APKDock Logo
Sampul Novel Aksara Cinta Antara Harta dan Pilihan

Aksara Cinta Antara Harta dan Pilihan

8.2 / 10.0
Amora Carolline dihadapkan pada dilema besar antara karier dan asmara. Kehadiran Arka Christian, miliarder sukses, membawanya ke dalam kehidupan mewah nan gemerlap. Di sisi lain, ada Vano Elbar, pria pilihan sang ibu yang menawarkan kehangatan serta ketulusan dalam kesederhanaan. Amora kini harus memilih jalan hidupnya: mengejar kemewahan penuh tekanan bersama Arka, atau menjalani cinta tulus yang sederhana dengan Vano. Pencarian makna cinta sejati pun dimulai.

Aksara Cinta Antara Harta dan Pilihan Bab 1

Amora duduk sendirian di sudut kafe, matanya terpaku pada layar laptop yang menampilkan desain arsitektur canggih. Rambut panjangnya yang tergerai menambah kesan serius pada wajahnya yang cantik. Di usianya Amora Carolline yang baru menginjak 28 tahun, Amora telah membangun nama di dunia arsitektur dengan karya-karyanya yang inovatif.

Di seberang meja, temannya Berlin menghampiri sambil membawa dua cangkir kopi. "Serius amat lu Amora, apa yang membuatmu terlihat serius gitu?" tanya Berlin dengan senyuman ramah.

Amora mengembangkan senyuman tipis. "Oh ini Ber, gue cuma terjebak dalam mimpi arsitekturku lagi. Ada proyek besar yang pengen gue garap, tapi sepertinya akan menjadi tantangan besar."

Berlin meletakkan cangkir kopi di depan Amora. "Lu pasti bisa mengatasi tantangan itu, Mor. Semua karyamu selama ini luar biasa."

Amora mengangguk sambil meneguk kopi. "Lu tau ga sih Ber, gue tuh kadang merasa ada something yang kurang di hidupku. Lu kalo liat temen-temen pada nikah ngerasa iri ga?"

Berlin mengangguk mengerti, "Gue tau banget, Mor. Tapi liat, setiap orang punya jalannya sendiri. Lu kan udah sukses di bidang arsitektur. Mungkin sekarang saatnya lu fokus sama kebahagiaan pribadi, siapa tau ada yang lagi nungguin lu di luar sana."

Amora menatap Berlin dengan pandangan penuh pertemanan. "Lu selalu tau cara bikin gue mikir positif, Ber. Tapi kadang gue bener-bener bingung, pengen punya karir yang sukses tapi juga pengen punya kehidupan pribadi yang bahagia."

“Gue pengen tiap abis pulang kerja ada yang nanyain ‘how was ur day sayang’ terus kalo mau tidur ada yang ngucapin ‘good night sayang’ sweet banget kan, Ber” lanjut Amora sambil mengkhayal.

Berlin tersenyum melihat Amora yang tengah melayangkan impian romantisnya. "Iya Mor, sweet banget. Tapi lu juga tau, nggak semua orang bisa bikin hari-hari lu jadi kayak gitu."

Amora mengangguk setuju, "Gue tau sih, Ber. Tapi kadang-kadang, ngebayangin hal-hal kecil kayak gitu aja bisa bikin hati ini hangat, kan?"

Berlin tertawa, "Emang bener. Lu punya rencana apa nih, Mor? Lagi ada yang bikin hati lu berbunga-bunga?"

Amora memalingkan wajahnya, mencoba menyembunyikan senyuman malu. "Ah, gak ada apa-apa lah. Cuma lagi ngayal-ngayal aja. Siapa tau suatu hari nanti ...."

Berlin menggoda, "Siapa tau suatu hari nanti lu nemu seseorang yang bisa ngerangkul lu tiap malam dan bilang, 'Good night, Sayang'."

Amora tertawa, "Siapa tau, Ber. Siapa tau." Tatapan matanya melayang jauh, membayangkan kemungkinan-kemungkinan indah yang mungkin saja menanti di depan sana.

Dalam lamunan dan tawa bersama Berlin, Amora merasa semakin yakin bahwa kebahagiaan dan romansa masih bisa menjadi bagian dari hidupnya yang sibuk sebagai seorang arsitek sukses. Seiring malam tiba, Amora pulang dengan harapan di hatinya. Meskipun hanya sebatas khayalan dan percakapan ringan, ia merasa semakin termotivasi untuk menciptakan keseimbangan antara kesuksesan karir dan kehidupan pribadi yang bahagia.

Saat tiba di apartemen, Amora melihat pemandangan indah matahari terbenam dari jendela apartemennya. Ia merenung sejenak, memikirkan kata-kata yang baru saja diucapkan. "How was ur day sayang" dan "good night sayang" terdengar seperti melodi yang indah di telinganya.

Dengan langkah hati-hati, Amora meraih ponselnya dan mengecek pesan-pesan yang masuk. Meskipun belum menemui pesan romantis yang ia bayangkan, ia tak bisa menahan senyum ketika melihat ucapan terima kasih dari salah satu klien atas desain briliannya hari itu.

Sambil meresapi kebahagiaan kecil dari pencapaian profesionalnya, Amora menghela napas. "Mungkin, suatu hari nanti," gumamnya sambil tersenyum. Ia yakin bahwa seperti proyek arsitekturnya, hidupnya juga sedang mengalami proses perencanaan yang rumit dan indah.

Ketika lagi sibuk membayangkan hal-hal yang belum terjadi tiba-tiba, pintu apartemen terbuka dan Amora mendengar langkah-langkah ringan di koridor. Ia berbalik dan di depannya, tampak seorang wanita dewasa dengan senyuman hangat yang tak terbendung. Itu adalah mamanya, Elena.

"Elena, Sayang!" serunya sambil berlari memeluk Amora. "Aku tahu kau pulang, jadi aku mampir sebentar. Bagaimana kabarmu, Nak?"

Amora tersenyum bahagia melihat kehadiran mamanya. "Kabarku baik, Ma. Sedang sibuk dengan proyek-proyek di kantor. Bagaimana denganmu?"

Elena melihat sekeliling apartemen Amora dengan penuh kekaguman. "Wah, anakku sudah besar, punya apartemen sendiri. Bangga banget ibu."

Amora tertawa. "Mama selalu bisa membuat suasana ceria ya. Ada apa, sebenarnya Ma?"

Elena mengambil tempat duduk di sofa dan menggenggam tangan Amora. "Aku hanya merindukanmu, Nak. Lagipula, aku dengar kabar bahwa kau lagi sibuk dengan proyek besar. Mama ingin memastikan bahwa kau tetap bahagia dan sehat."

Amora tersenyum lembut. "Terima kasih, Ma. Aku baik-baik saja, dan aku bersyukur memiliki ibu yang selalu peduli."

Mereka berdua duduk bersama, berbagi cerita tentang kehidupan masing-masing. Elena memberikan dukungan dan semangat kepada Amora, dan Amora merasa hangat dalam pelukan kasih sayang ibunya. Meski kadang-kadang hidup sibuk, momen-momen seperti ini membuatnya menyadari bahwa kebahagiaan juga dapat ditemukan dalam kebersamaan dengan keluarga tercinta.

Ketika Alena dan Amora lagi asik mengobrol ringan tiba-tiba Alena memberitahu Amora anaknya untuk dijodohkan dengan anak sahabatnya. Amora terkejut mendengar pengumuman tak terduga dari ibunya. Matanya membulat, mencerminkan kebingungan dan keterkejutannya, "Jodoh? Mama serius?" tanyanya dengan suara terkejut.

Elena tersenyum lembut, mencoba meredakan kekhawatiran Amora. "Iya, sayang. Mama yakin kamu akan menyukainya. Dia adalah anak sahabat mama, ia pria yang sangat baik, dan kalian memiliki banyak kesamaan."

Amora mencoba menenangkan diri, namun ekspresinya tetap penuh tanya. "Tapi, Ma, aku belum siap untuk hal seperti itu. Aku sedang fokus dengan karir dan proyek-proyekku sekarang."

Elena mencoba meyakinkan, "Cinta bisa datang seiring waktu, Nak. Mama hanya ingin kamu bahagia, dan mungkin ini adalah cara yang baik untuk memberi kamu peluang untuk menemukan seseorang yang bisa membuatmu bahagia."

Amora menghela napas dalam-dalam. "Aku mengerti, Ma. Tapi, bisakah kita bicarakan lebih lanjut tentang ini? Aku ingin terlibat dalam keputusan yang menyangkut hidupku sendiri."

Elena mengangguk mengerti, "Tentu, Sayang. Kita bisa bicarakan semuanya dengan tenang. Mama hanya ingin yang terbaik untukmu."

Mereka berdua melanjutkan percakapan, membicarakan harapan, kekhawatiran, dan apa yang Amora inginkan dalam hidupnya. Meskipun terkejut awalnya, Amora merasa lega dapat membuka pikirannya pada kemungkinan baru. Dalam kebersamaan dengan mamanya, ia merasa bahwa keluarga adalah tempat di mana dia bisa berbagi setiap detail kehidupannya, termasuk tentang cinta dan masa depannya.

Meskipun di dalam hatinya Amora mengidamkan kata-kata manis dan kehangatan dari seseorang yang istimewa, ia merasa belum sepenuhnya siap untuk melibatkan diri dalam hubungan yang lebih serius. Mungkin Amora saat ini belum sepenuhnya siap menikah, tapi bagaimana dengan hari-hari berikutnya?

Lanjut Membaca

Daftar Isi Aksara Cinta Antara Harta dan Pilihan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Aku Punya Ragamu Tapi Tidak Hatimu
8.4
Silvi dan saudara kembar identiknya, Silva, mencintai pria yang sama bernama Kenzo. Sebelum wafat di usia dua puluh tahun akibat penyakitnya, Silva meminta Silvi untuk menggantikan dirinya menikah dengan Kenzo. Demi rasa cinta yang dipendamnya, Silvi bersedia memenuhi wasiat terakhir tersebut. Namun, kehidupan pernikahan yang dijalani Silvi ternyata penuh liku. Bisakah ia merebut hati Kenzo yang jiwanya masih terbelenggu oleh kenangan mendalam bersama mendiang kakaknya?
Sampul Novel Ketika Mertua Ikut Campur
8.0
Rumah tangga Salwa dan Lutfan terancam runtuh akibat dominasi ibu mertua yang terlalu mendikte. Ketegangan memuncak ketika sang mertua menempatkan asisten rumah tangga baru di rumah mereka. Salwa yang curiga merasakan ada maksud terselubung dari kedatangan pelayan tersebut. Benar saja, sebuah misteri besar dan konspirasi rahasia mulai terkuak secara perlahan. Kini, kekuatan cinta Salwa dan Lutfan benar-benar diuji dalam menghadapi rencana licik ini.
Sampul Novel MENIKAM MENTAL SUAMI DAN GUNDIKNYA
8.6
Sawitri, seorang guru TK honorer, menghadapi ujian berat ketika ibu mertuanya, Masita, menuntutnya menyetujui poligami Burhan dengan Nuri. Tergiur kekayaan Nuri, Masita lebih memilih mendukung wanita itu demi keuntungan materi. Di saat hati Sawitri hancur, Burhan justru tega berselingkuh terang-terangan tanpa memikirkan perasaan sang istri. Sanggupkah Sawitri bertahan melewati kejamnya pengkhianatan suami dan mertuanya dalam pernikahan yang kini penuh penderitaan ini?
Sampul Novel Perjalanan Cinta Si Cupu Yang Menjadi CEO
9.0
Demi meraih impian, Keyla justru harus bekerja sebagai sekretaris Dion Prakasa. Pria itu adalah CEO dingin yang dulu pernah ia tolak karena berpenampilan cupu. Setelah lima tahun berlalu, Dion telah berubah menjadi pewaris sukses yang membenci wanita akibat patah hati di masa lalu. Kini, takdir mempertemukan mereka kembali, menyalakan lagi obsesi sekaligus dendam lama. Walau banyak wanita memujanya, fokus Dion hanya tertuju untuk menguji Keyla, cinta pertamanya yang kini terjebak dalam arogansinya.
Sampul Novel PETUALANGAN KE KOTA PARIS
8.8
Pasca-bercerai, seorang wanita muda memilih pergi ke Paris untuk memulihkan jati dirinya. Di sana, ia bertemu dengan pelukis menawan yang mengubah cara pandangnya tentang kehidupan secara mendalam. Kisah mereka tumbuh menjadi jalinan cinta yang membara, diwarnai penjelajahan dunia seni yang memikat. Petualangan ini menjadi momen krusial baginya untuk membangkitkan kembali gairah dan semangat hidup yang dahulu sempat padam.
Sampul Novel Wanita Simpanan Nakhoda
9.6
Baru sebulan menikah, Kemuning ditinggal pergi begitu saja oleh suaminya, Amer, yang bekerja sebagai nakhoda. Lima tahun lamanya ia bertahan hidup dalam ketidakpastian tanpa kabar. Luka hati yang mendalam akhirnya mendorong Kemuning untuk menyusul ke kota demi mencari keberadaan sang suami. Namun, tujuannya bukan untuk berbaikan atau merajut kembali rumah tangga mereka, melainkan untuk menuntut balas atas segala penderitaan yang telah ia lewati seorang diri.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan