APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Paksa

Pernikahan Paksa

Demi melindungi keluarganya, Cindy Caroline terpaksa menikahi Brian Adam, seorang miliarder yang sangat dingin dan arogan. Bukannya hidup bahagia bergelimang harta, nasib malang justru menimpa Cindy karena diperlakukan layaknya seorang pembantu di rumah suaminya sendiri. Pernikahan paksa ini menjadi awal dari penderitaan panjang yang menyiksa batinnya. Di tengah kemewahan yang semu, mampukah gadis muda ini bertahan menghadapi segala tekanan dari sang suami?
Bab
Bagikan

Bab 1

Cindy…!"

Teriakan yang terdengar jelas dari kamar Misyel. Adik tiri Cindy yang bermuka dua jika berada di hadapan sang ayah. Cindy pun segera berlari ke arah kamar Misyel setelah mendengar teriakkan sang adik tiri.

"Ada apa Syel?"

"Kamu masih tanya ada apa?" pekik Misyel. Cindy menatap Misyel yang tengah menggenggam gaun biru di tangannya. "Apa kamu sengaja mengotori gaun yang akan aku pakai malam ini hah! Aku sudah bilang jangan menyentuh barang-barangku tanpa seizinku."

"Aku hanya mengantungnya sesuai perintahmu tadi pagi."

"Kamu bohong, kamu pasti sudah mencoba baju ini di tubuh kotormu itu kan? aku tahu kamu sangat iri dengan perhatian papah untukku? karena itu kamu sengaja merusak acaraku."

"Sedikitpun aku tidak pernah merasa iri padamu Syel."

"Heh, dasar menjijikkan."

"Ada apa ribut-ribut?" tanya Sonya yang tak lain adalah ibu Misyel.

Misyel seketika berubah dan bergelayut manja pada ibunya. "Mah, liat gaunku ini, anak kotor ini sudah mengotori gaun yang akan aku pakai malam ini di pesta ulang tahun temanku," ucap Misyel dengan suara manja pada ibunya.

Sonya menatap dan mengelus pipi Misyel dengan lembut. "Coba sini mamah lihat sayang," ucapnya. Ia mengambil gaun di tangan putrinya dan melihat gaun yang sudah kena sedikit noda itu, ia langsung menyunggingkan senyuman sinis kearah Cindy. Meski noda tersebut tidak terlalu terlihat, namun itu cukup untuk menjadikan sebuah alasan untuk menyalakan Cindy.

Plakkk!

Sonya memberikan tamparan di pipi mulus Cindy, "Apa kamu sedang mencari masalah, beraninya kamu membuat gaun Misyel kotor seperti ini,"

"Bu aku minta maaf, tapi aku tidak mengotorinya. Lagipula kotorannya tidak terlalu terlihat," jawab Cindy yang masih mengelus pipinya yang sakit karena tamparan tadi.

"Aahhh," rintih Cindy saat rambutnya di tarik Sonya. "Kamu masih mengelaknya? cepat bersihkan sebelum aku menghukum kamu lebih berat," ucap Sonya sambil melepas rambut Cindy dan menyodorkan gaun di tangannya.

Cindy keluar dari kamar Misyel sambil membawa gaun biru tersebut untuk di bersihkan. Air matanya mulai mengalir membasah pipi mulusnya. Ia langsung mencuci bagian yang kotor dan mengeringkannya dengan hairdryer, kemudian menggantungnya kembali di kamar Misyel.

"Apa yang kamu lakukan di kamarku?" ucap Misyel yang sudah berdiri di ambang pintu.

"Aku hanya menaruh gaunmu. Tadi aku melihat pintunya terbuka jadi aku masuk kedalam untuk menyimpannya."

"Sudah, sudah pergi sana. Cepatlah keluar dari kamarku." Cindy pun hendak keluar dan melewati Misyel yang tengah berkacak pinggang di ambang pintu.

Brug!

Cindy tersungkur ke lantai karena tersandung kaki Misyel. "Makannya kalau jalan, pakai tuh mata," ucap Misyel menyeringai sambil berlalu masuk kamar.

Braaakk!

Misyel menutup pintu dengan keras. Sementara Cindy berusaha bangun dari jatuhnya dan menatap pintu kamar Misyel yang tertutup sambil bergumam dalam hati. "Ibu aku merindukanmu, aku merasa lelah dengan keadaan ini. Bu, kenapa aku terlalu lemah dan tak mampu melawan?" Cindy menyeka air matanya dan berlalu.

Terdengar pintu gerbang terbuka dan tak lama suara mobil pun terdengar memasuki garasi. Cindy menatap arah garasi yang terlihat jelas dari jendela dapur, ia melihat pria paruh baya yang keluar dari dalam mobil tersebut. Seorang pria yang menjadi alasan dia tetap bertahan berada di dalam rumah bersama ibu dan adik tirinya. Dia adalah Rudi, ayah kandung Cindy.

Cindy tersenyum saat sang ayah menoleh ke arah jendela dapur dan tersenyum kearahnya, kemudian ia kembali melanjutkan kegiatan memasaknya, setelah sang ayah masuk ke dalam rumah. Masakan hampir selesai, Cindy mulai menata makanan di meja saat semua orang sudah berkumpul, dan mereka pun menikmati makanan bersama.

"Emmm, masakan mba Cindy pokoknya the best deh," ucap Misyel. Ia tersenyum sambil mengacungkan jempolnya ke arah Cindy, namun Cindy hanya tersenyum untuk membalas ucapan Misyel.

"Pah, selesai makan nanti Misyel mau ijin keluar ke acara ulang tahun teman. Bolehkan pah?" ucap Misyel.

"Tentu boleh sayang. Yang penting pulang tepat waktu dan jaga diri baik-baik."

"Tenang saja pah. Mba Cindy mau ikut juga nggak?"

Cindy menoleh ke arah Misyel yang saat ini wajahnya bagaikan kucing anggora yang imut. "Tidak Syel. Mba lebih betah di rumah."

"Sekali-kali pergi keluar kan bagus juga sayang, bisa buat refreshing pikiran," ucap Sonya.

"Sudahlah, kalian jangan memaksa Cindy. Mungkin dia sedang tidak ingin keluar malam ini." Rudi mencoba melerai istri dan anaknya.

Cindy berdiri dari duduknya dan mengangkat piring bekas makannya yang sudah kosong, ia berlalu ke arah dapur. Tak berapa lama saat ia tengah mencuci piring, Misyel datang menghampirinya. "Seharusnya kamu bersedia ikut denganku agar bisa aku permalukan di depan taman-tamanku nanti," ucap Misyel.

Cindy hanya melirik sekilas kearah adik tirinya. Ia pun sudah sangat hafal dengan basa-basi mereka di depan sang ayah. Mana mungkin Misyel serius mengajaknya untuk keluar, semua itu semata-mata hanya untuk kedok mereka di hadapan Rudi.

Misyel meletakkan piring di tempat cuci piring, dengan sengaja ia mengambil sabun cuci piring dan mengoleskannya ke wajah Cindy. "Cuci piring yang bersih ya mba Cindy sayang, hahaha," ucap Misyel kembali dan langsung berlalu meninggalkan dapur. Sementara Cindy hanya mendengus kesal.

Semua pekerjaan di dapur sudah selesai. Cindy hendak masuk kedalam kamarnya, namun langkahnya terhenti saat melihat sang ayah yang duduk murung di depan televisi. Ia pun menghampiri ayahnya.

"Pah, papah baik-baik saja?" tanyanya sambil menghampiri sang ayah.

"Papah baik-baik saja Cindy."

"Papah tidak bohong kan?"

Rudi menatap Cindy kemudian menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. "Istirahatlah sayang, ini sudah malam. Kamu pasti sangat lelah bukan?"

"Cindy tidak merasa lelah selama Cindy bisa melihat papah tersenyum."

"Percayalah, papah baik-baik saja."

"Cindy akan masuk kamar dan beristirahat jika papah juga pergi beristirahat sekarang."

"Hmmm. Baiklah, papah akan ke kamar dan beristirahat. Kamu memang tidak jauh beda dengan mamahmu dulu." Cindy tersenyum mendengar ucapan sang ayah. Mereka akhirnya melangkah ke kamar masing-masing.

Seperti biasa, di pagi hari Cindy selalu bangun pagi membereskan rumah dan menyiapkan sarapan untuk semua anggota keluarganya. Sonya menghampiri Cindy yang tengah memasaknya di dapur. "Apa yang kamu katakan semalam dengan ayahmu?" tanyanya.

"Tidak ada mah."

"Dengar aku baik-baik Cindy. Aku tidak suka kamu mencari perhatian yang berlebihan pada ayahmu, apalagi kamu berani berkata buruk tentang aku dan Misyel."

"Aku tidak akan pernah melakukan hal itu mah. Selama papah bahagia bersama mamah, aku akan selalu menurut sama mamah."

"Bagus. Jika kamu berani macam-macam, kamu tahu sendiri akibatnya."

Ding dong

Suara bel pintu terdengar di pagi hari. "Siapa pagi-pagi seperti ini datang bertamu, apa dia tidak melihat ini jam berapa sekarang?" gerutu Sonya sembari melangkah meninggalkan dapur.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Berpura-pura Amnesia Membuatnya Kehilangan Segalanya
8.1
Pasangan beta-ku, Kyan, mendadak hilang ingatan usai diserang serigala liar. Dia melupakan kehamilanku dan justru berpaling pada Gamma Evelyn. Setelah dihina sebagai kasta rendah, aku memutuskan ikatan kami. Namun, saat aku bersiap mendampingi Raja Alpha, Kyan kembali dengan penyesalan mendalam dan menanyakan anak kami. Dengan dingin, aku menegaskan janin itu telah tiada lalu pergi memulai hidup baru.
Sampul Novel Duka Sang Putri Tertawan
8.8
Tiga tahun setelah malam bersama Vincent, sang pewaris mafia, hidupku hancur saat cinta pertamanya kembali. Demi wanita itu, Vincent tega mencelakaiku, membuang pusaka ibuku, hingga menjebloskanku ke penjara. Namun, setelah aku bebas dan terbang ke Arunika untuk menikahi pria lain dalam kondisi tak berdaya, Vincent justru murka. Ia nekat mengobrak-abrik seluruh Mandala Jaya demi merebutku kembali ke pelukannya.
Sampul Novel Foto Pelakor di Profil Ponsel Suamiku
8.3
Muak dikhianati Agung serta ditindas oleh keluarga mertuanya, Serani Gunawan mantap mengambil keputusan untuk bercerai. Penyesalan mendalam segera menghampiri sang mantan suami ketika menyadari bahwa CEO baru di kantornya adalah Serani, yang selama ini menyembunyikan status miliardernya. Demi menguasai kekayaan Serani, Agung dan selingkuhannya menyusun berbagai rencana jahat. Beruntung, Serani tidak sendirian; dua pria kaya dan tampan siap mendampinginya menghadapi setiap ancaman demi menemukan cinta sejati.
Sampul Novel Guruku tersayang
8.6
Bagi Raina, cinta untuk Kevin telah sirna. Trauma mendalam membekas setelah ia harus berjuang sendirian antara hidup dan mati saat melahirkan bayi kembar mereka. Di momen kritis itu, Kevin justru bersenang-senang dengan Clara. Pengkhianatan perih tersebut membuat Raina enggan rujuk. Meski kini sang suami memohon untuk kembali, ketakutan akan luka baru menyadarkan Raina bahwa kisah mereka memang harus berakhir.
Sampul Novel SUAMIKU SAINGANKU
8.7
Kehidupan Rila jungkir balik usai dijodohkan dengan Arga, rival terberat sekaligus Ketua OSIS yang bersikap dingin di sekolahnya. Di balik ketampanannya, Arga menyimpan dendam misterius pada Rila. Kini, Rila terpaksa tinggal serumah dengan cowok yang selalu berambisi mengalahkannya itu. Di tengah sengitnya persaingan akademis dan misteri masa lalu, sanggupkah Rila bertahan? Akankah kebencian di antara mereka perlahan luluh menjadi cinta manis di tengah badai konflik?
Sampul Novel THE GOOD GUY
8.7
Amora memilih pergi dari hidup Gio demi menikahi Marcel, sahabat yang ia kira tulus. Sayang, pernikahan itu justru menjadi mimpi buruk. Sifat lembut Marcel hanyalah topeng, dan penderitaan Amora kian parah akibat tekanan mertua serta kemunculan wanita dari masa lalu suaminya. Walau batinnya hancur dan didera trauma mendalam, Amora memilih bertahan dalam hubungan toksik ini. Semua ia lakukan demi calon bayi di kandungannya agar kelak lahir dengan sosok ayah utuh.