih menyisakan titik-titik air, membuatnya terlihat semakin seksi. Sambil mengusap rambut basahnya dengan handuk si lelaki kedua duduk di pinggir kasur ukuran king size di tengah room.

"Loe udah pastikan pesanan gue nggak salah seperti kemarin?" balasnya dengan nada ragu.

"Iya, Pak. Kali ini saya sudah mencobanya sendiri," jawab lelaki berjas itu. Sebagai asisten ia sudah sangat hafal perangai Tuan Muda Nevandra Aditama itu. Dia yang lahir dan besar dari kalangan miliarder. Sudah terbiasa hidup dengan standar yang melebihi orang-orang biasa. Bahkan, hanya sekedar untuk makan saja ia harus memastikan bahan dan bumbu yang digunakan menggunakan takaran tertentu. Sesuai dengan kebutuhan gizi yang dipertimbangkan oleh Dokter keluarga Aditama.

"Oke. Kalau begitu setelah makanan itu masuk loe boleh pergi," timpal Nevan datar. Sembari menggerakkan jarinya di layar iPadnya. 

"Ehms…. Bagaimana dengan pengajuan resign saya, Pak?" Nevan mengalihkan perhatiannya saat mendengar pertanyaan lirih dari orang kepercayaannya itu.

"Loe masih mikirin hal itu?"

"Saya… saya sudah dua tahun lebih melayani anda selama dua puluh empat jam, Pak. Jadi, izinkan saya untuk merajut masa depan saya sendiri," timpalnya tegas.

"Baiklah, Irwan. Tunggu gue mendapatkan pengganti loe yang cocok. Setelah itu loe boleh resign." Kalimat dingin itu disambut dengan senyum bahagia Irwan.

"Terima kasih, Pak. Terima kasih." Irwan tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Ia sudah lama menantikan jawaban itu. Sebab, ia tak bisa menikahi kekasihnya jika ia harus terus bekerja dengan si bayi besar ini. Sekarang tabungannya sudah lebih dari cukup untuk menikah serta membuka bisnis baru dengan sang calon istri.

Ting. Tong. Ting. Tong.

Bel pintu memecah perhatian keduanya.

"Tunggu sebentar, Pak!" kata Irwan riang. Ia bergegas menuju pintu.

"Selamat malam, Pak! Ini hidangan yang sudah anda pesan," ujar si pelayan saat pintu ruangan itu dibuka Irwan.

"Iya. Terima kasih. Ini tip untukmu. Biar saya yang membawanya masuk." Irwan menyerahkan selembar uang seratus ribuan. Lalu mengambil alih troli itu.

"Baik, Pak. Terima kasih." Si pelayan pun segera pergi. Irwan hanya tersenyum sekilas sambil melihatnya berlalu. Kemudian ia segera mendorong troli itu masuk ke kamar Bosnya.

'Ish. Kenapa troli ini terasa lebih berat dari biasanya,' pikir Irwan.

Selain makanan, Nevan juga sangat anti bertemu orang asing. Keluarganya yang merupakan orang terkaya di Indonesia. Selalu membatasi pergaulan Nevan untuk menjaga kehormatan keluarga serta keselamatan Nevan sendiri. Untuk itu, selain orang-orang terdekat Nevan. Mereka harus mengatur jadwal serta melewati berbagai ujian untuk bisa bertemu sang ahli waris perusahaan Adiguna Perkasa Group itu.

"Ini makanan anda, Pak!"

"Biarkan saja disana! Pekerjaan gue hampir selesai." Nevan membalas tanpa mengalihkan perhatiannya sedikitpun.

"Baik, Pak! Kalau begitu saya permisi dulu. Jika anda butuh apa-apa segera telepon saya," pesan Irwan yang tak digubris oleh Nevan.

Setelah kepergian Irwan ruangan itu kembali hening. Tak terdengar suara apapun lagi. Kecuali suara papan ketik layar iPad Nevan yang sangat halus.

Grek! Grek!

Pandangan mata Nevan langsung teralihkan. Ketika mendengar suara asing di sekitarnya. Ia berusaha mencari suara apa itu. Tetapi, tak ada yang aneh di sana. Nevan berpikir hanya berhalusinasi. Sehingga ia memutuskan untuk kembali fokus pada percakapannya dengan seorang rekan bisnisnya di luar negeri.

Grek! Grek! Grekkk!!!

Kali ini Nevan tak salah dengar lagi. Sebab, suaranya semakin terdengar jelas. Netra coklat mudanya pun menangkap getaran dari troli yang ada di depan sana. Ia mengerutkan kening dengan mata yang semakin dipertajam ke arah benda mati itu. Dengan hati berdebar kencang karena mulai merasa ketakutan. Ia perlahan mendekat. Tangannya terjulur untuk meraih kain penutup troli itu. Hingga saat kain itu dibuka….

"Haaa!!" Nevan berteriak histeris seraya terjungkal ke belakang. Tatkala melihat sosok wanita cantik dengan pakaian seksi ada di dalamnya.

"Hai, tampan!" ujar wanita yang tampak sudah kehilangan kesadarannya itu.

"Si… siapa loe?" tanya Nevan terbata. Namun, bukannya menjawab gadis itu malah fokus menatap tubuh Nevan yang belum berpakaian. Ia berjalan mendekat tanpa mengalihkan pandangannya. "Ap… apa yang–" Kalimat Nevan tercekal oleh bibir ranum gadis itu yang sudah menguasainya.

