APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Paksa

Pernikahan Paksa

Demi melindungi keluarganya, Cindy Caroline terpaksa menikahi Brian Adam, seorang miliarder yang sangat dingin dan arogan. Bukannya hidup bahagia bergelimang harta, nasib malang justru menimpa Cindy karena diperlakukan layaknya seorang pembantu di rumah suaminya sendiri. Pernikahan paksa ini menjadi awal dari penderitaan panjang yang menyiksa batinnya. Di tengah kemewahan yang semu, mampukah gadis muda ini bertahan menghadapi segala tekanan dari sang suami?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Siapa pagi-pagi seperti ini datang bertamu, apa dia tidak melihat ini jam berapa sekarang?" gerutu Sonya sembari melangkah meninggalkan dapur.

Sonya membuka sedikit tirai jendela untuk melihat siapa orang yang sepagi ini sudah berdiri di pintu gerbang rumahnya.

"Pak Haris?" gumamnya. Ia bergegas membuka pintu rumah dan berlari membuka gerbang. "Selamat pagi pak Haris?" sapanya.

"Hmmmm." jawaban datar dari pemilik tubuh tinggi besar tersebut.

"Mari masuk pak." Sonya mempersilahkan orang yang bernama Haris tersebut untuk masuk kedalam rumahnya. Dia adalah tangan kanan keluarga Adam, keluarga kaya raya dan terpandang di kota tersebut.

"Silahkan pak, saya akan membuatkan teh hangat dulu dan memanggil suami saya."

"Aku datang untuk melihat anak gadismu. Segera panggil dia kemari."

"Ba-baik pak." Dengan langkah tergesa-gesa, Sonya melangkah menuju kamar anaknya dan langsung membuka pintu kamar. "Dasar anak manja. Sayang cepat bangun,"

"Emmm, ada apa sih mah? ini kan masih pagi banget."

"Kalau kamu tidak segera bangun, maka kamu akan kehilangan kesempatan menjadi menantu orang terkaya di kota ini."

"Maksud mamah? apa pria kaya itu sudah menyuruh anak buahnya datang kemari untuk menjemputku?"

"Jangan banyak bicara. Cepat rapikan penampilanmu, atau kita akan mengecewakannya."

Mendengar ucapan ibunya, seketika mata Misyel terbuka lebar. Ia segera bangun dan cepat-cepat merapikan rambutnya. Mereka berdua segera ke ruang tamu menemui Haris.

"Jadi ini anak gadismu?"

"Iya, pak," jawab Sonya. Ia langsung menyenggol bahu anaknya dengan bahunya, seakan menyuruh Misyel melakukan sesuatu.

"Selamat pagi pak. Maaf semalam saya kerja lembur jadi kesiangan," ucap Misyel. Dia memang orang yang pandai berbohong. Mana mungkin dia kerja lembur, yang ada pulang dari pesta temannya menjelang pagi.

Haris menatap Misyel dari atas sampai bawah. "Kamu sama sekali tidak pantas berdampingan dengan tuan Brian, apalagi untuk menyandang status sebagai istrinya," ucapnya yang langsung berdiri dari duduknya.

"Ta-tapi pak Haris. Mungkin anda bisa memikirkannya lagi, dan tuan Brian juga kan belum melihat putri saya."

"Kalau aku saja melihatnya tidak pantas. Lalu apa menurutmu pendapat tuan Brian hah!"

"Ma-maaf tuan." Suara lantang Haris membuat Sonya dan Misyel tertunduk takut. Haris hendak melangkah keluar, namun langkah kakinya terhenti saat melihat Cindy yang lewat sambil membawa sekeranjang pakaian kotor.

"Siapa kamu," tanya Haris sambil menatap Cindy tajam.

"Saya tuan?" ucap Cindy lirih.

"Pak Haris. Dia hanya seorang pembantu di keluarga kami," jawab Sonya cepat sebelum Cindy menjawabnya. Cindy mengernyitkan dahinya, hatinya seperti teriris mendengar ucapan ibu tirinya.

"Saya permisi tuan," ucap Cindy sopan dan langsung berlalu. Tanpa mengucapkan sepatah katapun Haris pun meninggalkan rumah tersebut.

"Mah, bagaimana ini?"

"Diamlah. Aku akan membujuk nyonya Margaretha agar mereka jadi memilihmu sebagai menantu bayaran keluarga Adam."

"Siapa tadi mah?" tanya Rudi.

"Papah ini dari mana saja sih? dari tadi nggak kelihatan?"

"Papah habis mandi mah, kan mau berangkat ke kantor. Memang ada apa?"

"Tadi ada pak Haris datang kemari."

"Pak Haris? bukankah dia orang kepercayaan keluarga Adam?"

"Itu papah tahu," ucap Sonya sambil melipat kedua tangan di dadanya.

"Ada urusan apa beliau datang kemari sepagi ini?"

"Papah bagaimana sih? kan sudah mamah ceritakan tempo hari tentang anak nyonya Margaretha, Brian Adam."

"Jadi mamah serius tentang hal itu? mamah yakin akan mengizinkan Misyel menikah dengan Brian?"

"Tentu saja serius pah. Lagipula Misyel juga sangat menginginkannya. Benarkan sayang?" tanya Sonya menatap putrinya.

"Iya pah. Siapa juga yang nggak mau menikah dengan orang kaya raya dengan harta yang berlimpah. Meski cuma sebagai istri bayaran, tapi setidaknya aku bisa menikmati kemewahan gaya hidup mereka," jelas Misyel.

"Sebenarnya Papah tidak setuju."

"Maksud papah apa? apa papah tidak ingin Misyel bahagia tanpa kekurangan harta?" hardik Sonya. Ucapan Rudi berhasil menyulut kemarahannya.

"Papah hanya mengkhawatirkan Misyel. Mamah tahu sendiri bagaimana sifat keluarga Adam. Apalagi anaknya yang bernama Brian yang akan menikahi Misyel."

"Itu hal yang mudah pah. Jika Misyel selalu menurut pada peraturan mereka, mamah yakin semua akan baik-baik saja."

Rudi menatap Misyel. "Apa kamu sudah yakin dengan hal itu?" tanyanya pada Misyel.

"Misyel sudah memikirkannya dan merasa yakin pah. Ini adalah kesempatan bagus bukan? derajat keluarga kita akan terangkat, dan secara otomatis kita pun tidak akan dipandang sebelah mata oleh orang lain, seperti selama ini. Dan semua itu akan terjadi jika kita memiliki hubungan baik dengan keluarga Adam. Dan yang paling penting, kita pasti akan kecipratan harta mereka yang melimpah."

Rudi menggelengkan kepalanya mendengar jawaban Misyel. "Terserah kalian saja. Aku tidak akan melarang jika kalian tetap bersikeras dengan keputusan konyol itu," ucap Rudi yang langsung berbalik badan dan melangkah ke kamarnya. Sonya menyusul suaminya ke kamar.

Sonya menutup pintu kamar. "Pah, kenapa sih kamu tuh kayaknya berat banget ngizinin Misyel nikah sama Brian. Atau papah berharap keberuntungan ini di dapatkan anak manjamu itu," ucap Sonya.

"Kamu tuh ngomong apa sih ma? Misyel saja aku kuatirkan, apa lagi Cindy. Aku benar-benar tidak suka dengan keluarga Adam meskipun mereka orang paling berpengaruh di kota ini. Jadi, bagaimana aku menyebut hal ini sebuah keberuntungan?"

"Kekerasan mereka hanya rumor pah. Mamah yakin mereka orang-orang baik."

"Terserah kamu saja mah. Tapi ingat, jika sesuatu terjadi sama Misyel, maka jangan pernah salahkan papah," ucap Rudi. Ia mengambil tas kantornya dan keluar kamar menuju ruang makan. Setelah menikmatinya sarapannya, ia pun segera berangkat bekerja.

Sonya yang merasa kecewa dengan kedatangan Haris tadi pagi pun tak pantang mundur. Ia berusaha membujuk Margaretha agar tetap memilih Misyel menjadi menantu keluarga Adam. Bukan hal yang sulit untuk Sonya menemui wanita terhormat tersebut. Setiap dua hari sekali, Margaretha selalu datang ke salon tempat Sonya bekerja untuk mencuci rambut, dan kebetulan Margaretha adalah langganannya.

"Hmmm, jadi Haris sudah menemui anakmu," ucap Margaretha yang tengah menikmati pelayanan Sonya.

"Sudah Nyonya."

"Baiklah, nanti malam suruh anakmu bersiap. Aku akan datang kerumahmu, biar aku yang menilainya. Tapi ingat, jika ternyata penilaian Haris benar, maka aku akan berhenti berlangganan di salon ini dan kamu akan aku jadikan alasan mengapa aku berhenti datang kemari. Jika aku menilai pantas pada putrimu, aku akan memberikan seratus juta untuk uang muka. Dan aku bisa saja langsung membawanya ke rumahku.Tapi ingat aku tidak pernah main-main dengan ucapanku. Jadi jangan sampai kamu mengecewakan aku, atau kamu akan tahu akibatnya."

"Saya mengerti Nyonya."

Seperti yang dikatakan Margaretha, ia datang kerumah Sonya di temani Haris. Misyel sudah berdandan secantik mungkin berharap agar Margaretha memilihnya untuk masuk kedalam keluarga Adam sebagai istri bayaran sementara. Meski mereka belum tahu pasti alasan keluarga Adam mencari seorang wanita untuk di nikahkan dengan Brian, namun karena tergiur sebuah harta mereka tidak mempedulikan alasan tersebut.

Sonya dan Rudi menyambut kedatangan Margaretha, mereka melangkah masuk kedalam rumah. "Mana anakmu?"

"Sebentar Nyonya, saya akan panggilkan dia." Sonya melangkah ke kamar Misyel dan memanggilnya keluar. Sementara Rudi menemani Margaretha dan Haris di ruang tamu. Mau tidak mau Rudi harus menuruti keinginan istrinya. Sementara Cindy tengah pergi keluar karena Sonya menyuruhnya untuk mengantarkan barang kerumah saudaranya. Lebih tepatnya dia tidak ingin Cindy berada di rumah saat Margaretha datang.

"Ingat, berperilaku sopan di hadapan Nyonya Margaretha dan jangan mengecewakan mamah," ucap Sonya sebelum mereka keluar kamar.

"Aku mengerti mah."

Misyel dan Sonya melangkah menuju ruang tamu, namun sesampainya ia di ruang tamu, Margaretha justru menatap Misyel dengan tajam. Terlihat jelas raut wajah penuh amarah, Sedangkan Misyel tertunduk karena merasa takut saat melihat Margaretha.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Berpura-pura Amnesia Membuatnya Kehilangan Segalanya
8.1
Pasangan beta-ku, Kyan, mendadak hilang ingatan usai diserang serigala liar. Dia melupakan kehamilanku dan justru berpaling pada Gamma Evelyn. Setelah dihina sebagai kasta rendah, aku memutuskan ikatan kami. Namun, saat aku bersiap mendampingi Raja Alpha, Kyan kembali dengan penyesalan mendalam dan menanyakan anak kami. Dengan dingin, aku menegaskan janin itu telah tiada lalu pergi memulai hidup baru.
Sampul Novel Duka Sang Putri Tertawan
8.8
Tiga tahun setelah malam bersama Vincent, sang pewaris mafia, hidupku hancur saat cinta pertamanya kembali. Demi wanita itu, Vincent tega mencelakaiku, membuang pusaka ibuku, hingga menjebloskanku ke penjara. Namun, setelah aku bebas dan terbang ke Arunika untuk menikahi pria lain dalam kondisi tak berdaya, Vincent justru murka. Ia nekat mengobrak-abrik seluruh Mandala Jaya demi merebutku kembali ke pelukannya.
Sampul Novel Foto Pelakor di Profil Ponsel Suamiku
8.3
Muak dikhianati Agung serta ditindas oleh keluarga mertuanya, Serani Gunawan mantap mengambil keputusan untuk bercerai. Penyesalan mendalam segera menghampiri sang mantan suami ketika menyadari bahwa CEO baru di kantornya adalah Serani, yang selama ini menyembunyikan status miliardernya. Demi menguasai kekayaan Serani, Agung dan selingkuhannya menyusun berbagai rencana jahat. Beruntung, Serani tidak sendirian; dua pria kaya dan tampan siap mendampinginya menghadapi setiap ancaman demi menemukan cinta sejati.
Sampul Novel Guruku tersayang
8.6
Bagi Raina, cinta untuk Kevin telah sirna. Trauma mendalam membekas setelah ia harus berjuang sendirian antara hidup dan mati saat melahirkan bayi kembar mereka. Di momen kritis itu, Kevin justru bersenang-senang dengan Clara. Pengkhianatan perih tersebut membuat Raina enggan rujuk. Meski kini sang suami memohon untuk kembali, ketakutan akan luka baru menyadarkan Raina bahwa kisah mereka memang harus berakhir.
Sampul Novel SUAMIKU SAINGANKU
8.7
Kehidupan Rila jungkir balik usai dijodohkan dengan Arga, rival terberat sekaligus Ketua OSIS yang bersikap dingin di sekolahnya. Di balik ketampanannya, Arga menyimpan dendam misterius pada Rila. Kini, Rila terpaksa tinggal serumah dengan cowok yang selalu berambisi mengalahkannya itu. Di tengah sengitnya persaingan akademis dan misteri masa lalu, sanggupkah Rila bertahan? Akankah kebencian di antara mereka perlahan luluh menjadi cinta manis di tengah badai konflik?
Sampul Novel THE GOOD GUY
8.7
Amora memilih pergi dari hidup Gio demi menikahi Marcel, sahabat yang ia kira tulus. Sayang, pernikahan itu justru menjadi mimpi buruk. Sifat lembut Marcel hanyalah topeng, dan penderitaan Amora kian parah akibat tekanan mertua serta kemunculan wanita dari masa lalu suaminya. Walau batinnya hancur dan didera trauma mendalam, Amora memilih bertahan dalam hubungan toksik ini. Semua ia lakukan demi calon bayi di kandungannya agar kelak lahir dengan sosok ayah utuh.