APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Paksa

Pernikahan Paksa

Demi melindungi keluarganya, Cindy Caroline terpaksa menikahi Brian Adam, seorang miliarder yang sangat dingin dan arogan. Bukannya hidup bahagia bergelimang harta, nasib malang justru menimpa Cindy karena diperlakukan layaknya seorang pembantu di rumah suaminya sendiri. Pernikahan paksa ini menjadi awal dari penderitaan panjang yang menyiksa batinnya. Di tengah kemewahan yang semu, mampukah gadis muda ini bertahan menghadapi segala tekanan dari sang suami?
Bab
Bagikan

Bab 3

Misyel dan Sonya melangkah menuju ruang tamu, namun sesampainya ia di ruang tamu, Margaretha justru menatap Misyel dengan tajam. Terlihat jelas raut wajah penuh amarah, Sedangkan Misyel tertunduk karena merasa takut.

"Jadi gadis kurang ajar ini adalah anakmu?" pekik Margaretha.

"I-iya Nyonya. Apa ada yang salah."

"Heh, dia gadis yang tadi siang menabrakku dan berani melawanku, sekarang berharap menjadi menantuku. Cihhh! Sonya aku harap kamu tidak melupakan perkataan ku tadi siang?"

"Sa-saya tidak akan melupakan apa yang Anda katakan Nyonya," ucap Sonya gelagapan. Ia menatap Misyel. "Apa yang sebenarnya terjadi? apa yang kamu lakukan Misyel?"

"Mah, ma-maafkan Misyel. Misyel tidak tahu jika dia adalah Nyonya Margaretha."

Rudi yang sedari tadi diam pun ikut bicara. "Maaf Nyonya Margaretha, mungkin ada kesalahpahaman. Jika putri saya melakukannya kesalahan, mungkin karena dia tidak tahu siapa anda."

"Apa kamu pikir aku peduli alasan sampahmu dan semudah itu aku memaafkan?"

Rudi pun terdiam, ia tahu Margaretha tidak akan memaafkan kesalahan Misyel, dia tidak akan peduli kesalahan itu dilakukan sengaja ataupun tidak sengaja.

Sonya yang sadar akan akibat dari semua ini pun langsung bersimpuh dan memohon di kaki Margaretha. "Nyonya Margaretha, saya mohon maafkan anak saya yang bodoh itu. Saya tidak mempermasalahkan jika Nyonya membatalkan niat Anda memilih Misyel. Tapi tolong jangan membuat saya berhenti dari pekerjaan saya."

Plakk!

"Beraninya kamu mengaturku. Seharusnya kamu tahu, jika aku sudah mengatakan sesuatu maka hal tersebut tidak akan pernah bisa berubah."

"Nyonya saya mohon maafkan saya," ucap Sonya memohon, kali ini dia memeluk erat kaki Margaretha. Namun Margaretha justru menarik rambut.

"Beraninya kau menyentuhku," ucap Margaretha sambil mendorong Sonya dengan kakinya hingga ia tersungkur di lantai. Rudi dan Misyel langsung menghampiri Sonya.

"Nyonya tolong maafkan ibu saya, ini salah saya."

Margaretha berdiri dan hendak menampar Misyel, namun dengan sigap tangannya di cegat Rudi. Melihat ada yang berani melawan majikannya, Haris pun maju. Ia menarik tangan Rudi menjauh dari Margaretha.

Bugg!

Sebuah pukulan melayang di wajah Rudi hingga tersungkur, dan cairan berbau anyir keluar dari hidungnya.

"Papah!" teriak Cindy yang baru saja tiba di rumah. Ia berlari ke arah ayahnya dan langsung memeluknya. "Pah, apa yang terjadi? Siapa mereka?" ucap Cindy.

"Siapa gadis ini?" hardik Margaretha.

"Dia, dia anak tiri saya Nonya," jawab Sonya.

Haris menyeringai. "Heh, bukankah waktu itu kamu bilang dia pembantumu?"

Sonya hanya tertunduk tanpa bisa menjawab apa-apa. Margaretha menatap ke arah Cindy yang tengah menyeka darah dari hidung ayahnya. Ia memperhatikan Cindy secara teliti.

"Aku akan membawanya," ucap Margaretha. Rudi yang mendengar pun langsung terbelalak kaget.

"Maaf Nyonya, tapi saya tidak bersedia jika Nyonya membawa Cindy," ucap Rudi.

"Aku tidak meminta keputusanmu. Dan jika kalian berani melawanku, maka bersiaplah kalian untuk hancur bahkan aku akan membuat kalian kehilangan segalanya. Haris! bawa gadis itu ke dalam mobil."

"Baik Nyonya."

"Tunggu, apa yang sebenarnya terjadi?" ucap Cindy penuh kebingungan.

"Menurutlah jika kamu ingin keluargamu selamat," ucap Margaretha yang langsung berlalu keluar rumah.

Haris menghampiri Cindy dan menggenggam tangannya. "Apa yang kamu lakukan, lepaskan aku."

"Tuan, tolong jangan bawa Putri saya."

"Apa kamu tidak mendengar ucapan Nyonya Margaretha tadi!" hardik Haris. Ia mendorong tubuh Rudi dengan kakinya hingga tersungkur ke lantai kembali.

Haris berusaha menarik kembali tangan Cindy, namun Rudi memegangi kaki Haris untuk menghentikannya. "Kurang ajar!" pekik Haris. Ia langsung memukul Rudi tepat di bagian pelipis hingga tak sadarkan diri.

"Papah. Tolong jangan sakiti ayah saya."

"Diam dan menurut lah." Bentakan Haris tidak membuat Cindy merasa takut. Dia justru berusaha memberontak agar bisa menolong ayahnya.

"Lepaskan aku,"

Haris melepaskan tangan Cindy, seketika Cindy langsung berlari memeluk ayahnya. "Pah, sadarlah," ucapnya sambil berlinang air mata.

"Aahhh," pekik Misyel saat Haris menarik rambutnya. Sambil menatap Cindy dengan tajam, Haris pun mengucapkan sebuah ancaman. "Aku tidak bisa menyakitimu karena Nonya Margaretha menginginkanmu. Tapi jika kamu tidak menurut, maka aku akan menyakiti anggota keluargamu satu persatu bahkan aku bisa menghilangkan nyawa ayahmu dengan mudah."

"Cindy lakukan sesuatu," ucap Misyel yang menahan sakit. Cindy terdiam sambil memeluk tubuh sang ayah yang tak sadarkan diri. Karena merasa geram melihat Cindy yang masih diam, Sonya pun langsung berdiri menghampiri Cindy.

"Anak sialan, cepat bangun dan segera ikut Nyonya Margaretha," ucapnya. Ia menarik tangan Cindy hingga dengan terpaksa Cindy melepas pelukannya pada sang ayah.

"Mah, aku tidak bisa meninggalkan papah."

"Diam anak sialan. Apa kamu ingin kita berada dalam masalah." Terlihat jelas kini Sonya berada dalam keadaan takut dan marah, Haris hanya menatap mereka tanpa melepaskan rambut Misyel.

"Tuan, tolong lepaskan Putri saya, Cindy akan menurut dan ikut Anda bersama Nyonya Margaretha," ucap Sonya. Haris menyeringai dan melepaskan rambut Misyel sambil mendorong kepalanya. Sonya segera bergegas menghampiri Misyel yang merintih kesakitan.

Haris mendekati Cindy. "Ayahmu akan mati jika kamu membantah," ucapnya. Sekarang untuk menyelamatkan keluarganya, mau tidak mau Cindy harus mengikuti mereka. Setelah melihat anggukan Cindy, Haris menyuruhnya untuk segera ikut keluar dari rumah tersebut. Dengan air mata mengalir Cindy melangkahkan kakinya, ia menatap ayahnya yang mulai sadarkan diri di samping Sonya dan misyel, ia melihat sang ayah yang menangis melihat kepergiannya. Rudi pun hanya bisa melihat Cindy di bawa paksa tanpa bisa menghentikan semuanya. Apa yang bisa dia lakukan untuk melawan orang yang lebih kuat, usahanya Han akan sia-sia dan jika dia tetap melawan yang ada hanya akan menyiksa semua anggota keluarga. Dia tahu betul bagaimana keluarga Adam.

"Tuan, saya akan di bawa kemana?"

"Diamlah dan segera masuk ke dalam mobil."

Haris membuka pintu mobil dan menyuruh Cindy untuk masuk kedalamnya. Cindy duduk di kursi depan sementara Margaretha berada di kursi belakang. Tanpa menoleh kebelakang Cindy terus menunduk sambil berlinang air mata. Entah kemana mereka akan membawanya dan entah apa yang akan terjadi padanya, saat ini rasa takut menyelimuti hati Cindy, ia benar-benar tidak mengenal siapa orang yang bersamanya saat ini, tapi apa yang ia lihat tadi di rumahnya membuatnya merasa amat takut.

Mobil melaju kencang menembus keramaian kota. Debaran jantung karena takut seakan menyiksa. Beribu pertanyaan memenuhi pikiran. Namun ketakutan memaksa untuk diam.

Cindy menatap rumah megah bagaikan istana, matanya tak berhenti memandang saat mobil mulai memasuki pintu gerbang. Ini adalah pertama kalinya ia melihat kemegahan sebuah rumah. "Kenapa mereka membawaku ke sini?" batinnya.

"Turunlah," ucap Haris. Ia keluar terlebih dahulu membukakan pintu untuk Margaretha. Sementara Cindy dengan tubuh yang masih sedikit gemetar berusaha turun dari mobil. Ia mengikuti langkah Margaretha dan Haris memasuki rumah tersebut.

"Mom, kalian sudah kembali?" ucap seorang pria dengan tubuh yang terlihat sempurna. Cindy menoleh ke arah suara, namun perasaan takut semakin menjadi saat ia melihat tatapan tajam yang mengarah kepadanya.

Cindy langsung menundukkan kepalanya dan hanya bisa bergumam dalam hati. "Siapa dia? mengapa tatapannya sangat menakutkan?"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Hanya Istri Kedua
9.3
Demi menyelamatkan sang ayah dari ancaman kebangkrutan, Anyelir rela mengorbankan impian masa depannya. Ia bersedia menjadi istri kedua dari Serkan Alvaro, seorang pengusaha muda sukses yang dikenal sangat dingin. Namun, alasan sebenarnya di balik keputusan Serkan menikahi Anyelir dengan imbalan bantuan keuangan masih menjadi misteri. Anyelir pun harus menjalani kehidupan pernikahan yang penuh teka-teki. Sanggupkah ia menemukan kebahagiaan sejati dalam rumah tangga ini?
Sampul Novel Melody Cinta Tuan Muda
8.9
Tindakan tulus Melody saat menolong seorang kakek dari upaya bunuh diri justru membawanya masuk ke lingkaran dinasti bisnis raksasa. Di tengah keluarga konglomerat ini, ia menyaksikan perebutan takhta yang penuh kelicikan. Sagara, sang pewaris sah sekaligus cucu kakek tersebut, menjadi target manipulasi anggota keluarga lain karena kepribadiannya yang sangat lugu. Kini, Melody terjebak dalam pusaran intrik perebutan harta dan konspirasi kejam demi menguasai perusahaan.
Sampul Novel Putri delapan tahun: Feniks terlahir kembali
8.6
Terbangun di tubuh masa kecilnya yang berumur delapan tahun, Yun Shang membawa memori kelam dari masa depan. Di kehidupan lalu, ia dikhianati oleh suami dan kakaknya sendiri hingga kehilangan anak tercinta secara tragis. Kini, sang putri kerajaan bertekad mengubah takdirnya yang kelam. Berbekal rasa sakit dan pengetahuan masa depan, ia mulai merancang rencana pembalasan yang matang demi membalas setiap kekejaman dan penderitaan yang pernah dialaminya dahulu.
Sampul Novel Sindiran Pedas Istri Kedua
8.9
Kehidupan Tiara hancur setelah mengizinkan suaminya menikah lagi. Kesabaran dan sikap mengalahnya tidak membuahkan kedamaian. Istri kedua sang suami justru terus mengusik ketenangannya dengan sindiran pedas, baik secara langsung maupun lewat media sosial. Terjebak dalam situasi yang menyakitkan ini, Tiara kini dihadapkan pada pilihan sulit. Haruskah ia tetap bertahan demi pernikahannya, atau mengumpulkan keberanian untuk melangkah pergi?
Sampul Novel Terperangkap Kebencian Tuan Muda
9.6
Thalia Anastasia, gadis kaya yang sombong, sangat membenci rivalnya, Abian Tristan. Kehidupan Thalia hancur saat keluarganya bangkrut, memaksanya menyembunyikan kemiskinan itu. Ternyata, kehancuran tersebut adalah rencana licik Abian. Berada dalam kekuasaan Abian yang penuh rahasia, Thalia tak berdaya ketika pria itu membalas dendam melalui kontrak pernikahan rahasia. Kini, ia terperangkap sepenuhnya dalam jerat kebencian sang tuan muda.
Sampul Novel Yang Tersisa Hanyalah Kenangan
9.8
Rencana pernikahan yang dirancang setelah lima tahun bertunangan seketika runtuh saat cinta pertama Gavin kembali hadir. Segala janji manis yang pernah diucapkan Gavin menguap begitu saja, digantikan oleh rasa jemu dan penolakan terhadap setiap tindakan pasangannya demi membela sang cinta pertama. Sadar dirinya tidak lagi memiliki arti, tokoh utama memilih untuk menyerah, merestui hubungan mereka, dan lenyap tanpa jejak. Kepergian ini menyisakan penyesalan besar bagi Gavin yang kini mencarinya dalam tangis.