****

Pagi itu secercah cahaya menembus netra Zee yang masih tertutup rapat. Ia pun menguap lebar sambil bangkit dari tidurnya. Akan tetapi, mendadak gerakan Zee tertahan oleh sesuatu yang melingkar di pinggangnya. Gadis itu reflek menoleh. Alangkah terkejutnya ia melihat sosok lelaki tampan berhidung mancung dengan rahang tegas masih pulas dalam tidurnya.

"OMG. Apa yang sudah gue lakuin semalam?" tanya pada dirinya sendiri. Ia berusaha mengumpulkan ingatannya kembali. Hingga terbesit di pikirannya tentang kejadian yang sudah ia lakukan semalam. Mulai dari ia dicekoki obat perangsang oleh pamannya sebelum menjual gadis itu pada seorang pria hidung belang. Sampai pergulatan penuh gairah dengan lelaki tampan di hadapannya. "Oh Tuhan apa yang sudah gue lakukan semalam? Nggak. Nggak. Gue harus segera pergi dari sini sebelum dia bangun." 

Pelan-pelan Zee menyingkirkan tangan kekar lelaki itu di pinggangnya. Lalu ia turun dari tempat tidur itu tanpa menimbulkan suara. Sebelum pergi tak lupa Zee menggunakan pakaiannya lagi. 

Lanjut Membaca

Daftar Isi Terjebak Cinta, CEO Arogan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dendam Sang Pewaris Genius
9.7
Yuvina pulang ke keluarganya sebagai pewaris sah yang tersisih. Pengorbanan identitas dan karyanya demi sang saudari angkat justru dibalas dengan sikap abai. Merasa dikhianati, ia memutus hubungan batin dan bangkit menjadi sosok jenius. Kini, Yuvina menguasai bela diri, dunia medis, desain, hingga delapan bahasa asing. Berbekal kemampuan luar biasa ini, ia bersumpah tak akan membiarkan siapa pun merendahkannya lagi. Pembalasan sang pewaris telah dimulai.
Sampul Novel Istri Di Atas Kertas
8.9
Queena Bulan Latief terperangkap dalam pernikahan perjodohan yang penuh kepedihan. Tepat setelah akad nikah, kenyataan pahit menghantamnya: sang suami ternyata telah mempunyai wanita lain. Walau hukum mencatat Bulan sebagai istri pertama yang sah, pada kenyataannya dia hanyalah yang kedua di hati sang suami. Impian Bulan untuk menjadi satu-satunya kini sirna. Ia pun terpaksa berjuang menjalani takdir yang rumit dan bertahan di tengah dilema berbagi cinta dengan madunya.
Sampul Novel My Sweet Dangerous Logan
9.6
Annabella dan miliarder Logan Mason hidup di dua dunia yang berbeda. Namun, demi menyelamatkan keluarganya dari kebangkrutan, Annabella nekat menawarkan kesepakatan pernikahan kontrak kepada Logan. Hubungan yang semula murni demi bisnis dan keuntungan timbal balik ini perlahan berubah. Di tengah kepura-puraan yang mereka jalani, benih-benih cinta yang tulus mulai tumbuh, membuat keduanya kini terjebak dalam perasaan yang tak lagi bisa mereka pungkiri.
Sampul Novel PELACUR DI RANJANG SUAMIKU
9.7
Gava, pengusaha sukses nan rupawan, memiliki hidup yang tampak sempurna. Namun, sifat pemalunya membuat hubungan intim dengan Rasyid, suaminya, menjadi dingin. Rasyid pun tergoda oleh pesona Putri, pemilik hotel yang agresif. Dengan alasan menghindari dosa, Rasyid berniat poligami. Perselingkuhan ini akhirnya diungkap oleh Viko, pengacara yang memendam rasa pada Gava. Di hadapan Gava, Putri dengan tidak tahu malu memamerkan detail hubungan ranjangnya bersama Rasyid.
Sampul Novel Ratu Drama
8.5
Dipermalukan di grup obrolan sekolah oleh sang primadona yang berpura-pura menjadi putri kaya, Clarisa, pewaris konglomerat yang sebenarnya, memutuskan untuk menghadiri undangan pernikahan tersebut. Mantan teman-teman sekelasnya terus menghina kemiskinannya demi menjilat sang primadona yang akan menikah dengan anggota Keluarga Wirawan. Namun, Clarisa justru tersenyum sinis saat melihat detail undangan. Lokasi pesta mewah itu ternyata berada di vila pribadi miliknya, dan sosok pengantin pria tidak lain adalah sopir dari suaminya sendiri.
Sampul Novel Terikat oleh Cinta: Kelembutan Suamiku yang Cacat
8.0
Dicampakkan di hari pernikahan membuat Elis nekat menikahi Joshua, seorang pria difabel yang ia temui secara tiba-tiba. Elis tulus ingin merawatnya karena kasihan, tanpa tahu bahwa Joshua sebenarnya miliarder yang sangat berkuasa. Joshua awalnya berniat menceraikan Elis karena mencurigai motifnya. Namun, ketulusan sikap Elis perlahan meluluhkan hatinya. Kini, saat Elis justru meminta berpisah, Joshua didera dilema besar karena ia tidak sanggup kehilangan wanita itu.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan